Miss Rusuh

Miss Rusuh
Cemburu



Mereka saling diam terpaku. Ayah Yugho menatap mama Er tanpa berkedip. Tak dapat dipungkiri lagi jika mama Erlin masih memiliki wajah yang begitu cantik dan nampak awet muda. Ingatan ayah Yugho langsung melayang mengingat kejadian 28 tahun yang lalu. Kejadian yang amat sangat menyakitkan dan hampir saja membuatnya bunuh diri. Disaat cintanya sedang bersemi dan mekar sang gadis menghilang entah kemana. Hingga membuat cintanya layu dan berubah menjadi dendam dan penuh kebencian. Bertahun-tahun dia selalu mencari gadisnya namun tak pernah bertemu sekalipun. Walau pada akhirnya dia menikah dengan istrinya namun jauh didalam lubuk hatinya masih berharap untuk bertemu dengan cintanya. Dan disaat semua pencarian dan pengharapan sudah tidak ada lagi tiba-tiba makhluk pemilik hatinya tegak berdiri dihadapannya.


Betapa ingin ayah Yugho menarik mama Er dan membawanya pergi saat ini ketempat yang sepi dan jauh dari keramain. Tempat yang ada hanya untuk mereka berdua. Dia ingin meminta penjelasan dan tanggung jawab mama Er yang pernah amat sangat menyakitinya.


Perlahan-lahan dia mendekati mama Erlin dan ingin menggapai wajahnya namun tangannya seolah terkunci dan tak dapat digerakkan. Ayah Yugho hanya bisa mematung menatap orang yang amat dibencinya. Namun tatapan mata mama Er membuyarkan seluruh rasa kebencian yang ada dihati ayah Yugho itu .


Mama Er buru-buru menyadarkan diri nya dan dengan kikuk dia menyapa besannya itu.


"Apa kamu ayah Yugho Di?" Tanya mama Er.


Dengan wajah dan tatapan dingin dia hanya mengangguk.


"Jadi Firda itu anakmu?" Tanya ayah Yugho.


"Iya, dia anakku. Aku tidak pernah menyangka jika kita bisa bertemu lagi dan bahkan kita menjadi satu keluarga" mama Er berusaha tersenyum.


"Dari awal aku tidak pernah menyetujui hubungan mereka dan begitu aku tahu jika dia adalah anakmu maka aku lebih tidak setuju lagi. Anak tidak akan jauh dari sifat orang tuanya. Jika orang tuanya tidak punya hati maka anaknya pun akan memiliki ahlak yang buruk pula" jawab ayah Yugho dingin.


"Apa maksudmu Hadi?" Tanya mama Er tak suka.


"Hmmm....hidup anakku akan penuh kesialan jika menikah dengan anakmu" lalu ayah Yugho langsung berbalik badan tak ingin menatap lama-lama mama Er. Karena ada rasa iri didalam hatinya. Kenapa bukan dia yang menjadi suaminya. Kenapa dia harus menikah dengan orang lain. Kenapa dia pergi meninggalkannya. Dan kenapa malah kini mereka berbesanan. Aaahhh.....semua pertanyaan-pertanyaan itu betapa ingin dia tanyakan saat ini juga.


"Ciihhh....kelakuanmu semakin tua semakin menyebalkan Di. Awalnya juga aku tidak menyetujui anakku menikah dengan anakmu, namun perjuangan mereka membuatku tersadar dan akhirnya aku mau menerima mereka. Jangan karena kedengkian membuat mereka tidak bahagia. Awas saja kamu jika berani membuat anakku terluka, sampai manapun aku akan mengejarmu Hadi Pranoto" jawab mama Er kesal.


"Hahahaha....lucu sekali perkataanmu itu, seharusnya hal itu yang aku tujukan kepada dirimu Erlin. Aku tidak mau anakmu menyakiti anakku. Jangan sampai anakmu sebrengsek dirimu. Atau jangan-jangan lebih brengsek dari dirimu" ayah Yugho kembali menatap tajam wajah mama Erlin.


Mama Erlin langsung mengambil nafas dalam-dalam. Dia tidak ingin ada keributan dirumahnya sendiri, apalagi ada kedatangan besannya itu.


"Ini bukan saatnya membahas masa lalu kita Pak Hadi. Anda kemari ingin mengunjungi anak saya kan? Sekarang saya dipersilahkan anda untuk menemui menantu anda" selesai berkata seperti itu mama Erlin langsung masuk ke rumahnya namun tangan ayah Yugho segera menariknya hingga tubuh mereka saling berhimpitan dan matanya dengan nanar terus memandangi wajah cantik mantan kekasihnya yang paling dibenci seumur hidupnya namun juga masih menyisakan tempat direlung hatinya untuk mama Er.


Mama Er langsung mendorong tubuh ayah Yugho, dia tidak ingin ada yang tahu kisah cinta mereka dulu. Semua telah berlalu dan kini mereka telah memiliki keluarga masing-masing. Hingga tidak mungkin untuk mereka mengulang kembali kisah yang telah usang.


"Cukup Hadi, semua telah berlalu jangan kamu kacaukan kembali hubungan keluarga yang baru saja kita bina. Semua telah usai dan hiduplah dijalan masing-masing. Aku tidak ingin ada siapapun yang mengetahui hubungan masa lalu kita" Mama Erlin langsung menjauh dan ayah Yugho nampak merah padam wajahnya.


"Diantara kita masih ada cerita yang belum selesai. Aku ingin kamu besok menemuiku di Kafe Pelangi jam 1 siang. Aku tunggu kamu disana" selesai mengatakan itu ayah Yugho langsung masuk dan duduk diruang tamu.


