
Keluarga besar tidak ada yang tahu pernikahan Jordan dengan istri simpanannya itu. Pernah suatu ketika keluarga mereka bertanya kenapa ada gadis itu dirumahnya. Jordan mengatakannya jika Mitha membutuhkan teman sehingga Jordan menyuruh gadis itu untuk tinggal disini. Bekerja sekalian menemani Mitha. Walau terasa janggal tetap saja keluarga bertanya-tanya. Namun mereka tidak mau ikut campur urusan anaknya tersebut. Yang jelas orang tuanya bahagia jika sebentar lagi akan dikaruniai seorang cucu calon pewaris perusahaannya kelak.
Bulanpun cepat berlalu begitu saja.Abraham ingin menemui Mitha, sudah lama mereka hanya melakukan hubungan jarak jauh. Terkadang Abra ingin menemui Mitha namun Mitha tidak ingin menemuinya karena dia sadar, dia sedang hamil besar sekarang, bahkan untuk berjalan saja dia sudah mulai kepayahan.
Tanpa sepengetahuan Mitha Abra datang ke indo, dia sudah mengambil cuti selama beberapa minggu. Dan dia akan menikmati liburannya disini bersama gadisnya.
Tak sengaja dia bertemu Mitha dipusat perbelanjaan. Dia kaget melihat Mitha dengan perut besarnya. Dia mengucapkan selamat kepada Mitha dengan hati hancur. Siang itu Abra menemani Mitha berbelanja baju untuk bayinya. Karena bayinya berjenis kelamin wanita maka dia mencari baju-baju warna soft. Namun Abra memilihkan beberapa baju dengan corak super hero. Abra tidak perduli jika Mitha tidak setuju. Dia membelikan barang-barang untuk anak Mitha sesuka hatinya.
"Biar dia menjadi wanita macho" ucap Abra kepada Mitha. Walau terkadang mereka ribut kecil dalam hal pemilihan baju ataupun barang-barang tetapi Mitha sangat bahagia. Ini adalah pertama kalinya dia berbelanja ditemani oleh ayah dari anaknya itu. Dan entah mengapa Abra lebih antusias memilihkan segala sesuatu untuk anaknya Mitha. Rupanya ikatan bathin ayah dan anak tidak bisa diputus begitu saja. Menjelang sore Abra mengantar Mitha namun Mitha sudah dijemput oleh sang supir akhirnya Abra hanya bisa mengantar Mitha sampai depan mall saja. Namun Mitha berjanji besok dia akan mengunjungi Abraham. Dia pegang kata-kata gadis itu. Sungguh aneh mengapa Abra masih mengharapkan milik orang lain. Dia pun tak habis fikir. Padahal jika dilihat-lihat dia bisa memacari gadis manapun yang dia suka namun kenyataanya Mitha begitu melekat dihatinya. Bersama dengannya memberikan suatu sensasi yang berbeda.
Rasanya tidak sabar untuk menunggu hari esok. Berulang kali Abraham menelpon Mitha namun Mitha tidak mendengarnya. Ketika dia sampai rumah cibiran demi cibiran diterimanya namun lagi-lagi dengan senyum Mitha menjawab cibiran dari madunya tersebut.
Dengan bangga dia memamerkan baju-baju si kecil di depan wanita itu. Betapa bahagianya Mitha hari ini. Senyum terus berkembang diwajahnya saat melihat baju super hero pilihan Abraham tersebut. Dia mengelus-ngelus perut buncitnya. "Ini baju pilihan ayah kamu dek...lucu ya. Ayah ingin bermain super hero bersama kamu" bayi didalam perutnya bergerak-gerak terus dan terkadang membuat Mitha menjadi tegang. Akhirnya Mitha bersandar ditembok sambil memegangi perutnya. Kali ini gerakan anaknya semakin aktif hingga membuat Mitha sedikit susah bernafas. Mbok ijah berusaha membantunya sebisa mungkin. Dengan cepat si mbok membereskan baju-baju bayi dan pakaian nyonyanya ke dalam tas besar.
"Nduk....anakmu sudah ingin lahir, sebaiknya kita kerumah sakit sekarang. Si mbok takut kamu tidak tahan dan lahiran dirumah"
"Iyakah mbok, betulkah aku akan lahiran?" Tanyanya.
