
Tiba saatnya juga, hari ini adalah hari dimana Abimanyu dan Annisa akan melihat lebih jelas kebocoran katub jantung salah satu twins mereka.
Semenjak perjalanan dari rumah, lalu mereka berada dipesawat pribadi Abimanyu. Laki-laki itu hanya banyak diam. Annisa sangat mengerti akan hal itu, karenanya dia pun hanya menggenggamkan jemarinya dijemari Abimanyu. Saling memberikan kekuatan.
Ketika mereka harus turun dari pesawat, Abimanyu perlahan lebih dulu berada dibawah tangga yang akan dilewati Annisa, jemarinya membimbing dengan hati-hati agar Annisa tidak tersandung apalagi terjatuh.
Kemudian langsung menaiki mobil yang sudah bersiap menyambut mereka. Didalam mobil jemari Abimanyu lebih terasa dingin dari yang dirasakan Annisa dipesawat tadi.
"Sayang ..... kamu gugup sekali, tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan" pinta Annisa pada suaminya. Kemudian Abimanyu melakukan apa yang disarankan istrinya. Beberapa kali hal itu dilakukannya, kemudian Annisa merasakan kegelisahan suaminya sedikit berkurang.
Annisa memberikan air mineral untuk suaminya, kemudian Abimanyu menghabiskan hampir setengah botol airnya.
"Terima kasih sayang ... aku gugup sekali" ucap Abimanyu terus terang sambil menatap wajah Annisa.
"Iyaa.. aku tahu" jawab Annisa mencoba memaklumi dan mengusap pipi suaminya. Berdua lalu mereka terdiam kembali.
Perjalanan terasa sangat lama mereka rasakan untuk sampai di rumah sakit. Membuat Abimanyu sesekali melemparkan nafas beratnya. Annisa mengusap-ngusap bahu lengan suaminya.
Buat Annisa apa yang terjadi pada salah satu twins sudah sering dia pelajari dan alami pada pasien-pasiennya, sehingga sedikit banyak Annisa mampu menenangkan perasaannya, tapi bagi Abimanyu yang awam, hal tersebut membuat dirinya sangat khawatir. Membuatnya membayangkan hal-hal yang paling buruk.
Annisa sering menjelaskan secara perlahan dan mencoba memberi ketenangan pada Abimanyu, namun terkadang ketika rasa khawatir itu menghampirinya lagi, semua yang dijelaskan Annisa seperti menguap begitu saja. Abimanyu ingin segera twins dilahirkan sehingga ia bisa melakukan yang terbaik untuk mereka, Ia tidak ingin siapapun orang yang dikasihinya menderita. Terlebih ini adalah darah daging dan istrinya.
Akhirnya sampai juga mereka didepan lobby rumah sakit. Para jajaran Direksi rumah sakit menyambut kedatangan Pemilik Rumah Sakit mereka, spesialis kardiologi pediatrik yang dipercaya dan ditunjuk oleh Abimanyu pun turut menyambut kedatangan Abimanyu dan Annisa.
Setelah menjabat tangan seluruh orang yang menyambut mereka, Abimanyu memohon pengertian kepada semua pihak Direksi Rumah Sakit untuk kembali ke tugas mereka masing-masing, sementara Ia berkonsultasi dan istrinya memeriksakan diri. Abimanyu sebenarnya tidak nyaman dikelilingi oleh orang-orang seperti ini. Setelah pernyataan Abi itu, hanya spesialis kardiologi pediatrik yang ia percaya yang mendampingi dan mengarahkan Abimanyu dan Istrinya keruang periksa.
Dengan intensif dan kehati-hatian dokter Liliana spesialis kardiologi pediatrik. mulai melakukan fetal echocardiography. Serupa dengan screening kehamilan pada umumnya, fetal echo juga dilakukan dengan bantuan alat ultrasonografi (USG).
