
Pembicaraan Kontrak kerja terkait salah satu proyek yang harus ditangani Yoga ternyata membutuhkan cukup banyak waktunya hari itu.
Hingga memang sampai malam pun, Yoga belum bisa menghubungi Nindy.
Berkali-kali Nindy melihat ke Handphone nya dan belum ada juga notif WA atau telpon yoga masuk ke Handphone nya lagi.
Dan itu membuat dia menyangka bahwa benar-benar mereka harus berfikir ulang tentang pernikahan ini.
\=\=\=\=
Tengah Malam
" Assallamualaikum " dengan suara sengau karena habis menangis seharian nindy menjawab
" Waalaikumsalam.. nin.. tolong buka pintu depan rumahmu, aku ada didepan" jawab Yoga.
Nindy melihat kearah jam dinding dikamarnya
Jam 01.00 Dini hari.
Dan dia terlonjak sadar dari tidurnya, berdiri dan buru-buru keluar dari kamarnya menuju pintu depan rumahnya.
Ketika Pintu sudah terbuka
Nindy diam mematung melihat kehadiran Yoga
Yoga mendekat perlahan.. dilihatnya Nindy tak bergeming, atau menghindar darinya, semakin berani ia mendekati gadis itu kemudian membawanya kedalam pelukannya.
Nindy yang memang begitu mengharapkan Yoga menghubunginya sedari siang hanyut dalam pelukan yoga, menangis sejadi - jadinya didada yoga.
Dibelai dengan lembut rambut gadis itu, mencium ujung kepalanya dan membiarkan bibirnya tetap disitu, menyesap wangi buah-buahan dari rambut halus calon istrinya.
Setelah puas, Nindy melepaskan pelukannya dari Yoga, menatap ke arah tepat dimatanya Yoga.
Yoga pun demikian
" Boleh Aku dan Budi bermalam disini? kasian tadi dia ku suruh cepat untuk bisa sampai disini. Sekarang dia butuh istirahat sepertinya "
" Iya.. Pak Budi dan aa bisa tidur di dua kamar tamu didepan sini. "
" Aku panggil Budi dulu, kamu ganti baju dulu yaa.. aku nggak mau pak Budi melihat kecantikan kamu dengan baju tidur itu " Yoga mengingatkan.
Nindy baru tersadar bahwa dia masih hanya menggunakan Lingerie tidurnya.
Tadi karena kaget dan terburu-buru keluar dari kamarnya, Nindy memang tidak lagi memakai kimononya.
Diapun dengan malu langsung berbalik dan lari dari hadapan Yoga.
Yoga tersenyum dan langsung mengambil Handphone nya
" bud.. masuk bud, istirahat kita didalam"
" baik Pak"
\=\=\=\=
Setelah dia berganti pakaian, Nindy kembali menemui Yoga yang sudah duduk dengan pak Budi diruang tamu.
" Pa Budi.. silahkan istirahat di kamar sebelah kanan ini yaa "
" Pak Yoga? "
" iyaa.. nanti a Yoga kamar yang disebelahnya "
" masuklah bud, istirahat. "
" baik Pak, saya pamit istirahat duluan pa.. bu.. "
" iyaa pak " Jawab Nindy dan Yoga.
" Aa istirahat yaa.. besok kita bicara lagi "
Lalu Yoga membawa Nindy untuk duduk disofa ruang tengah.
" Aku sudah nggak bisa konsentrasi hari ini karena kamu. Kalau bukan karena proyek penting dengan Mr. Lorenzo seharian ini. aku sudah inginnya mengejar kamu kesini dari tadi pagi " Yoga memulai pembicaraan sambil menatap dan memegangi tangan Nindy.
