Miss Rusuh

Miss Rusuh
I Love You Mom



Akhirnya mereka tiba dirumah sakit. Dan mereka tak perlu menunggu waktu yang lama karena Yugho sudah membuat janji eksklusif dengan Dokter Dea. Diawali dengan nama dan usia lalu dilanjutkan dengan pertanyaan seperti kapan terakhir haid adalah pertanyaan umum yang selalu ditanyakan oleh Dokter Dea.


"Wah-wah Mas Yugho tau-tau sudah bawa istri saja kemari. Tapi mba Firda mau ya makan dan minum susu, tidak ada gejala mual-mual kan? Wah hebat ini mamanya. Pasti anaknya segagah ayahnya nanti ya" ucap Dokter Dea.


"Muntah mah tetap Dok tetapi bukan saya yang muntah-muntah melainkan suami saya Dok" jawab Firda.


"Waah....dedeknya ingin ayahnya yang merasakan kehadirannya ya, pasti nanti tambah sayang sama papanya nih" ujar Dokter Dea.


"Yuk kita cek sudah berapa bulan usia kehamilannya"


Lalu Dokter Gea menyuruh Firda untuk berbaring dan suster pun segera membuka daerah perut Firda dan mengoleskan gel di probe taklama kemudian Dokter Dea mulai menjalankan probe itu dan menyusuri rahim Firda guna mencari tahu keberadaan dan usia janin.


"Wah sudah hampir 12 minggu ini mba ( dipercepat ya mereka sudah menjalani usia pernikahan selama hampir 5 bulan), sudah mulai nampak babynya hanya belum bisa dipastikan jenis kelaminnya. Beratnya cukup dan bagus semuanya detak jantungnya pun bagus. Selamat Mas Yugho dan Mba Firda sebentar lagi akan menjadi ayah dan ibu. Dijaga baik-baik ya kandungannya. Nanti saya resepkan vitamin untuk ibu hamil, jika masih keluar flek langsung diminum obatnya ya, itu obat untuk penguat kandungan. Dokter Dea menjabat tangan Yugho dan tangan Firda.


"Dok, jika masih sudah tidak ngeflek apakah kami bisa melakukan hubungan suami istri?" Tanya Yugho


"Tentu saja boleh tapi sebaiknya dipastikan dulu ya Mas, Mbak Firdanya sudah tidak keluar flek lagi dan lakukan dengan perlahan jangan lupa hindari posisi yang kira-kira akan mencederai bayi" demikian penjelasan Dokter Dea.


"Baiklah Dok, terima kasih atas penjelasannya.


Setelah menebus resep akhirnya mereka pergi meninggalkan rumah sakit itu.


"Gila ya mas, ini rumah sakit milik Kak Daniel juga?mimpi apa Alma dapat suami tajir melintir gitu. Gak kebayang segala dia punya tapi mereka tidak sombong ya mas. Aku nggak nyangka Alma sekaya itu" Firda nampak melihat-lihat secara detil tiap sudut Rumah Sakit milik grup H itu.


"Lalu, apa kamu menyesal menikah dengan Mas sayang?" Tanya Yugho dan tampak mulai tak percaya diri.


"Ya tidak dong Mas ku sayang, aku bahagia bisa menikah dengan kamu suwer" ujar Firda sambil membentuk jari bentuk V. Yugho langsung tersenyum.


"Jangan tinggalin mas ya sayang, karena mas hanya seorang pilot dan wakil kepala divisi staff khusus" ujar Yugho merendah


"Iihh....apa sih mas, aku nerima kamu itu apa adanya mas. Malah awalnya aku pikir cuma seorang bodyguard tetapi ternyata kamu punya seragam yang tidak semua orang miliki" Firda langsung tersenyum membesarkan hati suaminya.


Dengan wajah penuh senyuman Yugho menggandeng Firda meninggalkan rumah sakit itu.


"Kita ke rumah papa dulu ya mas" ujar Firda dan di angguki oleh Yugho.


"Mampir dulu ke toko kue mas, aku mau bawain mama kue sekalian buat mama kamu mas"


"Apapun untukmu sayang, hari ini kamu bebas dan mas akan menjadi supir kamu full" ujar Yugho sambil mencium pipi istrinya sekilas.


