Miss Rusuh

Miss Rusuh
Pulang Sendiri



Yugho mencari Firda ke semua tempat. Tidak ada tempat yg tidak dia datangi. Semua kafe, Bar dan restoran didatanginya namun semua nihil hasilnya.


Akhirnya dia pun meminta bantuan kepada Andi mau tidak mau Firnie dan Nita juga ikut bersama membantunya. Awalnya Yugho tidak mau ditemani Firnie, namun demi mencari keberadaan istrinya dan demi permintaan maaf dari Firnie kepada istrinya akhirnya Yugho mau ditemani oleh Firnie.


Hari sudah menjelang malam, mereka bertemu kembali ditempat yang telah disepakati.


"Gimana Di? Ada info atau tanda-tanda dimana keberadaan istriku?" Tanya Yugho antusias.


"Nihil Go....kami sudah berkeliling kesemua tempat tetapi tanda-tanda dimana keberadaan Firda tidak nampak dan tidak terdeteksi sama sekali".


"Shittt!! Dimana dia berada sekarang" Yugho kembali menghubungi Firda sambil berkacak pinggang.


Dia semakin khawatir karena Firda belum diketemukan juga. "Aku akan melaporkannya ke kantor polisi sekarang juga" kata Yugho.


"Bukankah laporan baru akan diterima jika sudah lewat dari 1x24 jam kak" jawab Firnie.


"Itu terlalu lama, aku takut benar-benar kehilangan istriku" jawabnya kesal.


"Sebaiknya kita ke kafe dulu Go, istirahat kita isi perut dulu" ajak Andi. Dan yang lainpun setuju, mereka memasuki kafe itu sambil memesan minum dan menikmati live music.


Yugho bersama Andi, sementara Firnie bersama Nita.


"Yess...akhirnya Firda pergi juga dari sini" bisik Firnie kepada Nita.


"Gak sia-sia kerja keras kita akhirnya" jawab Nita berbisik.


Nita mulai membuka handphone-nya dan mengirimkan pesan kepada Firnie.


"Tadi kalian berdua ngapain aja" Nita


"Masih fokus mencari kucing liar itu, semoga dia lenyap ditelan bumi" Firnie


"I hope so" Nita


Lalu Firnie berjalan ke arah Yugho dan duduk disebelah kirinya sambil menuangi Yugho minum.


"Kak, apa sebaiknya kita tunda sampai besok pencariannya?ini sudah malam loh" bisik Firnie.


"Aku tetap akan mencarinya sampai dapat malam ini" jawab Yugho sambil menoleh ke arah Firnie dari samping.


Nita segera mengabadikan moment tersebut dengan mengambil angle foto yang sangat tepat sekali. Sehingga sekilas tampak Yugho sedang mencium pipi Firnie.


"So sweet sekali kalian" ucap Nita dalam hati.


"Aku benar- benar pusing menghadapi wanitaku" ujar Yugho kepada Andi.


"Memangnya kamu tidak tahu watak istrimu? Tanya Andi.


"Belum sepenuhnya paham. Aku kira dia dapat kukendalikan ternyata aku salah" Yugho pun menenggak minumannya kembali.


"Istrimu sepertinya cukup nekad Go, dia bisa melakukan apa saja sesuai keinginan hatinya" Andi berusaha memperingati.


"Hmmm...sangat nekad, dan aku mulai menyukainya" ujar Yugho.


"Apa maksudmu mulai menyukainya Go?" Tanya Andi penasaran.


"Karena dia seperti mawar hitam yang begitu menggoda" ujar Yugho.


"Apa kamu belum mencintai istrimu sepenuhnya? Tanya Andi pelan


Yugho memandang tajam ke arah Andi.


"Sorry Go...cuma penasaran saja" melihat wajah galak Yugho, Andi buru-buru meminta maaf.


"Aku belum lama mengenalnya, entah mengapa aku langsung ingin menikahinya. Mungkin karena dia gadis yang sedikit liar dan panas sehingga membuat aku harus cepat-cepat mengikatnya" Yugho


"Kamu hanya nafsu padanya Go, bukan cinta" jawab Andi pelan.


"Kukira kamu menikahinya karena kamu benar-benar mencintainya" Andi nampak sedikit kecewa dengan Yugho.


