My Favorite CEO

My Favorite CEO
Ngibakan



Nindy sudah mengenakan kain bermotif Truntum. yang menggambarkan atau bermakna Cinta yang tulus, hanya sebatas dadanya dan ditutup dengan rangkaian bunga melati yang dirajut menutupi bagian tubuh atasnya dari bahu sampai diatas dadanya.


Dengan rambutnya yang sekarang sudah memanjang melebihi bahunya dibiarkan terurai cantik dengan hiasan rangkaian bunga melati diatasnya.


Kecantikan calon mempelai wanita terlihat mempesona beberapa keluarga juga sahabat-sahabat Nindy yang saat ini sudah hadir memuji dan menyapanya.


Bahkan beberapa sahabat Nindy ikut mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama Nindy.


" Lit, Nindy juga dipakaikan kain sebatas dada kayak gini? "


Tanya Yoga yang sudah kelihatan panik.


Yoga memang belum pernah menghadiri acara siraman satu kali pun, sehingga Ia tidak memahami situasinya dan betapa sesak dadanya mengetahui bahwa wanita yang dicintainya akan terlihat keelokan tubuhnya oleh semua orang yang menghadiri acara siramannya, seperti juga dirinya saat ini.


" Iya... niih.. sudah ada beberapa teman yang ada dirumah Nindy sudah posting kabar terbaru disana. "


Jawab Lita santai yang membuat Yoga refleks merebut Handphone Lita.


Dia tertegun.. melihat calon istrinya yang sangat cantik mempesona..


Tiba-tiba saja kejadian dulu ketika Yoga tidak sengaja bertemu dengan Nindy yang saat itu hanya mengenakan Lingerie nya terlintas kembali.


Pipi Yoga tiba-tiba bersemu seperti senyumnya yang mengembang begitu lembut menatap calon istrinya dari handphone Lita.


" Cantiknya istri ku ... "


" Bentar lagi ! kalau sekarang masih calon istri !"


sambar Lita sambil merebut kembali Handphonenya.


Lalu Handphone Yoga tiba-tiba bergetar, begitu dilihat bahwa panggilan itu dari Nindy, hatinya menjadi sangat girang.


" Kok kamu kayak tahu .. aku kepingin banget dengar suara kamu hon.."


" Nin lagi inget... jangan-jangan aa berantem lagi sama Lita karena harus pakai kain hanya sebatas dada. "


" Aku malah lebih mencemaskan ... bahu dan sebatas dadamu.. dilihat sama semua orang "


Balas Yoga dengan suara merajuk.


" aku izin ke kamu waktu mau di lulur, kok kamu nggak izin aku cuma pakai kain seperti itu ?"


Masih merajuk.


" OOO.. ya ampun hon.. Nin kira aa faham kalau siraman kita pasti seperti ini pakaiannya. Nin salah.. belum menjelaskan.. maaf in yaa.. sekarang.. masih bisa Nin ganti supaya lebih tertutup.. "


" Nin tutup dulu kalau begitu yaa... biar Nin ganti dulu.."


" enggak usah hon... !"


Cegah Yoga tiba-tiba


" Namanya mau dimandikan, ritual simbolis yang bermakna menyucikan calon pengantin sebelum akad nikah .. yaaa... harus seperti ini kainnya .. kata Lita"


" untungnya rangkaian melati itu bisa menutup sedikit bagian bahumu hon... "


" iyaa.. maaf yaa sayang... "


"iya.... "


suara Yoga lesu karena gelisah.


" Nin.. tutup telponnya dulu yaa sayang..."


" Acaranya sudah mau dimulai "


" Ok.. Love you Hon.. "


" Love you too a .. "


Kemudian.. setelahnya terdengarlah suara master of Ceremony memandu para tamu undangan untuk duduk dibangku- bangku yang sudah disiapkan, karena acara akan segera dimulai.


Dengan iringan musik dengung,


Calon pengantin wanita keluar kamar yang secara simbolis digendong (atau diais, dalam bahasa Sunda) oleh sang ibu.


Sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sembari membawa lilin menuju tempat sungkeman. Menurut beberapa sumber, prosesi ini bermakna tanggung jawab orangtua kepada anaknya.


