
"Terima kasih sayang .. suara kamu bagus bangeet ini pertama kali aku dengar kamu nyanyi" ucap Annisa yang wajahnya menengadah dengan kedua tangan Abimanyu yang masih menangkup kedua pipinya.
"Kamu .. mulai dari sekarang akan lebih sering dengar aku bernyanyi untuk kamu .." balas Abi sambil menyatukan hidung mereka.
Annisa tersenyum bahagia dan tersanjung.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hotel.
Akhirnya, mereka sudah kembali dikamar mereka masing-masing.
"Mas mandi dulu, biar Nisa siapkan pakaiannya"
"Kenapa kita nggak mandi bareng hmmm?" tanya Abi sambil memeluk istrinya dari belakang dan menaruh dagunya dibahu istri kesayangannya itu.
"Kenapa...karena nanti masuk angin kalau lama-lama dikamar mandi!" jawab Annisa sambil membalikkan badannya dan memencet hidung Abimanyu.
Abimanyu memegang pinggang istrinya, lalu dikecupnya sekilas bibir tipis Annisa.
"Ini bibir .. atau gula siih .. kok manis .." Abimanyu merayu.
"Ini candunya mas .." jawab Annisa memanja dan tatapannya membuat Abimanyu mencium satu persatu mata indah istrinya itu.
"Jangan gituuu dong matanya kalau lagi ngeliatin..."
"Kenapa ? ... kan yang ditatap kepunyaan aku?" jawab Annisa sambil mengusap dada suaminya.
"Jangan gitu doong... bisa nggak jadi mandi niih .."
Dan sebelum Annisa menjawab kata-kata Abi lagi, bibirnya sudah dikuasai oleh bibir Abimanyu yang begitu gemas malam ini melihat istrinya.
Tidak melepas tautan bibirnya di bibir istrinya, jemari Abimanyu sudah menanggalkan semua yang melekat ditubuh Annisa.
Merasakan semua kepemilikan atas diri istrinya yang tak habis-habisnya membuat Ia selalu ingin.
Annisa seakan terpanggil untuk membalas segala yang telah Abimanyu berikan hari ini. Membuatnya memberikan satu langkah berani demi sang suami, menanggalkan rasa malu dan sungkan dihadapan lelaki yang telah membuatnya merasa sangat dicintai juga sangat berarti.
Abi terkejut, tetapi sebagai seorang laki-laki ia menyukai keberanian istrinya. Abi bisa merasakan apa yang diberikan Annisa malam ini karena Ia pun ingin memberikan sesuatu yang spesial yang mampu memuaskan dirinya.
Abimanyu berulang kali menyatakan rasa cintanya pada Annisa. Memuja istrinya itu berulang kali dan malam yang semakin pekat membawa keduanya pada bayangan siluet indah. Dibawah sinar bulan keduanya saling memuja, kemudian tertidur dalam pelukan dan senyum bahagia.
.
.
.
.
.
Dikamar yang berbeda, diwaktu yang sama ketika mereka semua sudah kembali di hotel.
Gadis itu menangis seperti orang gila. Ingin berlari dari kenyataan yang berulang kali coba ditepisnya. Selalu mengharapkan ada celah yang membuat dirinya dapat masuk menjadi cinta pertama yang tidak pernah terlupakan.
Ia bertahan. Tidak ingin digentarkan oleh airmata dan sakitnya yang menusuk didada, asalkan mampu membuat mata Abimanyu menatap padanya. Namun .. sampai dimalam tadi .. semua sudah tidak dapat dipungkiri lagi ...
Jika ia tidak akhiri sekarang.. maka seluruh dirinya akan benar-benar hancur. Sakitnya malam ini bahkan terasa disetiap darah yang mengalir ditubuhnya.
Sayup terdengar lirik lagu yang dinyanyikan oleh vokalis band di sudut cafe hotel, membuat tangisan sang gadis semakin dalam dan semakin lirih.
Here I'm
Playin with those mem'ries again
And just when I thought time
Had set me free
Those thoughts of you keep
Taunting me
Holding you ..
I feeling
I never outgrew
Though each and
Every part of me has tried
Only you
Can fill that space inside
So there's no sense pretending
My heart its not mending
Just when
I thought I was over you
And just when I thougtht
I could stand on my own
Oh baby..
Those mem'ries come crashin through
And I just can't ..
Go on without ... you ...
On .. my own
I've tried to
Make the best of it alone
I've done
Everything I can to ease the pain
But only you can stop the rain
I Miss everything
About .. you
Just when
I thought I was over you
And just when
I thought I could stand on my own
Oh baby..
Those mem'ries come crashin through
And I just can't ..
Go on Without..
Go on Without ..
It's just no
Good without .....
