Miss Rusuh

Miss Rusuh
Jangan Membohongiku



Sebelum Daniel menyuruhnya Tito segera mencari tahu identitas ke dua pria itu. Dengan segala kecanggihan tekhnologi dan kekuasaan yang Daniel miliki tidak sulit untuk segera mencaritahu siapa pria tersebut.


15 menit kemudian laporan telah masuk kedalam email Tito, dan dia segera mengecek laporan tersebut. Dia sedikit menarik nafas begitu melihat hasil laporan tersebut.


"Apa ada masalah?" Tanya Daniel sambil memainkan bollpoint di tangannya.


"Tidak bos, hanya saja pria yang bersama mereka bukan orang biasa. Mereka artis dan manajer dari negeri Paman Sam" jawab Tito.


"Shitt.....darimana mereka mengenal para wanita itu? Dan tampaknya istriku bahagia berbincang-bincang dengannya" Daniel menggeretakkan giginya karena kesal mengetahui pria yang sedang berbincang-bincang dengan istri dan teman-temannya adalah artis papan atas dan pujaan para wanita diseluruh dunia.


"Aku akan menjemput istriku sekarang" Daniel langsung mengambil jasnya.


"Tapi bos...kita sedang meeting saat ini" ujar Tito bingung. "Lagipula Yugho sedang mengarah kesana bos, anda tidak perlu khawatir bos. Nyonya muda tidak akan pernah mengingkarimu bos" Tito masih saja mengejar bosnya. Begitu mendengar Yugho pergi kesana Daniel tampak mengurungkan niatnya untuk menjemput istrinya.


"Baiklah, katakan pada Yugho agar membawa istriku kesini" lalu Daniel berbelok arah dan langsung menuju ruang meeting.


"Uppss....akhirnya aku bisa bernafas lega" ujar Tito. Jika sudah menyangkut masalah nyonya muda maka masalah bosnya akan langsung berpindah padanya. Dia pun tidak habis fikir mengapa bosnya menjadi begitu possesif sekarang. Padahal jika diperhatikan lebih jauh tidak ada setitik kekurangan yang dimiliki oleh Daniel. Wajah tampan dan tubuh ideal? Itu sudah melekat padanya. Kaya? Tentu saja dia pria yang sangat kaya raya. Famous? Dia sangat terkenal dikalangan pebisnis dan eksekutif. Mana ada wanita yang bisa menolak pesona dirinya. Tetapi kembali lagi ke sifat manusia, walaupun bosnya itu sempurna dia tetap memiliki kekurangan yaitu sifat pencemburunya. Pria tampan jika berhadapan dengan pria tampanpun maka akan timbul rasa tidak percaya diri. Dan itu yang sedang terjadi dengan bosnya saat ini. Tetapi dia bersyukur sudah bertindak cepat karena jika tidak maka saat ini dia yang sibuk melayani pertanyaan semua para direktur kepala itu.


Akhirnya Tito mengikuti Daniel keruangan meeting.


Sementara Yugho segera menyusul ketempat istrinya berada.


Tom dan Abraham meminta nomor telepon mereka, hanya Alma yang tidak mau memberikan nomor ponselnya. Hal ini bukan tanpa alasan dia lakukan karena baru saja suaminya menelponnya dan tau dengan siapa dia saat ini berbincang-bincang. Alma tidak ingin mencari masalah dengan suaminya karena dia tau konsekuensinya apa (alamat diperkosa lagi dengan suaminya😌aaah...otornya aja deh yang diperkosa sama Daddy Niel, ikhlas kok...sumvehh)


Sementara Firda dan Mitha saling bertukar nomor dengan mereka.


Tiba-tiba ponsel Firda berdering, dia langsung kaget dan meminta ijin untuk mengangkat telpon ke pojok ruangan.


"Iya mas..halo...ada apa sayang?" Tanya Firda pelan.


"Kamu dimana sayang?" Yugho


"Aku dirumah mas...sedang rebahan" Firda


"Hmmm....istriku baik sekali selalu menuruti perkataan suaminya" Yugho


"Kan aku mau menjadi istri solehah mas" Firda


"Mas, jadi makin saayaangg sama kamu sayang" Yugho


"Sama mas...aku pun sama" Firda


"Mas sedang dalam perjalanan pulang sayang, tunggu mas dirumah ya cantik" Yugho


"Hah...ohh...beneran mas sedang arah pulang?" Firda langsung terkejut, bagaimana tidak terkejut, dia bilang sedang dirumah sama suaminya sementara saat ini dia sedang berada di kafe. Jika benar Yugho sudah dalam perjalanan pulang maka Yugho akan segera tau jika saat ini dia tidak sedang berada dirumah.


"Mamp*s dah gue, laki gue udah arah kerumah. Gak akan bisa kekejar kalau gue buru-buru pulang sekarang juga. What should i do?


