
Pagi harinya Mitha bangun kesiangan. Dia mengambil handphone-nya. Ahhh....rupanya Abraham beberapa kali telah menghubunginya. Perasaan senang menyelimuti hatinya.
"Non...non" mbok ijah membangunkan Mitha.
"Masuk aja mbok gak aku kunci pintunya. Nanti saja aku sarapannya, aku masih mau berlama-lama dikamar mbok" jawabnya
"Baik non...tapi non anu....itu didepan banyak bunga buat non" ujar mbok ijah lagi.
"Hah....bunga? Apakah mas Jo yang mengirim bunga-bunga itu sebagai rasa permintaan maafnya?" Ujarnya bingung. Mitha pun segera melangkahkan kakinya menuju ruangan depan. Benar saja puluhan karangan bunga sudah terpampang rapi didepan rumahnya. Mitha nampak tersenyum melihat bunga-bunga itu. Dia pun mengambil salah satu kartu pengirimnya. Dia nampak kaget haru dan rasa bahagia menghinggapi hatinya saat ini. Dia segera menciumi bunga-bunga itu seperti dia menciumi pengirimnya.
"Ahhh...mungkin begini rasanya jatuh cinta. Benar-benar membuatku melayang ke udara" Mitha segera kembali kekamarnya dan mengambil handphone-nya lalu dia berselfie diantara bunga-bunga itu dan mengirim fotonya kepada pria itu.
"Diantara ribuan bunga hanya satu bunga yang paling cantik yaitu kamu" balas pria itu melalui pesannya.
"Kapan kita bisa bertemu baby?" - Abra-
"Nanti siang aku akan menemuimu. Terima kasih atas bunga-bunga cantiknya Abra" -Mitha-
" Itu tidak seberapa dibandingkan dengan dirimu" -Abra-
"Jangan selalu membuatku terhanyut, aku takut patah hati" - Mitha-
"Aku akan menghiburmu jika hatimu sakit. Aku akan menjadi penawar rasa sakitmu" -Abra-
Mitha tidak sanggup meneruskannya lagi. Dia memegangi handphone-nya sambil tersenyum bahagia.
Taklama Abraham segera menghubungi Mitha. Dengan hati berdebar-debar Mitha menerima panggilan itu.
"Baby....kamu dimana, aku belum sarapan. Aku akan menjemputmu kita akan sarapan bersama. Okey?"
"Tapi ini masih pagi Abra"
"Kamu selalu mengganggu tidurku baby"
"Abra... jangan seperti itu. Aku tidak mau kamu memperlakukanku dengan spesial"
(Aku takut nanti kamu patah hati jika mengetahui aku sudah bertunangan)Mitha berkata dalam hati.
"Karena kamu adalah spesial maka aku akan memperlakukanmu dengan spesial juga baby"
"Abraa..jangan gitu" ujar Mitha manja.
"1 jam lagi aku akan menjemputmu miss you girl"
"Miss you too" ucap Mitha pelan.
"Tutup handphone-nya girl. Aku tidak akan menutupnya jika kamu tidak menutupnya terlebih dahulu"
"Hah...ohh...iya" Mitha masih saja memegang handphone-nya seakan dia juga tidak rela jika dia yang terlebih dahulu menutup handphone-nya.
"Girl....are you oke? Aku akan menjemputmu loh sebentar lagi. Cepat ganti baju sana"
Perkataan Abraham langsung membuyarkan lamunannya. Dengan cepat dia buru-buru menutup handphone-nya dan langsung berlari menuju kamar mandi.
Baru hendak akan berendam, tiba-tiba ada pesan masuk dari Jordan.
"Siang nanti kita akan langsung fitting baju, jadi kamu jangan kemana-mana. Aku akan menjemputmu" -Jordan-
"Hah!! Fitting baju....ya Tuhan mas Jo benar-benar akan mempercepat pernikahannya. Aku belum siap. Dulu aku begitu memimpikan saat-saat ini tetapi kenapa sekarang aku malah takut menghadapi ini semua. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus mengorbankan Abraham?aku tidak ingin menyakitinya. Maafkan aku Abra, aku tidak berdaya saat ini"
Lalu Mitha mengambil handphone-nya dan segera menghubungi Abraham.
