
Setelah kepulangan Yoga yang tiba-tiba datang tadi, malah Nindy baru bisa memejamkan matanya.
Membawa kebahagiaannya dalam mimpi malam ini.
Tiba-tiba Nindy merasa tubuhnya merileks hingga begitu mudahnya ia tertidur setelahnya.
\=\=\=\=\=\=
Pukul 06.00 pagi
Nindy dan Mama sedang dirias dikamarnya masing-masing, sementara Papa menunggu dengan tenang sambil menikmati sarapan paginya.
Keluarga besar yang sudah berdatangan satu persatu pun sedang menikmati sarapan pagi yang sudah dipersiapkan sambil menunggu Calon pengantin wanita siap untuk dibawa ketempat akad nikah.
Nindy sudah selesai dirias, Wajahnya nampak sangat berbeda dan terlihat cantik sekali.
"Teh Nindy rajin puasa dan mutihnya yaa... manglingin loh teh.. "
Ujar Ibu Perias yang hari ini khusus hanya mendandani Nindy.
"Bisa aja tante.. inikan karena tantenya aja yang sudah profesional. "
Jawab Nindy.
"Enggak Nin.. ini semua juga bagaimana Aura pengantinnya. Tantekan sudah sering merias pengantin"
"xixii Nindy jadi seneng..Terima kasih Tante untuk pujiannya. "
Kemudian Nindy dipakaikan dengan kebaya tradisional Sunda berwarna putih bertaburkan Payet mutiara dengan motif bunga-bunga 4 dimensi, berpadukan kain Sekar jagat yang didominasi warna merah diantara warna-warna lain, yang adalah pesanan Yoga.
Diatas kepalanya dipasangkan Siger.
Siger sunda adalah mahkota berbahan dasar logam yang diberi tambahan ornamen untuk digunakan oleh pengantin wanita.
Siger di kepala pengantin wanita bermakna harapan terhadap rasa hormat, kearifan dan kebijaksanaan dalam suatu pernikahan.
Di belakang sanggul, dipasang enam buah hiasan kembang tanjung yang memiliki makna kesetiaan sang istri terhadap sang suami yang juga menjadi imamnya.
Hiasan sanggul kembang goyang menempati posisi paling atas.
Kembang goyang dipasang menghadap ke depan dan belakang.
Perbedaan tersebut bermakna istri akan selalu tampil cantik baik di depan maupun di belakang.
Tak lupa pengantin wanita diberi rangkaian bunga melati yang memiliki makna kesucian dan kemurnian sang istri.
Ketika Nindy keluar dari kamarnya, semua mata menatap penuh kekaguman, mereka tersenyum juga memberikan acungan jempol jari kiri dan kanan buat Nindy.
"Teteh cantiknya kayak bidadari..."
Ucap salah satu Sepupunya.
"Hatur Nuhun teh Ai anu geulis.. "
Balas Nindy sambil memegang tangan sepupunya itu.
Kemudian semua orangpun bersiap menaiki mobil - mobil Hiace Premio yang sudah disiapkan.
Sementara Nindy, Mama dan Papa menaiki New Alphard putih milik Nindy.
Mereka beriring-iringan menuju salah satu Hotel berkelas di kota itu, tempat akan dilangsungkannya Akad Nikah Nindy dan Yoga pagi ini.
Begitu mereka sampai, rombongan keluarga beserta Mama dan Papa diarahkan langsung masuk ke gedung Akad Nikah, sementara Nindy diarahkan memasuki sebuah ruangan khusus untuk Calon pengantin.
Setelah itu, Calon Mempelai Pria bersama rombongan keluarga besar diarahkan untuk jalan beriringan memasuki ruangan Akad Nikah dengan posisi Yoga didepan diapit oleh Papa dan Tantenya yang tak lain adalah Adik Papanya.