"Mas..." Firda nampak takut-takut ingin bicara.


"Ada apa sayang" Yugho tetap kalem menelpon istrinya dan berpura-pura percaya dengan kebohongan istrinya.


"Anu mas...aku diajak kak Suzil ke tempat kerjanya, nanti kalau mas sudah sampai rumah terlebih dahulu tunggu aku dikamar ya sayang" Firda langsung membaik-baikkan suaminya supaya tidak kena marah mamasnya.


"Baiklah shareloc sayang, mas jemput kamu ditempat kakak kamu sekarang" Yugho


"Hah...oh gak usah mas, tempat praktek kakak sedang ramai pasien. Mas gak perlu jemput aku" Firda.


"Hmm...Baiklah jika seperti itu, mas kerumah ibu dulu saja. Mas kangen ingin ketemu ibu mas sayang" Yugho


"Baiklah mas....salam untuk ibu ya mas sayang" Firda menjawab dengan hati riang.


Sementara Yugho mentertawakan kebodohan istrinya itu.


"Dasar bodoh....sebentar lagi mas akan menangkapmu, tunggu saja waktunya"


"Baiklah sayang....i love u" Yugho


"Love u too mamas sayang...muuaachh" dan Firda langsung mematikan ponselnya lalu bergabung kembali dengan mereka.


"Siapa yang menelpon Fir?" Tanya Tom.


"Ohh...my brother" jawabnya santai. Mendengar jawaban Firda, Mitha langsung tertawa sambil terbatuk-batuk. Karena dia tau jika Firda sedang berbohong.


Sementara Abraham langsung mengambilkan air untuk Mitha dan menepuk-nepuk lembut punggungnya. Mitha nampak kaget menerima perlakuan Abraham kepadanya. Dia langsung menjadi salah tingkah dan nampak memerah wajahnya antara malu dan senang.


"Are you oke girl?" tanya Abraham sambil memegang tangan Mitha


"Ah...iya i'm oke" jawab Mitha dan langsung menarik lembut tangannya dari genggaman tangan Abraham.


Abraham tak berkedip menatap Mitha. " you're so beautiful girl" gumannya, namun Mitha mendengarnya dan tampak merona kembali wajah Mitha dan dia tidak sanggup menatap mata Abraham.


Abraham langsung tersenyum melihat wajah merah Mitha. Entah mengapa menatap wajah Mitha begitu mengasyikkan. Seandainya diijinkan ingin rasanya dia seharian ini menatap wajah merah gadis didepannya itu.


"Apa kamu ada acara nanti malam girl?" Tanyanya dalam aksen inggris.


Mitha nampak menggelengkan kepalanya.


"Do you want to date me?" Tanyanya lagi.


"Hah.. !!! Mitha langsung tercengang bingung. Dia ragu diajak berkencan dengan Abraham.


"Calm down..aku tidak akan kurang ajar terhadapmu" jawabnya berusaha meyakinkan Mitha.


"Aku...aku masih bingung, kita baru saja berkenalan. Aku tidak mau dibilang wanita murahan, baru kenal sudah mau diajak kencan" jawabnya polos.


Abraham langsung tersenyum dan mengacak-acak rambut Mitha. Lagi-lagi Mitha mematung. Firda yang melihat kelakuan temannya langsung menyikut lengan Mitha dan Mitha tergagap lalu menyadarkan dirinya.


"Suwek loe ya....bisa banget mancing sitampan" ujarnya berbisik pelan.


"Dasar bodoh....dia suka sama elo Mith" bisik Firda lagi.


"Ngaco kamu...mana mungkin dia mau sama aku. Mas Jo saja yang tingkat ketampanannya dibawah dia nyuekin aku, apalagi dia yang jauh lebih tampan dari mas Jo, gak mungkinlah suka sama aku...aku bukan apa-apa Fir" Mitha menjawab pelan.


"Aduh...aku tuh gemes sama kamu tau gak, nanti kita bahas lagi. Dia ngelirikin kamu terus tuh" Firda tersenyum melihat Abraham. Sementara Abraham kaget aksinya memandang Mitha ketahuan oleh Firda.


"Nah...ketahuan ya kamu. Apa kamu menyukai temanku?" Tanya Firda


"Yes...aku suka, dia cantik dan lembut kurasa tidak ada pria yang tidak menyukai kawanmu itu girl" jawab Abraham


"Dengar ya...tidak mudah untuk mendapatkan temanku itu. Dia terlalu baik jika kamu hanya ingin bersenang-senang saja sebaiknya cari wanita lain, jangan kawanku" Firda mengingatkan Abraham.


"I'm seriously girl, hanya saja saya tidak tahu apakah kawanmu itu ingin menjadi teman spesialku atau tidak, itu masalahnya.


