Miss Rusuh

Miss Rusuh
Mertua vs Mama



Firda masih saja sibuk menjaga babynya. Sementara Yugho kembali meneruskan tidurnya.


"Tumben nih nggak ada yang menelpon. Mama gak nelpon, mbah uti juga gak nelpon dek. Kok tumben sih gak ada yang mau nyulik kamu dek" Firda mencubit-cubit gemas pipi putrinya.


"Anak papah cantik amat sih"


"Oouee..uuwww...wwwooo" celoteh baby Celline. Firda mengajak main anaknya, sambil membaca pesan WA yang masuk.


"Ah..si bibi siang lagi datangnya. Males banget aku ngerapiin rumah"


Untuk menghilangkan bete-nya akhirnya Firda mengajak anaknya keluar berkeliling komplek hingga baby Celline tertidur.


"Ahh....lega rasanya klo inces sudah bobo"


Melihat anak dan suaminya tertidur akhirnya Firda menuju dapur dan mulai memasak ala-ala dia.


Taklama kemudian handphonenya berbunyi.


"Iya mah...aku dirumah, mama mau kemari?mau aku jemput?"


"Nggak perlu sayang, mama sama papa mau ngambil Celline mama kangen"


"Masih bobo anaknya mah, aku siapin dulu baju-bajunya mah" taklama kemudian Firda menutup telponnya dan segera menyiapkan segala sesuatunya.


"Ups...akhirnya si mama yang ngambil Celline. Wuihh...asik ini bisa berduaan sama mas yayang" Firda senang begitu mengetahui mamanya akan mengambil Celline. Bayangan akan bermesraan dengan suaminya segera menari-nari diotaknya.


Tak lama bel pun berbunyi dengan cepat Firda membuka pintu rumahnya.


"Aku tau pasti mama mau ngambil Celine kannn?"ujar Firda bersuka cita.


"Ohh...eh...ibu aku kira siapa...hehehe...ayo masuk bu" Firda mempersilahkan ibu mertuanya masuk ke dalam rumahnya.


"Kok kamu sudah tau sih jika ibu akan datang sayang" ujar mama Yugho.


Lalu memeluk dan mencium Firda.


"Iya ibu memang mau minjam Celine hari ini. Mana putri ibu nak?"


"Di kamar bu Celine lagi tidur sama ayahnya" jawab Firda.


"Ibu tengok ya kesana" ujarnya sambil berjalan menuju tangga.


"Iya bu, ayah gak ke atas juga?" Tanya Firda kepada ayah Yugho


"Tidak, ayah disini saja" jawabnya sambil duduk dan membaca koran


"Buatin ayah es jeruk Fir, ayah haus"


"Oke....siyap yah" jawab Firda.


"Mentang-mentang udah baik sama aku, kenapa sekarang jadi tukang merintah ya ayah mas Yu" bisik Firda dalam hati


"Fir...apakah Firnie masih suka menghubungi Yugho?" Tanyanya


"Entah yah....aku nggak pernah tanya mas Yu" jawabnya.


"Waduh...mode bahaya ini tiba-tiba ayah nanyain mak lampir" ujar Firda dalam hati.


"Memang Firnie masih suka menghubungi mas Yu ya yah?"


"Ayah nggak tau Fir...cuma nanya saja, takutnya masih konyol aja gadis itu"


"Ooww...iya.. iya..kenapa dia gak nikah-nikah sih yah?padahal umurnya sudah matang loh. Asal jangan masih nungguin mas Yu aja dia"


"Nggak Fir...mana bisa seperti itu. Oh ya gimana kabar mamamu?"


"Baik yah...nanti juga kesini mama, mau minjam Celline"


"Loh...ayah sama ibu kemari juga mau minjam Celline Fir"


"Hah...waduh kenapa jadi rebutan Celline?wkwkkwkw"


"Kami mau ajak Celline kerumah adik ibumu. Ada acara kumpul-kumpul disana. Sebaiknya kamu ikut juga Fir"


"Nggak ah yah....aku mau ngajak mas Yu jalan-jalan. Mau pacaran lagi mumpung mas Yu libur"


"Hmmm...baiklah, siapin semua keperluan Celline"


"Sudah semua aku siapin yah"


"Ya..ya...ya" jawab ayah Yugho santai.


Ibu Yugho segera ke kamar anaknya dan menengok cucunya, tampak Celine sedang bermain sendiri sambil menghisap jari tangannya. Dengan tersenyum dia menghampiri cucu kesayangannya dan langsung menggendongnya.


