
Yugho dengan sabar mengompres dan mengobati luka Firda.
"Aaawww....sakit mas" Firda merintih kesakitan.
"Sudah mas...sini sekarang gantian mas yang aku obatin" tawar Firda
"Mas nggak apa-apa sayang, ini sudah biasa luka seperti ini" jawabnya
"Mas diam saja ya" Firda pun segera mengompres dan membersihkan luka Yugho dengan hati-hati.
Melihat kesungguhan anak gadisnya Papa Joshua mulai tersentuh.
Mama Erlin dan Suzil pergi ke dalam kamar.
Lalu papa memanggil Yugho ke dalam ruang kerjanya.
"Kamu taukan anak saya masih kuliah, apa kamu yakin dan sanggup membiayai semua keperluan Firda Go?"
"Insya Allah saya akan penuhi semua kebutuhannya dan saya jamin Firda akan menyelesaikan kuliahnya Pak".
"Besok panggil orangtua kamu kemari untuk langsung melamar anak saya"
"Maaf Pak bukan saya ingin melecehkan keluarga Bapak dan merendahkan Firda. Orang tua saya juga tidak menyetujui hubungan kami.Dan jika saya tidak cepat-cepat segera menikahi putri Bapak maka saya akan menjadi laki-laki yang tidak bermoral. Saya akan menjaga dan menyayangi putri tuan sama seperti Bapak menjaganya".
"Jika kamu tidak bisa membawa orang tuamu untuk melamar anak saya maka saya tidak akan menghadiri pernikahan kalian. Kamu paham?"
"Baiklah Pak semua karena kesalahan saya yang sudah mencintai putri Bapak. Saya mohon doa restu dari Bapak sebagai orang tua dari calon istri saya".
"Apa kamu tidak ingin mencari pekerjaan yang lebih baik lagi?"
"Tidak Pak saya mencintai pekerjaan saya"
"Baiklah jelaskan pekerjaanmu sekarang ini"
"Saya seorang perwira dan saat ini disewa khusus oleh Perusahaan Grup H. Maaf hanya itu yang bisa saya katakan saat ini Pak"
"Hmmm...." ayah Firda nampak sedikit kaget dengan penjelasan Yugho.
"Dari kesatuan mana kamu Go?" Tanyanya mulai penasaran.
"Saya adalah salah satu anggota pa**skhas TNI AU."
"Apa yang bisa saya bantu sekarang?" Tanya papa Josh
"Namun saya tetap tidak akan hadir diacara kalian jika orangtuamu tidak bisa datang kemari untuk melamar putri saya secara resmi. Dan sebagai seorang ayah maka saya akan memberikan restu kepada kalian"
"Baiklah Pak saya hanya meminta Bapak untuk menandatangani berkas sebagai orangtua dari calon istri saya"
"Sebenarnya berat saya mengizinkan putri saya menikah dalam keadaan seperti ini"
Lalu papa Joshua menanda tangani beberapa berkas yang diberikan oleh Yugho.
"Sekarang kamu tanda tangan disini diatas materai. Jika sampai terjadi penganiayaan terhadap anak saya yang menyebabkan rambut anak saya jatuh walau hanya sehelai maka saya akan langsung memasukkan kamu ke dalam sel." Ancam papa Josh.
"Baik Pak saya akan menjaga putri Bapak dengan segenap kemampuan saya".
Lalu Yugho menjabat dan mencium tangan papa Josh.
"Semoga Tuhan memberkatimu" lalu papa Josh memeluk Yugho. "Saya titip putri saya untuk kamu jaga dan kamu lindungi. Pergilah kalian papa merestui kalian"
Sementara diruang keluarga Firda menunggu Yugho dengan cemas. Mama Erlin segera keluar dari kamarnya dan mendekati Firda.
"Kamu sayang mama kan?maka jangan pergi dari mama. Tinggalkan dia kamu bisa memulai hidup baru mu. Mama akan kuliahkan kamu keluar negeri, kamu bisa berkenalan dengan banyak orang disana dan kamu pasti bisa melupakan pria itu" mama Erlin berusaha membujuk Firda.
"Tidak mam...aku ingin bersamanya, hanya ini kesempatanku jika ingin menjadi istrinya karena kalau ditunda lagi maka aku akan kehilangan dia untuk selamanya. Maafkan Angie mam...huhuhu" Firda menangis sambil memeluk ibunya.
"Jadi kamu masih keras kepala Fir?selama ini mama yang mengurus kamu. Kamu ketemu dia setelah kamu besar dan cantik, masa kamu lebih memilih hidup bersama orang yang baru kamu kenal Fir?" Mama melepaskan pelukan Firda dan menggoncang-goncangkan tubuhnya. "Katakan kamu akan tetap bersama mama kan?"
