
Setelah menghapus sisa cream disudut bibir Abimanyu dengan tissue, Annisa mengajak calon suaminya itu kembali ketempat teman-temannya.
"Ayoo .. sayang, kita kembali kesana. Mereka kesinikan atas undangan kamu ... yuuk .." bujuk Annisa. Akhirnya Abimanyu berdiri dari duduknya menyambut jemari Annisa yang melambai-lambai didepan wajahnya.
Meraih pundak gadis kecintaannya itu dan mencium pangkal kepala Annisa dari samping. Telapak tangan Annisa pun yang berada didada Abimanyu mengusap-ngusap lembut.
"Hari ini .. aku sudah bilang belum kalau aku sayang kamu?" tanya Annisa memanja.
"Aku sayang kamu..." ucap Abimanyu mendahului Annisa.
"Ihhh...! ngeduluin" balas Annisa sambil memukul pelan dada Abimanyu. Abi tersenyum bahagia.
Tatapan mata Tita begitu sedih melihat bahwa Abimanyu malah mendapatkan penggantinya yang lebih baik, bahkan Abimanyu dengan suka rela memamerkannya dikhalayak ramai, sangat berbeda dengan Abimanyu yang dulu begitu mencintainya ... namun tetap tidak suka mengumbarnya didepan orang banyak.
Dan itu lebih menyakitkan hatinya.
Abi juga lebih sering tersenyum ... membuat wajahnya tampak lebih lembut daripada dulu.
Dua sejoli itu sudah hampir mendekati meja mereka lagi. Malah membuat Tita tidak nyaman.
"Weeeeiiii darimana loe? malah ilang!" sapa Daffa, Aryo dan Bima yang ternyata sudah berkumpul.
"Weeeeeiiiii mau tahu aja loe! lama banget sih loe semua tadi, jadi gue melipir dulu...pacaran!" jawaban Abi yang tidak biasanya membuat mereka terheran-heran tapi kemudian tertawa bersamaan.
"Iniiii yaaa... yang bikin Abi berubah!" ucap Aryo sambil mau memberikan tangannya untuk menjabat, tetapi Annisa hanya menangkupkan kedua tangannya.
"Yang dia sentuh cuma boleh Gue!" ucap Abimanyu
"Busyeet! galaknya mah masih sama bro!" balas Bima disambut tawa teman-temannya
"Sayang ... kenalkan.." baru saja Abimanyu mengucapkan kata itu Daffa langsung menyela
"Jiiiaaaahhh... sayang nieee yeee ... sekarang vulgar cuy !"
Yang disambut kemeriahan tawa teman-temannya tapi tidak Tita.
"Yaa.. lah ... ini mah calon istri ! bukan pacar !" balas Abimanyu riang.
"Yang konyol ini Daffa Hon, yang suka nyeletuk ini Bima namanya trus kalau yang sok kegantengan ini namanya Aryo! ini Annisa, calon istri Abimanyu!" jelas Abi sambil membusungkan dadanya.
"Iyaaa ... tahuuu .. tapi jangan norak gitu dong!" teriak bumil cerewet yang tak lain adalah Mely.
"Sereeem gue lihat perut loe Mel ! takut meledak !" sela Bima sambil mengerenyit.
"Emang balon!" balas Mely.
"Nggak mungkin yaa... kan yang balon elo!" canda Bima yang disambut tawa yang lainnya.
"Jangan ngeledek istri gue terus loe ! entar suka ! gue aja gara-gara sering ngeledekin dia eeeh tahu-tahu jadi jatuh cinta!" ucap Daffa yang disambut tawa keseruan yang lainnya.
"Hiii paman ganteng .. kata Dede bayi minta peyuk lagi, kalau enggak nanti ngeces!" ucap Mely memanja.
"Udah Segede gini memangnya masih ngidam sayang?" tanya Abimanyu mengarah pada Annisa membuat Annisa tertawa dengan yang lainnya.
"Udaaaah cepeeeetan iiihhh.... pegel nih kaki gue!" keluh Mely pura-pura kesal tapi sebenarnya melucu.
Annisa mengusap lembut pundak calon suaminya tanda memperbolehkan.
