My Favorite CEO

My Favorite CEO
67. Tidak Pernah Menyesal



Sore itu, dengan elegant sheath striped Coat with pants yang nampak serasi dengan Coat classic trench long slim fit outwear sama-sama berwarna hijau gelap yang dikenakan Abimanyu, Annisa terlihat lebih mungil lagi.


Abimanyu menggenggam jemari Annisa ketika mereka berdua memasuki Hotel. Seperti biasa Abimanyu pasti disambut hangat oleh Diki.


"Selamat sore mas Abi .. lama nggak ketemu" Sapa Diki ramah.


"Iyaa Dik, aku sekarang di Kalimantan. Oo yaa kenalkan ini calon istriku, sayang .. kenalkan ini Diki" ucap Abimanyu.


"Annisa" jawab Annisa sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Saya Diki mba" balas Diki juga dengan menangkupkan kedua tangannya.


Abimanyu merasa disenangkan hatinya dengan cara Annisa membatasi diri. Dia tersenyum.


"Mari mas...mba...kita menuju restorantnya" ucap Diki. Yang dibalas anggukan oleh Abimanyu.


"Boleh saya siapkan makanan pembukanya mas?" tanya Diki setelah Abimanyu dan Annisa sudah duduk.


"Nggak apa-apa Dik, aku akan ajak Nisa berkeliling dulu untuk melihat-lihat" jawab Abimanyu.


"Baik mas, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Diki.


"Ok Dik, terima kasih yaa" balas Abimanyu.


Tidak berapa lama lalu datanglah Axsal bersama Tyas yang akhirnya berbadan dua.


"Hiii calon Bapak..!" sapa Abimanyu setelah Axsal mendekat, Abimanyu pun berdiri memeluk Axsal.


"Hiii Handsome.." sapa Tyas, yang disambut Abimanyu dengan mengatupkan kedua tangannya memberi salam pada Tyas.


"Hiii ibu muda.. Selamat yaa.." ucap Abimanyu membalas sapaan Tyas.


"Terima kasih paman ganteng!" balas Tyas.


"Xal.. Yas... perkenalkan, ini calon istriku, Annisa. Sayang .. kenalkan .. ini Axsal dan Tyas, mereka berdua sama-sama teman sekelas aku waktu SMA, mereka sekarang suami istri!" ucap Abimanyu.


"Saya Annisa, salam kenal Tyas.." ucap Annisa sambil menjabat tangan Tyas yang disambut bahagia oleh Tyas dengan memeluk Annisa.


"Aku Tyas .. Nisa .. senang bisa berkenalan sama calon istrinya Abi ..." Annisa menyambut hangat pelukan Tyas sebagai tanda persahabatan.


"Saya Axsal, dulu teman setim Abi dibasket Nis, selain temen sekelas" ucap Axsal sebagai perkenalan.


Lalu Annisa mengatupkan kedua tangannya menyambut perkenalan Axsal.


"Salam kenal.." ucap Annisa.


Setelah mereka duduk kembali, Abimanyu memulai obrolan dengan Axsal, sementara Tyas memulai obrolan akrab dengan Annisa.


"Bahagianya aku..akhirnya Abimanyu akan menikah.. kalian bertemu dimana Nis?" tanya Tyas.


"Bertemu di Kalimantan Yas, kebetulan Abi membuka pengeboran minyak bumi disana, sementara saya adalah dokter didesa tempat Abi membuka pengeboran minyaknya" jawab Annisa.


"Waaaaa... benar-benar nggak nyangka .. pertemuan kalian sejauh itu!" ucap Tyas.


Lalu kemudian Annisa menceritakan bagaimana pertemuan mereka pertama kali sampai pada saat Abimanyu meminang Annisa. Tyas mendengarkan dengan antusias dan sesekali mengomentari tingkah Abimanyu yang dia kenal selama ini, lalu kedua wanita itu tertawa.


"Kita ngobrol sambil pilih makanan dan minuman dulu aja yuu .. yang lain sepertinya agak terhambat" Ucap Abimanyu sambil memegang bahu Annisa.


"Iya sayang .." jawab Annisa, lalu dia berdiri diikuti oleh Tyas yang juga berdiri. Abimanyu menggenggam jemari Annisa dan membimbing Annisa menyusuri beraneka ragam pasta.


"Mau ini?" tanya Abi.


