My Favorite CEO

My Favorite CEO
118. Extra part2



Twins sudah tertidur nyenyak ketika mereka sampai dirumah, setelah Rama diletakan diatas tempat tidurnya oleh Abimanyu, laki-laki itu langsung mengunci pintu kamarnya dan mendekati istrinya yang baru saja meletakan Basmah disamping kakaknya.


Ia menangkup pinggang Annisa dari belakang menyesap kulit dibelakang telinga istrinya, meninggalkan kiss mark disana, membuat buah d**a wanitanya membesar dan menegang. Abimanyu memutar tubuh Annisa agar menghadap dirinya mata keduanya terikat pada kerinduan yang sama, ingin saling dipuaskan.


Masih pada tatapan itu Abimanyu mengarahkan jemarinya untuk membuka keseluruhan resleting dari baju menyusui Annisa, ia menatap penuh kerinduan pada kedua buah d**a yang saat ini terlihat begitu penuh tersempal disana, meninggalkan bulatan yang tidak tertampung sepenuhnya. Abi menggigit bibir bawahnya


Ia melepaskan pengait tali *h istrinya, matanya menjadi sayu mendamba. Ia hanya berani membelai halus p*t**gnya untuk membangkitkan gairah Annisa. Melepaskan keseluruhan yang melekat ditubuh istrinya dan menangkup tengkuk Annisa menyatukan b*b*r mereka. Penyatuan yang penuh kelembutan lalu meningkat menjadi penyatuan yang saling merindukan dan ingin dipuaskan.


Annisa menangkupkan kedua tangannya dirahang wajah suaminya, Ia begitu menikmati kelembutan bibir Abimanyu .. menikmati cara lelakinya membangkitkan seluruh getaran pada tubuhnya. Ia hanya mengikuti semua sentuhan dan permainan Abi, erangan pelannya membuat lelaki itu tersenyum dan semakin membuat getaran dalam tubuhnya mendambakan lebih dari ini.


Abimanyu sudah menanggalkan juga semua pakaian yang melekat pada tubuhnya.


Ia mengangkat tubuh Annisa hingga mereka berc**man dengan tubuh Annisa yang sudah berada diatas gendongannya. Perlahan Abimanyu melangkah mendekat kearah tempat tidur mereka, ciuman itu menjadi kecupan godaan Annisa pada Abimanyu.


Tubuh laki-laki itu sudah terduduk ditepi ranjang melepaskan pagutannya di b**ir manis istrinya, sorot matanya menjadi kelabu sayu mendamba.


"Menarilah diatas tubuhku sayang ..." pinta Abimanyu lembut. Gairahnya yang sedari tadi sudah sangat ingin dipuaskan membuat Annisa menuruti keinginan suaminya.


Kini ia yang mengambil alih tubuh kekar itu, memberikan banyak kerinduannya, lelaki itu sesekali menyebut namanya bahagia sambil jemarinya memutar-mutar **t**g Annisa.


"Lakukan .. sekarang honey.. !" pintanya sudah tidak tertahan lagi ingin disatukan dan melepaskan segala hasrat terpendamnya.


Annisa melakukan penyatuan, membuat dirinya sendiri menggelenyar. Daerah sensitifnya sudah begitu mendamba, membuatnya menari dengan irama yang membuat lelakinya menggeram .. irama Annisa semakin ero**s mencari kepuasannya juga .. kerinduan mereka membuat penyatuan ini tidak bisa berlalu terlalu cepat.


"Mmmm ... honeeey ... kamu semakin pintar ... sekarang sayaaaang ...." desah Abi


"Tunggu aku .. honey ... tunggu .. ooh.... sebentar lagiii..."


"Nisaaaaaa....."


Keduanya menggelenyar pada pelepasan yang menerbangkan mereka keatas nirwana. Ruangan ber ac itu tidak mampu mendinginkan peluh jejak kepuasan mereka.


"Terima kasih .. sayang ..." ucap Abimanyu sambil mencium dahi Annisa dan membawanya kedalam pelukan peluh bahagia. Annisa tertidur didada suaminya dengan senyum yang terkembang.


Setelah pergulatan tadi tidur keduanya begitu lelap.


\=\=\=\=\=\=\=\=



Suara mungil bayi-bayi bumbling terdengar sayup-sayup. Kedua kakak beradik itu seperti sedang mengobrol. Bahkan sesekali terdengar Basmah tertawa. Entahlah apa yang dibicarakan kedua bayi itu, hingga membuat salah satunya atau bahkan keduanya tertawa lucu, tapi itu membuat hati sang ayah begitu bahagia.


Melihat disampingnya tertidur istri yang begitu ia cintai dan didepannya malaikat-malaikat kecilnya yang tumbuh dan sehat seperti yang ia harapkan, membuat ia bersyukur atas segala keberuntungan yang dianugerahkan.


