
Firda dan Yugho pulang terlebih dahulu meninggalkan mereka. Rasa waswas mendera hati Firda. Kenapa dia bisa lupa dan ceroboh seperti itu. Rasa waswas itu membuatnya tegang hingga dia merasakan keram di perutnya.
"Aduh mas perut aku keram" Firda memegangi dan mengusap-usap perutnya.
Mendengar kata-kata istrinya Yugho langsung menepikan mobilnya.
"Apa yang terjadi sayang" Yugho ikut-ikutan mengelus perut istrinya itu.
"Sayang, kamu jangan tegang ya, kasihan anak kamu juga jadi ikut-ikutan tegang" Yugho berbicara lembut sambil menenangkan istrinya.
"Kamu tenang saja tidak akan terjadi apa-apa terjadap bu Sopi"
"Aku sungguh-sungguh takut mas, kasihan dia makan atau nggak ya soalnya kan aku nggak nyetok sayuran mas paling cuma ada cemilan-cemilan aja. Dan dia pasti nggak akan berani buka cemilan aku" Firda menggigit bibirnya guna meredam kecemasannya.
"Gimana perut kamu sayang?masih keramkah?"Yugho masih membelai-belai lembut perut istrinya. Dia benar-benar berharap jika istrinya sedang mengandung anaknya. Diciuminya perut Firda yang masih agak datar.
"Sayang baik-baik ya disana, papa akan membawa mama kamu ke dokter nanti cup..cup" Yugho melingkarkan tangan dipinggang istrinya dan meletakkan wajahnya dipangkuan Firda sambil menciumi perut istrinya.
"Aku sudah lebih tenang mas, yuk kita jalan lagi mas biar cepat sampai rumah" Firda langsung membelai-belai dengan lembut rambut dan wajah suaminya. Yugho mengambil tangan Firda dan menempelkannya dipipinya.
"Aku bahagia bersama kamu sayang, jauh lebih bahagia hidupku yang sekarang ini. Aku punya kalian sekarang aku tau siapa yang harus aku perjuangkan" Diciuminya jemari istrinya dan taklama kemudian dia pun mengangkat tubuhnya dan duduk kembali dikursi pengemudi.
"Ihhh....tumben sekalee suamiku lebay begini. Kamu kok jadi melow begini sih mas?mana kejudesan kamu itu mas?ciri khas kamu. Padahal aku suka sama kamu gara-gara galaknya kamu itu loh mas" Firda tersenyum sambil menghadap Yugho dan menarik-narik pipinya Yugho.
"Kamu mah aneh Fir, suami baik dan pengertian tidak dianggap malah mainya punya suami galak. Dulu itu mas belum mengenal kamu sayang ditambah lagi dengan sifat ganjen kamu itu loh dan dalam hati mas, berharap tidak akan pernah mau ketemu kamu lagi...mas kan suka type wanita yang mudah diatur bukan type pemberontak seperti kamu" Yugho menarik hidung istrinya lalu menjalankan kembali mobilnya menuju rumahnya.
50 menit kemudia mereka tiba dirumahnya. Suasana sepi dan hening.Namun lampu-lampu sudah dinyalakan.
"Ahh...bu sofi sudah nyalakan lampu mas berarti dia baik-baik saja" Firda dapat bernafas dengan lega. Sementara Yugho langsung membuka pagar dan langsung memarkirkan mobilnya ke dalam garasi. Taklama kemudia dia membuka pintu rumahnya. Firda buru-buru keluar dari mobil dan langsung mencari bu sofi.
"Ya ampun bu Sofi, maafkan saya ya bu. Aku tuh benar-benar lupa kalau ibu ada diatas" Firda langsung memeluk asistennya itu.
"Gimana bu, ibu sudah makan atau belum?" Tanya Firda dengan khawatir.
"Ibu masak yang ada dikulkas aja neng. Ibu bingung begitu turun tadi nggak ada satu orangpun dirumah,begitu ibu mau pulang...laaaah pintu terkunci semua. Anak ibu nelponin ibu daritadi neng cuma gimana lah ibu juga nggak bisa keluar" bu Sofi menceritakan semuanya kepada Firda.
"Padahal tadi pas eneng mau jalan, ibu panggil-panggil cuma eneng nggak dengar"
"Maafkan istri saya ya bu atas keteledorannya,tapi ibu sudah makankan?" Tanya Yugho.
"Sudah Pak habis bibi lapar tadi akhirnya bibi masak aja dan cemilan eneng tadi ada yang bibi makan neng" ujar bu Sofi lagi.