"Duuhh bumil! untung calon istri gue dokter jadi memahami! kalau bukan bisa abis dicakarin kamu!" ucap Abimanyu sambil memeluk Mely yang disambut tawa teman-temannya lagi.
"Jangan kelamaan!" ucap Daffa menginterupsi pelukan Abi.
"Entar lahir anak gue seganteng loe ! gue minta loe tanggung jawab loh!" Annisa tertawa mendengar candaan suami Mely dan yang lain juga tertawa.
"Kalau ada mereka jadi rame ... sayang!" kata Abimanyu ke Annisa, yang disambut anggukannya.
"Bu dokter ... saya Mely. Pacar nggak jadinya Abi waktu SMA!" sapa Mely yang disambut tawa teman-temannya.
"Untung nggak jadi Mel.. jadi bisa sama Nisa sekarang!" canda Nisa yang membuat sahabat-sahabat Abi tertawa dan senang dengan keluwesan Annisa.
Lalu Mely dan Annisa berpelukan.
Tiga jam selanjutnya mereka asik dengan gurauan dan obrolan-obrolan tidak berfaedahnya mereka karena sudah lama tidak bertemu.
Tita sering sekali menatap sengaja pada Abimanyu. Seolah-olah tidak menghiraukan Annisa. Bahkan sesekali mengajak ingatan Abi untuk mengingat kenangan mereka sewaktu di SMA. Abimanyu menanggapi dengan biasa saja, bahkan beberapa kali dialihkan oleh yang lain dengan cerita lucu mereka lainnya.
Annisa hanya akan menjawab jika ditanya, selebihnya beberapa kali Annisa membantu Mely yang bolak balik kekamar mandi.
"Kamu enggak usah menghiraukan Tita yaa Nis ... jangan sakit hati! let it flow! dari sebelum ini Abimanyu juga sudah sering tegas nolak Tita ! buat Abi, Tita itu sekarang hanya sebatas teman! Titanya aja yang nggak bisa nerima! dia jadi berubah banget, aku aja sahabatnya dari SMA sampai kaget ... perubahannya itu loh jadi bikin aku nggak ngenalin dia lagi!" ucap Mely sewaktu ditemani Annisa ke toilet lagi.
"Iya Mel .. aku enggak khawatir kok, Karena Abi tipenya juga tegas, Abi aja nggak suka kalau lihat Ayah ramah dengan perempuan lain selain bunda, apalagi ke aku .." ucap Annisa.
"Naaaah ... faham dong kamu .. sudah ngertiin Abi itu kayak gimanakan... kamu harus bersyukur..Abi itu sejak SMA kayak gitu. Titanya aja yang oon! nyelingkuhin Abi !" greget Mely lagi.
Lalu mereka masuk kedalam Toilet.
"Mel....perkiraan lahirnya memang kapan?" tanya Annisa dari depan pintu toilet.
"Masih bulan depan kok Nis !" jawab Mely dari dalam toilet.
"Tapi kamu sudah sering banget ini ke kamar mandi ! mules nggak?" tanya Annisa khawatir.
"Sesekali aja tapi nggak mules banget kok Nis. aku minggu-minggu ini memang sering kekamar mandi!" jawab Mely sambil keluar dari toilet.
"Masih Nis.. aku mah enggak ada kendala kalau soal itu!"
"Oo yaa ampun Mel! aku takut ini kamu mau melahirkan! kalau kamu lancar aja berhubungan suka mudah melahirkannya walau pun anak pertama"
"Masa Sih? tapi beneran aku tuh nggak mules banget kok ! masih bisa nahan ! katanya kalau sudah mau melahirkan mulesnya 7 turunan 7 tanjakan!" ucap Mely masih bercanda.
"Hahhaaa kata siapa itu?" tawa Annisa.
"Kata yang sudah biasa melahirkan Bu dokterrr... BTW ... kita bahagia deeeh akhirnya Abimanyu melangkah lebih jauh. Kapan rencana pernikahannya?" tanya Mely sambil cuci tangan diwastafel toilet.
"InsyaAllah 5 bulan dari sekarang Mel" jawab Annisa sambil melihat Mely dari cermin didepannya.
