My Favorite CEO

My Favorite CEO
Merinduimu



Malam itu Ferdi kembali lagi ke rumah sakit membawa semua yang dipesan Yoga.


Namun karena Ia tahu Bos nya semenjak kemarin sore belum makan, Ferdy pun menyiapkan makanan yang menjadi kesukaan Yoga jika mereka makan direstorant itu.


Setiba di rumah sakit, Ferdi terlebih dulu memberikan makanan yang sudah dipersiapkan untuk para tenaga medis yang dinas malam ini.


Dan Mereka sangat berterima kasih atas makanan yang sudah diberikan.


Lalu ketika masuk ke ruang rawat Nindy, Diliat Bosnya baru saja keluar dari kamar mandi, memapah Nindy ditangan satunya dan tangan yang lain memegang infus.


"Kamu sudah sampai Fer.."


" sudah pak, memang sudah boleh kekamar mandi Bu?"


" Calon istriku ini merasa nggak bersih kalau enggak dilakukannya dikamar mandi"


Sambil membantu Nindy kembali ke ranjang tidurnya dan menyangkutkan kembali infus ke tiang penyangganya, Yoga memberi penjelasan pada Ferdy.


" Pusing .. sayang..?"


Tanya Yoga


" Tadi aja hon..pas baru pertama kali duduk, selebihnya nggak... terima kasih yaa.. "


" besok, mama aja yang nungguin aku.. "


" Kenapa...? aku maunya aku yang jagain kamu.."


" sayang.. harus istirahat.. lihat ini.. masa ganteng-ganteng ada kantung matanya..kamu kurang tidur"


" Aku bisa tidur disini... nggak apa-apa ya.. aku yang jaga.. sekarang makan dulu.."


Lalu Ferdy menyerahkan kotak bubur pesanan untuk Nindy.


" aku mau makan kalau honey juga makan.."


" iya.. nanti aku makan, sekarang kamu dulu yaa.. aku suapin"


Selanjutnya Yoga sudah sedang meniup bubur Nindy yang masih panas, berhati-hati memasukannya ke mulut Nindy.


Nindy menatap sayang tepat dikedua mata Yoga yang begitu sangat menyayanginya.


Suapan ketiga, Nindy mengambil sendok yang ada ditangan Yoga.. lalu melakukan hal yang sama pada Yoga.


Nindy meniup terlebih dulu bubur yang akan disuapi kemulut Yoga.. lalu menyuapi laki-laki kesayangannya itu.


Begitu terus saling bergantian. Dengan mata mereka saling menatap sayang..


Ferdy Yang melihat adegan itu .. hatinya sudah merasa sedikit lega, walau perjalanan kasus setelah kejadian pendorongan dengan sengaja oleh Nena sehingga kepala Nindy terbentur ujung meja yang lancip akan masih panjang.


Karena polisi akan segera mengambil keterangan dari Nindy sebagai korban.


\=\=\=\=\=\=


2 hari setelahnya


Siang itu, Nindy baru saja selesai difisioterapi sewaktu Yoga datang untuk melihatnya diruang Fisioterapi.


Yoga yang pagi tadi harus melakukan penandatanganan proyek baru yang harus segera perusahaan mereka tangani. Terlihat gagah dan tampan dengan setelan jas abu-abunya.


Dadanya yang bidang membuat jatuhnya jas dibadan lelaki ini begitu pas.


Para perawat, terapis dan beberapa pasien yang ada disana memandang dengan kagum.


Tak melepas pandangan mereka sampai Yoga mendekati Nindy, mencium keningnya dan merangkul pundak Nindy.


" Bagaimana terapi hari ini sayang?"


" semakin membaik hmm?"


tanya Yoga


Para wanita yang ada disana menatap dengan iri.


" Alhamdulillah.. jauh lebih baik, acara aa gimana hari ini? semua lancar?"


" Alhamdulillah.. semua juga lancar yang aa kerjakan"


Sambil berlalu keluar dari ruang Rehab Fisioterapi, Yoga masih terus merangkul pundak Nindy.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore harinya


" Bu Nindy.. sore ini atau besok pagi sudah boleh pulang saya rasa. kembali kontrol 10 hari setelahnya yaa."