"Cucu nenek lagi main sendiri..duh..duh..duh. Papanya bobo ya nak kamu main sendiri ya" diciuminya cucunya itu sampai Celline tertawa-tawa dan membangunkan Yugho.


"Ibu! kapan datang bu?sama siapa?" Tanya Yugho lalu dia mengucek matanya dan akhirnya bangkit berdiri.


"Sama ayahmu nak, kami ingin meminjam Celline hari ini"


"Firda sudah tau bu?"tanyanya


"Sudah nak...ayo ibu mau turun, ayahmu ada dibawah"


Ibu Yugho segera keluar kamar begitupun dengan Yugho.


"Ayah" Yugho segera menghampiri ayahnya dan memeluknya.


"Kami ingin mengambil Celline Go, ibumu mau kerumah adiknya sekalian mau memamerkan cucunya" jawab ayah Yugho


"Sayang...kamu sudah menyiapkan semua keperluan dedek?"


"Sudah semua mas....sebentar aku turunin dulu barang-barangnya" Firda segera bergegas ke atas dan mengambil semua peralatan Celline.


"Sebaiknya kalian segera punya anak lagi, biar ada temannya Celline" ucap ayah Yugho sementara Yugho hanya tersenyum saja.


"Nanti yah, nunggu Celline berusia 2 tahun dulu" jawab Firda.


"Done...perlengkapan dedek sudah siap semua yah"


"Oke....ayah bawa ke mobil dulu semuanya"


"Sekalian saja kita jalan pak..biar tidak kena macet"


"Ya sudah kalau begitu. Yugho..Fir...ayah langsung berangkat ya" ucapnya


"Ibu juga ya...kalian baik-baik berdua dirumah ya. Ibu pamit yo"


"Iya bu...hati-hati dijalan bu...ayah" ucap Yugho


Mereka pun berpamitan, Yugho dan Firda mengantarnya sampai luar pagar. Kemudia Yugho segera menutup pintu pagar kembali.


"Kamu masak apa mah"


"Aku dong sudah bisa masak opor pah" ujarnya bangga.


"Serius?" Tanya Yugho sambil mengalungkan tangannya dipinggang Firda.


"Serius lah pah masa bo'ong sih"


"Ya...ya...ya...aku percaya" jawab Yugho sambil menciumi pipi Firda


"Oohh..auww...geli pah" ujar Firda sambil tertawa saat tangan Yugho menggelitiki perutnya. Firda pun tidak mau kalah, dia segera berbalik dan meremas-remas garuda milik suaminya sambil sibuk menciumi bibir suaminya. Merekapun segera berperang lidah. Seolah-olah tak mau ada yang mengalah. Firda segera mendorong tubuh suaminya ke sofabed lalu dia duduk diatas tubuh suaminya sambil memaju-mundurkan bok*ng sexy-nya kemudian menarik tangan Yugho menuju dadanya sehingga membuat merah wajah suaminya karena terbakar nafsu. Disaat mereka sedang menegang tiba-tiba bel pintu berbunyi.


"Mah....ada yang datang"


"Biarin aja pah...lagi nanggung"


"Tapi bel itu menggangguku"


"Anggap saja papa nggak dengar" lalu Firda membungkam kembali bibir suaminya dengan ganas.


Susah payah Yugho melepaskan diri dari pelukan istrinya yang sedang kesurupan jin mesom itu.


"Tahan sebentar sayang...mas lihat dulu siapa yang datang" Yugho segera bangkit sementara Firda merasa kesal sendiri.


Yugho segera membuka pintu rumahnya dan tampaklah mama Erlin bersama papa Josh disana.


"Mama...papa" Yugho segera menyalami keduanya.


"Sayang...ada ibumu datang" ucap Yugho


"Ya Tuhan..mati lah gue"🥴


"Mama...papa" Firda segera memeluk kedua orang tuanya.


"Mana Celline sayang?" Tanya mama Erlin


"Ohh...eehh...aduh maaf ma, Celline sudah dibawa mamanya mas Yugho" ujar Firda sambil menggigit-gigit bibirnya karena rasa bersalah


"Loh...mama kan sudah telpon dari tadi Fir?"


"Iya mah....tapi mamanya mas Yugho datang terlebih dahulu"


"Sayang...kenapa kamu tidak bilang jika mamamu ingin membawa Celline"


"Aku lupa mas" jawab Firda.


