Miss Rusuh

Miss Rusuh
BonChap 5



Tak terasa waktu terus berlalu.Anak-anak semakin besar dan dewasa. Alma juga pada akhirnya melahirkan bayi perempuan yang sehat dan cantik. Semua keluarga menyambutnya dengan gembira terutama Daniel. Dia yang begitu antusias dengan kelahiran anak bungsunya itu. Kakak-kakaknya sudah besar-besar semua hingga memudahkan Alma untuk merawat si kecil secara mandiri. Si bungsu sudah seperti boneka mainan kakak-kakaknya. Semua berebut untuk menyayangi adik kecilnya itu.


Enam bulan kemudian Mytha melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Kehadirannya begitu ditunggu-tunggu. Abra dan Mitha merasa sangat bahagia karena pada akhirnya kerja keras mereka tidak sia-sia.


Firda tidak mau hamil lagi padahal Yugho sudah berkali-kali meminta pada isyrinya agar Firda mau memberikan satu lagi anak untuknya. Namun dengan tegas Firda menolaknya. Motonya 'Dua anak saja cukup' apalagi dia sudah punya sepasang anak. Jadi tidak ada alasan untuk penasaran memiliki seorang anak lagi.


"Harta...Tahta...istri seorang pengusaha. Dibolehin bekerja, dibuatin kantor baru maka dia jualan daster, membuka toko tas dengan harga yang terjangkau dan kualitas premium. Membuat toko kue dan juga berjualan kue dan tak lupa menjual obat pelangsing juga selain menjual obat rahasia wanita indonesia "


Begitulah kesibukan Alma dan Firda mengurus kantor mereka berdua namun perhatian dan dukungan dari suamilah yang semakin membuat mereka bersemangat untuk bekerja.


Firda dan Alma sukses dengan usaha yang mereka rintis. Beberapa kali mereka diliput sebuah majalah bisnis. Bahkan terkadang diundang ke beberapa radio untuk meminta beberapa tipsnya ala mereka mengingat usaha yang mereka rintis mendulang sukses, pun sekalian meminta tips tetap langsing dan awet muda walau sudah memiliki 4 orang anak namun penampilan mereka bak abg yang belum melahirkan.


*******


Siang itu diadakan jamuan makan siang bersama. semua sanak saudara dan teman-teman dekat ngumpul semua dirumah Daniel. Bukan tanpa alasan Daniel mengumpulkan mereka semua. Karena nanti malam Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel akan langsung bertolak ke AS untuk melanjutkan kuliah S1&S2 disana.


Alma terus saja menangis karena ini pertama kalinya dia akan jauh dari anak kesayangannya. Daniel terus saja membujuk dan meredakan kesedihannya.


"Sayang....anak kita sudah besar sudah waktunya dia belajar mandiri. Mau jadi apa anak kamu jika masih berlindung diketiak mommynya? Ingat sayang....Ziel punya tanggung jawab yang besar, dia yang akan mengelola perusahaan kita. Suatu saat nanti dia yang akan memimpin perusahaan itu menggantikan kakak.


Sstt....sudah sayang....diamlah lihatlah Mikaela dia bermain sendiri, apa kamu tidak berniat mengajaknya bermain sayang?" Tanya Daniel


Seketika Alma tersadar lalu memeluk suaminya. Daniel mengeluarkan saputangan dan menengadahkan wajah istrinya lalu mengelap air matanya dari mata bening istrinya itu.


"Cup....cup....masih ada 3 orang anak yang membutuhkan mommynya. Ayo sayang kita keluar" Daniel langsung menggandeng mesra tangan istrinya dan mengajaknya keluar dari kamar membaur dengan semua orang yang ada.


Nisha memeluk adiknya dan memberikan wejangan-wejangan sedikit untuk menghibur adiknya. Karena sebelum Alma ditinggal oleh Ziel, Nisha sudah terlebih dahulu ditinggal oleh Zoey untuk melanjutkan kuliah di negeri Paman Sam itu.


Begitu juga dengan Akbar dia juga ikut membesarkan hati kakaknya itu.


Tak ketinggalan Firda, Mitha juga Ana ikut menghibur Alma.


