Miss Rusuh

Miss Rusuh
Sate Padang Saus Mangga



Yugho melajukan mobilnya ke rumah Firnie. Dia sudah siap menghadapi segalanya. Baginya sekarang yang terpenting adalah anak dan istrinya. Dia tidak mau masa lalunya membayangi terus keluarganya.


Hampir satu jam perjalanan ditempuhnya akhirnya dia tiba dirumah Firnie. Keluarga Firnie sudah menunggunya diruang tamu. Firnie dengan wajah kusut juga duduk disebelah Om Adrian. Dengan penuh keyakinan dan hati yang mantap akhirnya Yugho menginjakkan kaki di rumah tersebut dengan tak lupa memberi salam terlebih dahulu.


"Baguusss.....setelah sekian lama akhirnya kamu menunjukkan dirimu dirumah ini lagi Go" ujar Paman Adrian sambil bertepuk tangan.


"Maafkan saya atas semua yang telah terjadi. Memang awalnya saya yang mengulur-ulur waktu karena terbentur dengan acara keluarga saya dan juga karena kesibukan pekerjaan saya hingga baru saat ini saya menyempatkan diri kemari dan akan menjelaskan semuanya


Antara saya dan Firnie sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Hubungan kami sudah benar-benar berakhir semenjak saya menikahi wanita lain. Dan bukan tanpa sebab saya menikah dengan wanita lain. Semua terjadi karena penghianatan yang telah dilakukan oleh Firnie sendiri. Saya sudah memaafkan dia dan saya sudah mencoba memperbaiki hubungan kami kembali namun ternyata bathin saya menolak, saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri" ujarnya mantap


"Kamu menolak Firnie itu pasti karena kamu menjalin hubungan dengan wanita lain benar kan?"


"Tidak om, awalnya saya hanya ingin membalas Firnie dengan memacarinya.Bahkan saya pun pernah menyakitinya hatinya. Namun lama-lama tumbuh rasa sayang sayang kepadanya"


"Dan ditambah lagi sekarang kemungkinan istri saya sedang mengandung anak saya.Rasa sayang dan cinta saya benar-benar tumbuh semakin besar untuknya. Saya mohon kepada Firnie dan keluarga besar om Adrian untuk menerima segala permohonan maaf dari saya. Diantara keluarga kita memang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Namun hubungan kita sebagai sesama manusia harus tetap terjalin dengan baik"


"Dasar manusia rendah kamu Yugho, kamu telah mempermainkan keluarga kami. Ingatlah hukum alam akan berlaku kembali kepadamu Go" Paman Adrian tampak khilaf dan dia menghajar Yugho dengan membabi buta. Firnie mencoba melerai mereka. Namun tante Hilda segera menarik Firnie dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"Biarkan om kamu menghajarnya, dia sudah mempermainkan keluarga kita. Hukuman yang diterimanya tidak sebanding dengan rasa malu yang sudah dia corengkan untuk keluarga kita" ujar tante Firnie.


"Tapi tan, Firnie tidak tega melihat kakak disakiti oleh paman"


"Sudahlah kamu diam saja, lihatlah dirimu apa dia mempunyai belas kasih kepadamu? tidak kan??" tante Hilda berusaha menjelaskan aib yang sudah diterimanya akibat perlakuan Yugho kepada keluarganya.


Firnie akhirnya diam saja, dia mengurung diri didalam kamar. Tante Hilda segera meninggalkannya sendiri dan dia kembali keruang tengah.


"Sudah Pah, dia sudah tidak berdaya lagi,seret dia keluar sekarang juga" perintah tante Hilda.


Akhirnya Adrian menarik kerah Yugho dan menghempaskannya keluar rumah. Yugho yang sudah terluka segera bangkit dan masuk kedalam mobilnya. Dia segera meninggalkan rumah Firnie dan pergi ke suatu tempat.


Sementara Firda menunggu Yugho dengan cemas. Sebentar-sebentar dia segera melihat jam tangannya. Suaminya sudan terlalu lama meninggalkannya. Dia pun segera menghubungi Yugho beberapa namun tidak ada balasan sama sekali.


"Hmmm...selalu seperti ini jika dia berhadapan dengan Firnie. Pasti Mas Yu sedang peluk-pelukkan bersama dia" ujar Firda sedih. Lalu dia segera masuk ke dalam kamarnya dan tidur sambil menangis.


******


Disaat Firnie sedang melamun tak berapa lama handphone-nya bergetar. Dia pun segera mengangkatnya dengan ragu.


"Iya Cel..."jawabnya lemas.


"Hmmm, bagaimana perkembangannya. Apakah mereka sudah putus?" tanyanya penasaran.


"Belum Cel, entahlah sepertinya aku menyerah saja. Aku sudah tidak mungkin lagi mendapatkan Yugho kembali. Apalagi sekarang istri nya sedang hamil"


"Aa..aa..apa?" Tanyanya kemudian dengan nada ftustasi.


"kenapa bisa seperti itu Firnie?Kamu benar-benar tidak bisa diandalkan" Ujar Marcel dengan kesal.