Ngaras. 


Setelah itu, calon pengantin wanita melakukan sungkeman dan membasuh kaki kedua orang tua sebagai simbol penghormatan dan permohonan ijin.


Papa mengusap ujung kepala Nindy tanda sayang,


Kemudian Nindy mengeringkan kaki papanya dengan handuk, dan mencium punggung tangan papanya juga pipi kiri dan kanan papa tanda hormat dan sayang.


Dilanjutkan dengan membasuh dan mengeringkan kaki mamanya dengan handuk. Mama mencium kening Nindy dengan derai air mata yang terus mengalir dari semenjak acara membasuh kedua kakinya dimulai, Nindypun mencium punggung tangan dan pipi kanan dan kiri mamanya.


Pencampuran Air Siraman.


Kedua orang tua akan menuangkan air siraman ke dalam bokor, sejenis wadah besar yang cekung dan bertepi lebar terbuat dari logam.


Lalu mengaduk air siraman untuk upacara ngibakan. 


Air siraman berisi bunga setaman dari 7 macam bunga wangi, dua helai kain sarung, dua helai selendang batik, satu helai handuk, pedupaan, baju kebaya, payung besar, dan lilin.  


Kemudian Calon pengantin wanita dibimbing oleh perias menuju tempat prosesi Ngibakan dengan menginjak tujuh helai kain.


Ngibakan dimulai dari sang Ibu, Ayah, dan disusul oleh para sesepuh. Jumlah penyiram ganjil yaitu 7,9 atau paling banyak 11 orang.


Selanjutnya adalah prosesi Potong Rambut. 


Calon mempelai wanita dipotong rambutnya oleh kedua orangtua sebagai lambang untuk memperindah diri baik secara lahir dan batin.


Setelah rambut dipotong, acara dilanjutkan dengan prosesi ngeningan.


Pada prosesi ini calon pengantin wanita juga akan dicukur bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau/sinom, membuat godek serta kembang turi.   


Rebutan Parawanten. Sambil menunggu calon pengantin dirias, para tamu undangan menikmati acara hahampangan dan beubeutian. 


Hahampangan sendiri ialah aneka makanan ringan seperti ranginang, opak, saroja, kue bugis, wajik, kue lapis, dan lain sebagainya.


Sedangkan beubeutian ialah makanan yang sifatnya tumbuh di dalam tanah lalu diolah dengan cara direbus atau dikukus seperti, ubi-ubian, kacang, talas, singkong, dan sebagainya.


Pada acara ini juga dilakukan pembagian air siraman.


Setelah Nindy sudah dirias dan keluar dengan pakaian kebaya sunda yang mengundang decak kagum karena kecantikan calon mempelai wanitanya sangat mencolok dengan kebaya tradisional ala pasundannya.


Acara dilanjutkan dengan Suapan Terakhir


Pemotongan tumpeng oleh kedua orangtua calon mempelai wanita dan dilanjutkan dengan acara memberi suapan terakhir kepada putri semata wayangnya sebanyak tiga kali.


Suapan terakhir menjadi simbol pelepasan orangtua kepada calon mempelai wanita untuk hidup mandiri dengan keluarga baru kelak setelah menikah.


Tanah Rambut. 


Kedua orangtua akan menanam potongan rambut calon mempelai wanita di tempat yang telah ditentukan. Penanaman rambut ini bermakna sebagai membuang atau menguburkan masa lalu calon mempelai yang dirasa kurang baik.


Prosesi Ngibakan telah selesai.


Saat ini Nindy sedang beramah tamah dan menemani sahabat dan keluarganya sambil bercerita dan mencicipi hidangan yang telah disediakan.


Acara Ngibakan pun telah selesai dihotel dimana Yoga dan keluarganya tinggal.


Suasana haru sangat terasa, karena momen-momen seperti ini mengingatkan seluruh keluarga kepada sosok mama Yoga yang telah tiada.


Suasana haru lebih nampak pada prosesi Ngibakan untuk Yoga.


Rasa haru itu juga membuat calon pengantin pria berulang kali menghapus air mata yang mencoba keluar dari tempatnya.


Mama... lihatlah


Yoga akan berbahagia..