"Tahun depan berarti yaa .. nggak lama lagi dong"
"Iyaa InsyaAllah.. kalau tim EO nya bunda kan sudah biasa Mel, jadi 5 bulan sepertinya waktu yang cukup buat persiapan"
"Oooo iyaa bener Nis. Dimana nanti acaranya? diJakarta ? soalnya kan ayahnya Abi ... kamu tahukan siapa ...."
"Bunda dan Ayah setuju acaranya diadakan ditempat orang tuaku di Yogya Mel. InsyaAllah nanti pasti kalian semua dikabari lagi"
"Harus! soalnya Abimanyu itu melewatkan semua pernikahan kita! waktu Axsal nikah sama Tyas, dan aku sama Daffa dia masih belajar diluar negeri! jadiiii .... kalau kalian nanti menikah pokoknya kita semua harus ngumpul!"
"Iya ... InsyaAllah .."
Namun..beberapa saat ketika Annisa dan Mely mau keluar dari toilet,
"Nis.... yaaa .. Allah .. beneran.. kalau sekarang aku mules banget!" ucap Mely sambil bertumpu di wastafel.
"Tenang.. Mel .. atur nafas .. hembuskan .. tenang yaa .."
Lalu Annisa menelpon dari ponselnya. Begitu panggilannya diangkat oleh Abimanyu
"Sayang .. tolong ke toilet wanita yaa sama Daffa, sepertinya Mely mau melahirkan" ucap Annisa dengan tenang.
Tapi tidak yang terjadi dimeja tempat Abimanyu dan teman-temannya berkumpul.
"Xal .. Yas .. kalian tenang-tenang saja keluar dari restoran ini, aku sama Daffa harus segera bawa Mely kerumah sakit, sepertinya dia mau melahirkan! ucap Abimanyu mencoba tenang
" Hah ! maksud loe? istri gue Bi!!" teriak Daffa
"Iyaaa.. istri loe ! sekarang ! xal.. gue titip ini dompet gue, bayar semua yaaa cari si Diki!" ucap Abimanyu buru-buru.
"Ok! hati-hati!"
"Aku ikut kalian!" teriak Tita.
"Nggak usah! kamu temani aja Tyas!" ucap Abimanyu segera. Tita tidak suka diacuhkan seperti itu oleh Abimanyu.
Tita sudah sangat kecewa malam itu, rasanya baru saat ini segala penyesalan menghimpit dadanya!
Lelaki yang dulu begitu mencintainya dan juga ia cintai ... sudah tidak menyisakan secuil kenanganpun tentang dirinya. Dan yang lebih menyakitkan Ia melihat perhatian Abimanyu yang dulu selalu dia rasakan kepada wanita lain.
Hatinya begitu hancur ... rasanya penyesalan itu menjadi beban didalam dadanya.
"Xal ... Yas ... aku pulang ! aku lain hari saja melihat Mely!" pamit Tita pada Axsal dan Tyas. Dan tanpa menunggu jawaban Axsal dan Tyas, Tita sudah beranjak dari sana.
Hatinya kacau ! rasanya Ia ingin bunuh diri saja !
Hatinya begitu iri !
Itu harusnya kebahagiaan ku Nisa !! Dulu bahkan dia belum bisa melepasku dari hatinya walau aku sakiti ! Dia sangat mencintai aku !! Abi dulu sangat mencintai aku !!
suara batinnya terus berbisik, bersahut-sahutan membuat Tita rasanya ingin berteriak !!!
kamu pasti sudah menyihir hatinya Nisa !!!
Tidak mungkin Abi menghapuskan diriku dihatinya !! tidak mungkin !!
kendaraan yang dibawa Tita mulai kehilangan arah .. kecepatannya yang sengaja tidak dikendalikannya membawa mobil Tita sedikit oleng, hanya sedikit .. tetapi berdampak fatal di jalan tanpa hambatan itu. Sehingga mobilnya membentur pembatas jalur dan terguling dua kali.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apakah arah percintaan ini akan memutar balik kembali pada Tita ? karena kecelakaan itu merubah segalanya ....
Tunggu kelanjutan MFC yaa ... dan coba kalian baca juga karya pertamaku yaaa BLOOM dan BLOOM Suara Hati Ayu. Aku tunggu jejak kalian disana yaa ... terima kasih