My Favorite CEO

My Favorite CEO
Resepsi 1



Nindy begitu terkejut dan kesenangan dengan apa yang baru Ia rasakan.


Hatinya menjadi sangat riang.


Lalu Ia merasakan Yoga mencium ujung kepalanya.


"Terima kasih sayang... I Love You So Much"


Lengan tangan kiri Yoga merangkul bahu Nindy, menjadi sandaran kepalanya.


"l love you too honey"


balas Nindy sambil memberikan ciuman sekilas didada Yoga yang saat ini bersimbah peluh.


Kekuatan magis itu membawa mereka ke alam mimpi yang penuh kebahagiaan.


\=\=\=\=\=\=


Nindy tiba-tiba terjaga dari tidurnya demi mendengar suara deringan telpon yang ada dikamarnya.


"Hallo... "


"Nin.. sorry ganggu, loe da mesti siap-siap lagi say. Resepsi jam 19.00 Wib ini sudah jam 15. 30 Wib.. loe mandi yaa siap-siap buat didandani lagi."


"oo iya Lit, sorry.. sorry.. gue langsung mandi yaa.."


Nindy menutup panggilannya.


Nindy mencoba membangunkan Yoga.. dia menyentuh manis bibir Yoga.


"Sayang.. bangun yuu.. kita mesti siap-siap lagi.."


"Mmmm"


Perlahan mata Yoga membuka Dan dia tersenyum demi melihat istrinya yang sudah membuatnya bahagia.


"Bangun yaa.. kita sudah ditunggu untuk siap-siap sayang.. aku mandi duluan ya.."


Tapi Yoga malah asik memainkan buah dada Nindy yang terbuka sambil memperhatikan kiss mark yang Ia tinggalkan disitu.


"hon..nanti semua jadi telat, aku mandi dulu yaa"


Mengusap wajah Yoga dengan punggung tangannya, mata Nindy menjadi syahdu karena Ia sendiri sudah terpengaruh dengan sentuhan Yoga.


Mata Yoga menatap intens kemata Istrinya ..


"Kamu bahagia ?"


tanyanya dengan masih menyentuh terus buah dada Nindy dengan mata yang masih menatap Istrinya.


"Aku.. sangat bahagia, aa bahagia?"


Jawab Nindy.


"Sangat bahagia"


Hati Nindy berbunga-bunga mendengarkannya.


"Bangun yu, kita mesti bersiap-siap, sebentar lagi mau datang ke kamar yang mau merias Nindy.. a"


Diciumnya kening Yoga dan beranjak dari tempat tidurnya sambil berlari telanjang dan malu masuk ke kamar mandi.


Yoga tersenyum melihat tingkah istrinya.


\=\=\=\=\=


Nindy dan Yoga sudah selesai membersihkan dan ketukan dari luar kamar mereka menandakan para perias sudah datang.


Nindy bersegera membukakan pintunya, Yoga sedang duduk menikmati teh hijau hangatnya dan sandwich daging yang tadi sempat Yoga pesan sambil menunggu Nindy mandi.


Sesekali memperhatikan Istrinya.


Pukul 18.30


Nindy dan Yoga sudah Lengkap berpakaian pengantin Sunda.


Kebaya berwarna paduan antara silver dan abu-abu muda dengan balutan kain batik tulis Sukapura yang hampir punah, lengkap dengan Sigernya, berdampingan dengan Yoga yang telah memakai Beskap dan kain batik tulis Sukapura yang berwarna senada dengan yang Nindy pakai.


Lalu Pengantin beserta keluarga dipandu menuju Auditorium Hotel.


Sepasang suami istri ini mengundang decak kagum semua orang yang mereka lewati.


Pengantin wanita yang terlihat cantik dan Ayu menjadi sangat serasi ketika disampingnya ada sang Pengantin Pria yang tampan juga gagah.


Keduanya tersenyum bahagia, Yoga memegang lengan Nindy yang melingkarkan lengannya pada lengan Yoga. Sesekali Nindy dan Yoga pun membalas sapaan orang-orang yang mereka kenal.


Master Of Ceremony yang sudah ada didalam Auditorium Hotel mengumumkan kehadiran kedua pengantin dan keluarga besar, Dan alunan musik degung Sunda kembali terdengar mengiringi langkah Yoga dan Nindy masuk kedalam tempat resepsi.


Setelah berada ditengah-tengah ruangan pengantin didudukan untuk selanjutnya dilakukan prosesi adat Sunda.


Penyerahan Seserahan


Saweran


Dalam adat Sunda Saweran berarti mengungkapkan rasa Syukur dari Insan kepada Tuhannya yang diekspresikan dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama manusia.


Kedua orangtua menyawer pasangan pengantin yang sudah dipayungi. Saweran sendiri terdiri dari uang receh, sebagai simbol kemakmuran, beras, sebagai simbol kesejahteraan, irisan kunyit tipis, sebagai simbol obat dan makanan yang artinya istri bisa memasak dan menjadi obat bagi suaminya dan lipatan daun sirih diharapkan menjadi simbol agar dalam membina rumah tangga tetaplah harum dan bermanfaat


Semua itu ditempatkan di dalam bokor.