Firda langsung menyandarkan tubuhnya disamping suaminya.


Akhirnya mereka tiba ditoko kue lalu Firda segera memilih beberapa kue dan puding, setelah selesai Yugho langsung membayar semua tagihan istrinya.


"Kira-kira bagaimana ya reaksi papa mas?papa pasti senang tapi tidak dengan mama" wajah Firda nampak menyedihkan.


"Sayang, kamu tenang saja. Anak kita tidak akan kehilangan sosok nenek. Ibuku menitip salam untukmu sayang" ujar Yugho sambil tersenyum.


"Benarkah mas?" Tanya Firda penasaran.


"Iya sayang, semoga kehamilanmu bisa membawa arah baru pada keluarga kita"


"Aamiin...semoga ya mas" jawab Firda dengan penuh kebahagiaan.


Tak berapa lama akhirnya mobil Yugho berhenti disebuah rumah mewah yang asri dan rindang karena banyak ditumbuhi pepohonan dan bunga dengan taman disamping rumah dan kebun dibelakang rumah.


"Horeee....sampailah kita kerumah masa kecilku" Firda nampak sangat bahagia sudah beberapa bulan dia tidak menginjakkan kaki dirumah orang tuanya. Walaupun dia hanya berkirim kabar lewat papanya itu. Namun dia selalu menanyakan keadaan mamanya dan juga kakak semata wayangnya itu. Dia melihat mamanya sedang duduk sendiri sambil membaca sebuah majalah. Dengan mengendap-endap dia menghampiri mamanya dan menutup mata mamanya.


"Aduh siapa ini, Suzil?tidak, kakakmu tidak pernah se usil ini. Firda, lepasin mama nggak? Atau mama cubit kamu ya" Mama Erlin segera memegang tangan anaknya dan mencubitinya pelan.


"Baaaa...hahhaha" setelah mengagetkan mamanya Firda lalu memeluk mamanya dari belakang sambil menciumi pipi mamanya.


"Angie kangen mamih, sudah lama aku nggak pernah dipeluk mamih" ujar Firda memelas.


Akhirnya dengan wajah jutek walaupun dalam hati amat merindukan anaknya mama Erlin mengusap-usap kepala Firda. Yugho yang tidak sengaja melihat pemandangan itu langsung tersenyum bahagia. Sesuai harapannya semoga kelahiran anaknya akan bisa mencairkan hubungan keluarganya secara perlahan-lahan.


"Ehmmm..." Yugho sengaja mendehem agar ibu mertuanya dan istrinya mengetahui keberadaannya.


Firda dan mama Erlin langsung melihat ke arah Yugho. Lalu Yugho langsung menghampiri mama Erlin dan mencium tangannya. walaupun memasang wajah jutek namun mama Er mau memberikan tangannya kepada Yugho.


"Ohh...eeh.. itu anu ma, Firda hobi ngemil sambil nonton jadi ya agak sedikit montok tubuhnya" Yugho tampak malu-malu menjelaskan kepada mertuanya.


"Jangan dibiarkan anak mama kebanyakan ngemil Go. Suruh dia berolah raga untuk mendapatkan kembali tubuh langsingnya" mama Erlin mendamprat Yugho karena telah membuat tubuh Firda semakin berisi.


"Aku tidak mengijinkan dia berolahraga yang ekstrim dulu mah karena dia sedang..." Yugho menggantung kata-katanya. Dia sedang menyiapkan diri untuk diomeli habis-habisan oleh ibu mertuanya karena telah membuat anak gadisnya hamil sungguhan.


"Mah, Angie hamil" tutur Firda bangga.


"Iya...mama sudah tau tapi kenapa kehamilan kamu tidak besar-besar juga? Apa kamu tidak diberi makan oleh suami kamu?" Tanya mama Erlin kejam.


"Hahh..."Firda nampak melupan sesuatu.


