
Febri dan beberapa orang stafnya, mengajak Abimanyu menikmati hidangan makan malam yang penuh cita rasa makanan laut.
Mereka menikmati malam itu. Karena besok adalah cerita panjang pekerjaan mereka menanti.
Suara dering panggilan video call dari Bunda
"Sudah makan malam nak?"
"Sudah Bun, bunda dan ayah sudah makan malam?" tanya Abimanyu.
"Baru mau.. ayah baru saja pulang" lalu bunda mengarahkan layar kearah ayah
"Istirahat yang cukup Bi, besok bukan pertemuannya?" ucap ayah.
"Iyaa yah.. doakan semua lancar yah"
"Pasti nak, ya sudah lanjutkan aktifitasmu, ayah sama bunda baru mau makan malam"
"Ok yah.. love you mom.. dad.."
"Love you son.." Bunda mengakhiri panggilannya.
Abimanyu menimang-nimang handphonenya, ragu pada awal. Namun akhirnya dia melakukan panggilan video call ke Handa.
"Hiii..Bi.." sapa Handa dari seberang sana.
"Hiii Han, bagaimana keadaanmu?" tanya Abimanyu.
"Sudah perbaikan Bi, sudah enggak pernah sakit lututnya. Kamu gimana disana? lagi apa?"
"Baru aja makan malam. ini dekat pinggir pantai.. syukurlah kalau sudah ada perbaikan. Senang juga dengarnya Han"
"Ambu mau bicara Bi.."
"Oo Ok.. Hallo Tan"
"Hallo kasep (ganteng dalam bahasa Sunda).. Tante mau ngucapin terima kasih yaa, kamu sudah menolong Handa.. terima kasih banyak yaa Bi.." ucap Tante Pipit
"Iyaa Tan.. sama-sama.. Abi yang minta maaf, Tante dan om datang, Abi belum bisa menemui"
"Nggak apa-apa..bunda sudah cerita, Tante.. om dan Handa berdoa, semoga usaha yang akan kamu rintis sukses yaa Bi. Jaga kesehatan! oo iyaa ini Handa lagi"
"Iya.. Tan terima kasih doanya"
Layar kembali memperlihatkan wajah cantik dan menariknya Handa.
"Besok meeting besarnya Bi? jangan malam-malam tidurnya, biar besok pagi kamu segar bangunnya!" ucap Handa perhatian.
"Iyaaa.. setelah ini juga rencananya kembali ke penginapan. Mudah-mudahan.. aku pulang ke Jakarta, kamu sudah bisa jalan normal seperti dulu lagi Han" ucap Abimanyu penuh harap.
"InsyaAllah.. besok juga mulai belajar berdiri, seperti itu fisioteraphynya bilang" Mata Handa begitu cantik dari dekat.. batin Abimanyu.
"Ok.. istirahatlah.. besok kalau senggang aku telpon lagi" ucap Abimanyu mengakhiri panggilannya.
"Ok.. selamat istirahat juga Bi.. good luck untuk meetingnya besok yaa.." balas Handa.
"Thanks Han..night.."
"Nigh.. Bi.."
Panggilan diakhiri. Abi mengusap layar handphonenya.. dulu.. kata-kata itu juga yang selalu mengakhiri telpon Tita.
Titaaaa.....
Dulu aku merasa akan berakhir bahagia denganmu.
Rintangan yang kuhadapi dalam menggapai masa depan.. sebenarnya aku tekadkan untukmu...
Tapi mengapa sulit bagimu untuk setia...
Abi mengusap wajahnya berkali-kali...
Aku tidak akan menghabiskan waktu lagi untuk meradang .. merindui ..mu.. Ta..
"Sudah selesai semua? ayoo kita kembali ke penginapan!" ucap Abimanyu menghalau resahnya.
"Baik Pak" lalu mereka semua berdiri dan berlalu untuk kembali ke penginapan.
Semestinya.. bangku ini kududuki bersamamu
Sekarang disampingku hanya ada bayanganmu
Samar, lalu hilang
Pikiranku sangat riuh
Penuh dengan kata seandainya
Ruang ini..
sangatlah penuh
Terasa sunyi, ketika ku melihatmu
Terima kasih..
Semoga senyummu masih sama..
Terima Kasih..
