
Firda masih menangis dipojokkan kafe.Dia menangisi kebodohannya.Menangisi cintanya yang hanya seumur jagung.Dia mengutuki Yugho lelaki yang dekat dengannya beberapa minggu ini.
Dia merasa seperti sampah. Seperti perempuan murahan yang begitu mudahnya terjerat rayu mulut seorang lelaki.Tidak....tidak seperti itu yang ada ialah dia yang menggoda Yugho. Akhirnya Firda sadar ternyata dialah yang menggoda Yugho selama ini.Firda pun menangis sambil tetsenyum.
"Hiks...hiks..hiks...aku tidak menyangka mas Yugho bisa tajam seperti itu menilaiku. Memangnya aku salah apa sampai diperlakukan seperti ini" sambil terisak-isak dia membersihkan air matanya dan hidungnya.
"Kamu adalah pria jahat yang selama ini aku kenal.
Sungguh aku tidak tahu kepribadianmu yang sebenarnya mas" Firdapun mengusap kembali air matanya.
Tiba-tiba pelayan menghampiri Firda dan memberikan tasnya kepada Firda.
"Maaf mba ini tasnya" ujar pelayan tersebut sambil menyerahkan tas Firda.
"Oh iya mba terima kasih, siapa yang memberikan tas ini mba?tanyanya.
"Seorang pria tampan mbak, menitipkan tas ini dan menyuruh saya untuk memberikannya kepada mbak".
"Terima kasih mbak" Ujar Firda sambil menerima tasnya.
"Sama-sama" jawab pelayan itu.
"Rasanya ingin ku bunuh saja mas Yugho apalagi saat mengatakan jika Firnie adalah wanita yang paling baik. Dasar bodoh wanita jahat seperti itu dibilang wanita baik-baik".
"Si*l*n loe mas, mulai saat ini dan seterusnya gue tidak mau ketemu elo lagi mas. Kamu sudah mati mas.Aku dibilang piala bergilir? Sekalian saja aku akan pacari Dosen gila itu. Aku tidak mau memacari Angga, dia laki-laki yang baik. Suatu saat nanti aku akan menghajar kamu mas"
Disaat Firda tengah mengutuki Yugho dan meratapi nasibnya Angga datang menggampirinya.
"Fir,kenapa loe tiba-tiba nyuruh gue kesini dan kenapa dengan mata loe?heyy....loe nangis?"
Firda kaget melihat Angga dihadapannya dan dia terlambat menutupi mata basahnya.
"Kok elo bisa tau gue ada disini Ga?" Tanyanya.
"Loh...kan elo yang nyuruh gue jemput loe disini" jawab Angga
"Gue tidak mengirim pesan apapun ke elo Ga"
"Coba cek ponsel loe Fir" tawar Angga.
Firdapun membuka tasnya dan mengambil ponsel untuk mengeceknya. Dan disitu tertulis pesan bahwa Angga disuruh menjemput Firda di kafe Kemuning.
Firda mencoba mengingat-ingat dan dia baru sadar bahwa handphone-nya tadi disita oleh Yugho dan Yugho juga yang mengembalikan tas-nya.
"Aahhh..ternyata cowok s**lan itu yang mengirim pesan kepadanya. Si brengsek itu yang sudah mengirim pesan sama elo Ga" ujarnya.
"Si brengsek? Siapa Fir maksud kamu?" Tanyanya.
"Gue udah putus Ga sama dia" ujar Firda sambil mengelap airmatanya. Dia belum bisa menahan air matanya lagi dan dia menangis didepan Angga.
"Ssttt....jangan menangis disini" ujar Angga sambil memegang tangan Firda dan menghapus air matanya dengan tissue.
"Elo tuh jelek banget kalau lagi nangis begini tau gak?mana ingusan lagi" ledek Angga.
"Huhuhu....sial*n loe Ga, udah tau temen lagi sedih bukan dihibur malah dikatain" ujar Firda tidak terima.
"Elo mau nangis? Yuk gue ajak ke tempat yang enak buat loe nangis. Sekalian elo maki-maki cowok loe disana bebas gak ada yang akan ngeliatin elo nangis sambil teriak-teriak."
Firda nampak berfikir dan dia pun mengangguk tanda setuju. Tak lama kemudian Firda membayar kopinya dan dia keluar bersama Angga.
Dia menaiki motor Angga dan memeluknya dengan erat serta membenamkan wajahnya dipunggung Angga.
"Widihh....tumben amat loe melukkin gue Fir, biasanya mesti gue ajak ngebut dulu baru elo meluk gue" ujar Angga sambil tertawa menggoda Firda.
"Diam loe" ujar Firda sambil memukul Angga. Dan Angga terus saja tertawa sambil mengendarai motornya dan tak lupa memakai helm-nya begitupun dengan Firda.
Lalu Angga mengendarai motornya dengan kencang sambil membonceng Firda dan pergi menuju suatu tempat.
Sementara diujung jalan tampak Yugho memandangi mereka berdua dari jauh sampai pandangan mereka hilang ditikungan jalan.
Yugho memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya kesandaran kursi pengemudi untuk beberapa saat. Dan tak lama kemudian dia pun pergi menuju Omni Hospital.
Angga pergi membawa Firda menuju Taman Kota Cattleya.Firda turun dari motor Angga dan menatap sekelilingnya.Dia pergi menjauh dari Angga.Dihamparan rumput yang luas dan didepan pohon yang rindang Firda mulai berteriak "Aaaaaaaaaaaa....aku benci kamu mas Yughooooo.Kamu penghianat semoga kamu putus sama Firnieeeeeee....aku benci kaliaaaannnn berdua...benci sebenci - bencinya" lalu Firda menendang pohon itu meluapkan amarahnya.