"Abra maaf...aku tidak bisa menemanimu sarapan. Lain kali saja ya aku janji akan menemanimu" -Mitha-
"Girl....ada apa? Apa yang sedang kamu lakukan?"
"Aku harus menemani ibu ku hari ini, maafkan aku" - Mitha berbohong.
"Apakah aku boleh menemanimu girl?"
"Tidak Abra....semoga dilain waktu aku bisa menemanimu"
"Baiklah girl, jaga dirimu baik-baik. Say hello untuk ibu mu...miss you"
"Miss you too" lalu Mitha segera menutup telponnya. dengan segenap rasa bersalah Mitha menangis. Entah apa alasan dia menangis kali ini. Dia berendam selama hampir 2 jam tubuhnya menggigil kedinginan. Dia ingat akan Abraham, disaat seperti ini pasti Abra akan memberikannya coklat hangat. Tapi sayang saat ini dia tidak sedang bersama guardian angel-nya.
Puas menangis dia segera merapikan dirinya, menghias wajahnya secantik mungkin menunggu Jordan-nya.
Mitha bertanya kepada sopirnya kenapa bukan Jordan yang menjemputnya. Tetapi pak sopir tidak tahu alasannya apa, hanya saja dia mendapat tugas untuk menjemput Mitha. Dan pak sopir hanya tau jika majikannya itu sedang bersiap-siap untuk menjemput artis pujaannya itu.
Mitha mengambil nafas dalam-dalam hatinya kembali sakit. Bahkan untuk melakukan fitting baju pun bukan Jordan yang menjemputnya. Dia sudah tidak berselera lagi melanjutkan acara ini.
Dia kembali tertunduk dan hanya bisa melihat jalanan saja. Ingin rasanya dia mengumpat tetapi kepada siapa??? Jika memang ini takdirnya maka dia akan menjalani semuanya dengan penuh kesabaran.
Akhirnya Mitha tiba di butik dan dia segera melakukan fitting baju. Hanya butuh waktu 1 jam untuk melakukan semuanya. Jordanpun tidak tampak batang hidungnya untuk melakukan fitting ini.
"Maaf miss....apakah Pak Jordan akan datang kesini?" Tanya Mitha
"Ohh....tadi Pak Jordan sudah melakukan Fitting baju" jawab pramuniaga itu.
"Saya kira dia bertunangan dengan artis itu. Maaf ya saya salah mengira" ujar pramuniaga itu.
"Habisnya nampak seperti sepasang kekasih" tambah pramuniaga itu.
Seketika tubuh Mitha menjadi lemah lunglai. Dia tidak menyangka jika Jordan mengajak artis itu untuk melakukan fitting baju. Pantas saja dia tidak bisa menjemput dirinya karena lagi-lagi dia sedang bersama artis kesayangannya itu. Bodoh sekali dia....naif sekali dia berharap Jordan akan bersikap lebih baik kepadanya.
Abraham beberapa kali menghubungi Mitha namun Mitha tidak mengangkatnya. Karena dia takut jika dia mengangkat telponnya sudah pasti dia akan menangis. Dia tidak ingin Abraham mengetahui kesedihannya saat ini.
Dia meminta diantar Pak supir pergi ke taman. Lalu dia menyuruh pulang supir kiriman Jordan tadi.
Dia kembali duduk ditaman sendiri mengingat kenangan manis bersama Abraham kemaren. Dia mencabuti beberapa rumput itu dan melemparnya ke danau.
"Hmmm...mas Jo masih saja bersama artis itu. Andai aku bisa menyudahi ini semua tentu bebanku tidak akan seberat ini"
" LEPASKAN AKU JORDAANNNNNNN" teriaknya didanau itu.