" tapi kalau sebelum 10 hari ada yang dikeluhkan, langsung saja ke saya yaa. Saya buatkan pengantar kontrolnya"


" saya mau pulang sore ini aja yaa dok.."


" baik Bu, akan kami urus semuanya dan dalam waktu sebulan ini lanjutkan terus Fisioterapinya yaa Bu seminggu 2 kali "


" Baik dok, terima kasih banyak"


Jawab Nindy dan Yoga bersamaan.


Sedang Yoga membereskan semua barang-barang Nindy dan Barang-barangnya selama tinggal dirumah sakit, dua orang petugas dari kepolisian masuk keruang perawatan Nindy.


Mereka datang bermaksud memberikan informasi bahwa Nindy diminta datang ke kantor polisi guna didengarkan keterangannya terkait kecelakaan yang menimpanya.


Melihat kondisi Nindy baru saja akan keluar dari rumah sakit, Yoga meminta izin baru akan mengantar Nindy 2 hari setelah wanitanya beristirahat dirumah terlebih dulu.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sekitar jam 20.00 WIB, Yoga dan Nindy sampai dirumah papa Iwan, yang tak lain adalah calon mertua Nindy.


Kedatangan mereka disambut bahagia mama, papa juga papa Iwan. Sementara Lita dan Pipit sudah kembali ke Tasikmalaya begitu mereka selesai mengunjungi Nindy yang sudah sadar saat itu.


" Langsung bawa masuk ke kamar saja ga "


Ujar papa Iwan.


" Nin.. mau duduk-duduk dulu ditaman pah, rasanya malah cape tiduran terus"


Pinta Nindy


" enggak pusing sayang?"


Tanya mama sambil melihat kepala Nindy yang masih ada perban penutup jahitan dikepalanya dan mengusap-ngusap bahu anak semata wayangnya.


" Alhamdulillah.. enggak mah"


jawab Nindy.


"Mama buatkan coklat panas yaa.. kalau begitu"


" iya mah... terima kasih"


Lalu Yoga membimbing Nindy ketaman melewati sisi samping ruang tengah rumahnya.


Ditaman itu terdapat kolam renang yang dikelilingi bunga-bungaan dan juga gazebo kecil dan 2 bangku panjang didepan gazebo untuk duduk-duduk santai.


Ketika mereka sudah duduk di bangku panjang yang menghadap ke kolam renang dengan langit sebagai atapnya. Nindy merebahkan kepalanya di bahu Yoga


" A.. "


" ya.."


" Soal kejadian ..."


" aku nggak mau bahas itu"


potong Yoga


" setelah semua yang kamu alami kemarin, aa sudah sangat takut kehilangan kamu. "


Diciumnya ujung pangkal kepala Nindy.


Lalu Nindy mengambil jemari Yoga, menautkan dengan jemarinya.


" berada pada situasi seperti kemarin... rasanya .. apapun yang aa miliki didunia ini jadi tidak ada artinya... "


" bahkan saat ini , sampai nanti kita menikah.. rasanya aa juga nggak kebayang jauh dari kamu"


" mmmm .... a "


" ya .."


" seandainya kemarin..."


kalimat Nindy menggantung karena lagi-lagi Yoga memotongnya.


" nggak usah diandai-andai, aa nggak suka.... bisa nyata menyentuh kamu... dengar suara kamu seperti saat ini... sudah seperti mimpi yang jadi kenyataan sayang..."


Lalu Yoga meminta Nindy memandangnya.


" aa minta maaf... untuk semua hal yang sudah membuat kamu sedih... "


Nindy menganggukkan kepalanya.


Yoga begitu rindu menyentuh dengan benar bibir Nindy.


" hon..."


panggil Yoga


" mmm..."


Jawab Nindy.


" kalau aa sayang bibir kamu... kepalamu sakit nggak ?"


" aa .. mau coba?"


Tanya Nindy


Yoga menganggukan kepalanya.


Kemudian... Yoga sudah perlahan menyentuh dengan benar bibir Nindy ..


Merindui semua tentangmu..


Membawa hasratku ingin memilikimu utuh...


Ketika Masa itu telah benar kita miliki..


Aku hanya ingin Dirimu saja...


( Yoga-Nindy)