Sementara Ziel malah asik berkumpul dengan semuanya.


"Aku akan satu kampus dengan kak Zoey. Tak sabar rasanya menunggu keberangkatanku" ucap Ziel.


"Ingat kak disana kamu harus belajar jangan pacaran dulu" tambah Axel


"Apa sih anak kecil berani menasehati yang lebih tua"cibir Ziel


"Benar apa yang Axel katakan Ziel. Tugas kamu belajar disana bukan main-main oke?" Daniel mengusap-ngusap kepala anak sulungnya itu yang datang secara tiba-tiba dibelakang Ziel.


"Oke.. oke dad aku pegang janjiku" jawab Ziel.


Sepeninggal Daniel, Earlyn mendekati Ziel.


"Aku akan merindukanmu kak...sangat merindukan" ucap Earlyn. Ziel tersenyum seraya menggenggam tangan Earlyn lalu memeluknya.


"Aku juga akan merindukanmu gadis kecil" mereka berpelukan layaknya adik dan kakak.


Celline yang tengah membawakan minuman untuk Ziel diam sesaat melihat pemandangan yang menyilaukan matanya itu. Taklama kemudian dia pun segera berbalik badan dan pergi dari tempat itu. Lalu dia pun memberikan minuman yang dibawanga itu untuk Axel.


"Tengkiu cantik" ucapnya lalu dia pun menenggak minuman itu.


"Kenapa kamu gak jadi memberikan minuman ini kepada kakak?" Tanya Axel


"Tidak apa-apa" jawabnya pendek.


"Aku melihat ada kecemburuan dimatamu Line" Axel terus saja memandangi Celline dengan antusias. Dipandang seperti itu oleh Axel malah membuat Celline kesal.


"Jangan menatapku seperti itu. Aku bukan penjahat" jawabnya


"Kelak kamu akan menjadi penjahat cinta line" ucap Axel datar.


"Hah....jangan ngaco" lalu Celline menggebuk pundak Axel kemudian Axel menangkap tangan Celline dan malah memeluknya. Tentu saja itu semakin membuat Celline marah dia takut jika Ziel melihatnya sedang dipeluk oleh Axel.


Sementara itu Jasvier sedang menemani Queen menata kue dimeja jamuan. Sambil sesekali memetik buah anggur dan menyuapi Queen.


"Stop Jasvier nanti aku akan tampak semakin gendut" Queen masih menerima suapan terakhir Jasvier.


" Tidak masalah jika kamu gendut Queen. Aku akan menerimamu dengan tangan terbuka. Semakin kamu gendut maka aku semakin suka" ledek Jasvier.


"Tidak mungkin aku akan seperti itu Vier, kamu tau kan cita-citaku ingin menjadi model terkenal. Maka aku harus selalu menjaga penampilanku" lalu Queen berkaca dan melihat tubuh langsingnya didepan kaca itu.


"Sayangku dede Queen"


Alice datang dan langsung memeluk Queen.


"Kakak" teriaknya


"Adikku sudah semakin besar" ujarnya


"Iya dong kak...masa aku mau kecil terus sih" jawab Queen.


"Kakak tidak melanjutkan kuliah di luar negeri kah?" Tanya Queen


"Tidak sayang...mommy melarangku. Dia tidak bisa jauh dariku"


"Oh...i see...mommy Al juga nangis terus daritadi. Soalnya kak Ziel akan flight nanti malam"


"Ya sudah kakak mau ke tempat Ziel dulu ya dek, dah Jasvier. Jangan nakalin adikku ya Vier" ucap Alice lalu dia bergegas menemui Ziel untuk menyampaikan salam perpisahan.


"Ziel" panggil Alice.


Mendengar namanya dipanggil Ziel lalu tersenyum dan menghampiri Alice.


