
Firda masih tak bergerak dari tempat duduknya.
Sampai suatu tepukan menghampiri punggungnya.
"Gimana si loe Fir, diajak makan sama kakak loe malah ngopi disini sendirian.
Gue kan gak enak sendirian disana nungguin elo".
"Kebiasaan loe kalo diajak jalan suka ngilang sendiri. Tau gak, gue sampe mikir kalo elo tuh diculik lagi sama pacar loe"
"Gak mungkinlah Ga, laki gue lagi diluar kota besok atau lusa baru pulang" ujar Firda.
"Balik sana lagi yuk Fir ajak angga".
"Gak ah....gue kenyang Ga, sana gih kalau elo mau balik lagi.
"Kenapa loe Fir?tumben melow banget tampang loe"
"Bisa aja loe"
"Lagi ngapain mereka berdua Ga tadi?"
"Biasa cewek kalo lagi ngumpul pasti bahas cowoknya"
"Mereka cerita apa Ga?"
"Temen kakak loe lagi sedih, dia diputusin cowoknya...biasa Fir ada pelakor yang ngerebut cowoknya"
"Uhhuuk....uhhukkk"
Begitu mendengar kata pelakor tiba - tiba Firda tersedak dan buru - buru minta air putih sama pelayan cafe.
Dan Angga membantu Firda dengan menepuk - nepuk pundaknya.
"Kenapa loe Fir, bisa kesedak begitu?"
"Tenggorokan gue kering Ga"
"Itu namanya bukan pelakor Ga, memangnya dia sudah nikah?belum kan? Firnie aja yang lebay"
"Kalau cowok sudah gak suka ngapain juga dikejar - kejar terus dasar cewek murahan"
"Loh, kenapa elo jadi sewot Fir"
"Gue gak suka sama cewek begitu Ga, kaya gak ada harga dirinya banget...udah sih cari cowok lain yang cinta sama kita gak udah ngejar cowok itu lagi"
" yeyyy...kenapa elo yang nyolot Fir, namanya juga cinta kali aja itu cowok udah jauh mainnya makanya dia gak mau ngelepasin cowoknya"
"Emang cowok brengsek aja tuh pacarnya si Firnie, bilangin kakak loe Fir gue siap bantuin temennya ngehajar itu cowoknya" ujar Angga.
"Uhhuukkk....uhhukkkk.." Firda tersedak kembali begitu memdengar penuturan Angga.
"Kenapa sih loe Fir? tumbenan malam ini kusut banget tampang loe"
"Gpp Ga, gue lagi gak enak badan, lagi sembringin badan gue"
"Kakak gue udah balik atau belum Ga?"
"Belum masih ngobrol dia, kayanya sih bakalan lama Fir"
"Kita pulang duluan yuk Ga, anterin gue"
"Baru juga jam segini Fir, kita jalan-jalan dulu yuk?" Ajaknya kepada Firda.
"Gak mau ah Gue lagi kurang sehat Ga"
"Perasaan tadi elo baik-baik aja Fir kenapa bisa tiba-tiba loyo begini?"
"Udah dari kemaren Ga badan gue sakit cuma gue kuat-kuatin aja" ujar Firda sambil menghabiskan kopinya.
"Oke gue anterin loe sekarangFir"
Firda langsung bangkit dari kursinya dan mengambil tasnya diikuti oleh Angga dari belakang.
"Gue ke toilet dulu Ga, elo langsung aja ke parkiran nanti gue susul"
"Sip...gue tunggu di tempat tadi ya Fir" jawab Angga lalu pergi menuju parkiran motor.
Firda pergi menuju toilet wanita dan dia mencuci wajahnya diwastafel terlebih dahulu untuk meredam ketegangan didalam tubuhnya.
"Kenapa sekarang gue jadi tegang sendiri dan kenapa jadi gue yang merasa bersalah?"
"Apa benar gue jadi pecarong?"
"Tidak....aku tidak bersalah semua keputusan ada ditangan mas Yugho lagipula sebelumnya memang mas Yugho tidak mencintai dia kan?"
Perang bathin terjadi didalam hati Firda dan dia merasakan dilema yang begitu besar.
"Kenapa sih begitu gue tau dia temannya kakak langsung hilang rasa percaya diri gue?"
"Gue gak perduli dia temannya kakak gue dan gue cuma tau satu hal bahwa mas Yugho cuma milik gue dan Firnie hanya bagian dari masa lalunya.Oke fix gue harus berdamai dengan hati gue dan harus meyakinkan diri gue sendiri bahwa gue gak bersalah titik".
Begitu selesai membasuh wajahnya Firda berbalik dan akan menuju ke toilet pandangannya berpapasan dengan seorang wanita lain.
"FIRDA" ujar seseorang dihadapannya.
"FIRNIE" ujar Firda ternganga.
"Hey p*c*n kecil ngapain loe ada disini?"
"Ini tempat umum ya dan gue bebas mau pergi ketempat manapun yang gue mau" ujar Firda sambil menatap Firnie.
Tiba - tiba saja Firnie menjambak rambut Firda dan menariknya dengan kencang.Mendapat serangan mendadak Firda tak sempat mengelak.Dia berusaha meraih apa pun dari bagian tubuh Firnie untuk melepaskan jambakkannya.
Dan tangannya berhasil mencakar wajah Firnie sehingga Firnie kesakitan dan melepaskan lilitannya pada rambut Firda.
"Elo gila ya Fir nyerang gue tiba -tiba" ujar Firda marah
"Elo sudah merusak wajah gue" pekik Firnie sambil memegangi wajahnya yang terasa perih.
