Miss Rusuh

Miss Rusuh
Permohonan Maaf



Dengan langkah lemas akhirnya dia kembali pulang ke rumahnya. Pupus sudah harapannya, harapan untuk memandang dan merangkai kembali hubungan bersamanya. Bahkan untuk berlama-lama saja dengannya Erlin sudah tidak mau.


Sementara Firda sedang bersiap-siap akan bertemu dengan kawan-kawannya. Dia leluasa keluar rumah karena tidak ada seorangpun dirumah.


"Males bawa mobil, enakkan naik taxi online. Gak cape-cape tau-tau sudah nyampai saja" ujarnya sambil nyengir.


Akhirnya dengan cepat dia segera memesan taxi online. Taklama kemudian dia pun pergi meninggalkan rumah untuk bertemu dengan kawan-kawannya.


45 menit kemudian Firda tiba di Cork&Screw Country Club. Sementara Alma dan Mitha sudah tiba terlebih dahulu.


"Sayangkuh...darling" Firda langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan teman-temannya.


"Firdaaa...akhirnya kamu tiba juga. Tumben kamu telat say" ujar Alma.


"Aku harus memastikan rumah kosong dulu baru bisa meluncur. Gegara ngeflek waktu itu, aku dibuat macam orang penyakitan sama mamaku" ujarnya dengan bibir mencibir


"Hah!! kamu sudah baikan sama mama kamu Fir?" Tanya Alma serius.


"Sudah sayangkuh....malah aku disuruh tinggal dirumah mama. Cuma aku menolaklah, pan mas Yu dah ada rumah sendiri. Lagipula klo dirumah sendiri gue puas mau main kapan aja sama mas Yugho" ujar Firda tertawa.


"Iihh....dasar si edun, otak gak pernah lurus barang sebentar saja" Mitha tampak sewot.


"Wkwkwkkw....woy mit, iri bilang bos" Firda masih saja menggoda Mitha.


"Bodo ah...hanya aku yang nampak menyedihkan" wajah Mitha kembali murung sambil bertopang dagu.


"Ehh.. gimana...gimana...coba ceritain deh Mit" Firda mulai kepo.


"Mas Jo lagi deket sama artis. Bahkan dia sudah membelikan apartemen seharga 2 M dan ngasih cincin segala....huaaaa" Mitha mulai menangis dan Alma berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Beneran itu Mit?bukan prank kan ini?" tanya Firda meyakinkan diri.


"Beneran Fir, aku gak bohong. Semua orang tau" Mitha berusaha mengelap air matanya.


"Waah cari perkara ini mas Jo" Alma dan Firda nampak geram.


"Makanya itu, aku merasa jadi yang paling tersisih"


"Aku gak ngerti maksud mas Jo berbuat seperti itu.


"Aku ingin putus saja, mungkin lebih baik jika kita berpisah. Aku gak punya beban, dia pun sama. Mungkin kami belum berjodoh, toh sampai saat ini pun dia gak ngasih aku kabar. Aku sungguh tak dianggap olehnya.


Alma dan Firda sedih mendengar perkataan Mitha. Sebagai sahabat yang baik mereka ingin mendukung hubungan Mitha dan Jordan. Namun begitu mendengar cerita Mitha mereka sangsi jika sahabatnya bisa hidup berbahagia dengan Jordan.


Baik Alma maupun Firda hanya bisa mendukung apapun keputusan Mitha. Tetapi mereka tetap berusaha menasehatinya.


Tiba-tiba paha Mitha diusap-usap oleh Ziel, dan Ziel bersender manja dipangkuan Mitha, alhasil Mitha yang berurai air mata tiba-tiba bisa tersenyum sambil mendekap Ziel.


"Ponakan onty yang paling tampan diseluruh jagat raya..cup...cup" Mitha memberikan kecupan dipipi cubby baby Ziel. Dan Zielpun memeluk erat leher Mitha, seolah-olah mengerti dan ingin ikut menghibur onty Mitha.


"Hmmm....gak anak nggak daddy2 "Kalau ada cewek sedih main peluk-peluk aja" Firda tertawa sementara Alma mulai menjewer telinga temannya itu.


"Awww.....ampun calon besan...hahaha" Firda kembali tertawa.


"Dasar reseh, kamu tuh sudah mau jadi calon mama tau belajar kalem dikit kenapa sih Fir " omel Alma.


"Lah...gue mah begini adanya Alma sayang, calon besanku" goda Firda lagi.


Saat mereka sedang berdebat dan tanpa sepengetahuan mereka ada 2 pasang mata yang memandangi mereka dari kejauhan.