Tubuh Yoga yang dibalut oleh Beskap Putih senada dengan kebaya yang dipakai Nindy dipadu padankan dengan kain Sekar jagat yang didominasi warna merah memperlihatkan Kegagahan Calon mempelai pria yang saat ini sedang menebarkan senyum menawannya, menyiratkan kebahagiaan yang tak terhingga.
Master Of Ceremony memandu acara Penyambutan, Penyerahan dan Penerimaan Calon Mempelai Pria kepada Kedua orang tua Calon mempelai wanita.
Dan masing-masing perwakilan keluarga yang menyerahkan dan yang menerima calon mempelai pria telah memberikan sambutannya dan berjabat tangan.
Kemudian Yoga diberikan air minum oleh papa Nindy dan dikalungkan rangkaian bunga melati oleh mama Nindy, lalu Yoga mencium hormat punggung tangan kedua orang tua Nindy.
Bersama iringan musik degung Sunda, Yoga berjalan memasuki tempat akad nikah diapit oleh Papa dan Mama Nindy, sedangkan Papa Yoga, Tantenya dan seluruh keluarga besar mengikuti dari belakang.
Yoga Didudukan oleh Papa dan Mama dikursi Akad Nikah ditengah-tengah ruangan, menghadap kepada seluruh keluarga besar dan para tamu undangan yang sudah hadir pagi ini.
Kemudian mama dan papa duduk dikursi paling depan bergabung bersama keluarga besar Nindy.
Setelahnya Master Of Ceremony mempersilahkan Calon mempelai wanita untuk melantunkan ayat suci AlQuran yang sekali lagi diperdengarkan lewat suara merdunya Nindy.
Yoga dan seluruh yang hadir terkesima dan mendengarkan sekali lagi dengan khusuk lantunan ayat suci AlQuran yang dibawakan oleh Nindy.
Mama sudah menyeka pelan-pelan airmata yang akan jatuh kepipinya, Papa merangkul pundak mama, dan mencium kepala mama dari samping.
"Terima kasih sayang.. kamu sudah mendidik putri kita dengan sangat baik "
Bisik papa ditelinga mama.
Setelah itu, dengan suara merdunya Nindi membaca terjemahan dari ayat AlQuran yang tadi sudah Ia bacakan.
فَسُبۡحٰنَ اللّٰهِ حِيۡنَ تُمۡسُوۡنَ وَحِيۡنَ تُصۡبِحُوۡنَ
Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),
dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).
يُخۡرِجُ الۡحَـىَّ مِنَ الۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ الۡمَيِّتَ مِنَ الۡحَـىِّ وَيُحۡىِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ؕ وَكَذٰلِكَ تُخۡرَجُوۡنَ
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ اِذَاۤ اَنۡتُمۡ بَشَرٌ تَنۡتَشِرُوۡنَ
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ خَلَقَ لَكُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ اَزۡوَاجًا لِّتَسۡكُنُوۡۤا اِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُمۡ مَّوَدَّةً وَّرَحۡمَةً ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Maha Benar Allah dengan segala Firman-NYA.
Selanjutnya Master of Ceremony memanggil papa Nindy, para saksi dari kedua calon mempelai dan yang terakhir memanggil Penghulu yang akan memandu ucapan Ijab Kabul yang akan dilakukan oleh Yoga menuju meja akad nikah.
Penghulu saat itu mengklarifikasi nama lengkap kedua mempelai, nama ayah mempelai wanita dan nama kedua saksi dari mempelai.
Setelah semua sudah terklarifikasi benar, lalu Master Of Ceremony memanggil Nindy sebagai Calon mempelai wanita untuk hadir menuju meja akad nikah.
Nindy diantarkan oleh kedua orang sepupunya menuju meja akad nikah diiringi musik degung, Yoga seketika mengalihkan pandangannya kearah Nindy dan berdiri dari kursinya sambil menyilangkan kedua tangannya didepan perutnya, tersenyum penuh bahagia, menunggu Nindy mendekat kearahnya. Nindy pun tersenyum manis.
Setelah dekat, Yoga menarik kursi untuk Nindy duduki.