"Hahh!!..jadi aku salah berdoa ya" tanya Firda
"Iyalah...doakan agar hubungan mereka langgeng" ujar Angga.
"Ihhh....amit-amit aku doakan mereka supaya langgeng....ogah amat Ga" ujar Firda dengan kesal.
"Hey...pohon, kalau mereka putus aku akan kembali lagi kesini tapi kalau mereka tetap bersama, kamu yang akan aku tebang"ancam Firda.
"Dasar cewek edan, apa hubungannya dengan pohon itu Fir?" Tanya Angga.
"Tidak ada Ga aku hanya sedang sakit hati saja" jawab Firda sambil berjalan menuju bangku di pinggir jalan tersebut.
Angga mengikutinya dan berjalan disampingnya.
Taklama merekapun duduk berdua di bangku taman tersebut.
"Ga...apa bener ya gue cewek murahan?" Tanya Firda sambil menatap Angga dengan tatapan yang menyayat hati.
Angga menatapnya dengan iba kemudian dia memegang bahu Firda dan menatap lekat-lekat bola mata Firda yang berwarna coklat itu.
"Dengar Fir, elo bukan wanita murahan. Elo adalah wanita apa adanya namun sikap loe yang terbuka itu kadang dimanfaatkan oleh cowok hidung belang.Jujur ya gue juga pernah hampir memanfaatkan elo dengan mencium elo. Tapi gue tidak berhasil. Jadi gue tidak mau menganggap elo itu murahan Fir. Kamu itu sahabat aku yang paling ngeselin, paling nyebelin dan selalu meninggalkan gue sendiri disaat kita jalan bersama".
"Namun entah mengapa gue tidak bisa membenci loe Fir. Gue merasa nyaman saat elo di dekat gue walaupun kita tidak memiliki hubungan apa-apa. Dan gue juga tidak mau berharap jadi pacar loe karena gue tau hati loe Fir". Ujar Angga dengan masih menatap wajah Firda.
"Ya ampun Angga andai mamas gue itu adalah elo, mungkin gue adalah cewek yang paling bahagia di dunia ini" ujar Firda sambil tersenyum sedih dan memeluk tubuh Angga. Dan Anggapun membalas pelukannya.
Di dalam hati Firda dia bersyukur walau telah di campakkan oleh seseorang namun masih ada lelaki lain yang mau mengambilnya dan membawanya keluar dari kesedihan hatinya.
"Jangan di pikirin ya lelaki model begitu Fir. Kita masih sangat muda Fir, jangan sampai kita hancur hanya karena cinta. Dibalik kesedihan pasti ada kebahagiaan menanti. Jadi tetap semangat Fir, ingat ada gue yang selalu disamping elo. Walau gue juga urakan sama kaya elo tapi kita punya cinta yang belum tentu dimiliki oleh orang-orang yang mengaku dirinya baik".
Lalu Firda melepaskan pelukannya.
"Gue bingung Ga, kenapa dia nyuruh elo jemput gue disini?" Tanya Firda sambil menatap Angga. Kemudian Angga pun nampak berfikir sejenak.
"Mungkin dia pikir gue ini cowok baik-baik Fir atau gue adalah salah satu pacar loe Fir atau juga dia sadar karena merasa kalah ganteng sama gue Fir" ujar Angga sambil tertawa.
"Iihhhhsss" ujar Firda sambil memukul lengan Angga. Gue serius nanyanya Ga. Padahalkan selain ada nama loe ada nama Pak Dosen juga.
"Udahlah....jawabannya jelas seperti yang gue sampaikan tadi Fir. Mata loe bengul tuh Fir kebanyakan nangis tadi." ujar Angga sambil menyentuh mata Firda dan mengusapnya pelan.
"Masih keliatan banget ya Ga?" Ujar Firda sambil mengerjap-ngerjap matanya.
"Janji kamu tidak nangis lagi Fir, kalau mau punya cowok ingat ada gue oke?gue setia menunggu koq Fir"
"Boro-boro gue mau mikirin cowok Ga yang ada gue mau balas dendam sama dia karena sudah ngatain gue piala bergilir. Rasanya gue pengen hancurin saja mulutnya Ga. Padahal baru kemaren gue video call sama dia masih ngomong sayang-sayangan dan dia janji mau jemput gue. Tapi begitu dia jemput gue malah mutusin gue Ga. Nasib banget gue Ga di jemput cuma buat diputusin udah gitu ditinggal ditengah jalan Ga..hu..hu..hu.." Firdapun menangis kembali.
"Stop jangan nangis Fir, dia tidak pantas mendapatkan air mata loe. Lelaki baj*ng*n hanya cocok dengan wanita brengsek dan dia sama sekali tidak cocok mendapatkan air mata loe apalagi hati loe". Angga nampak masih setia mendengarkan semua kesedihan Firda dan merangkul bahunya.
"Gue pinjam handphone loe dong Fir" ujar Angga.
"Buat apa?" Tanya Firda
"Mau nelpon temen gue, paket gue habis soalnya" ujar Angga.
Firda seraya membuka tasnya dan mengambil handphonenya lalu memberikannya kepada Angga.
Nampak Angga menyalin nomor handphone seseorang.Setelah itu diberikan kembali kepada Firda handphone-nya.
******************
Namanya juga lagi benci jadi doanya Firda ya begitu deh🤧🤧
Semoga mas Yugho putus....putussss..🤭
Cuma bisa baru nulis segini nih gaesss....kalo ada waktu luang aku lanjut lagi yaaa manteman.
Sebenarnya mau lanjut tapi apa daya aku disuruh betulin PUEBI mana banyak banget yang harus direvisi ditambah lagi pekerjaan menumpuk.
Jadi mohon maaf dulu kalau masih banyak yang kurang.
Love you all🤗