
Ketika mereka sudah sampai di Bandung
Yoga mengarahkan pak Budi untuk ke Hotel yang sudah dipilihkan oleh Ferdy terlebih dulu.
Sesampainya di hotel, Yoga sudah melihat Ferdy dipintu depan hotel.
" Itu Ferdy, dia asisten pribadi aa"
sambil menunjuk ke arah pemuda yang sedang berdiri, Yoga memperkenalkan Ferdy.
Lalu mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menuju pintu hotel.
" Perkenalkan saya Ferdy, Bu Nindy"
sapanya, sambil mengulurkan tangannya
" iya "
Nindy membalas jabatan tangan Ferdy dan tersenyum.
Bapak dan Ibu bisa beristirahat dulu.
Lalu Ferdy mengarahkan aku dan Yoga ke pintu lift hotel. Dan menekan tombol no 2 pada lantai yang dituju.
Setelah keluar dari Lift Ferdy berbelok ke kanan dan langsung membuka kunci kamar.
" Ini kamar Bapak, kamar ibu disebelah, kamar saya dan Budi persis didepan kamar Bapak."
" Saya pilih yang ada conetted door untuk kamar Bapak dan Ibu"
Aku dan Yoga saling bertatapan.
Yoga mengangkat bahunya memberi isyarat padaku tidak tau kenapa Ferdy memilihkan yang terconnected.
Dilemari kamar Yoga sudah tergantung setelan Batik waktu kami tunangan.
Hatiku merasa senang... karena ternyata Batik itu sangat berkenan bagi Yoga.
Dan entah kenapa secara kebetulan aku pun mempersiapkan pakaian yang sama ketika Yoga melamarku.
Aku hanya berfikir, ketika malam pertunangan itu sepertinya Yoga sangat menyukai apa yang aku pakai.
Oleh karenanya, aku hanya ingin berpenampilan apa yang membuat Yoga senang.
" Hon.. coba ini kita dikasih connected door.. bisa-bisa hilaf ini !"
Nindy menutup wajahnya malu..
Ferdy cuma cengengesan
" ok Fer, Istirahat dulu. ibu nggak usah dikasih kuncinya, biar lewat kamar saya terus "
canda Yoga
Membuat Nindy semakin bersemu merah pipinya.
" Baik pak, selamat beristirahat "
Ketika Ferdy baru saja mau keluar kamar, Pak Budi masuk membawakan Koper pakaian Nindy.
" terima kasih yaa pak Budi" ucap Nindy
" iya Bu, sama-sama"
Lalu pak Budi pun keluar dari kamar Yoga, menutupnya rapat.
Waktu Nindy mau mendorong kopernya masuk ke kamar yang diperuntukan olehnya, Yoga sudah terlebih dulu membawanya masuk ke kamar Nindy.
" Terima kasih yaa a "
Lalu mereka berdua berhadapan...saling menatap dalam kecanggungan.
" kita sudah dihotel tempat acara nanti malam..ja...di.."
Ucap Yoga sambil mempermainkan telunjuk jarinya dibibir Nindy
" Jadi.. kita nggak perlu terburu-buru "
Lalu Yoga mendekatkan bibirnya ke bibir Nindy..
Merasakan kelembutan bibir gadis itu yang selalu membuatnya ingin lagi.. lagi .. dan lagi berada dibibir manis itu.
Nindy menyambutnya.. dan sebisa yang ia tau, ia pun memberi yang sama pada Yoga.
Baru kali ini Nindy merasakan keinginannya untuk bahagia dan membahagiakan orang yang sekarang dicintainya..
Dan Tiba-tiba suara dering dihandphone Yoga menghentikan apa yang sedang mereka nikmati.
begitu melihat kelayar handphonenya ternyata Nena yang menghubunginya.
Menjaga privasi Yoga, Nindy membalikkan badannya hendak menjauh, tapi Yoga menangkap jemarinya
Meletakan didada Yoga. Hingga mereka dalam Posisi berhadapan lagi.. saling menatap sambil Yoga menjawab panggilan Nena.