"Tidak mah...maafkan angie" Firda ingin memeluk mamanya kembali namun dihempaskannya tangan Firda.
"Berani kamu melangkah keluar dari rumah ini maka kamu bukan anak mama lagi" ucapnya keras sambil bersedekap dan membuang wajahnya tak mau melihat Firda.
Firda bersimpuh di kaki mamanya sambil memohon ampun.
"PERGILAH jika kamu tetap memilih dia dan jangan bawa barang sekecil apapun dari rumah ini" mama Erlin terus saja bersikap keras.
"Firda, sebaiknya kamu pikir-pikir dulu. Ingat orangtua adalah keramat. Jika sampai terjadi sesuatu kepada kamu maka tempat yang kamu tuju adalah orangtua" Suzil berusaha menasehati adiknya.
"Aku tetap pada perdirianku kak" jawab Firda sambil terisak. "Aku minta restu dari mama dan kakak" sambil terus bersimpuh dan berlinang air mata.
Yugho dan Papa Joshua keluar dari ruang kerjanya. Yugho kaget melihat Firda yang terus bersimpuh. Lalu dihampirinya Firda dan diangkat tubuhnya hingga Firda berdiri. Yugho langsung memeluk Firda dan menghapus air matanya. "Kita akan pergi jangan menangis lagi" lalu Yugho bersimpuh di kaki mama Erlin dan meminta restunya. Tapi mama langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Firda menarik tangan Yugho dan berjalan menuju Suzil.
"Aku tidak merestui kalian dan jangan cari kami jika suatu hari nanti kamu ada masalah Fir" selesai berkata seperti itu Suzil pun pergi meninggalkan mereka.
Firda berjalan ke arah papanya dan memeluknya sambil menangis.
"Maafkan Angie pah jika Angie keluar dengan cara seperti ini...huhuhu" Papa Josh memeluk Firda dengan mata berkaca-kaca.
"Papa merestui kalian,dia akan menjaga kamu dengan baik.Jika dia macam-macam bilang sama papa, maka papa yang akan menghukum dia" ucap Papa Josh sambil sesekali mengusap air matanya.
"Kamu harus berjanji sering-sering kasih kabar ke papa ya sayang" papa menghapus air mata Firda.
"Pergilah sebelum papa berubah pikiran" Papa Josh melepaskan mereka dan langsung berbalik badan.
"Papaaaa....teriak Firda" Yugho segera meraih bahu Firda dan memeluknya lalu segera membawa Firda keluar rumah.
Papa menangis melihat kepergian anak kesayangannya. Dia terus melihat Firda dari balik jendela.
Firda menatap rumahnya. Tempatnya tumbuh bersama keluarganya. Tempat dia selama ini tertawa dan bercanda ria bersama kakak dan juga orang tuanya. Tempat dia bermanja-manjaan dan menjahili mama juga kakaknya. Sekarang hanya tinggal kenangan. Untuk masuk kembalipun kesana rasanya sudah tidak mungkin lagi.
Yugho meraih tubuhnya dan membenamkan kepalanya ke dada bidangnya.Dia tampak mengecupi pucuk rambut Firda. Lalu mereka berjalan menuju mobil Yugho. Pandangan Firda nampak kosong kesedihan terus saja bergelayut di wajah cantiknya. Yugho membelai dan meraih wajahnya lalu mengecup keningnya.
"Kita akan mulai semua dari awal, apa kamu sudah siap sayang? Atau kamu ingin kembali kepada keluargamu?aku memberimu pilihan Fir" Yugho menggenggam tangan Firda dan menyalurkan kekuatannya untuk membuat gadisnya tenang kembali.
"Aku....aku sudah keluar mas, dan aku memilih hidup bersamamu. Berjanjilah kamu tidak akan menyakitiku mas?" Firda menatap Yugho dengan tatapan memelas.
"Mas tidak akan menyakiti kamu Fir walau hanya seujung kuku. Mas sudah berjanji dengan ayah kamu untuk selalu menjaga kamu dan tidak akan membiarkan rambut kamu jatuh walau hanya sehelai" jawab Yugho dengan sungguh-sungguh.
Firda segera memeluk tubuh Yugho. Mereka menangis...tangis bahagia karena mereka akan bersama dan tangis kesedihan karena orangtua mereka tak satupun ada yang akan hadir menyaksikan mereka untuk melakukan sumpah pernikahan.