Melalui fetal echo, dokter dapat melihat apakah jantung janin bekerja dengan benar atau tidak, bahkan melihat aliran darah melalui jantung. Biasanya pemeriksaan ini baru bisa dilakukan pada trimester kedua kehamilan, yakni pada minggu ke-18 hingga ke-24.
"Benar dokter Annisa, salah satu kembar mengalami VSD, yaitu kelainan jantung yang ditandai dengan lubang pada sekat antarbilik jantung. Lubang tersebut menyebabkan jantung bocor pada bilik kiri dan kanan jantung, sehingga sebagian darah yang kaya oksigen kembali ke paru-paru. VSD bukan masalah yang berarti, jika ukurannya sangat kecil. Namun, lain hal jika lubang yang dihasilkan cukup besar. Pada pengidap yang berusia dua tahun, lubang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala akan tertutup dengan sendirinya, pada kasus salah satu kembar ini, juga seperti itu pak Abi, siapa nama si Cantik ini?" tanya dokter Liliana.
"Basma ... aku ingin menamainya Basma" jawab Abimanyu sambil memandang lekat mata indah istrinya.
"Apa artinya?" tanya dokter Liliana lagi.
"Artinya Senyum atau senyuman, aku ingin Basma selalu tersenyum, sehingga semua orang yang memandangnya menjadi menyayanginya, karena senyuman membuat orang bahagia, bahkan amalan yang paling sederhana yang paling dicintai Allah dan Rasulullah adalah Senyum" Jawab Abimanyu, Annisa menggenggamkan jemarinya pada jemari Abimanyu, ia tersenyum.
"Aku suka ... Basma ..." ucap Annisa membalas tatapan mata Abimanyu.
"Arti yang sangat dalam, saya suka juga nama Basma.." jawab dokter Liliana.
"Termasuk pada kasus Basma, diameter kebocorannya sejauh yang digambarkan oleh alat ini kebocorannya kecil, sehingga kita bisa berharap bahwa ketika dilahirkan lubang ini sudah tertutup, jika tidak tertutup pun kemungkinan kecil memberikan gejala pada penyakit jantung bawaan sehingga selama proses pertumbuhan bisa juga menutup sempurna. Kita berharap hal yang terbaik seperti itu yaa pak Abi, saya berharap Basma terus melakukan pemeriksaan terhadap jantungnya secara teratur setelah dilahirkan. Agar kita mengetahui keadaan lubang kebocorannya bertambah atau tidak dan ketika ditemukan gejala pada Basma seperti tidak ada kenaikan berat badan, kulit tampak kebiruan, kesulitan bernafas, pusing dan cepat merasa kelelahan, segera Pak Abi dan Dokter Annisa membawa Basma pada saya atau spesialis kardiologi pediatrik lainnya yang pak Abi dan dokter Annisa percaya" panjang lebar dokter Liliana menerangkan.
"Dok, jika Basma terlahir langsung dengan kulit yang kebiruan apakah langsung akan dilakukan tindakan menutup lubang yang bocor tadi?" tanya Abimanyu.
"Jika disertai kesulitan bernafas iya pak Abi, kita akan lakukan langsung penutupan pada lubang yang bocor, tapi jika tidak disertai gejala lainnya maka kita akan menunggu proses alami dalam tubuh agar lubang itu tertutup sempurna" jawab Dokter Liliana meyakinkan Abimanyu.
"Seperti penjelasan saya diawal pak Abi, terkadang bayi dengan penyakit jantung bawaan itu lahir bisa jadi seperti bayi normal lainnya, tidak memperlihatkan gejala. Namun sepanjang pertumbuhan bisa jadi penyakit jantung bawaan ini baru menimbulkan gejala. Makanya saya salut dengan dokter spesialis kandungannya dokter Annisa yang mampu mendengar aritmianya Basma yang berbeda" penjelasan dokter Liliana lagi.