Semoga ini bukan sekedar.. kenangan lama
Kau lambaikan tanganmu
Yang pernah kugenggam
Bahasa tubuhmu
Menandakan sampai jumpa
(Dulu-Iqbaal Ramadhan)
Pembahasan tentang pembebasan lahan yang saat ini sedang didiskusikan bersama seluruh jajaran pemerintah daerah setingkat bupati, camat, tokoh masyarakat dan segala lini pemerintahan sampai tingkat terendah beserta fasilitas umum bagi warga yang ikut harus direlokasikan dibahas bersama dalam rangka mencapai kata mufakat.
Pendekatan yang bermasyarakat, baik dari Perusahaan Abimanyu maupun dari pemerintah daerah turut menjadi pendorong kesepakatan yang sama-sama memuaskan bagi semua fihak.
Keberadaan perusahaan Abimanyu diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat didesa itu dengan memberdayakan masyarakat dari 4 desa yang harus direlokasi sebagai karyawan maupun buruh kasar.
Tidak hanya itu, sebagai tanggung jawabnya Abimanyu telah menuangkan relokasi itu menjadi sebuah desa yang ditata secara baik hingga menjadi hunian yang asri dan indah.
Abimanyu juga akan membangun fasilitas bermain dan fasilitas umum yang nyaman bagi seluruh masyarakat desa itu agar mampu beriringan dan melindungi bersama-sama antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
Abimanyu turut memberikan desain desa yang asri dan indah itu pada kesempatan dipertemuan itu.
"Dan selanjutnya, izinkan saya menjelaskan mengenai fasilitas kesehatan yang akan saya relokasikan kepada dokter Annisa sebagai kepala Puskesmas dusun L"
Tadi ketika Abimanyu baru saja masuk kedalam ruang pertemuan Bupati, sudah duduk berjajar dengan bapak Bupati, dokter Annisa yang waktu itu telah ditolongnya. Dan ternyata dokter Annisa adalah kepala puskesmas dari desa L yang desanya harus direlokasi oleh Abimanyu.
"Dok, menjadi tanggung jawab saya untuk mengembangkan fasilitas kesehatan di Puskesmas yang dokter pimpin, karena pastinya saya maupun karyawan yang kelak bekerja di perusahaan saya bersama keluarganya, nanti pasti membutuhkan fasilitas yang mumpuni yang bisa memberikan kepada kami pelayanan kesehatan yang baik yang tidak perlu lagi kita jauh-jauh harus ke ibukota provinsi. Dan itu akan menjadi konsentrasi saya selain semua fasilitas yang harus saya bangun kembali. Dan desain yang sudah perusahaan saya siapkan adalah seperti dalam gambar ini"
Dokter Annisa sangat berkonsentrasi dan memperhatikan setiap penjelasan Abimanyu.
Sampai kata sepakat telah tercapai dan semua turut mendukung perusahaan yang akan didirikan oleh Abimanyu didesa itu. Abimanyu bernafas lega. Sampai Noktah kesepakatan pun telah ditanda tangani oleh semua fihak.
Semua orang telah berjabat tangan, namun sebelumnya karena dokter Annisa pernah diinformasikan bahwa Abimanyu tidak menjabat tangan wanita, dokter itu hanya mengatupkan kedua tangannya. Acara ditutup dengan makan bersama, tetapi pada saat itu, Abimanyu hanya melihat punggung dokter Annisa yang keluar dari ruang pertemuan dengan tergesa-gesa.
Abimanyu memohon diri sebentar kepada jajaran pemerintah yang saat itu masih mengelilinginya, dia sedikit berjalan dengan langkah panjang-panjang mengejar dokter Annisa. Namun telat, saat itu dokter Annisa sudah memacu motornya dengan cepat. Gadis itu sedikit berbeda hari ini karena tidak menggunakan jas putih dokternya. Abimanyu termangu hingga dokter Annisa sudah tidak tertangkap pandangan matanya lagi.
Febry mendekat.
"Tadi dokter Annisa seperti menerima panggilan dari handphonenya pak, setelah itu dia keluar terburu-buru"
"Catat Feb, agar saya membelikan kendaraan operasional untuk puskesmas. kamu bisa bayangkan! dia memakai motor metik itu selama perjalanan 3 jam kembali kedesa L! nekat perempuan itu!" lalu Abimanyu kembali masuk dan bergabung kembali dengan pejabat daerah lainnya"
Febri mencatat pesan bos besarnya itu.