"Aaahhhhh....Mitha memegangi perutnya kembali, keringat dingin mengucur dari tubuhnya. Dia berusaha menahannya. Si mbok segera menyiapkan mobil dan meminta sopir mengantar mereka ke rumah sakit. Taklama telpon dari Abraham berdering Mitha segera mengangkatnya dan dengan susah payah dia menjawab telpon Abraham. Tak perlu menunggu lama, Abraham segera menyusul Mitha ke rumah sakit.
Akhirnya mereka bertemu, Abraham segera menggendong Mitha dan meminta dokter segera menangani kekasihnya itu.
Si mbok dan Abraham dengan sabar menunggui Mitha. Abraham tak beranjak pergi dari sisi Mitha.
"Mana pria brengsek itu girl? Apa dia tidak tahu jika kamu akan melahirkan? Tanya Abraham. Mitha hanya menggelengkan kepalanya dan mengatakan jika Jordan sedang berada di Tokyo saat ini.
Dokter menyuruh Abraham untuk keluar ruangan namun Mitha menahannya. Dia meminta Abraham untuk menemaninya melahirkan. Dengan senang hati Abraham menemani Mitha, dia merasa sedang menemani istrinya melahirkan.
Jenggutan..cakaran...juga tamparan diterima Abraham. Namun Abraham menyerah pasrah atas perlakuan Mitha padanya. Dia selalu memberi Mitha support dan menciumi rambutnya.
Dia menyalurkan kekuatan kepadanya. Hingga akhirnya Mitha berhasil melahirkan seorang bayi perempuan mungil juga dengan panjang 50cm dan berat 2.9kg. Abraham menangis bahagia.
Entah apa alasan dia menangis yang jelas begitu mendengar suara tangisan bayi Mitha ada sesuatu yang membuatnya ingin menangis. Dia membelai-belai bayi itu saat Mitha meletakkan baby-nya didadanya. Mereka berdua menangis bahagia, aahh...andai saja Mitha itu istrinya, dia pasti sudah mengumumkan kepada dunia kelahiran buah hatinya. Namun sayang, bayi itu milik orang lain. Dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya dari jauh. Mitha meminta Abraham untuk mengadzaninya tentu saja Abra mau. Tanpa menunggu dua kali, langsung digendongnya bayi itu dan diadzaninya. Rasanya Abra tidak ingin melepaskan bayi itu. Sesuatu telah merenggut hatinya, dia akan menyayangi anak itu dengan tulus.
Keluarga Jordan dan keluarga Mitha pun segera berkumpul untuk menyambut pewaris perusahaan mereka. Namun ada kejanggalan dengan cucu mereka. Darimana rambut coklat dan mata berwarna hazel dia dapatkan? Karena jelas-jelas mereka tidak mempunyai gen itu. Sebenarnya keluarga besar ingin bertanya kepada Mitha namun begitu mengingat Mitha baru saja melahirkan, akhirnya mereka urungkan niat itu. Saat keluarga besar memasuki kamar Mitha, Abraham segera keluar dan menunggunya diluar. Dia memandang foto mereka bertiga. Ya Abraham telah mengabadikan foto mereka bertiga diponselnya. Wajah Mitha dan bayi itu segera menghiasi layar kacanya. Wallpaper handphone-nya pun langsung berubah menjadi wajah Mitha dan bayinya.
Ayah Jordan segera menyuruh Jordan untuk pulang. Namun Jordan menolaknya karena dia sangat sibuk saat-saat ini. Lusa dia baru bisa pulang. Jordan sengaja menghindari hal itu, karena dia tau itu bukan bayinya makanya dia tidak mau menemuinya. Ayahnya ingin segera bertemu untuk membahas bayi Mitha. Namun Jordan mengatakan jika lusa dia akan pulang dan dia akan membahas masalah ini bersama.
Setelah 1 jam berlalu, akhirnya keluarga Jordan memohon pamit terlebih dahulu. Sedangkan keluarga Mitha masih bersamanya disana, menemani anaknya hingga jam 7 malam.
Mama Mitha bertanya kepadanya, apakah ini benar cucu mereka? Lalu Mitha menjawab dengan rasa bahagianya dan mengatakan bahwa benar jika itu adalah bayi mereka.
"Kamu tidak pernah berselingkuhkan Mith?tanya mamanya.
Mitha tidak berani menjawab dia pura-pura tidak mendengarnya.
"Siapa laki-laki itu Mith?" Mama mula menyelidiki Abraham.