"Aku hanya ingin selalu bersamanya, ku kira itu sudah cukup Di alasan aku menikahinya" ujarnya lagi.


"Tapi kamu belum mencintainya sepenuhnya Go, kamu hanya nafsu kepadanya dan mengurungnya agar dia tidak bisa dimiliki oleh siapapun. Sepertinya kamu takut dengan masa lalu mu Go, kamu takut dikhianati lagi" Andi


"Cukup sekali aku dikhianati Di, dan aku tidak ingin merasakannya lagi dengan segera menikahinya maka aku tidak akan pernah kehilangan lagi " Yugho.


"Jika kamu belum memiliki perasaan tulus maka kamu akan merasakan kepahitan kembali Go" Andi


"Jangan banyak omong kamu Di, apa yang aku lakukan selalu yang terbaik untuknya. Kepalaku mulai berat sebaiknya aku istirahat dulu" Lalu Yugho bangkit berdiri dan segera meninggalkan kafe itu.


"Tunggu kak...apa kamu mau aku temani" tanya Firnie.


"Tidak perlu, aku hanya ingin istriku saat ini" ucap Yugho lalu segera pergi dari hadapan Firnie.


Ngapain kamu senyum-senyum sendiri Fir, apa kamu mendengar pembicaraan kami tadi?" tanya Andi menyelidik.


"Tentu saja aku mendengar semua percakapan kalian" ucapnya terus terang. "Tak ku sangka jika dia masih menyimpan sedikit hatinya untukku" Firnie tersenyum bahagia.


"Jangan pernah mengganggunya lagi Fir. Dia sudah mulai mencintai istrinya" Andi pun langsung bangkit dan berdiri.


" Walau aku tak bisa menjadi istrinya, tapi aku masih bisa menjadi kekasihnya" Firnie tersenyum penuh kemenangan.


"Jika kamu seperti ini terus, lama-lama kamu akan menjadi gila sendiri Fir. Kamu terobsesi pada orag yang sudah melupakanmu"


"Terserah apa maumu....jika menjadi gila adalah pilihanmu silahkan lanjutkan apa yang kamu mau" Andi pun meninggalkan Firnie dan keluar dari kafe itu.


"Sudah ku katakan aku akan menyingkirkannya pelan-pelan dan sekarang kucing liar itu sudah meninggalkan kekasihku sendiri...."ooooyeeeeee" Teriak Firnie dan Nita berbarengan.


"Kamu lihat foto ini, kalian so sweet sekali" ujar Nita gemas kepada Firnie.


"Bikin caption seromantis mungkin, bagaimana jika kita tulis 'Masih ada cinta dimatanya' tanya Firnie.


"Bagus sekali, tapi bagaimana caranya agar Firda bisa melihat ini tanpa tahu kita yang mengirimnya? tanya Nita.


"Biarkan saja dia tahu, toh tujuan kita memang ingin membuatnya marahkan? aku akan memasang di photo profile WA ku dan semoga dia melihatnya nanti"


" Fir...hidden Yugho dan suamiku agar mereka tak bisa melihatnya"


"Oke Nita ku sayang...tengkiu sudah membuat dia pergi dihari bulan madunya, sama seperti saat dia mengambil Yugho dan meninggalkanku dihari pertunanganku" Firnie langsung memeluk Nita dan mereka pun keluar dari kafe itu menuju hotelnya masing-masing.


********


"Akhirnya aku sampai Jakarta juga, apa aku harus pulang kerumah mas Yugho atau aku kerumah Mitha?" Firda sedang menimbang-nimbang dia akan pulang kemana.Akhirnya dia menelpon Mitha.


"Iya halo....tumben penganten baru nelpon aku, ada apa cantik"


"Mitha sayang....malam ini gw nginep dirumah loe boleh gak?" Firda to the point mengataknnya kepada sahabatnya.


"Hah...serius kamu Fir? mas Yugho gimana?" tanya Mitha terkejut


"Ntar gue ceritain semuanya, gimana nih gue boleh nginep gak dirumah loe?"


"Iya....iya boleh, kamu dimana?"


"Gue dibandara, langsung ya gue kerumah loe Mit?"


"Iya say... aku tunggu" tampak Mitha tak habis pikir dengan apa yang baru saja Firda katakan.