"Kamu akan terbang malam ini kah?" Tanyanya


"Tidak mungkin Ziel,mommy melarangku kuliah di luar. Aku akan melanjutkan kuliah di UPH saja" jawab Alice


"Sayang sekali ya...padahal kamu akan bagus jika melanjutkan studi disana"


"Sudahlah cukup kamu saja yang kuliah disana. Sampaikan salamku buat kak Zoey"


"Baiklah nanti aku salami" jawab Ziel


"Makanlah....aku akan menyuapimu" ujar Alice


"Kalian semua baik sekali kepadaku, aku akan merindukan kalian semua" ucap Ziel


Taklama kemudian Alma datang menghampiri mereka berdua.


"Alice" Alma langsung memeluk Alice


"Mama Al" Alice memeluk Alma dengan erat begitupun dengan Alma kemudian dia juga memeluk Ziel. Anak kesayangannya itu.


"Mommy akan merindukanmu nak"


"Mom....jangan menangis terus nanti aku tidak akan tega meninggalkanmu. Aku janji setiap hari akan menelponmu mom" Ziel nampak memeluk mommynya dengan tubuh jangkungnya itu.


Sementara itu Celline hanya bisa melihat tubuh Ziel dari jauh. Dia pun mendoakan yang terbaik untuknya. Ingin rasanya dipeluk juga oleh Ziel namun dia tidak berani menampakkannya.


Akhirnya dia pun meninggalkan mereka semua dan memilih berkumpul bersama Queen dan Jasvier.


Celline berdiri ditaman bunga milik Alma dan dia pun mencuri setangkai mawar putih dan diam-diam dia meletakkan mawar itu dikamar Ziel.


"Semoga sukses segera kamu raih dari pengagummu" begitulah bunyi surat singkat dari seorang penggemar rahasia Ziel.


namun Ziel tidak sempat membaca surat itu karena surat dan mawar itu raib dari kamarnya.


Celline menjaga Mikaela karena mommy Al sedang sibuk bersama saudara, kakak dan teman-temannya.


Taklama kemudian Ziel menemui Mikaela adik bungsunya itu dan menciuminya.


"Terima kasih Celline sudah menjaga adikku. Aku menyayangi kalian berdua" Ziel pun merangkul Celline dan juga Mikaela. Dia memberikan coklat kepada Celline dan dengan antusias Celline menerimanya. Namun Earlyn yang melihat kejadian itu langsung membuang muka dan marah kepada Celline.


Tibalah keberangkatan Ziel mommy Al tidak mau melepaskan Ziel dia terus saja menangis. Akhirnya Daniel meraih tubuh istrinya seraya langsung memeluknya. Pesawat jetpri sudah menunggunya sedari sore tadi dan terparkir dilandasan halaman belakang rumah Daniel.


Ziel memeluk mommy dan daddy-nya sekali lagi lalu dia pun melambaikan tangannya kepada semua orang. Taklama kemudian dia pun masuk kedalam pesawat itu kemudian pesawat itupun lepas landas membawa Ziel ke belahan dunia yang lain.


Disanalah Ziel akan melanjutkan kuliahnya sampai dia lulus S2.


Sepeninggal Ziel taklama kemudian merekapun meninggalkan kediaman rumah Daniel.


Jordan,Ana dan Javier pulang ke rumahnya begitu juga dengan Allea, Darren dan Alice.


Taklama kemudian Nisha,Zico dan kedua anak kembarnya meninggalkan rumah Alma. Disusul kemudian oleh Mitha,Abra, Prince dan Earlyn.


Terakhir Yugho,Firda,Kean dan Celline pergi meninggalkan rumah Alma.


Rumah Alma menjadi hening. Dia dikamar kembali menangis taklama kemudian Daniel menghampiri istrinya sambil mendekatkan Mikaela kepada mommynya.


"i love you mom" tiba-tiba Queen dan Axel masuk ke dalam kamar daddynya. Merekapun tampak memeluk dan memberi kekuatan kepada mommynya. Terakhir Daniel tampak memeluk mereka semua.


The End


*********


Akhirnya sampai juga diujung cerita🤧.


Kita akan bertemu kembali dicerita yang baru genks.


Sudah up ya gaess tapi baru 1 bab. aku lagi nulis bab 2 nya🤗



Para pemain


Darielle Abrisham Nathaniel (ziel)



Derrick Axel Nathaniel (Axel)



Celline



Earlyn



Jasver (Jasvier)



Tania (baru)