"Teman baik mih, pih" jawabnya polos.
"Ini benarkan anak Jordan mith?Mami Mitha masih saja mencecarnya dengan pertanyaan Aneh.
"Kenapa bisa agak bule anak kamu Mith?" Tanya mami lagi.
Mami pun akhirnya meletakkan cucunya disamping Mitha karena mulai kehausan cucunya.
Abraham memasuki ruangan Mitha dengan membawa bunga dan balon-balon untuk menghiasi ruangannya. Tak lupa dia membawakan ice cream cake untuk Mitha. Mami dan papi langsung menyelidiki Abraham, dia sangat kaget melihat Abraham.
"Mata itu...mata itu adalah mata cucunya" tubuh mami langsung lemas. Papi pun langsung kaget namun dia masih bisa menahan dirinya. Abraham menjabat tangan mami dan papi Mitha dengan sopan.
Kemudian dia segera menghampiri Mitha dan anaknya.
"Aku pamit pulang dulu ya girl. My baby daddy pulang dulu ya" dia pun menciumi pipi anak Mitha dengan gemas. Nti malam aku kembali lagi girl" Abraham mengusuk-ngusuk rambut Mitha dan dia pun pamit kepada orang tua Mitha.
Dengan berat hati Mitha melepas Abra, dia mengerti akan hal itu dan dia berjanji akan kembali nanti malam. Dengan senyum yang menawan Mitha menganggukkan wajahnya. Andai saja tidak ada orang tua Mitha mungkin Abra sudah menciumnya. Abra pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.
Mami segera pamit dari hadapan Mitha. Dia sudah mengetahuinya walaupun Mitha tidak memberitahukannya. Memikirkan itu semua membuat kepalanya pusing kembali. Papi nampaknya sudah pasrah dengan keadaan yang ada. Jika keluarga Jordan akan menghabisinya maka dia pun sudah pasrah. Mungkin ini balasan untuk mereka yang telah memaksakan kehendak. Papi Mitha mulai mengirim mata-mata untuk memantau hubungan Anaknya dengan Jordan. Dia mulai merasa aneh dengan Jordan, disaat istrinya bertarung nyawa dia malah lebih memilih mengurus pekerjaannya dibanding mendampingi istrinya melahirkan. Sungguh dia mulai menyesali pernikahan anaknya. Mitha tampak bahagia berada disisi laki-laki itu. Mulai saat ini papi Mitha akan mengontrol kehidupan anaknya secara diam-diam.
Malamnya Abra datang kembali mengunjungi Mitha. Dia kembali membawakan berbagai macam cemilan untuk Mitha.
Dia menyuapi Mitha, memotong buah untuknya dan mengantarnya ke toilet. Mitha mulai manja kepadanya, Abra memperlakukan Mitha layaknya dia itu istrinya. Mulai menciumi tangannya, menciumi pipinya dan bahkan terkadang merekapun berciuman bibir. Abraham menginap disana malam itu untuk menemani gadisnya.
Jika anaknya terbangun, Abra lebih sigap. Dia membangunkan Mitha dan menggendong bayinya kehadapan Mitha.
"Ini anakku kan Mith" Abraham menatap bayi mungil itu.
Mitha hanya tersenyum mendengar perkataan Abraham.
"Memangnya kamu mau punya anak denganku?" Pancing Mitha.
"Kamu tau kan jika selama ini aku hanya menunggu kamu. Aku menginginkanmu Girl" ucapnya sambil menggenggam tangan Mitha.
"Aku tidak perduli jika kamu bekas milik orang lain karena hatiku hanya penuh dengan kamu girl. Dan aku merasa jika dia adalah anakku" sambil membelai lembut pipi merah bayi itu. "Aku akan menjaga kalian berdua" Abra pun mendaratkan bibirnya dikening Mitha. Mitha menggenggam tangan Abra dan menciumnya.
"Terima kasih sudah mau menerimaku apa adanya" Mitha nampak menitikkan air matanya. Abra segera menghapus air mata itu dengan bibirnya.
********
Hilih....hilih....pada punya anak gadis euy..mommy Alma juga punya loh😌 kembar cewek-cowok. Aahh...Daddy Niel akhirnya juga punya anak gadis😍
Daniella Keysa Nathaniel
Callista remaja
Callista Earlene putri cantik Mitha-Abraham