"Dasar kamu ini...mama sudah jauh-jauh kemari tetapi yang dicari malah tidak ada" mama Erlin nampak kesal dengan anaknya itu.


"Sudahlah mah...kan masih ada waktu esok toh" ujar papa Josh berusaha meredam kekesalan istrinya itu." Anggap aja kita kesini mau menjenguk anak kita"


"Nah...betul itu mah...harusnya mama kemari jengukin aku...jangan nanyain Celline dulu. Hatiku kan jadi terluka kalau begini mah" Firda mulai berdrama ria.


"Alaahh....anak satu ini selalu saja punya seribu alasan untuk menutupi kesalahannya" mama Erlin segera menjewer telingan anaknya dan Firda meringis kesakitan.


"Mama...ingat mah, Firda bukan anak gadismu lagi dia sudah memiliki suami. Jangan suka menjewer telinganya lagi mah"


"Memangnya kenapa jika dia sudah menikah pah?toh dia juga tetap anak mama kan?"


"Iya....papa mengerti, maksudnya jangan memperlakukan lagi Firda seperti anak kecil mah"


"Eleehh...memang dasar si papah...anak gadisnya nggak boleh dicolek sedikit saja"


"Jangan pada ribut pah..mah...mendingan kita makan opor yuk. Aku bisa dong masak lontong opor mah"


"Kebetulan Fir...papa lapar" ujar papa Josh.


"Aku siapin dulu ya pah...tunggu 10 menit lagi" Firda pun segera bergegas ke dapur dan menyiapkan segala yang ada. Setelah selesai semua dia mengajak suami, papa dan mamanya makan.


"Taram...hidangan sudah jadi"


"Waah...anak papa sudah pintar masak" papa Josh segera mencium kening Firda.


( dasar papa Josh Firda cuma masak lontong opor saja segitu bangganya. Padahal Firda masak cuma mengandalkan bumbu racik yang sudah jadi🤣lontong pun dia beli,bawang goreng dan krupuk buatan bi sofi)


Papa segera duduk dan mengambil makanannya kemudian segera melahapnya. Dia memuji masakan Firda. Tapi ya jika boleh jujur kurang enak masakannya. Beda dengan mama Erlin, dia segera memprotes masakan Firda. Tetapi papa Josh malah membela Firda.


"Papa...jika papa selalu membelanya dia tidak akan pernah belajar dari kekurangannya.Ini kurang mantap rasanya Fir, bumbu apa saja yang kamu pakai?"tanya mama Er


"Ohh...itu...itu cuma pakai bumbu racik yang sudah jadi mah"


"Ini beneran kamu tidak tambahin bumbu-bumbu lagi?"


"Iya mah...nggak pakai apa-apa lagi cuma pakai bumbu racik aja" jawab Firda


"Ya Tuhan" mama langsung geleng-geleng kepala.


"Yugho....apa kamu setiap hari disajikan masakan seperti ini?" Tanya mama Er


"Ehh....iya mah" jawab Yugho senyum-senyum, dia maklum istrinya memang belum pandai memasak.


"Hadehh...lain kali kamu harus protes jika masakan istrimu tidak enak"


"Widihhh....mama ngegas aja nih....hati2 mah ada gajlukan" ujar Firda kesal.


"Dimana-mana tuh orang tua belain anaknya mah....lah ini punya mama satu malah lebih sayang sama menantunya. Anak mama ini mah (sambil menunjuk dirinya sendiri) bukan dia ( sambil menunjuk Yugho)"


"Makanya kamu harus pintar memasak biar suami kamu tidak pulang ketempat lain" jawab mama Er santai.


"Maksud mama mas Yu bakalan punya perempuan lain yang pinter masak gitu?" Tanya Firda


"Hmmm....bisa jadi" jawab mama santai sambil menyuap lontongnya.


"Hiliihh....kalau begitu suruh saja mas Yu nikah sama mbak warteg yang diujung sana" jawab Firda sewot


"Hahahaha" Yugho tidak dapat menahan ketawanya melihat kemurkaan diwajah Firda. Untung saja ribut sama mamanya jadi dia tidak perlu melerainya.


"Diam mas....jangan ketawa...seneng ya dibelain mama?" Firda melirik kesal ke arah suaminya.