"Bukankah kamu sudah meninggalkan rumah ini selama hampir 5 bulan? Dan usia kandungan kamu pasti sudah diatas 5 bulan kan?masa masih sekecil itu perut kamu, jika kamu tidak diberi makan suamimu sebaiknya kamu pulang kerumah, biar mama yang akan memberimu makan"ujar mama Er sambil membuka-buka kembali majalahnya.


Mendengar perkataan ibu mertuanya Yugho nampak tersenyum, dia lebih memilih diomelin sama mama Er daripada didiamkan dan tak dianggap seperti awal pernikahan mereka.


"Mama jangan khawatir, Yugho menjaga anak mama dengan baik kok. Semua gizi dan vitamin lebih dari cukup mah" jawab Yugho


"Yakin kamu sudah memenuhi semua nutrisi anak mama?anak mama tak pandai masak, apakah dia memesan gofood setiap hari?" Tanya mama lagi kepada Yugho.


"Aku selalu memasak untuknya mah, dan sekarang ada bi Sofi yang membantu Firda dari pagi sampai sore. Setelah saya pulang, saya yang menjaga anak mama"


"Hmmm" jawab mama pendek. Walaupun dalam hatinya ingin tertawa. Menantunya begitu takut kepadanya, walaupun memiliki pangkat yang lumayan tetapi terhadap ibu mertua tetap hormat dan menunduk.


"Sebaiknya kalian beristirahat sana, mama akan menyiapkan makanan untuk kalian. Lihat kamarmu Fir, bersihkan segera karena penuh debu setelah 5 bulan kamu tinggalkan" setelah berkata demikian mama Er segera menuju dapur untuk membuat makanan kesukaan putrinya yang tlah lama dirindukan.


"Mah, apakah ini artinya mama sudah memaafkan aku?" Tanya Firda ragu-ragu.


"Nggak, mama tidak memaafkan kalian" ujarnya sambil menyiapkan segala sesuatunya di dapur.


"Kenapa tadi mama nyuruh aku istirahat di kamar?" Tanya Firda.


"Ya sudah kalau tidak mau istirahat duduk aja disitu seperti tamu" jawabnya santai.


Firda tampak menela'ah perkataan mamanya dan dia langsung tersenyum. Kemudian dia berlari kedapur dan langsung memeluk mamanya sambil berlonjak-lonjak kegirangan.


"Mamaaaa....i love youu" Firda menciumi mamanya bertubi-tubi. Akhirnya setelah sekian lama dia bisa memeluk mamanya kembali dan mamanya tidak menolak pelukan darinya.


"Sudah...sudah...sana mama lagi masak nanti kamu kena minyak panas. Apa kamu mau kulitmu menghitam karena minyak panas?" Tanya mama lagi.


"Tidak mau mah, aku bahagia sekali hari ini. Pokoknya aku mau tidur sama mama hari ini titik" Firda nampak mengeluarkan kembali sifat manjanya kepada mama Er.


Sementara Yugho langsung masuk ke kamar Firda bermaksud membersihkan kamar itu sebelum istrinya masuk untuk beristirahat. Namun dia kaget melihat kamar yang tampak bersih dan terawat dengan galery yang berisi foto-foto istri nya dari bayi hingga dewasa dan yang membuatnya terbelalak adalah foto pernikahan mereka berdua terpajang disana. Senyum kebahagiaan langsung tercipta dibibir tipisnya.


"Rupanya ini yang membuat ibu mertuanya menyuruhnya beristirahat dikamar. Rupanya mama mau menunjukkan ini kepada kita. Terima kasih mama sudah mau menerima dan merestui kami. Aku siap jika diharuskan membuat pesta pernikahan yang besar dan mewah" ujar Yugho dalam hati.


*********


Fir, ternyata mama kangen selama ini. Dan setiap hari dia selalu tidur siang dan menjaga kamar anak pembangkangnya itu. Namanya orang tua walau dimulut kejam namun hati tetap sayang kepada anak.🤗


Semalam ngantuk banget mau nulis 😥.


Setor segini dulu ya nanti kita lanjut lagi🤗


Heppy Reading gaess🤗




Foto pernikahan mamas dan mba yu


ngulang lagi ah ngirimnya😂