Yugho kemudian melajukan mobilnya menuju apartemennya. Sepanjang perjalanan mereka tampak diam tak satupun ada yang berbicara. Yugho hanya menggenggam jemari Firda dan membiarkan Firda menenangkan hatinya.
yugho melajukan mobilnya memasuki salah satu mall terkenal di Jakarta dan membawa Firda ke dalam galery pakaian.
"Sayang kamu harus membeli baju untukmu, pilihlah. Bukankah pakaian kamu hanya yang tinggal dibadan saja?" Yugho begitu perhatian dan dengan detil dia menyuruh Firda untuk membeli semua barang yang dibutuhkannya.
Pelayan terus saja memperhatikan mereka. Mata Firda yang sembab dan juga luka memar diujung bibirnya akibat hantaman pukulan ayahnya. Mereka juga memperhatikan Yugho yang agak lebam wajah dan bibirnya.
Setelah membeli semua kebutuhan, peralatan dan juga perlengkapan Yugho melajukan kembali mobilnya menuju apartemennya.
Tapi ditengah perjalanan dia membelokkan mobilnya dan pergi menuju rumah ayah angkatnya. Dia mengajak Firda untuk menemuinya dan memperkenalkan Firda sebagai calon istrinya.
"Tampak sudah menunggu seorang wanita berusia sekitar 60 tahun di halaman depan rumahnya yang asri.
Dengan ramah ibu angkat Yugho menerima kehadiran Firda dan menyuruhnya untuk masuk dan beristirahat.
"Biarkan Firda disini Go, acaranya besok jam 8 akan dimulai. Hanya ijab kabul saja, kenapa kamu dadakan melakukan semua ini Go?" tanya ibu angkat Yugho.
"Ceritanya panjang bu dan aku ingin menjalani hidupku sendiri bu tanpa ada tekanan dari siapapun juga. Aku sudah lelah bu dengan semua ini, sekarang saatnya bagiku untuk keluar dan meraih kemerdekaanku bu". jawabnya.
"Apa masih keras kepala orang tua kamu Go?" tanya ibu Mirna.
"Masih Bu, mereka menyuruh aku untuk bertunangan dengannya dan aku baru saja bertunangan dengan Firnie itulah alasannya kenapa aku harus secepatnya menikahi Firda. Jika kami sudah sah maka Firnie tidak bisa menuntut aku untuk menikahinya".
"Wajah kalian kenapa pada lebam Go?" tampak bu Mirna meneliti wajah Yugho.
"Biasa bu...perkenalan dengan calon mertua hehehe" jawab Yugho sambil senyum.
"Bapakmu sedang mengurus semuanya kamu sebaiknya beristirahat dulu"
"Aku pulang dulu bu menyiapkan baju untuk besok" Lalu Yugho bangkit berdiri dan berpamitan dengan Ibu Mirna." Aku ingin melihat Firda dulu bu".
"Dia ada dikamar tempat biasa kamu menginap. Temui sana sebelum kamu pulang" dan Yugho pun mengangguk.
Lalu Yugho beranjak pergi menuju ruangan Firda berada. Dia langsung membuka pintunya dan melihat Firda yang tiduran. Lalu dia pun menghampiri Firda.
"Bagaimana perasaanmu Fir?"
"Entah mas...campur aduk semua" Firda bangkit dan menggeser tubuhnya lalu menaruh kepalanya dipangkuan Yugho.
Yugho membelai rambutnya dengan sayang.
"Mas pulang dulu ya ke apartemen, kamu disini saja bersama ibu.Besok pagi mas kesini dan kita langsung menikah disini"
"Mas..ini serius kita akan menikah?" tanya Firda tak yakin.
"Yughopun mencubit bibir Firda dan langsung Firda berteriak kesakitan.
"Aaawww..sakit mas apa-apaan sih kamu" ujar Firda kesal.
"Bukannya kamu ingin tahu, ini mimpi atau nyata ya sudah mas bikin kamu sakit saja sekalian" ujar Yugho sambil tersenyum.
"Dasar mas reseh" umpat Firda.
"Foto yuk mas dengan bibir lebam kita hehehe"
"Yugho langsung mengeluarkan handphone dan mulai memfoto Firda dan dirinya.
"Cium mas" pinta Firda
Yugho pun mulai menyapu bibir Firda, mereka hanya saling ******* lembut karena masih sakit bibirnya.
*************
Akhirnya mereka akan menikah besok🤗
Semoga Firnie tidak bisa mengganggu mereka🤧
Oh ya kemaren Firda salah nyebut baju PERSIT ya, ternyata salah tapi yang benar adalah Pia Ardhya Garini. Terima kasih atas pemberitahuannya🙏😁
mas kuh🤗😘