My Favorite CEO

My Favorite CEO
85. Syurgaku




Abimanyu mencium kedua mata Annisa yang begitu sangat ingin Ia lakukan sedari tadi.


"Matamu.. begitu indah meneduhkan..aku ingin mata ini hanya menatap penuh cinta padaku"


"Hidung mungil ini .. begitu membuat aku selalu ingin menyentuhkannya dengan hidungku.."


Lalu Abi berhenti sejenak .. melihat pada bibir tipis mungil istrinya yang meski tanpa polesanpun sudah berwarna baby pink.


Annisa tahu apa yang sedang diperhatikan suaminya..


Suasana senja memanjakan, semilir angin yang mendebarkan .. membuat keduanya saling berbicara dalam tatapan.


"Dan bibir ini .. seperti candu yang memabukan.." dengan manis dan menuntun.. Abimanyu kembali merasai kepemilikan atas diri wanita didepannya yang sekarang adalah istrinya.


Setelah pada bagian candu itu diteguknya, tak ada lagi yang menghalangi gelora yang terpendam, mereka saling memberi, saling menuntun dan benar-benar menyerahkan segalanya pada kebahagiaan yang mereka songsong.


"Aku akan perlahan melakukannya ... katakan jika aku menyakitimu ..."



Hari masih begitu pagi, ketika Annisa melihat keluar balkon. Dia tak mampu menjauhkan senyum dari bibirnya, mengingat semua kebahagian malam tadi.


Mereka tidak hanya melakukannya sekali, membuat sekujur tubuhnya kembali merasakan apa yang begitu indah yang telah diberikan oleh suaminya.


"Kenapa sudah bangun sepagi ini .. sayang .." ucap Abimanyu sambil memeluk tubuh Annisa dari belakang.


"Udara masih dingin .. " ucapnya lagi sambil mencium dibagian belakang telinga Annisa, meninggalkan tanda kepemilikannya lagi disana, membuat Annisa menyerah kembali pada kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.


Sepagi itu bahkan tidak membuat Abimanyu lelah dengan apa yang terus mereka lakukan sepanjang malam kemarin.


"Tidak ada hal yang harus membuatmu tidak percaya diri lagi .. sayang ... bahkan aku saja tidak tahu .. apakah aku bisa menghentikan semua kegilaan ini karenamu ..."


Dering telpon yang berulang kali akhirnya membangunkan Abimanyu dan Annisa yang masih saling berpelukan.


Suaranya yang bising membuat Abi mau tidak mau mengangkatnya.


"Woooiiiii .... udah siang niiih !! kasih Nisa istirahat sebentarlah.. masa mau seharian digempur !! ayooo kita tunggu makan siang dibawah!" suara Axsal langsung nyaring ditelinga Abimanyu.


"Iyaaa.. sebentar! ganggu aja !" jawab Abimanyu dan langsung menutup telponnya.


Axsal tersenyum sambil menutup balik telponnya. Dia tahu apa yang sudah berlaku pada diri sahabatnya itu.


Sementara Abimanyu mencium bahu lengan istrinya yang telan*ang.


"Bangun sayang ... semua orang sepertinya sudah menunggu kita untuk makan siang" ucap Abimanyu mencoba membangunkan Annisa.


"Hah ! yaa ampuuun mas... kita kesiangan!" jawab Annisa kaget sambil mendudukan dirinya. Abimanyu tertawa melihat keterkejutan istrinya.


"Yaa ampuun ... semua pasti sudah membicarakan kita mas ! aku mandi dulu kalau begitu !" ucap Annisa lagi tergesa-gesa, Abimanyu langsung menangkap lengan istrinya yang mau berdiri dari sisinya.


"Biarkan saja! mereka juga pernah merasakan seperti kita !" ucap Abimanyu yang malah menarik kembali tubuh Annisa untuk tidur didadanya.


"Mas... ayooo jangan dilama-lamain.. nanti malah makin diledekin!" ucap Annisa sambil mencoba terlepas dari pelukan Abimanyu. Namun bukan melepaskan pelukannya, Abimanyu malah tergelitik dengan gerakan istrinya.


"Jangan banyak bergerak! kamu malah membangunkan yang lainnya!" goda Abimanyu yang disambut gigitan Annisa didadanya yang bukan memberikan rasa sakit malah rasa ingin.


Dengan susah payah akhirnya Annisa bisa membujuk dan membawa Abimanyu ke restorant hotel untuk makan siang.


Kehadiran mereka langsung disambut tepuk tangan dan siulan sahabat-sahabat mereka yang usil. Annisa sudah sangat malu berlindung dibalik lengan suaminya. Abimanyu hanya melemparkan senyum kebahagiaannya yang mengundang tawa semua sahabat dan keluarga.