"Hmmm....pasti ada masalah besar dia"


Mitha pun menunggu Firda dirumahnya dengan tidak sabaran. Dia takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu.


45 menit kemudian tampak sebuah taxi berhenti didepan rumahnya, dan Firda pun langsung melambaikan tangannya.


Mitha segera membukakan pintu dan langsung menyuruh Firda masuk ke dalam kamarnya.


"Ini minum dulu biar kamu tenang menghadapi kenyataan" ujarnya sambil menggoda Firda.


"Hahahha.....sialan loe, ngetawain gue ya? Firda langsung tertawa mendengar perkataan temannya itu.


"Wkwkwkkw....baru tahu aku ada penganten kabur saat honeymoon" ujar Mitha tertawa.


"Emang sial gue Mit, lagi enak-enak honeymoon pake acara ketemu teman laki gue disana, ehhh...malemnya ada si lampir nyusul laki gue ke Bali"


"Itu bibir sama pipi kamu kenapa biru begitu Fir, kamu berantem sama mereka?"


"Bukan sama mereka sih, ceritanya gue nyusul laki gue di pub, ada bule mabok mau nyium gue, dan dia mau merkosa gue tapi berhasil gue gigit....eehh gue dijorokin sama dia sampe kena meja muka gue, begini deh jadinya" lalu Firda menghadap kaca dan melihat-lihat luka lebam dipipi kanannya.


Mitha segera mengambil semacam balsam untuk mengobati luka memar sahabatnya itu.


"Sini Fir, duduk diam-diam aku obati luka mu"


"Firda menuruti ucapan temannya dia pun duduk sambil sedikit meringis saat Mitha mengobatinya.


"Katakan kenapa kau meninggalkan pria supermu itu?" tanya Mitha.


"Aku marah sama dia Mit, marah sekali karena dia ingin menolong si lampir itu, coba kamu bayangin....mantan pacar suami kamu kecebur di laut trus pingsan...ehh suami kamu menolongnya dengan memberi nafas buatan, apa gak gelo tuh laki gue Mit?" ujar Firda berapi-api.


"Uceett mas Yugho kesempatan banget ya" Mitha pun tertawa.


"Pantesan kamu panas dan ninggalin dia, gimana perasaan kamu liat suami beradu bibir dengan mantannya" ujarnya masih mentertawakan Firda.


"Eeh... loe kira gue bakal diam aja liat laki gue nyosor dia, sebelum mendarat bibir laki gue..buru-burulah gue tarik mas Gue. Biarin gue yang mau ngasih nafas buatan untuk dia. Begitu dia tau gue yang bakal ngasih nafas ke dia langsung dia batuk-batuk. Berartikan ketahuan banget modusnya dia, pengen gue kutuk jadi perawan tua tuh dia" ujar Firda gusar.


"Mas Yugho biasanya suka ngelacak kamu Fir...tumben dia gak bisa nemuin kamu?"


"Percuma gue punya temen hecker kalau gue gak bisa nyembunyiin lokasi gue hehehehe....Gue nonaktifkan semua data-data gue. Kalau nggak gitu laki gue bisa ngelacak gue Mit, dari kemaren juga dia bisa nemuin gue. Biarin aja gue mau tau reaksi dia kalau gue kabur tanpa sepengetahuan dia. Apakah dia bakal nyariin gue atau dia biasa-biasa aja tanpa gue"


Mitha hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan 'epleng' sahabatnya itu.


Mitha menyeret Firda keruang makan, dia menemani Firda makan sambil terus mendengarkan cerita Firda.


"Jangan bilang-bilang Alma gue disini, nanti dia bilang ke suaminya...bisa ketahuan kalau gue ada dijakarta" ujar Firda lagi.


"Oke bos....siyaap" ujar Mitha.


Akhirnya malam ini Firda dapat tidur dengan nyenyak dirumah sahabatnya itu. Dan melupakan sejenak suami tampannya yang menjengkelkan itu.


*************


Maaf gaes.....kemaren gak bisa up karena full banyak kerjaan jadi otak gak maksimal untuk mikir, ditambah lagi tangan sebelah sakit kelamaan megang hape gara-gara buat bikin cerita. Semoga nanti malam bisa up lagi ๐Ÿค—


Miss you all๐Ÿ˜˜