"Sayang....aku selalu makan semua yang kamu masak walaupun rasanya tidak enak. Aku nggak pernah protes, cuma jika seperti ini terus-menerus nanti anakmu yang akan komplain" jawab Yugho


"Iya....iya..besok aku mau masuk sekolah chef....tapi kamu jangan marah ya mas jika nanti chef-nya nempel ke aku terus" jawab Firda


"Hah....apa maksud kamu Fir?"


"Seperti biasanya mas...cowok yang dekat sama aku pasti buntut-buntutnya cinta sama aku" jawab Firda menyombongkan diri


"Cari chef yang wanita" jawab Yugho


"Nggak ah....aku lebih semangat kalau cowok yang ngajar mas"


"Jika begitu aku akan ajak sekretaris kantor untuk menemaniku" jawab Yugho licik


"Apa....tidak bisa....enak aja kamu mau main-main dibelakang aku"


"Hehehe....biar bukan hanya aku yang cemburu sayang maka kamu pun harus cemburu juga"


"Jiahhh....bisa begitu mas, dasar licik kamu"


"Aku tidak licik sayang...hanya membalas apa yang kamu perbuat"


"Bodo amatlah" jawab Firda


Yugho tertawa senang melihat istrinya sudah mulai putus asa.


"Sudah....sudah jangan bertengkar, papa ingin mengajak mamamu belanja. Apa kamu mau ikut sayang?" Tanya papa Josh


"Nggak ah pah....lagi males shopping gak ada yg dilirik"


"Ya sudah kalau begitu papa sama mama pamit sajalah. Yuk mah kita jalan sekarang biar tidak terlalu malam kita pulangnya" Papa Josh mulai bangkit berdiri dan mengajak Erlin untuk segera meninggalkan rumah Firda tersebut


"Oke sayang...mama pulang dulu ya, jaga diri baik-baik. Ingat Go jangan pernah berani memukul anak mama. Karena mama akan mengejar kamu walaupun kamu mengumpat dilobang semut sekalipun, pasti mama tau" ancam mama Er


"siyap mah....aku akan menjaga anak mama dengan seluruh jiwa ragaku, mama ...tenang saja, aku sayang sama Firda jadi tidak akan mungkin berani memukulnya mah" jawab Yugho


"Baguslah kalau begitu. Sayang mama pamit pulang ya..besok Celline jadwal mama ya Fir"


"Iya mah....iya" jawab Firda


"Bye-bye sayang kami pulang dulu" papa Josh dan mama Erlin berpamitan kepada Yugho dan Firda. Setelah itu mereka langsung tancap gas untuk melanjutkan perjalanan ke sebuah mall besar di Jakarta.


"Aahh....akhirnya kita bisa melanjutkan pekerjaan kita yang tertunda ya pah" Firda membelai-belai dada bidang suaminya dan menciuminya. Hari ini dia akan memanjakan suaminya dengan tubuhnya. Merekapun segera menuju sofabed kembali dengan tubuh saling menindih.


Lidah merekapun saling melum*at dan mengec*p hingga nafas mereka saling memburu. Tangan Yugho mulai bergerilya menjamah bok*ng istrinya dan menekannya hingga membuat Firda mendesah dan memejamkan matanya. Namun tak lama kemudian bel rumahnya pun berbunyi kembali.


"Hadeehhh.....siapa lagi sihhh???"ujarnya geram


"Kita lanjutin terus mas....aku gak mau berhenti"


"Sayang...akan sangat berisik jika kita tidak membukanya. Mas lihat dulu ya sayang siapa yang datang " Yugho segera meresleting celananya dan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Sssttt....diam-diam ya mas" ujar Alma dan Mitha berbarengan.


"Ayo....ayo silahkan masuk, Firda ada diruang keluarga" jawab Yugho pelan


Kemudian merekapun menuju ruang tamu dan melihat Firda yang sedang rebahan santai.


"Surpriseeeeee" jawab Alma dan Mitha bersamaan.


"Aahhh...kaliannnn..teman-temanku yang paling rese..kenapa kalian tidak datang 1 jam lagi seehh?? Kalian menggangguku tau gak sih. Dua kali pemanasan gak jadi-jadi nancapnya..huhuhu" Firda pura-pura menangis. Sementara sahabat-sahabatnya menyukurinya.


"Sookoooorrr" jawab mereka berbarengan.


*******


Hehehe....maaf lama gak up. Lagi mati ide buat menulis🤧🤧


Semoga bisa secepatnya menyelesaikan novel ini🤧🤗


Love you gaess🤗🤗😘😘