"Kalau begitu aku tarik kembali apartemen aku.Kosongkan apartemen aku dan kamu mulai besok hanya akan menjadi karyawan biasa saja. Suka tidak suka, mau tidak mau kamu harus terima konsekuensinya"


"Marcel, kamu jangan gila. Aku sudah membantu kamu menjauhkan gadis itu dari Yugho. Jika aku tidak berhasil maka sekarang gantian kamu yang akan melakukannya memisahkan mereka. Lagipula kenapa kamu begitu terobsesi dengan Firda?" tanya Firnie dengan marah.


"Dengar Firnie jika aku melakukannya sendiri maka aku tidak perlu memberikanmu apartemen itu. Aku terobsesi dengan Firda karena dia mirip dengan kekasihku yang telah tiada. Aku harus memilikinya dengan cara apapun juga, namun kamu begitu bodoh tidak bisa memisahkan mereka dan mengambil kembali Yugho sebagai milikmu"


"Yugho sudah tidak mencintai aku lagi Marcel, aku benar-benar telah dihempaskannya. Kamu kira aku tidak gila karenanya? Aku sudah frustasi Cel. Aku ingin kembali kepada dirimu Cel. Aku sudah letih aku ingin memulai sesuatu hubungan yang baru lagi denganmu" Firnie mulai terisak.


"Hahahaha....kamu gila Fir? bukankah dulu saat aku mengejar kamu dan kamu begitu menolakku bahkan kamu menjodohkan aku dengan istriku"


"Tapi kamu akan bercerai dengannya Cel, apakah kita tidak bisa memulai sesuatu kembali setelah kehancuran kita dan ingat satu hal Cel, kamu yang telah menghancurkan hubunganku dengan Yugho ?" ujar Firnie dengan keras.


"Itu dulu Firnie, saat aku benar-benar mencintaimu tetapi kamu memberikan aku orang lain sebagai pengganti dirimu. Bagaimana mungkin aku bisa menjalin kembali sebuah hubungan dengan penghianat seperti dirimu, tidak akan bisa?"


"Dasar gila kamu Marcel, kitapun sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi"


"Aku ingin kamu tetap menghancurkan mereka dengan cara apapun juga maka aku akan memberikanmu kekuasaan di perusahaanku"


"Aku sudah menyerah Marcel" dan 'klik' Firnie pun langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Dasar Marcel gila dia tidak memikirkan perasaanku sama sekali. Andai aku bisa sudah pasti aku menarik Yugho kembali bersamaku tetapi kenyataannya dia lebih memilih Firda daripada aku. Kalian para laki-laki benar-benar sangat egois sekali" Firnie mengutuk Marcel dan Yugho.


*********


Firda merasa dingin dan geli saat sesuatu menyentuh tubuhnya. Dia bermimpi bercinta dengan suaminya namun semua terasa nyata bahkan dia bisa mendengar suara lenguhan suaminya. "Aahh, mas Yugho sedang bersama si lampir saat ini. Jadi ini hanya mimpi saja" ujarnya berbicara dalam tidurnya.


Yugho tersenyum dan terus mempreteli baju istrinya hingga pandangannya tertuju dengan benda kenyal milik istrinya yang begitu montok dan begitu menggoda. Dia pun segera bermain-main dengan milik istrinya yang sudah menjadi mainan favoritnya.


Firda terus mendesah keenakkan. Dan dia menjambak-jambak rambut suaminya.


"Kok aku bisa megang rambut mas Yu dengan jelas" pelan-pelan dia membuka matanya dan tampaklah suaminya sedang bergelung dengan dada montok miliknya.


"Aahh...mas ini sungguhan kamu...aahh" Firda pun mendesah kembali.


"Aku merindukanmu sayang dan aku begitu memginginkanmu saat ini" ujar Yugho tanpa melepaskan remasan tangannya di dada istrinya.


Lewat tengah malam Firda membangunkan suaminya. Perutnya kelaparan minta diisi.


"Mas, bangun mas...aku lapar" bisiknya


"Hmmm....mas ngantuk sekali sayang" jawabnya tanpa membuka mata.


"Maaass...aku lapaaarrr" ujanya lebih keras lagi


"Iya. .iya...sebentar lagi sayang" jawabnya malas.


"Aaaaawwwwwww....maaassss" teriaknya sambil memegangi perutnya


Yugho langsung membuka mata mendengar teriakan istrinya.


"Kenapa sayang" tanyanya kaget melihat Firda memegangi perutnya.


"Aku lapar" ujarnya manja.


"Ini sudah tengah malam sayang, kamu mau makan apa?" tanyanya


"Aku mau makan sate padang dengan kuah mangga" ujarnya.


"Hahhh....apa?? mana ada sate model begitu Firda sayang. Makan yang lain saja jangan yang aneh-aneh" ujar suaminya.


"Huhuhuhu....aku lapar aku mau sate itu, pokoknya aku tidak mau tahu, aku mau makan itu sekarang juga" ujarnya bersikeras.