"Iya gak apa-apa bu, makan aja. Itung-itung ngabisin stok biar saya dibeliin jajanan baru lagi hehehe" Firda langsung membungkus cemilannya dan buah-buahan yang ada dikulkas dan memberikannya kepada bu Sofi. Sementara Yugho memberikan beberapa lembar uang kertas yang berwarna merah.
Bu Sofi langsung pamit pulang karena dia sudah seharian dirumah Firda.
"Sayang...kamu harus baik dengan bi sofi ya, kelak kamu punya anak nanti bisa minta bantuan dia. Ingat kita hanya berdua tanpa orang tua kita. Mas tetap akan berusaha untuk meluluhkan hati orangtua mas. Anak mas kelak akan menjadi kebanggaan kakek dan neneknya. Mas akan mewujudkannya nanti sayang, kamu percayakan sama mas?"ucap Yugho sambil memegang bahu Firda.
"Iya mas....iya aku percaya sama kamu. Aku mau ke kamar mandi dulu mas, badan aku pada lengket...bye" Firda pun langsung mencium suaminya dan tak lama kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi, guna membersihkan tubuhnya yang lengket itu.
Sudah lebih dari tiga puluh menit, tetapi Firda masih juga berada disana. suasana hening tanpa ada kegiatan apa-apa. Namun tampaknya Yugho mulai tidak sabaran. Diketuknyalah pintu kamar mandi tersebut dan dia berharap Firda segera keluar dari kamar mandi.
"Sayang....sayang, kamu cepatlah keluar, apa yang sedang kamu lakukan. Jangan terlalu lama berendambya nanti kamu masuk angin". Ujar Yugho namun tak ada jawaban dari Firda.
"Kalau kamu tidak keluar juga mas akan dobrak pintunya sayang" ujarnya sambil marah karena khawatir dengan istrinya yang sedang hamil muda itu.
"One.....two...baru saja suaminya akan mendobrak pintu kamar mandi itu, tiba-tiba Firda keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah muram.
"Mas...aku datang bulan, ada bercak di cd aku huhuhu...aku tidak jadi hamil mas" Ujar Firda sambil berurai air mata. Yugho nampak kaget namun dia langsung bisa menguasai dirinya sendiri.
"Ya sudah kamu tenang saja, berarti kita belum dipercaya sama Tuhan untuk diberikan momongan sayang" ujar Yugho pasrah.
"Kita masih punya banyak waktu sayang untuk membuat dede kembali, sekarang kamu jangan banyak pikiran ya ...cup,kamu harus istirahat ya sayang setelah setengah hari ini kamu bersenang-senang" selesai berkata seperti itu Yugho membopong istrinya ke ranjang dan meletakkan Firda diranjang dengan hati-hati sekali dan menyelimutinya. Sementara Firda masih merasa tampak bersalah. Dia segera menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Dan dia mulai menyalahkan dirinya kembali.
"Andai aku tidak kecentilan seperti itu pasti sudah ada dede didalam perutku ini, maafkan aku mas...maafkan aku. Pasti aku telah mengecewakanmu" Firda menangis dalam hati dan air mata tampak meleleh dipipinya. Dia tidak dapat memejamkan matanya. Bayangan dia akan memiliki anak pupus sudah, dia teringat kata-kata suaminya yang selalu menyuruhnya berhati-hati. Teringat akan Ziel yang sudah mendengar detak jantung anaknya dan mengatakan ada dede didalam perutnya. Teringat akan Mitha yang mengatakan ada perbedaan dibentuk tubuhnya.
Aaaa....semua kata-kata itu begitu menyakitkan sekarang. Hingga membuat sesak nafasnya dan meruntuki nasibnya kembali terlebih lagi mendengar perkataan suaminya yang menyuruhnya beristirahat setelah setengah hari bersenang-senang. Entah mengapa dia merasa perkataan suaminya seperti pedang tajam yang langsung merasuk kedalam hatinya. Dia merasa Yugho secara tidak langsung telah menyalahkannya. iya...memang semua ini adalah salahnya. Firda tidak akan berhenti menyalahkan dirinya sendiri sampai terbukti jika dia benar-benar hamil.