Youuuuu ....
Without Yoooouuuu ...
"Abiiiiiiiiiiiiii" gadis itu berteriak sekeras kerasnya dibawah bantalnya yang dingin dan basah karena airmata.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Pagi ... sayang ..." suara lembut Abimanyu menyapa pagi Annisa yang terbaring disebelahnya, dengan satu tangannya menyangga kepalanya sendiri.
Ya .. Abi, sudah terlebih dulu terbangun dari tidurnya, dan sepagi itu Ia hanya terdiam memandang wajah istrinya yang terasa teduh. Tanpa ia sadari wajahnya selalu tersenyum memandang istrinya.
"Hmmmm ... " jawaban Annisa yang malah langsung merasuk kedalam hangatnya dada Abimanyu yang telanjang. Direngkuhnya kepala Annisa dan mencium pangkal kepala istrinya.
"Kita mau seharian diatas tempat tidur, atau menerima tawaran Aisyah untuk makan di Raminten?" bisik Abimanyu sambil masih mencium ujung pangkal kepala Annisa.
"Hmmm .. sebentar lagi ... Raminten bukanya makan siangkan?" jawab Annisa parau karena masih mengantuk.
"Kamu sudah nggak menginginkan gelatomu sayang?" tanya Abimanyu lagi menggoda istrinya dengan menciumi telinga Annisa.
"Mmmm aku ingin .. tapi ngantuk sayaang..."
Lalu Abimanyu merasakan hembusan nafas teratur istrinya yang kembali tertidur.
Merasa Annisa sudah tertidur pulas lagi, Abimanyu membangunkan dirinya perlahan turun dari tempat tidur.
Kemudian Ia lekas membersihkan diri dan berpakaian rapih, karena pagi ini dia mau tidak mau harus menerima laporan zoom meeting dari Febry yang setelah acara pernikahannya langsung terbang ke Kalimantan karena ada pekerja mereka yang mengalami kecelakaan kerja.
Abimanyu menekan satu nomor restorant hotel untuk mengantarkan sarapannya pagi ini kekamar. Kemudian mengatur telpon untuk pengantaran pesanan gelato beraneka rasa untuk istrinya.
Beberapa waktu kedepan dia akan memulai meetingnya.
.
.
.
.
.
.
Sesekali Abimanyu melemparkan pandangannya kekasur empuk yang diatasnya sedang tertidur istrinya yang semalam telah membuat dirinya luar biasa merasakan cinta Annisa. Abi tersenyum
Diseberang keheranan karena senyuman itu. Namun mereka bersikap biasa saja.
Lalu Abi kembali menekuni laporan dari beberapa stafnya.
Sedang mendengarkan laporan stafnya yang lain, Abi melihat diatas tempat tidur Annisa menggeliat, selimut yang tadi menutupi tubuh telanjang istrinya sedikit tersingkap membuat Ia tersenyum bahagia melihat pemandangan itu.
"Pak Abi ... Pak?" ucap Febry dari seberang yang merasa Bos Besar mereka sedang teralihkan konsentrasinya.
"Pak Abi ! apa sebaiknya kami akhiri laporan kami sampai disini dulu pak?" tanya Febry dengan suara agak dikeraskan.
"Ooohh maaf .. maaf ... teruskan dulu" jawab Abimanyu kemudian dan kembali berkonsentrasi.
Beberapa saat kemudian
Akhirnya Annisa terbangun, merasa disisinya tidak ada Abimanyu, dan hanya lamat-lamat mendengarkan suara suaminya yang sedang berbicara.
Annisa membuka matanya, mencari Abimanyu.
Dari sisinya yang masih berbaring diatas kasur, dapat melihat dengan jelas, suaminya sedang berada dibalkon kamar hotel. Dengan penampilan resminya, Annisa menduga dengan benar bahwa suaminya sedang bekerja.
Dengan keusilannya .. Annisa mengganggu konsentrasi Abimanyu dengan melakukan gerakan-gerakan yang membuat Abi dibuat menelan air ludahnya.
"Ok! saya rasa itu dulu! semua tanggung jawab saya serahkan pada Febry selama saya cuti. Terima Kasih" tutup Abimanyu dan tanpa menunggu jawaban para stafnya sambungan zoom meeting sudah di non aktifkan oleh Abi yang langsung berlari menerkam istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hiii sahabat MFC, terima kasih selalu masih setia bersabar menunggu aku up🙏🙏 jangan lupa dukungan like dan komen kalian yaa... Alhamdulillah karena dukungan kalian MFC sudah dikontrak oleh Mangatoon.
Semoga di Chapter selanjutnya aku tetap membuat MFC tidak membosankan untuk kalian nikmati. Terus dukung MFC yaa terima kasih 🙏🙏