Mama Erlin hanya geleng kepala dan dia langsung pergi ke kamar Firda diikuti oleh ayah Yugho.


"Sebaiknya kamu tunggu diruang tamu tidak perlu menemui anakku" tukas mama Er.


"Aku ingin tau seperti apa suamimu hingga dia bisa menaklukkan wanita matre dan brengsek seperti dirimu" ayah Yugho langsung tersenyum mengejek.


"Dia jauh lebih baik darimu" jawab mama Er singkat.


"Hmm....pantas saja kamu memilih dia, wanita matre sepertimu pasti lebih memilih pria kaya raya dibandingkan cinta tulus seseorang" ayah Yugho selalu saja mencari celah untuk membuat marah dan kesal mama Er.


Lalu mama Erlin langsung masuk ke kamar Firda dan diikuti oleh ayah Yugho.


Semua nampak kaget terutama Ibu Yugho dan juga Yugho sendiri. Mereka mengira jika suaminya sudah berubah pikiran dan sudah melemah namun pikiran mereka salah. Ayah Yugho melakukan itu semua karena ingin menyelidik lebih lanjut kehidupan mama Er dan suaminya


Di depan semua orang ayah Yugho nampak tersenyum walau kaku dan tak tulus senyumnya. Saat menjabat tangan ayah Firda rasanya didalam dadanya ingin langsung menghabisi pria itu. Karena dia lah pria yang beruntung berhasil menikahi mantan kekasihnya itu.


Ayah Firda nampak ramah menyambut kedatangan keluarga Yugho namun ayah Yugho terbalik 180 derajat hatinya. Yang ada didalam hatinya hanyalah kecemburuan semata. Dan matanya tak lepas selalu saja berusaha untuk bisa melihat mama Erlin.


Dua keluarga itu nampak rukun saat ini. Yugho dan Firda nampak sangat bahagia. Mama Erlin selalu berada disamping suaminya mendampinginya. Begitu juga ayah Yugho menempel terus dengan istrinya. Sambil sesekali mencuri pandang ke arah mama Erlin.


Banyak hal yang mereka bicarakan. Ayah Firda berbicara tentang tanaman langsung disambut antusias oleh ibu Yugho, rupanya hobi bercocok tanam mereka sama. Akhirnya ayah Firda menunjukkan kebun belakang rumahnya diikuti oleh ibu Yugho dan mereka saling berbincang. Kesempatan itu langsung tidak disia-siakan oleh ayah Yugho untuk membuat kesal mama Er kembali.


"Hmm...pantas kamu lebih memilih bersama dengan pria tua asalkan dia kaya. Apa karena dulu aku bukan apa-apa maka kamu meninggalkanku begitu saja tanpa sebab?" Tanya nya pelan namun menggigit.


"Sudah ku bilang jangan bahas masalah kita disini, tetapi kenapa kamu selalu saja memancing-mancing kekesalanku. Sudahlah Di terima saja semuanya. Mungkin memang kita tidak berjodoh tetapi anak-anak kita yang berjodoh. Kita harus terima jika kita hidup hanya sebagai saudara saja dan bukan menjadi pasangan, karena ini sudah takdir Tuhan" mama Er berkata dengan pelan agar ayah Yugho mengerti. Namun rasa penasaran masih membuncah dihatinya, dia ingin mendengar alasan kenapa dirinya ditinggalkan dulu.


"Aku akan terus mengejarmu sampai kamu mengatakan alasan yang sesungguhnya kenapa pergi meninggalkanku begitu saja dan menghilang tanpa kabar. Apa kamu tahu betapa gilanya aku saat itu. Semua tempat aku kunjungi hanya agar bisa bertemu denganmu. Di saat aku patah hati kamu malah enak-enakkan denga si tua bangka itu" ayah Yugho kembali menyindir mama Er.


"Tarik ucapanmu tuan Hadi, besok aku akan menemuimu tetapi setelah aku jelaskan semuanya ku pastikan kamu yang akan meminta maaf dariku" bisik mama Er.


Ayah Yugho langsung tersenyum mencibir begitu dia mendengar perkataan mama Er. Namun dia senang karena besok dia punya alasan untuk bertemu dengan mantan tercinta (hingga detik ini😌)


Mereka asik mengobrol dikebun belakang sambil memetik beberapa buah yang menggantung pendek dipohon-pohonnya.


"Enak sekali kebunnya ya Pak Hadi untuk bersantai disore hari seperti ini. Apalagi pohon-pohon hasil cangkokkannya sangat banyak sekali buahnya. Andai saya masih punya sisa tanah pasti saya akan jadikan kebun buah mini seperti ini juga he he he he" ucap ibu Yugho.


"Sering-seringlah kemari Bu, ada istri saya fot" ucap ayah Firda tulus. Dan dibalas oleh anggukkan mama Er. Lalu Ibu Yugho tersenyum lebar.


********


Ada yang mengingatkan aku agar jangan lupa tulis vote, like dan koment.


Tetapi aku malu jika minta vote dari kalian karena aku tidak percaya diri. Maklum aku hanya otor amatiran. Kalian tidak menghujat karyaku saja aku sudah bahagia kok🤗


Kalau soal vote itu mah seikhlas kalian saja.


Maaf kalau banyak typo, maklum mata sudah mengantuk 😴😴


Happy Reading Gaess😘😘


mama Erlin memang canteeeeeeek, pantas ayah Yugho tidak bisa melupakannya😌k