Sepuluh menit, dua puluh menit hingga dua jam dia menunggu Yugho dipembaringan namun Yugho tak nampak datang untuk tidur disampingnya. Walau bagaimanapun dia juga seorang wanita, menghadapi masalah seperti ini membuatnya terhantam kembali perasaannya. Firda mulai takut suaminya akan meninggalkannya dan berpaling ke sisi wanita lain, dia takut jika Yugho akan kembali kepada Firnie dan ketakutan itu semakin membayanginya. Bayangan hidup sendiri setelah terbuang disana-sini membuatnya menangis kembali. Dia harus memiliki anak, dia harus mempunyai anak untuk merekatkan hubungan dengan suaminya. Dia harus memiliki anak untuk membuat suaminya bahagia.
Aaaa.....bayangan memiliki anak membuatnya tersenyum dan dia bertekat akan segera memiliki anak bagaimanapun caranya bahkan dia sudah sampai memikirkan program bayi tabung jika dalam dua bulan ini belum tampak hamil juga. Segala cara apapun akan ditempuhnya untuk melihat senyum diwajah suaminya dan agar suaminya tetap bersikap mesra kepada dirinya.
Pelan-pelan dia membuka selimutnya dan melirik seluruh isi kamar, semua tampak sepi dimana suaminya sekarang. Perlahan-lahan dia menuruni ranjang dan membuka tirai sedikit mengintip ke balkon depan kamarnya tempat favorit suaminya menyendiri. Tampak Yugho sedang duduk sendiri sambil menghisap rokoknya. Firda melihat sudah ada beberapa batang rokok yang telah dihisapnya.
"Mas Yugho benar-benar kecewa, dia berbohong jika dia mengatakan semua akan baik-baik saja. Perkataannya dengan perbuatannya tidak sama, dia hanya ingin menenangkanku sementara dia sendiri merasa kecewa. Mas aku lebih suka jika kamu mengatakan kekecewaanmu kepadaku langsung dan jangan bersikap seperti ini karena ini akan melukaiku"
Firda menutup kembali tirai itu dan kembali duduk diranjang. Dia merebahkan kepalanya sementara pikirannya kemana-mana. Tak berapa lama Yugho nampak memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya disamping istrinya sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya. Firda buru-buru menutup matanya dan pura-pura tertidur. Kemudian dia memiringkan tubuhnya membelakangi Yugho. Dia sedang tidak ingin menganggu suaminya, andaikan boleh Firda lebih suka tidur diranjang yang berbeda dengan suaminya.
Dan tanpa disangka-sangka Yugho memeluknya dari belakang dan menyusupkan wajahnya dileher istrinya.
"Aku tahu kamu belum tidur sayang, aku tahu jika kamu ingin menghindariku. Maafkan aku sayang jika sikapku telah membuatmu tidak nyaman" Yugho segera membalik tubuh istrinya dan menghadapkan wajahnya didepan wajah istrinya dan membuat Firda terbelalak seketika. Mata mereka saling memandang. Yang satu dengan pandangan ketakutan yang lainnya dengan pandangan bersalah.
"Aku akan membuatkan dede lagi untukmu mas, aku ingin kita bercinta malam ini mas" ujar Firda.
"Sayang, bukankah kamu bilang kamu sedang halangan?mana boleh kita melakukan hal itu?" Yugho membelai pipi istrinya dan mengecupnya.
"Tapi tadi hanya bercak mas keluarnya dan sudah tidak keluar lagi" tutur Firda.
Yugho langsung bangkit dan mencium istrinya kemudian dia berjalan ke lemari pakaian dan mulai mengganti kaosnya.
"Mas pamit keluar dulu ya sayang kamu jangan kemana-mana paling hanya 20 menit mas keluarnya" setelah itu Yugho mencium istrinya yang terbengong-bengong. Baru saja dia akan memanggil suaminya namun Yugho sudah menghilang dari kamarnya.
"Mas kamu cepat sekali menghilangnya padahal aku mau makan sekoteng rasa bon cabe dan martabak rasa mie ayam" desahnya pelan.
*********
Maaf ya gaess sudah membuatmu menunggu.Gegara mas Yu ngirim cuplikan pernikahannya auto ambyar semua gak bisa ngehalu lagiðŸ˜
Pengen banget ganti mas Yu dengan orang lain karena masih kesal hati ini😂
Jangan tanya dulu ya kenapa mas Yu belum ngajak Firda ke dokter karena tadi Firda bilang dia datang bulan, sekarang mamas lagi ke alfa beli test pack😌
Heppy Reading gaess
Maaf kalau banyak typo buru-buru ngetiknya buat kalian.
Otor liburan dulu ya sayang menata hati kembali😂 love you all
kamu nyebelin mas😂