" Ya .. Hallo " Jawab Yoga
" Sudah sampai DiBandung mas? " tanya Nena
Begitu suara wanita yang terdengar dari percakapan Yoga, Nindy menarik tangannya untuk menjauh dan membiarkan Yoga untuk menerima panggilannya.
" Sudah.. saya baru saja sampai, rencananya setelah istirahat sebentar baru nanti ketempat acara"
" Baiklah.. aku tunggu"
" at....au mas ada dikamar berapa? biar Nena jemput ke kamar"
Nindy terbelalak... dia tidak menduga akan mendengar itu
Hatinya mulai resah..
" Tidak usah " tegas suara Yoga
" Tunggu saja ditempat acara"
" baiklah kalau begitu.. " nada suara Nena kecewa
Setelah Yoga menyelesaikan panggilannya, Handphone dilemparnya kekasur
Yoga meneruskan apa yang tadi dihentikannya mendadak. Sambil berkata dibibir Nindy
" Tidak ada wanita lain.. selain kamu.."
\=\=\=\=
" Hon.. kamu sudah siap ?"
Sapa Yoga sambil masuk ke kamar Nindy lewat Connected door.
Nindy yang sedang berdiri didepan cermin lalu menoleh dan membalikan badannya kearah suara Yoga.
Dan Yoga tambah terkesima dengan kecantikan Nindy malam itu.
" Sudah Hon.. " jawab Nindy
Tanpa berkata-kata, Yoga menghampiri Nindy dan menggenggam jemarinya.
Dimata Yoga dipenuhi kekaguman dan cinta untuk Nindy.
Lalu mereka berdua keluar dari kamar dan didepan kamar sudah ada Ferdy dan pak Budi.
" Malam Pak.. Bu "
" selamat malam"
Ferdy dan pak Budi turut terkesima dengan keanggunan Nindy malam ini.
" Melihat calon istri saya seperti itu lagi, saya pecat kalian" canda Yoga
" xixxii maaf pak, abis Bu Nindy cantik sekali" jawab Ferdy
Lalu akhirnya mereka sudah berada di tempat acara.
Beberapa tamu yang kenal dan menyadari kedatangan Yoga, datang menghampiri dan menjabat tangan Yoga juga Nindy.
Bahkan beberapa Kolega yang baru melihat Yoga ditemani seorang wanita, sempat menanyakan siapakah Nindy, dan memberikan ucapan selamat
Bahkan ada beberapa yang mengingatkan untuk tidak lupa mengundang mereka dipernikahan Yoga nanti.
Sampailah ketika Yoga dan Nindy bertatap muka dengan Pak Bachtiar dan keluarganya.
Nena yang melihat kehadiran Yoga sambil menggandeng tangan Nindy langsung berubah raut wajahnya tidak senang.
" waaaa... sempat juga kamu datang ga!"
seru pak Bachtiar
" untuk Bapak, saya pasti selalu meluangkan waktu pak, apalagi ini hari ulang tahun Bapak. Selamat ya pak, semoga selalu diberi kesehatan dan sukses selalu" jawab Yoga
Sambil memberikan bingkisan ulang tahun yang ia bawa
" terima kasih loh.. repot-repot.. dan cah ayu ini siapa?"
" perkenalkan calon istri saya pak..Nindy namanya"
Lalu Nindy mendekat dan menjabat tangan pak Bactiar
" Selamat ulang tahun pak, semoga selalu sehat dan bahagia" ujar Nindy
" terima kasih... pinter aja nih Yoga cari istrinya.. Ayu tenan loch Ga ! "
" terima kasih banyak pak.. " jawab Yoga dan Nindy
Lalu Yoga dan Nindy juga turut memberikan salam pada istri pak Bactiar dan Nena.
" Ibu kira.. kamu bakal bisa jadi mantu ibu Ga.."
Ujar istri pak Bactiar seperti menyuarakan kekesalan Nena .. anaknya.
Nindy berusah untuk tidak bergeming dengan apa yang didengarnya.
" Belum jodoh Bu.." jawab Yoga
Dan disambut senyum pura-pura oleh istri pak Bactiar dan Nena
\=\=\=\=
Jangan bosan untuk selalu memberi Like dan Komentar kalian.terima kasih