"Mas harus carikan aku sekarang juga, pokoknya jangan pulang jika belum dapat sate model begitu" Firda melipat tangannya tidak mau tau sambil memasang wajah judesnya.


Perlahan Yugho bangkit berdiri menuju kamar mandi. Dia mencuci wajahnya sambil merefresh otaknya. Mana ada sate padang dengan saos mangga pikirnya. Masa bodohlah yang penting cari sate padang dulu soal saos mangga akan dipikirkan lagi bagaimana caranya mendapatkan saos itu. Diapun mulai berpakaian dan berjalan ke arah istrinya untuk memastikan lagi.


"Sayang...apa kamu yakin ingin makan sate seperti itu?" tanyanya lagi.


"Iya mas...iyaaa sayangkuh, aku mau sate itu dengan kuah yang seger" ucapnya.


"Baiklah...mas akan mencarinya tapi janji ya, kamu tidak boleh menyuruh mas memakan sate model itu ya. Mas tidak ingin seperti yang sudah-sudah, kamu selalu membuat mas muntah dengan keinginan-keinginan aneh kamu itu" ujar Yugho sambil bergidik membayangkan akan disuruh makan kembali makanan aneh hasil kemauan istrinya.


"Hahahaha...iya mas...iya aku yang akan memakannya bukan kamu" ujar Firda mentertawakan suaminya.


Setelah mendapat kepastian dari istrinya lalu dia pun mengeluarkan motornya.


"Mas keluar dulu ya sayang, mencari makanan aneh kesukaan kamu. Kamu masuk ke dalam sana, tunggu mas pulang. Jangan membukakan pintu siapapun yang datang okey?" pintanya.


"Okay suamiku sayang...cup....semangat berjuang mencari sate saus mangga...byeee"


Setelah pamit pada istrinya dia mulai berburu mencari sate padang itu.


"Pusing aku jika Firda sudah meminta sesuatu. Apa benar ucapan ibu itu kemaren?Ahh...sudahlah, ternyata begini menyiksa jika istri sedang hamil muda. Semoga saja tidak sia-sia perjuanganku dan semoga besok aku benar-benar menerima kabar gembira. Apapun akan aku lakukan jika Firda benar-benar mengandung anakku" Wajah yang awalnya menegang tetapi lama ke lamaan menjadi ceria kembali. Yugho pun menyusuri setiap jalan untuk mencari sate padang pesanan istrinya. Tiba-tiba dia melihat mangga muda saat melewati sebuah pasar dan tanpa berfikir panjang lagi diapun membeli beberapa kilo buah mangga muda itu.


Setelah selesai dia pun melajukan kembali motornya mencari buruannya. Setelah 2 jam muter-muter mencari akhirnya dia menemukan kedai sate padang yang sudah hampir tutup. Buru-buru dia menghampirinya dan memborong sate yang tersisa. Diapun menanyakan cara membuat saus mangga dan tentu saja tukang sate itu bingung. Akhirnya dia menyarankan agar Yugho membuat jus mangga dan dimakannya bareng sate itu. Seketika perut Yugho menjadi bergejolak dan beberapa kali dia menahan mual. Dan uda sate itu pun tersenyum menggoda. "Itu sudah biasa mas, istri yang hamil suami yang ngidam" ujarnya santai.


"Hahh... apa? kenapa bisa begitu Pak? saya benar-benar stres menghadapi istri saya. Dia yang meminta sesuatu namun saya yang disuruh makannya. Apa tidak pusing saya, dan sudah dari kemaren saya muntah-muntah karena disuruh makan makanan yang sangat tidak lazim" Yugho mulai menceritakan penderitaannya.


"Tetapi saat membuatnya tidak mual kan Pak?" Uda sate itu menggoda Yugho kembali.


"Hahaha....jika itu semangat sekali saya membuatnya Da" Yugho menimpali pembicaraan antar lelaki itu.


Begitu selesai pesanannya Yugho membayar lebih dan tak lama kemudian dia pun melajukan motornya kembali pulang ke rumah.


Firda masih menunggunya dikamar sambil menonton film action.


"Maas....apakah kamu sudah pulang?" Firda turun dari ranjangnya dan menuju dapur bermaksud untuk menemui suaminya.


Tampak Yugho sedang membuat jus mangga seperti saran Mang Uda sate tadi.


Firda memandang sate itu dengan mata berbinar. "Mana saus mangganya mas?" tanyanya.


"Sebentar sayang sedang mas buatkan" jawabnya.


Begitu selesai membuat Jus mangga, Yugho memberikan jus itu kepada istrinya.


"Aahhh....syuka masss" Firda mengambil jus mangga itu dan menuangkannya semua ke dalam sate padang pesanannya. Dia pun melambaikan tangannya kepada suaminya. Dan seperti dugaannya Yugho langsung kabur meninggalkan istrinya sambil mengeluarkan isi perutnya kembali.🥴


**********


Maaf gaess...semalam ketiduran mau up😂


lagi kesel sama mas Yu🤧


Aku lebih suka melihat yang ini