"Jangan siksa aku dengan segala kepalsuanmu" Mitha kembali menangis sambil membentur-benturkan kepalanya kesebuah pohon. Dia menjadi khilaf. Darah segera mengucur dari kepalanya.
Abraham kembali menelponnya. Kali ini dia mengangkatnya. Dia sudah tidak perduli lagi dengan dirinya. Hanya selang 40 menit Abraham segera menemuinya. Dia sangat kaget melihat keadaan Mitha yang sangat berantakan dengan rambut basah oleh darah. Tanpa bertanya lagi dia segera membawa Mitha ke rumah sakit.
Mitha mendapat perawatan walaupun hanya 2 jahitan tetap saja membuat khawatir Abra. Dia tahu gadisnya itu sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"Girl....apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa seperti ini. Siapa yang telah menyakitimu. Katakan padaku girl, aku akan memberinya pelajaran orang itu" ucap Abraham sambil membelai pipi Mitha.
Mitha segera mengaduh kesakitan memegangi kepalanya yang mendapat 2 jahitan itu.
"Aduhh....kenapa kepalaku perih sekali Abra?"
"Sssttt....diam-diam jangan banyak bergerak" Abraham segera memegangi tangan Mitha agar dia tidak memegang luka jahit-nya itu.
"Kenapa aku bisa disini?" Mitha melihat sekeliling rumah sakit itu.
"Aku menemukanmu didekat taman kemarin baby....tak lama kemudian kamu pingsan. Dan ketika aku melihat darah dari kepalamu, langsung aku membawamu kemari" terang Abraham.
"Aah....iya aku sudah ingat sekarang Abra. Terima kasih atas bantuanmu" lalu Mitha mengangkat tubuhnya dan dia menuruni ranjang rumah sakit itu.
"Girl....kamu ingin pergi kemana?" Abraham segera memegang tangan Mitha dan segera menghentikan langkahnya.
"Lepaskan aku Abra....aku ingin pulang. Cukup sampai disini saja persahabatan kita. Aku tidak ingin melanjutkannya lagi" Mitha segera menghentak tangannya dari genggaman Abraham.
"Baby....ada apa? Apa yang terjadi padamu? Katakan padaku supaya aku bisa membantumu" Abraham kembali menarik tubuh Mitha dan memeluk pinggangnya.
"Tolong Abra, jangan bersikap seperti ini. Ini akan semakin menyakitkan untukku nanti. Aku tidak akan bisa melupakanmu" Mitha menatap Abraham dengan pandangan layu.
"Tidak....aku tidak akan melepaskanmu sampai kamu menceritakan semuanya kepadaku" Abraham bersikeras menahan Mitha dan menunggu penjelasan dari gadisnya itu.
"Kamu ingin semua penjelasan dariku?baiklah aku akan menceritakan semuanya. Tetapi berjanjilah kamu akan melepaskanku setelah itu" ucap Mitha dengan tenggorokan tercekat.
"Baiklah....aku akan membawamu ketempat yang nyaman agar kamu bisa menceritakan semuanya" lalu Abraham memakaikan masker dan menutup kepala Mitha dengan syal lebar. Dia menggandeng mesra Mitha keluar dari rumah sakit itu.
Dia tidak habis pikir baru kemaren dia mendapat pelukan dari gadisnya tetapi sekarang apa yang dikatakannya? Suruh melepaskannya?? Tidak mungkin....dia tidak akan melepaskan gadisnya itu sampai kapanpun. Dia akan membawa Mitha keluar dari segala persoalannya.
*********
Mitha sudah putus asa....dia kesal dengan Jordan yang menyuruhnya ke butik sedangkan dia sendiri sudah datang terlebih dahulu dengan pujaan hatinya. Hati siapa yang tidak akan sedih diperlakukan seperti ini?
Tenang ya Mitha semoga ada yang akan menyayangimu suatu hari nanti😌
Love you gaesss😘
Jangan lupa like, vote n komennya buat neng Mitha 😂