"Itu bukan salah gue karena elo duluan yang menyerang gue sementara gue hanya melindungi diri gue sendiri agar terlepas dari jambakkan elo" jawab Firda membela diri.
"Gue gak takut karena ada cctv yang akan menjadi bukti kalau gue gak bersalah"
"Anak set*n loe kecil - kecil udah pintar bikin masalah gimana besar nanti hah?apa terus elo akan menjadi pelakor? Ujar Firnie dengan suara keras.
Suasana mulai tidak kondusif dan beberapa wanita nampak tiba disana dan melihat ke arah mereka.
"Hey...kalian lihat baik- baik wajah itu ya, itu adalah wajah si pelakor jangan sampai kekasih kalian direbut sama perempuan macam dia" ujar Firnie sambil menunjuk ke arah Firda.
"Dasar cewek stress loe Fir.Lebih baik kalian tanya sama dia apa dia sudah menikah atau belum?kalau belum menikah jangan pernah menuduh seseorang dengan sebutan pelakor" ujar Firda kesal dan meninggalkan toilet wanita tersebut.
"Woouyyy....jangan kabur pelakor" teriak Firnie.
Sehingga menyebabkan wanita lainnya melihat ke arah Firda dengan tatapan jijik dan melecehkan.
"Keroyok aja pelakor mah rame-rame mba jangan kasih ampun" ujar salah seorang wanita itu.
Firda menghentikan langkahnya dan membalik badannya kembali.
"Hey...jaga mulut anda ya apa bisa anda membuktikan kalau saya pelakor hah?" balas Firda.
"Apa anda tau dia sudah menikah atau belum?cek KTP-nya liat statusnya dan kalau anda benar silahkan keroyok saya tapi kalau anda salah saya akan tuntut anda bagaimana?apa mau anda seperti itu" balas Firda dengan tak kalah sengitnya.
Sementara wanita tadi tampak kaget dan diam.
"Maaf saya tidak mau ikut campur urusan kalian" ujar wanita tersebut dan pergi keluar dari toilet itu.
"Elo penyebab gue gak jadi menikah" tutur Firnie sambil mendekati Firda.
"Dan gue pastikan dia akan kembali menjadi milik gue" ujar Firnie sambil menyenggol dengan keras bahu Firda.
"Terserah bukan urusan gue, ambil mas Yugho sana kalau memang dia mau sama elo Firnie" ujar Firda sambil berlalu dari hadapan Firnie.
Firda semakin mempercepat langkahnya dengan menahan kesal dan air mata.
Dia mengerjap- ngerjapkan matanya menghalau air mata yang akan tumpah.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
"Fir, kamu dimana" ujar Sisilia.
"Aku dalam perjalanan pulang kak ada yang harus aku urus masalah kampus" ujar Firda berbohong.
"Kenapa gak bilang sama kakak Fir?"
"Ini dadakan ka, sudah ya bye" Firda mengakhiri percakapannya.
"Dasar adik gak sopan main nutup telepon aja" gerutu Suzil.
Akhirnya Firda menuju parkiran untuk menemui Angga tapi yang dicarinya tidak ada.
Akhirnya Firda langsung keluar menuju pintu utama dia bermaksud memesan ojek online.
Tiba-tiba dari arah depan Angga melambai-lambaikan tangannya dan menyuruh Firda menghampirinya.
Firdapun langsung berlari menuju Angga.
"Gila loe Fir kencing aja sampe satahun, gue kira elo kabur lagi gue dah mau tancap gas tau"
"Hehehe...sori Ga, ada gangguan sedikit.
Ayuklah cepetan kita jalan anterin gue kerumah ya"
"Jangan lupa loe ongkos ojeknya ya"
"Wkwkwk...ama temen jangan perhitungan napa Ga, awas lu gue gak temenin"
"Gak ditemenin loe juga gak apa-apa secara temen gue lebih banyak dari elo" ujar Angga sambil tertawa.
"Kampret loe Ga" lalu Firda memukul bahu Angga dan hanya dibalas tawaan oleh Angga.
Anggapun melajukan motornya dengan kencang hingga mau tidak mau Firda memeluk Angga dengan erat.
Tampak Angga tidak sengaja melihat wajah Firda dari kaca spion.
Wajah yang biasanya ceria tampak bias saat ini.
"Fir, elo kenapa?"
"Udah gue bilang lagi gak enak body gue Ga"
"Ya udah loe istirahat mau gue anterin ga ke apotik beli obat atau vitamin gitu?" tawar Angga.
"Vitamin gue cuma mamas gue Ga"
"Ga ada kesempatan gitu buat gue Fir?"
"Saat ini no tapi gak tau next-nya Ga...hidup terkadang gak bisa ketebak" ujar Firda sendu.
"Okey gue coba nungguin elo Fir".
"Jangan nungguin gue Ga nanti gue kepikiran, yang ada gue gak mau berteman ama elo lagi" ujar Firda.
"Oke kalau begitu gue siap jadi tempat curahan hati loe Fir".
"Tengkiu Ga itu yang gue butuh mungkin saat-saat ini"
Angga nampak menepuk- nepuk tangan Firda seolah menyatakan siap menjadi sandaran hatinya Firda walau tanpa harus memiliki Firda.
*************
Maaf ya manteman urusan baru selesai jadi baru bisa up hari ini.
Jangan marah ya, namanya manusia pasti punya banyak masalah🙏😥.
Semoga selanjutnya bisa setor sesuai waktu.
Love u gaesss🤗