"Aku mau salad buah dan sayurnya .. sayang mau?" ucap Annisa


"Buatkan untuk porsi kita berdua, aku mau ambil Fusili.. sayang mau dengan tumisan sayur dan daging hmmm? tanya Abimanyu penuh perhatian.


"Yes .. please" jawab Annisa dengan sayang. Membuat Abimanyu menyentuhkan ibu jarinya dibibir Annisa. Annisa menjadi sangat bersemu merah dibuatnya lalu mengambil jemari Abimanyu dan digenggamnya.


"Jangan bikin wajahku seperti udang rebus Bi... " ucap Annisa memanja.


Lalu Abi tertawa karena reaksi Annisa membuatnya tambah gemas.


"Ayooo ambil makananmu..!" ucap Annisa lagi, yang disambut senyuman Abi yang lalu mengambil piring yang sudah disiapkan. Mereka berdua kembali ke meja yang disana sudah duduk kembali Tyas dan Axsal.


Ibu hamil itu banyak mengambil kue-kue kecil yang indah juga semangkuk penuh es krim beraneka rasa. Dia menyiapkannya ditengah-tengah meja agar siapapun bisa mengambilnya.


Dengan penuh perhatian, Annisa menuangkan salad buah dan sayuran pada sebuah piring yang disiapkan olehnya untuk Abimanyu, kemudian menaruh garpu dan membukakan botol air mineral dan dituangkan ke gelas didepan Abimanyu. Mengusap jemari Abi,


"Sayang.. dimakan dulu"


"Terima kasih" balas Abi tersenyum.


Hal yang begitu membahagiakan melihat pemandangan itu untuk Tyas, Annisa memang sangat seperti idaman Abimanyu.


Beberapa saat Abi sudah melihat Annisa sudah menghabiskan Saladnya, namun begitu asik berbicara dengan Tyas.


"Sayang.. A buka mulutmu" ucap Abimanyu yang dipatuhi oleh Annisa hingga mereka akhirnya berbagi suapan demi suapan didepan Tyas dan Axsal yang saling memandang.


Abimanyu tidak pernah sekalipun dulu dengan Tita begitu vulgar memperlihatkan kemesraan mereka. Karena biasanya Abi akan sangat kaku dan tidak bisa diperlakukan seperti apa yang saat ini dilihat oleh Tyas dan Axsal.


Dan ketika suapan terakhir yang diberikan Abimanyu dimulut Annisa, suara Tita menyapa dan tersendat karena melihat pemandangan itu.


"Haiii Ta, apa kabar" sapa Tyas mencairkan suasana


"Kabar baik Yas.. senangnya... kamu sudah mau jadi ibu yaa.." ucap Tita dengan tatapan yang salah tingkah.


"Sayang.. kenalkan ini Tita, Dan ini Calon istriku Ta, namanya Annisa" Ucap Abimanyu, kemudian Annisa mengulurkan tangannya, yang disambut enggan oleh Tita. Berbeda dengan kehangatan Tyas menyambutnya. Annisa mengambil kesimpulan sepertinya ini mantan Abi.


"Alhamdulillah.. baik Ta, gimana kabarmu?" jawab Abimanyu.


"Tidak terlalu baik.. aku dan Tristan putus. Kami memillih jalan masing-masing Bi ..."


Abimanyu tidak ambil perduli dengan yang dikatakan Tita, dia tidak ingin terpancing dengan cara Tita mengatakan itu didepannya juga didepan Annisa.


"Kenapa Ta? bukannya waktu itu aku dengar kalian sudah bertunangan dan sedang mempersiapkan pernikahan kalian?" tanya Tyas.


"Keluarganya terlalu mencampuri segala urusan kami. Aku merasa tidak menjadi diriku sendiri jika didepan keluarganya. Seolah-olah hanya aku yang harus terlihat sempurna didepan keluarganya. Aku cape Yas ... aku nggak bisa melanjutkannya lagi" airmata Tita mulai turun dari kedua matanya. Mencari simpati Abimanyu.


Tapi kemudian malah Annisa yang memberikan Tissue kepada Tita, yang diambil Tita dengan sedikit kesal.


Abimanyu mengambil jemari Annisa, Annisa memandang Abimanyu, yang saat itu juga memberikan senyum padanya. Annisa pun membalas senyuman Abimanyu.


Pemandangan yang sangat dibenci Tita.


"Apa kabar Bunda dan Ayah Bi?" tanya Tita mengintimidasi Annisa.