(Gaess....mereka berbicara dengan bahasa inggris semua ya, otornya payah bahasa english-nya, jadi diindonesiakan saja😂maafkan)


"Heyy....kalian sukanya dengan wanita yang kalem dan lembut ya? Apa gak ada yang suka nih sama aku?" Tanya Firda jengkel. Masalahnya kedua pria itu ada yang menatap Mitha dan ada yang menatap Alma dan tidak ada satu pria yang menatap dirinya.


Mendengar pertanyaan Firda Tom dan Abraham langsung terkekeh.


"Kamu gadis yang lucu" ujar Tom.


"Hanya lucu?udah gitu aja? Iih.. kalian ini,tau begini mah aku gak mau kenalin kalian sama teman-temanku" Firda masih saja ngoceh karena kesal.


"Fir...ingat mamas say" ujar Alma mengingatkan.


"Sssttt....anggap saja aku sedang amnesia" jawabnya kalem. Mendengar jawaban Firda yang slenge-an membuat Alma mencubitnya. Firda meringis kesakitan.


"Iya mommy Al.. iya...duhhh, gak bisa diajak kompromi nih mommy" ujar Firda sambil memanyunkan bibirnya.


"Ehhh...bentar ya genks, my brother menelpon lagi" Firda kembali menjauh dari teman-temannya.


"Iya sayang...halo ada apa ganteng" Firda langsung memuji suaminya.


"Sayang....mas tidak jadi kerumah ibu, bos Daniel memerintahkan mas untuk menjemput istrinya" jawab Yugho


"Hah...ke-kenapa harus jemput Alma sih mas?" Tanyanya lagi. Kali ini bisa habislah terbongkar kebohongannya oleh suaminya.


"Iya sayang...bos akan mengajak istrinya ke jepang malam ini, ada tugas yang harus diselesaikan disana" Yugho


"Ohh...mas sudah sampai mana?"Firda


"Memangnya kenapa?" Yugho


"Tidak mas, aku hanya ingin memastikan saja" Firda


"Tumben kamu tanyanya mendetil sayang, ada apa?memang ada yang kamu sembunyikan?" Yugho


"Hehehe...tidak sayang, cuma nanya aja. Itu kan bentuk kekhawatiran aku terhadap suamiku tercinta mas" Firda


"Mas masih dijalan sayang...masih jauh,kira-kira masih setengah jam lagi" Yugho


"Ohhh...." dalam hati Firda bersyukur jika jarak suaminya menuju kafe-nya masih setengah jam lagi. Itu artinya dia masih punya waktu untuk buru-buru pulang kerumah.


"Baiklah mas...hati-hati sayangkuh, salam buat Alma ya mas" Firda


"Baik sayang...nanti mas sampaikan" Yugho


Firda buru-buru menutup telponnya dan kembali bergabung dengan mereka.


"Gaess...gue mesti cabut duluan nih, hasben gue lagi otw ke mari. Jangan bilang gue tadi bersama kalian ya. Soalnya gue bilang lagi ditempat kerja kakak gue" Firda buru-buru merapikan tasnya.


"Kamu berbohong ingin bertemu kita-kita?" Alma langsung geleng-geleng kepala.


"Gaess....demi kalian aku berbohong, kalau tidak bohong aku tidak bisa kemana-mana, pliss" Firda nampak memohon.


"Baiklah kumaafkan" jawab Alma


"Al...laki gue mau jemput elo, cepet siap-siap sekarang" ujar Firda memberitahu


"Hah!!...serius?" Tanya Alma bingung. "Tapi hubbie tidak ngomong apa-apa tadi pagi"


"Gue gak tau Al, kak Daniel ada kerjaan di Jepang dan elo disuruh ikut buat nemenin dia" ujar Firda sambil bersiap-siap hendak berangkat.


"Hmmm....hubbie...hubbie...cemburumu kumat lagi bie" guman Alma.


"Gaesss...tanpa mengurangi rasa hormat aku balik duluan ya sampai bertemu kembali...see u next time" ujar Firda.


"Oke girl...bye" jawab Tom dan Abraham.


Firda buru-buru pergi dari tempat itu dia berharap tidak bertemu dengan suaminya dan ingin segera sampai di rumah tetapi begitu dia membuka pintu hendak keluar tiba-tiba tubuhnya lemas lunglai, suaminya sedang berdiri dihadapannya.


"Hah....amsyong dah gue"🥴


*************


Kapok kamu Firdaaa😂😂


"Ncieeee....cieee Mitha mukanya merona 😂


Mommy Al....daddy cemburu kamu ngobrol sama cowok ganteng...hayooo loh, kamu mesti ikut daddy kemanapun daddy bertugas😂


Punya istri muda dan cantik membuat hati para suami kebat-kebit. Biarkan sajalah ya namanya juga menggalu😌


Maaf jika banyak typo gaess


Love you all😘😘