My Favorite CEO

My Favorite CEO
2. Bicara



Tita masih terpaku ditempatnya. Hatinya tiba-tiba bergemuruh setelah tadi tubuhnya tersentuh oleh Abimanyu. Sementara lengannya sempat menyambar lengan Abi karena takut terjatuh.


\=\=\=\=


Sementara, sambil berjalan kearah lapangan Abimanyu juga meraba dadanya.. dia merasakan debaran yang sangat cepat didalam situ. Ia mencoba menenangkan debarannya dengan menarik nafas panjang.


"Apakah.. aku terlalu lelah?" pikir Abimanyu.


.


.


.


Dirumah Yoga dan Nindy.


"Tumben Hon.. sudah pulang sesore ini." Sapa Nindy pada suaminya.


"Iya.. Aa sepertinya sudah harus mengajak Abi bicara 4 mata." Jawab Yoga kepada Nindy sambil merangkul bahu istrinya.


"Kenapa Hon? apa Abi membuat masalah?" tanya Nindy.


"Dia nggak buat masalah, hanya tadi siang dia mengirimi Aa pesan. Dia bilang virus Corona sedang mewabah, Aa diminta untuk tidak lagi cipika cipiki dan berjabat tangan dengan semua orang."


"OOO iyaa Hon, itu memang sudah dianjurkan.." sela Nindy.


"Tapi kalimat dari pesan terakhirnya dia yang membuat Aa harus menjelaskan ke anak itu"


"Apa?" Tanya Nindy sambil membukakan dasi suaminya.


"Dia bilang, kalau bisa walaupun virus itu sudah tidak ada, aku tidak menyakiti perasaan honey karena kebiasaanku cipika cipiki itu. Dia berlaku seperti Pria untuk melindungi Ibunya, tapi dia lupa dia bicara dengan Ayahnya!"


Nindy tersenyum melihat Yoga yang memperlihatkan wajahnya yang cemberut. Ia sekarang sedang membuka kancing kemeja kantor suaminya..


"Honey .. cemburu yaa sekarang ada yang melindungi Nin selain kamu..? kok sampai ngambek diingatkan sama anaknya kayak gitu?"


Yoga yang masih memegang pinggang Istrinya menatap Nindy syahdu..


"Kamu tahukan Sayang... buatku, didunia ini yang paling berharga hanya kamu dan Abi. Kamu satu-satunya wanita yang paling aku cintai. Kalau diluar sana.. semua hanya karena aku terpaksa harus menjaga hubungan baik, tapi bukan bermaksud menyakiti perasaan kamu... aku merasa Abi telah salah menilaiku."


Nindy mencium bibir Yoga sekilas. Dia tahu Yoga butuh ditenangkan, karena bagaimanapun seorang Ayah pastilah ingin mendapatkan pandangan yang baik dan positif dari putranya.


"Abi hanya karena terlalu sayang sama bundanya Hon.. karena dia tahu yang paling berharga dan yang paling disayang sama bundanya adalah ayahnya.. dia nggak kepinginan orang lain dekat-dekat sama ayahnya karena itu berarti menyakiti bundanya."


Nindy masih terus menenangkan suaminya.


Yoga mendekatkan hidungnya ke hidung Nindy. Dengan suaranya yang dalam Yoga berkata..


"Aku mau tanya.. apakah selama ini yang dikhawatirkan Abi, benar? bahwa kamu tersakiti dengan cara aku menjaga hubungan baik dengan teman-temanku selama ini sayang?"


"Beberapa saja sayang.. tidak pada semua, aku..."


Nindy diam sejenak.


"Aku masih menunggu Anindya Kasih..."


"Laluu...." sela Yoga tak sabar sambil masih memegang pinggang Nindy dan menyatukan hidung mereka.


"Lalu.. aku cemburu.. enggak suka lihat teman-teman wanita pebisnis honey yang mata mereka itu sepertinya sengaja sekali memperlihatkan kekaguman mereka sama kamu! dan sepertinya Abi suka memperhatikan itu, kalau dia suka kita ajak!"


"Lalu... apa honey juga mengira aku menikmati ketika teman-temanku seperti itu? sehingga kamu baru bicara sekarang?" Suara Yoga lebih terasa menggoda ditelinga Nindy dibandingkan nada ancaman.


"Sayang... apa begitu yang kamu kira?" Yoga mengulangi pertanyaannya demi melihat Nindy tidak langsung menjawab pertanyaannya.


"Emmm iyaa.. aku mengira begi...."


Belum lagi Nindy menyelesaikan ucapannya, Yoga sudah me*mat bibir Nindy lembut, jemarinya sudah bermain-main dikedua buah dada istrinya.


Yoga menghentikan ciumannya tapi tidak dengan jemarinya.


"Lihat mata Aa Sayang.." ucapnya. Lalu Nindy menuruti kata-kata suaminya, Ia menatap syahdu mata Yoga.


"Aa senang pada bagian kamu cemburu, berarti Cinta kamu masih teramat besar untuk Aa.. tapi Aa tidak suka ketika kamu berfikiran Aa menyukai apa yang dilakukan mereka! Aa sebenarnya tidak nyaman , Aa jengah dengan apa yang mereka lakukan! oleh karena itu, Aa suka bawa kamu, Aa lebih nyaman ketika kamu dan Abi ada didekat Aa! biar mereka melihat, ada istri yang Cantik, yang baik dan yang amat Aa sayangi yang Aa miliki! itu akan menjadi tanda perboden bagi mereka!"


"Satu-satunya wanita yang Aa inginkan didunia ini cuma kamu.. jangan pernah ragukan itu!"


Yoga menangkup tengkuk Nindy, melembut bibirnya menyesap dibibir Nindy yang selalu terasa manis baginya. Lalu Yoga mencium sekilas bahu Istrinya, melepaskan tali yang melingkar dileher istrinya pada Halter top yang dikenakan Nindy.


Memandang takjub tubuh istrinya, membuat Nindy bahagia dipandang seperti itu oleh suaminya.


Yoga mengangkat tubuh Nindy, dan membaringkannya diatas tempat tidur mereka.


"Dibagian inikah.. sayang simpan rasa cemburu itu?" ucap Yoga sambil mengecup dada Istrinya. Nindy sudah menggeliat. Ia sangat tahu betapa suaminya mampu membuat dia melambung.


Ditangkupnya wajah Yoga.


"Katakan.. sayang.. apakah hanya dengan aku.. kamu ingin melakukannya?!"


"Iya.. aku hanya ingin melakukannya dengan wanita yang memberikan segalanya bagiku untuk yang pertama kali dalam hidupnya...itu kamu.."


"Sayang..." Nindy sudah tak mampu berkata apa-apa lagi. Tubuh Yoga telah memberikan berjuta-juta kenikmatan didalamnya tubuhnya.. hingga mereka berdua merasakan puncaknya bahagia ketika mereka telah bersatu.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk kalian yang tetap membaca tulisanku. Dukungan kalian melalui like dan komen juga poin, membuat aku semakin bersemangat.


Untuk kalian yang saat ini harus berada didalam rumah demi mendukung program pemerintah dalam rangka STOP penyebaran Covid 19 (Corona) semoga tulisan ini dapat menghibur dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan dijauhkan dari terinveksi virus Covid 19. Amin YRA


Jaga kebersihan dan kesehatan selalu yaa..