" Tadi pagi itu, aa nggak bermaksud seperti yang kamu simpulkan. Dengar hon.. aku nggak ingin kamu yang harus terjun langsung kerja keras, Justru karena aku sudah di fase seperti ini, aku ingin istriku.. Anak-anak ku hidup dengan nyaman"
" Aku enggak akan menghalangi kecintaanmu pada bunga, tanam-tanaman .. kamu tetap bisa melakukannya yang skala kecil saja, sementara yang skala besar marilah mulai sekarang kita serahkan pada mang kodir, jadi kamu hanya untuk mengawasinya"
" Apalagi nanti.. kalau kamu sudah menjadi istriku, aku pasti lebih membutuhkan kamu untuk lebih dekat dan bersamaku setiap saat. "
" Dan untuk usaha lainnya, seperti EO dan Cafe.. honey masih bisa mengawasi dan menjalankannya sekali kali pada event yang materinya memang harus kamu yang handle, sementara untuk operasionalnya mari kita percayakan pada sahabat-sahabatmu"
" Bagaimana? coba.. aku mau dengar apa yang kamu inginkan emmm... "
" Seharian ini.. aku juga sudah berfikir, Nindy dulu memulai mengelola sebagian tanah papa secara profesional dalam rangka ingin membuat cafe yang pasokannya bisa dari hasil kebun sendiri. menciptakan makanan-makanan yang lebih sehat tapi kekinian dengan tujuan menyehatkan dan membahagiakan siapapun yang masuk, makan dan berada didalamnya "
" Tujuannya adalah memberikan kebahagiaan.. lalu mengapa Nindy harus menghancurkan kebahagiaan Nindy sendiri? kalau itu juga bisa nindy aplikasikan dirumah tangga kita nanti? "
" Maafin Nindy tadi yaa a, yang sudah buat hati aa susah seharian ini.. sampai aa jadi harus kesini"
" Aku juga salah honey... kita harusnya saling mengenal kembali satu sama lain.. memberi kita ruang dan waktu untuk saling belajar memahami satu sama lainnya. Dan itu akan kita coba beberapa hari ke depan ini yaa.. "
" trus.. meeting-meeting penting kamu bagaimana? "
" Dikantor ku ada direktur utama, Manajer marketing yang bisa menjalankan itu semua, dan aku tinggal mendengar laporannya dari mereka atau dari asisten pribadiku"
Yoga menarik Nindy untuk lebih mendekat padanya
" Dan... satu lagi.. jangan pernah bilang " sebaiknya kita memikirkan kembali tentang pernikahan ini! " itu benar-benar membuat aku hilang akal"
Diciumnya kening Nindy dan menempelkan hidungnya ke hidung Nindy
" Dengar tidak? " dengan suara lembut mendayu Yoga mengatakannya
" Dengar " jawab Nindy sambil mengecup sekilas bibir Yoga. .. dan dia tersenyum manis
Dengan lembut Yoga mendekati bibir Nindy.. menyentuhnya dengan kerinduan ...
Membiarkan Nindy turut belajar... karena memang hanya bibir Yoga sajalah yang pernah dirasakan olehnya.
meninggalkan kelembutannya.. lalu mereka saling menatap.
" I love you "
kata Yoga bahagia.. mendapatkan gadis yang benar-benar terjaga sejak lama, dan hanya Dia yang memberikan segalanya untuk pertama kalinya untuk nindy"
" I love you too " balas Nindy
" Aa istirahatlah.. pasti cape banget dan ini sudah jam 14.30 ... besok gunakan waktu istirahat aa jangan ter buru-buru bangun yaaa.. "
" iya.. "
Lalu Nindy mengantarkan Yoga sampai kedepan pintu kamar tamu yang akan ditempati Yoga.
Yoga memeluk rindu sekali lagi
Mencium kening Nindy...
" Istirahat yaa.. " keduanya berbarengan mengatakan hal yang sama.
Mereka tersenyum..
\=\=\=\=\=
Tolong di Like yaaa tulisan-tulisanku buat kamu yang sudah baca..
itu sangat berarti buat aku yang terus mencoba memberikan tulisan terbaikku.