Masing-masing bahan tersebut memiliki makna berupa doa-doa untuk kedua mempelai.


Agar semakin hikmat saweran juga diiringi nyanyian Kidung yang berisi nasihat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan rumah tangga.


Meuleum Harupat


Pengantin Pria memegang harupat yang dibakar dengan lilin oleh pengantin wanita, harupat dimasukan pengantin Pria kedalam kendi air yang dipegang oleh pengantin wanita.


Master of Ceremony menggoda Yoga dengan meminta diambil harupat yang tadi sudah dicelupkan kedalam kendi air, diminta disuruh diperlihatkan apakah sudah padam apinya.


Setelah diperlihatkan sudah padam, diminta dicelupkan lagi ke kendi air, Master of Ceremony meminta Yoga untuk mengambil lagi Harupat tadi, yang mengundang tawa semua tamu-tamu yang hadir, karena mereka melihat mimik wajah Yoga yang tidak mengerti apa maksud dari semua itu.


Lalu harupat dipatahkan oleh pengantin pria.


Prosesi ini melambangkan nasihat kepada kedua mempelai senantiasa bersabar dalam berumah tangga.


Nincak endog (Menginjak Telur)


Nincak Endog atau injak telur dilakukan dengan cara pengantin pria menginjak telur di atas cower.


Lalu, pengantin wanita membersihkan kaki pengantin pria dengan air kendi dan mengeringkannya dengan handuk kecil.


Yoga membungkuk, mengambil lengan Nindy untuk membantu Istrinya berdiri kembali.


Kemudian kendi tadi dipegang oleh kedua pengantin tersebut lalu dipecahkan bersama-sama.


Prosesi ini memiliki filosofi bahwa itikat dan tanggung jawab suami ialah sebagai kepala rumah tangga. Sementara istri mengikuti bimbingan suami.


Muka Panto (Buka Pintu)


Diawali mengetuk pintu tiga kali. Yang disimbolkan dengan Gapura Pintu yang dibuat dan diletakan di bagian sebelum menuju tangga pelaminan, lalu diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu.


Setelah dua kalimat Syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan.


Buka pintu melambangkan petuah agar suami dan istri saling menghargai dan tidak pernah henti saling mengasihi.


Huap Lingkung


Pasangan mempelai disuapi oleh Ibu mempelai wanita, Ayah mempelai wanita, selanjutnya oleh kedua orang tua mempelai pria.


Lalu kedua pengantin saling menyuap satu piring berisi tujuh bulatan nasi kuning.


Yoga menyuap dengan tangan kanan, sedangkan Nindy dengan tangan kiri, saling menyuap melalui pundak masing-masing 3 kali.


Satu bulatan yang tersisa diperebutkan keduanya, kemudian dibagi berdua.


Setelahnya Yoga dengan spontan mencium kening Nindy. Hingga Nindy tersipu malu.


Huap lingkung menjadi simbol kasih sayang kedua orang tua masing-masing sama besarnya terhadap anak maupun menantu.


Pa Betot-betot Bekakak Ayam


Kedua mempelai duduk berhadapan, masing-masing memegang paha ayam.


Kemudian, Master of Ceremony memberi aba-aba agar kedua pengantin serentak tarik-menarik bekakak ayam.


Yang mendapat bagian lebih besar harus membaginya kepada pasangan dengan cara digigit bersama.


Nindy membersihkan bibir Yoga dari bumbu ayam yang membekas disitu. Dan membersihkan jari suaminya yang dipakai untuk memegang ayam tadi.


Pemandangan itu menjadi tontonan menarik untuk semua tamu yang begitu menyukai kemesraan mereka.


Makna dari tradisi ini ialah rejeki yang mereka peroleh harus dimiliki bersama.


 Prosesi upacara adat selesai


Dan mulailah satu persatu para tamu memberi ucapan selamat.


Beberapa kolega Yoga yang berasal dari berbagai Mancanegara selain memberikan ucapan selamat, mereka juga menyatakan kekagumannya atas upacara adat yang tadi mereka lihat dan mereka rekam.


Dan mereka suka sekali melihat penampilan Nindy, bahkan dengan terang-terangan memuji kecantikan Nindy, sehingga raut wajah Yoga terlihat berubah-ubah.


Mereka pun meminta untuk dapat berfoto bersama Nindy. Yang disela oleh Yoga sehingga dia pun ikut difoto.


Hidangan yang masih dengan konsep makanan tradisional tanah Pasundan, yang disukai oleh kolega-kolega Yoga, juga terdapat menu Western.


Pondokan-pondokan makanan dan minuman pun tersebar melimpah.


Wajah Yoga dan Nindy tak pernah lepas dari senyuman.


Beberapa kali perhatian Yoga kepada Nindy tertangkap oleh para tamu. Dan kemesraan itu menjadi perbincangan diantara mereka.