"Kabar Bunda dan Ayah sehat. Malah Bunda lagi sibuk mempersiapkan pernikahan kami... karena Annisa meminta langsung agar bunda yang membuatkan konsep pernikahannya, Nisa malah senang kalau Bunda yang mengurusinya" jawab Abimanyu seperti membalas juga perkataan Tita.


Tita terdiam dibuatnya.


"Lebih tepatnya, Nisa karena suka dengan semua konsep pernikahan bunda dulu ... jadi Nisa juga ingin semengesankan seperti itu pernikahan kami nantinya.." ucap Annisa yang merasa tidak enak dengan jawaban calon suaminya yang pasti menyinggung perasaan Tita.


Abimanyu semakin tersenyum, memperlihatkan perbedaan Tita dan Annisa yang semakin membuat dirinya mencintai Annisa.


"Annisa juga seorang dokter Ta!" ucap Axsal


"Kalau kalian ngobrol pasti nyambung!" timpal Tyas.


"Oooo praktek dimana Nis?" tanya Tita.


"Puskesmas, diKalimantan" jawab Annisa yang disambut seringai seperti meremehkan dari bibir Tita.


"Ooooo... berarti nanti kalau kalian menikah, kamu akan jadi direktur disalah satu rumah sakit milik ayah mertuamu dong?!


Annisa lalu menatap kearah Abimanyu.


"Sayang ... kita akan pindah tinggal diJakarta? aku kira .. kita akan tetap diKalimantan...." tiba-tiba suara Annisa menyedih dan risau. Hal ini yang terlupakan untuk dia bahas bersama Abimanyu.


"Siapa bilang kita akan tinggal diJakarta? Usahaku 10 th kedepan masih diKalimantan. Istriku dokter didesa itu. Untuk apa kita diJakarta mmmm ?" jawab Abimanyu sambil mempermainkan hidung Annisa.


"Syukurlah....kaget aku tadi dengan yang dikatakan Tita!" balas Annisa dengan mata yang begitu bahagia. Bahkan dihati Abimanyu saat ini sungguh terkagum-kagum, karena Annisa tidak sedikitpun tergiur akan kata-kata menjadi direktur disalah satu rumah sakit milik ayahnya.


"Kamu sepertinya menikmati benar Nis keberadaanmu diKalimantan sana!" ucap Tyas keheranan.


"Ayahnya Abimanyu itu punya beberapa rumah sakit loh Nis..kamu tinggal enaknya aja!" sambung Tyas memancing pernyataan Annisa.


"Menggambarkannya gimana yaa.. aku merasa hidup Yas disana ... apapun yang aku kerjakan menjadi sangat berarti. Itu yang aku inginkan" jawab Annisa.


"Aneeh!" sela Tita


"Aneh yaa? xixxii mungkin aku memang aneh!" Jawab Annisa.


"Kamu enggak aneh! kamu istimewa dimataku sayang! sudah.. ayo kita cari makanan lainnya, ini tumben si Daffa, Mely, Aryo sama Bima kok lama bener sih!" Ucap Abimanyu sambil berdiri menggenggam jemari Annisa. Dan meninggalkan meja mereka begitu saja. Tita menatap nanar.


"Sayang.. kita duduk disini dulu saja" ucap Abimanyu sambil menikmati garlic bread with potato cream. Abi mengambil meja pojokan yang diperuntukkan untuk 2 orang.


"Nggak enak sayang sama teman-teman kamu" jawab Annisa.


"Nanti kita gabung lagi kalau yang lain sudah datang!"


Annisa tidak berani membantah lagi, Dia pun duduk dihadapan Abimanyu.


Annisa menangkupkan telapak tangannya dipipi Abimanyu.


"Kalau orang ganteng, ngambek aja tetap ganteng yaaa... kapan jeleknya sih?" ucap Annisa menggoda Abimanyu.


"Jeleknya kalau kangen sama kamu!" jawab Abimanyu sambil memainkan bibir Annisa lagi dengan jarinya.


"Aku gigit nih jari nakalnya!" ucap Annisa sambil menjahili Abi.


"Coba gigit!" Abimanyu malah balik menggoda.


Membuat Annisa tidak berani lagi menggoda Abi. Hingga Abi tersenyum tahu saat ini Annisa menjadi sangat malu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sudah aku katakan ...


Aku tidak pernah menyesal memilihmu...