(Aritmia \= detak jantung tidak beraturan)
"Istri saya yang mendengar bunyi jantung salah satu bayi kami yang tidak wajar, baru setelah itu spesialis kandungannya konsen terhadap bunyi yang berbeda itu" jawab Abimanyu dengan terus menggenggam jemari Annisa dan melihat pada layar yang menggambarkan twins disana.
"Oooo.. kamu dokter yang sangat teliti dokter Annisa, good job. Apalagi ini anakmu.." ucap dokter Liliana yang disambut senyuman oleh dokter Annisa.
"Baik, pak Abi dan dokter Annisa saya kira bukan kendala bagi dokter Annisa untuk selanjutnya pemeriksaan kandungannya saya sarankan dirumah sakit ini saja pak. Jadi selain keadaan kandungan, keadaan jantung Basma juga bisa terpantau" ucap dokter Liliana mengakhiri pemeriksaannya.
"Baiklah dok kalau seperti itu, kami akan atur dan lakukan yang terbaik agar istri dan anak-anak saya selamat semua dok" jawab Abimanyu sambil membantu Annisa untuk duduk kemudian berdiri dihadapannya. Jemari mereka masih saling menggenggam.
"Kalian memang pasangan yang serasi" Ucap dokter Liliana, yang kemudian menyadarkan Abi dan Nisa akan keberadaan mereka dimana.
"Maaf dok" balas Annisa malu malu.
"Enggak apa-apa Dokter Annisa, saya suka jika suami istri selalu saling menguatkan. Itu biasanya mengeluarkan energi positif pada sekitarnya juga" jawab dokter Liliana tersenyum bahagia. Demikian juga dengan Abi dan Annisa.
.
.
.
.
.
.
Mereka tidak langsung pulang kerumah orang tua Abimanyu selesai pemeriksaan. Annisa ingin sekali makan roti jala dan Naan garlic bread, Abimanyu dengan senang hati membawa Annisa kesebuah salah satu restoran dari hotel terkenal yang menyediakan menu yang diinginkan Annisa.
Roti Jala dengan kari daging yang menggiurkan itu sudah memenuhi mulut Annisa yang tersenyum bahagia mendapatkan keinginannya. Dihatinya berdoa, dengan makanan yang bergizi ini semoga Allah menutup lubang pada katub jantung Basma. Mengingat itu, Annisa begitu bahagia melahap roti jalanya.
Satu masuk kedalam mulutnya, kemudian satu suapan Annisa berikan pada suaminya, yang menerima dengan senyum bahagia suapan istrinya.
Selesai dengan roti jalanya, Naan garlic bread pun menjadi santapan selanjutnya yang dinikmati oleh Annisa
Mata Annisa semakin berbinar-binar bahagia, Abimanyu tersenyum melihatnya.
Kehamilan Annisa tidak pernah membuat Abimanyu kerepotan apalagi kesulitan untuk memenuhinya. Selain sangat jarang Annisa menginginkan sesuatu, keinginan Annisa pun tidak yang aneh-aneh.
Annisa sangat menikmati proses kehamilannya, segala kesulitan yang ia hadapi dimasa mudanya membuat Annisa begitu bahagia memiliki sesuatu yang disebut keluarga, hingga kebahagiaan itu terus dibawanya sampai pada kehamilannya.
Sesuatu didalam diri Annisa itulah yang membuat Abimanyu selalu ingin terus memberikan kebahagiaan dan rasa nyaman bagi Istrinya.
*Dia selalu mempunyai caranya ..
Yang membuat aku selalu jatuh cinta
Dia tidak pandai merengek ..
tapi tegarnya membuat aku ingin membawanya dalam dekapanku.
Dia tidak pandai mengeluh ..
tapi diamnya membuat aku ingin selalu mencium keningnya dan menggenggam tangannya memberikan kekuatanku.
Aku ingin membayar kesedihannya yang lalu..
karena telah membentuk menjadi wanita yang selama ini aku cari ..
(Wanita yang selalu membuat aku hidup karena mencintainya _ Abi*)