Abi mencium lembut dahi Annisa.


"Sayaaaang .... bangun ... malaikat-malaikat kita sudah pada bangun ... mmmmm, lekas mandi, atau mereka tahu bapaknya sudah merebut *u*i*g ibunya.." ucap Abimanyu lembut sambil memberi ciuman lain dipipi dan bibir Annisa sambil tersenyum.


Lalu jemari Annisa yang bebas mencubit bibir Abi tanpa meninggalkan bekas sakit.


"Makanya kasih tahu sama ini bibir, kalau daerah itu sudah dimiliki yang lain.."


"Kedua malaikat itu penyewa baru, bibir ini pemilik pertamanya!" goda Abi yang masih memeluk erat tubuh telan**** istrinya.


Annisa tertawa, setelahnya ia bangkit terduduk kemudian dengan tubuh **la***ngnya wanita itu melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Abimanyu sudah mengenakan kimononya, mendekat ketempat tidur malaikat-malaikatnya yang sedang berbincang-bincang dengan bahasa yang mereka berdua dan Tuhan yang tahu apa artinya.


"Hiii kesayangan bapak ... ngobrol apa sih? asik bangeeet? boleh nggak bapak ikutan?"


Mendengar suara bapaknya, kedua bayi mungil itu begitu lincah menggerak-gerakan kaki dan tangan mereka, keduanya sama-sama ingin langsung diangkat dalam gendongan.


Sudah pasti yang diangkat terlebih dulu adalah Basmah, baru kemudian Rama. Kedua lengan kekar itu sekaligus menggendong keduanya.


"Abiii ... twins sudah bangun belum? bunda mau mandiin nak .. sudah sore ini .." suara bunda terdengar dari luar kamar.


Untunglah Annisa sudah keluar dari kamar mandi, karena kedua tangan Abi tidak mungkin membuka kunci pintu kamar mereka.


"Biar aku yang buka mas .." sahut Annisa yang kemudian ia membuka kunci kamar dan menekan handle pintu kamar mereka sehingga terbuka.


"Baru mandi nak?" tanya bunda begitu melihat bundelan handuk diatas kepala Annisa yang dimaksud untuk mengeringkan rambutnya.


"Iyaa.. Bun" jawab Annisa.


"Biar bunda yang mandikan dulu Rama yaa .." ucap bunda yang langsung masuk kedalam kamar dan menuju cucu-cucunya.


"Iya .. terima kasih bunda" jawab Annisa


"Iyaa sayang ..." balas Bunda.


"Waaaa... mentang-mentang ada bapak yaaa... nin.. dilupain yaaa..." sapa Bunda pada kedua cucunya, dan respons Rama ketika mendengar suara neneknya langsung membalikan badannya kearah sumber suara, kemudian ia mencondongkan tubuhnya untuk diambil oleh sang nenek.


Bahagianya hati Nindy, dan langsung ia mengambil Rama dari gendongan bapaknya.


"Mamas siih kesayangan Nin.. yaaa... Ade mah sayang-sayangnya bapak" diciuminya pipi tembem dan menggemaskan cucunya itu.


"Mamas mandi yaa sama nin" ucap Nindy sambil membawa Rama keluar kamar.


Annisa yang sudah berpakaian rapih dan sangat cantik sore itu menghampiri Suaminya yang sedang mengajak putrinya berbicara diatas tempat tidur mereka.


"Ayooo mas ... lekas mandi, kita ajak jalan-jalan twins ketaman yuk" ajak Annisa.


"Ok... bapak mandi, Ade mandi juga yaaa ... kita jalan-jalan yaa..." sahut Abimanyu yang langsung bangun menyerahkan Basmah pada Annisa dan mencium pipi istrinya.


"Harum amat siiih kesayangan bapak yang satu ini .." dicium lagi pipi Annisa, wanitanya itu tersenyum bahagia.


"Biar bapak cinta terus .." jawab Annisa tersenyum


"Apapun keadaan ibu siiih ... bapak selalu cinta .." balas lembut Abimanyu ditelinga Annisa.


"Gombaaal" jawab Annisa lembut sambil mencium sekilas bibir suaminya.


Abimanyu lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi dengan tersenyum.


Annisa sambil menggendong Basmah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya yang diletakan diatas kursi panjang didepan tempat tidur mereka. Ia pun beranjak keluar kamar untuk memandikan Basmah dikamar sebelah.


Sebuah pesan singkat masuk


DiJakarta Bi? kumpul yuuuk sudah lama niih, gue tunggu yaa di cafe Film jam 20.00 WIB _____ Axsal


.


.


.


.


.


Mereka akan kumpul lagi ? bakalan muncul nggak yaa Tita ? bagaimana keadaan gadis itu sekarang ? ayooo tebak ... tebak ....