Berdua mereka menghampiri meja yang sudah ada bunda dan ayah, bapak, mas Sapto dan keluarganya.


Mereka memandang Abimanyu dan Annisa dengan tersenyum bahagia.


Siang itu mereka juga akhirnya mengikuti keinginan ibu hamil untuk mencoba dinginnya gelato yang begitu terkenal dikota gudeg ini.



Melihat Tias yang begitu menikmati gelatonya dengan bahagia dan bagaimana istrinya terus mengambil kesempatan untuk mengusap perut Tias yang sudah begitu besar kemudian usapan itu bergantian ditujukan keperutnya membuat Abimanyu seperti disirami oleh lelehan gelato yang dingin dan membahagiakan.


"Aku boleh nambah lagi yaa..." rengek Tias pada Axsal yang menginginkan gelatonya lagi.


"Aku juga mau lagi !" sambut Annisa yang seakan memberikan persetujuan pada Tias, sehingga dua nyonya itu terlihat bahagia dan menikmati betul kesenangannya.


"Sudah cukup?" tanya Abimanyu menyudahi kesenangan dua nyonya yang begitu bahagia.


"Sudah .. tapi .. sepertinya mungkin besok aku mau kesini lagi .." jawab Annisa manja, membuat Abimanyu tidak bisa tidak memberikan kecupan ringan dikening istrinya.


"Iyaa.. besok kita kesini lagi" ucap Abimanyu sambil mengajak mereka semua keluar dari tempat itu


"Bi.. tadikan Nisa dan Tias sudah terpenuhi keinginannya.. sekarang giliran aku dong.." ucap Mely tiba-tiba.


"Jangan aneh-aneh aah kamu!" sela Daffa yang ditujukan pada Mely istrinya.


"Aku nggak aneh-aneh kok ... boleh yaa Bi .. sambil menikmati bersama honeymoon kalian.. aku mau ke the jejamuran .." rengek Mely sambil memperlihatkan wajah memelasnya.


Tidak bisa tidak, dengan wajah seperti itu akhirnya Abimanyu mengiyakan, hingga kecupan ringan diberikan Annisa dipipi suaminya.


"Terima kasih sayang .. sudah mau menyenangkan hati emak-emak" ucap Annisa yang disambut senyum Abimanyu.


"Kalau setiap kali, satu kecupan dari istriku untuk satu kali permintaan yang aku luluskan ... semua permintaan kalian aku kabulkan!" ucap Abimanyu.


Baru saja Tita akan menyambut ucapan Abimanyu, Aryo sudah menarik tangannya sambil berkata.


"Tolong Ta, jangan membuat kesalahan baru yang akan membuat Abi tidak akan pernah lagi bersedia akan kehadiran kamu diantara kita semua!"


Dan itu membuat Tita langsung terdiam dan menyadari keadaan. Aryo sebenarnya sangat mengasihani keadaan Tita seperti saat ini, namun mau dikata apa? Ia harus menyelamatkan kebahagiaan Abimanyu.


Setelah menempuh satu jam setengah perjalanan, akhirnya sampai juga mereka ditempat yang diinginkan Mely.



Semua hidangan ditempat ini bahan dasarnya adalah berbagai jejamuran. Namun ketika dihidangkan, bentuk dan rasanya kalian tidak akan pernah menyangka bahwa itu hanya berasal dari jamur.


Mely memesan dengan bahagianya berbagai cemilan dan masakan. Semua membiarkan ibu muda itu memilih sesuka hatinya, karena mereka hanya akan ikut menikmati apa saja yang dipilih.


"Aku sayang kamu .." bisik Abimanyu mencari perhatian Annisa yang asik berbincang-bincang dengan sahabatnya dan sahabat suaminya.


Annisa membalikan badannya untuk menghadap kearah suaminya yang mulai protes sepertinya, karena jauh dari perhatian Annisa.


Jemari Annisa mengusap lembut tangan Abimanyu. Mempermainkan jemarinya dikulit halus suaminya, Sambil menatap penuh perhatian, Annisa mengatakan.


"Aku juga sayang kamu Mas ..."


Jawabnya .. Bahagia


Ketika kau menemukan seseorang


Dimana pada dirinya kau temukan ketentraman.


Ketika berada dekatnya


Adalah sesuatu yang selalu kau inginkan


Ketika bersamanya


Kau temukan tempat bersandar


Dan bagiku ... itu adalah kamu wanitaku (Annisa)


(Abimanyu - syurgaku)