
"Rencana berapa lama loe disini Bi?" tanya Axsal ketika mereka sudah tiba dirumah orang tua Abimanyu.
"Kurang lebih 1 bulanan sal, bertepatan disana lagi liburan musim panas" jawab Abimanyu.
"Kabarin gue kalau loe enggak ada acara dan mau sekedar lihat galeri foto gue. Kamera dari loe, benar-benar membuat gue tahu sebenarnya bakat dan minat gue dimana bro.. thanks banget loe sudah menunjukannya ke gue?" lanjut Axsal.
"Ok, gue ikut senang dengar semuanya lancar buat loe friend! gue sangka loe udah jadi artis stand up komedi!" ucap Abimanyu bercanda untuk mencairkan suasana.
"Maunya gue gituuu..tadinya, tapi gue kasian sama Tias, nanti kalau gue jadi artis.. wajah ganteng gue ini diminati banyak cewek-cewek, dia cemburu" canda Axsal. Dan memang yang aku dengar sekarang Axsal dan Tias sedang mencoba menjalin ikatan yang lebih serius dari sekedar berteman.
"iiihhh aku sih seneng kalau kamu diminati sama cewek-cewek.. berarti yang matanya rabun bukan cuma aku!" balas Tita yang disambut tawa yang lain, kali ini tak terkecuali Abi.
Dia sangat merindukan momen ini, bersama mereka memang membuat hari menjadi lebih seru.
"Yuuu.. kita makan dulu sama-sama, semua sudah siap!" ucap Tita yang baru saja datang setelah membantu Bunda didalam rumah tadi. Tita mengulurkan jemarinya kearah Abimanyu, yang disambut Abi sambil beranjak berdiri dari duduknya. Tita tersenyum manis, dia bahagia atas kedatangan Abimanyu, membayangkan kalau 1 bulan kedepan dia memiliki banyak waktu bersama kekasihnya itu.
Sudah banyak menu makanan yang sengaja dipersiapkan untuk para tamu pelayat, rekan bisnis ayah, teman-teman kakek, terlebih keluarga yang datang untuk memakamkan kakek siang tadi. Makanan pembuka atau appetizers ada juga makanan penutup atau desserts, selain makanan utama atau main course yang sudah disajikan.
Ayah ditemani oleh Bunda dan mertuanya sedang duduk mencoba menikmati makanan yang disediakan. Kesedihan mungkin akan lebih lama bertahan, walaupun mereka mencoba tetap bersikap normal seperti biasanya.
"Mama nanti datang insyaAllah sama Papa pas pengajian malam ini, sekalian bawain pakaian Tita, jadi sampai menjelang pengajian nanti.. gak apa-apa kan kalau Tita bantu-bantu bunda 'yang?" tanya Tita.
"Kamu gak akan kecapean? besok masih ada ujian nggak?" tanya Abimanyu sambil menatap kearah Tita.
"Ujian sih masih, tapi Tita sudah jauh-jauh hari mempersiapkannya kok. Jadi nanti, Mama Papa pulang, aku baru ikut pulang" jawab Tita sambil memberikan air mineral untuk Abi minum.
"Kalau begitu, besok Abi antar Tita ke kampus. Besok harus sampai kampus jam berapa? Tanya Abi sambil terus menatap Tita, Ia rasanya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat gadis yang dicintainya itu.
"Jam 08.00 Bi" jawab Tita.
"Ok" balas Abi.
"Ta, tadi itu temen loe calon dokter juga?" tanya Mely.
"Iya Mel, Tristan satu jurusan sama Tita" jawab Tita.
"Ganteng, baik lagi.. beruntung banget loe Ta, punya temen kayak gitu?" ucap Mely lagi.
Abi sedikit terdiam dengan kata-kata Mely, lalu memperhatikan Tita dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh Tita. Sementara itu Tita menjadi salah tingkah terutama dengan tatapan Abimanyu saat ini.
"Gitu yaaa..?" ucap Tita.
"Jodohin gue sama dia doong Ta.." rengek Mely.
"Orang ganteng jodohnya cewek cantik Mel, kaya Tias..cantik dapetnya kan babang Axsal yang ganteng..gitu!" sela Axsal
"iihh Tias itu karena jampi-jampi loe aja belum ilang! begitu sadar .. liat aja nanti!" balas Mely, yang mendengar senyum-senyum dibuatnya.
"Ta! serius gue..jodohin yaa gue sama babang dokter!" pinta Mely lagi.
"Iyaa.. nanti gue jodohin!" jawab Tita. Entah kenapa dihati Tita seperti tercubit saat mengatakan itu. Perasaan apa ini? sedangkan Abimanyu saja sedang berada disampingnya.
Abimanyu memperhatikan perubahan raut wajah Tita. Hatinya menjadi getir.
"Setelah ini, kita istirahat dulu saja. Bunda sudah pesan catering lagi untuk pengajian malam ini. Tita, Tias dan Mely istirahat dikamar tamu saja dulu yaa... nanti Abi yang akan menunjukan kamarnya, bunda dan Nini istirahat dulu yaa.." ucap Bunda sambil membimbing Nini menuju kamarnya.
"Ayoo...aku tunjukin kamarnya, kita istirahat dulu" ucap Abi.
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Bi, kita laki-laki, loe yakin itu si Tristan enggak ada niat lain ke Tita?" tanya Axsal ketika mereka sedang istirahat dikamar Abimanyu.
"Gue cuma akan lihat xal, hal kayak gini memang gue rasa bisa menilai pada akhirnya Tita sama gue memang berjodoh atau enggak" balas Abi
Dan sebenarnya jika hati itu tak bersambut
Tak akan ada cerita lain bukan ?
.
.
.
.
.
.
.
Mengapa hatiku meragu?
.
.
.
.
.
Aku memilih mempercayai hatimu
.
.
.
.
.