Dan Yoga segera duduk lagi dikursinya yang saat ini sudah didampingi oleh Nindy.
"Terima kasih yaa sayang... "
Ucap Nindy perlahan sambil melihat kearah Yoga.
"sama-sama cantik "
balas Yoga perlahan juga.
Lalu... Ikrar itupun terucapkan dengan lantang dan sekali hembusan nafas.
Ijab kabul yang menjadi Ikrar sakral bagi kedua mempelai.
Semua Yang hadir mendoakan dengan khusuk bagi kebahagiaan keduanya.
\=\=\=\=\=\=\=
Yoga dan Nindy telah melewati semua prosesi sakral mereka.
Dan saat ini mereka sedang menjamu dan beramah tamah dengan seluruh keluarga dan tamu yang datang untuk mengucapkan selamat kepada keduanya.
Segala hidangan yang ada tidak membuat Yoga berselera, karena hal yang paling dinantinya masih belum bisa terlaksana juga.
Tamu mereka masih banyak, apalagi kolega Yoga yang juga ingin melihat prosesi akad nikahnya, mereka jauh-jauh ada yang dari London, Abudabi, China dan masih banyak lagi demi melihat prosesi adat Sunda nantinya pada saat Resepsi.
Sudah semua tamu mereka hampiri, dan berangsur-angsur tamu sudah mulai berkurang. Ketika Yoga melihat tinggal kedua keluarga mereka saja yang masih berbincang-bincang. Yoga mohon diri kepada semua keluarga untuk beristirahat.
Yoga pun menggenggam jemari Nindy, diikuti oleh 2 orang perias yang akan membuka semua hiasan Siger Nindy.
Ketika memasuki kamar Yoga, ternyata kamar itu sudah disulap menjadi kamar pengantin dengan segala hiasannya.
Diatas kasurnya sudah ada taburan kelopak bunga mawar yang membentuk gambar hati.
Yoga memperhatikan Nindy yang sedang dilepaskan segala pernak pernik yang menempel ditubuhnya.
Dia sendiri mengganti pakaiannya di kamar mandi sendiri.
Ketika Yoga keluar dari kamar mandi, Nindy sudah sendiri sedang membuka kain kebayanya.
Dan sedikit malu melihat Yoga menghampirinya.
Kain sudah terlepas, yang tertinggal hanya tinggal longtorso dan pakaian dalamnya saja.
Dengan gerakan perlahan sambil menatap Nindy yang tersenyum malu-malu padanya, Yoga mulai membuka pengait pada longtorso Nindy.
Longtorso pun terlepas kelantai, Yoga memandangi apa yang sekarang telah sah menjadi miliknya..
Merasakan kebahagiaan yang selama ini sudah dinantikan, mereka berdua hanyut merasakan kepemilikan satu dengan yang lainnya. Menjaga kesuciannya selama ini hanya untuk lelaki tepat yang telah sah menjadi suaminya menjadi tidak sia-sia.
Demikian juga dengan Yoga, yang meyakini jika Ia pun menjaga kesuciannya, maka Ia pun akan mendapatkan seorang wanita yang suci.
Semua ini sama-sama menjadi pengalaman pertama mereka yang menakjubkan.
Bibir Yoga mendekat kembali, menggoda pada bibir Nindy hingga Ia bisa merasakan manisnya.
Berawal dari gerakan perlahan namun karena sekujur tubuh Nindy memberikan reaksi karena sentuhan Yoga, membuat mereka lebih menuntut hingga sampai terjatuh diatas tempat tidur pengantin mereka.
Merasakan halus kulit istrinya.
Sentuhan-sentuhan Yoga membuat Nindy mabuk kepayang, hingga apa yang mereka nantikan menjadi momen yang paling berarti.
Begitu halus tanpa paksaan membuat Nindy melambung hingga keduanya begitu bersyukur telah mempersembahkan yang terbaik bagi pasangan mereka.
Setelahnya mereka tertidur bahagia bersimbah peluh.