Taklama kedua pria itu pun menghampiri Firda and the genks dan memberi salam kepada mereka.


Firda nampak geleng-geleng kepala tanda tidak tahu.


"Heyy...kita pernah bertemu saat di Bali, apa kamu masih ingat kejadian dikafe malam itu. Saat temanku ingin berbuat kurang ajar padamu?" Ujar pria tampan itu.


"Ahh...iya aku baru ingat, kamu pria yang menolongkuka?" Jawab Firda.


"Exactly" jawab pria bule tampan itu.


"Saat itu kita belum berkenalan girls. Kenalkan nama saya Tom" Lalu Tom menjabat tangan mereka satu persatu.


"Alma" ujar Alma


"Mitha" ujar Mitha


"Firda" ujar Firda


"Siapa pria tampan ini?" Tanya Tom


"Oh dia Ziel, anakku" jawab Alma.


Tom nampak kaget.


"Really?" Tanyanya hampir tak percaya.


"Yeah" jawab Alma sambil tersenyum.


"Hay boy kita toss dulu" Tom mengangkat tangannya ingin ingin membuat toss dengan Ziel, lalu Ziel-pun membalasnya setelah itu dia turun dari pangkuan Mitha dan berjalan ke arah Alma minta digendong.


"Anak pintar" Tom tersenyum melihat Ziel nampak manja dipangkuan mamanya.


"Pinter banget nih anak, mommynya gak boleh ada yang dekatin. Hey tampan, apa ayahmu yang menyuruhmu begitu?" Firda langsung tertawa melihat Ziel yang seolah-olah mengatakan " ini mamaku jangan ganggu mamaku".


"Onty,,,biyangin daddy nih" ujarnya marah kepada Firda.


"Hahaha" firda langsung mencubiti dan menciumi Ziel dengan gemas.


Pria yang sedari tadi duduk disebelah Tom, langsung mengulurkan tangannya kepada Firda dan langsung meminta maaf.


"Oohh....jadi anda pria itu yang menyeret-nyeret saya?" Firda langsung nampak kesal namun dia terus memperhatikan wajah pria itu yang sedang menunduk.


" anjriit, kenapa dia jadi tampan begini sih?kacau gue jadi gak bisa marah"


"Dengar ya, saya masih marah dengan kamu dam saya belum memaafkan kamu" ujar Firda sok angkuh namun dalam hati memuji ketampanan Abraham.


"Apa yang kamu inginkan agar kamu bisa memaafkan saya?" Tanyanya dengan mata sendu sambil menatap Firda. Seketika Firda terpaku melihat wajah tampan itu nampak memelas.


"Oh my god,,,dia bule tampan yang begitu mempesona, dia type-ku. Aku tiba-tiba amnesia jika sudah menikah...wkwkwk" Firda berbicara dalam hati.


"Nanti aku pikirkan bagaimana aku akan membalasmu" ujarnya santai.


"I'm sorry girl...i Really ...really sorry" ujarnya tertunduk kembali.


Sementara Tom sesekali melirik ke arah Alma dan Mitha.


"Tidak ada pria yang tampan selain suamiku, walaupun puluhan pria tampan berjejer dihadapanku" bisik Alma dalam hati.


"Dia tampan sekali, apa jika aku bersahabat dengannya bisa membuat mas Jordan cemburu dan kembali lagi kepadaku?ingin sekali aku membalas kekesalan ini" ujar Mitha dalam hati.


"Aku traktir kalian semua" Tom nampak tersenyum melihat Alma dan Mitha.


"Tidak usah repot-repot" jawab Alma.


"Nevermind...saya ingin bersahabat dengan kalian semua, anggap saja ini permintaan maaf saya kepada teman kalian" jawabnya dengan senyum tulus.


Mitha nampak salah tingkah, masalahnya semakin dipandang wajah Tom samakin tampan. Andai saja dia belum bertunangan dengan Jordan maka dia akan dengan senang hati bersahabat dengan Tom, jangankan berteman menjadi kekasihnya juga dia mau. Tapi saat ini dia sedang marah dengan Jordan, masa bodohlah dengan dia, toh dia juga tidak menjaga hatinya malah asik berduaan dengan artis pendatang baru. Cowok macam apa seperti itu, sudah punya tunangan malah membelikan wanita lain apartemen. Mendidih darah Mitha jika mengingat kelakuan Jordan.


Sedangkan Alma selalu yakin dengan hatinya karena hanya Daniel satu-satunya pria yang ada dihatinya namun Daniel kerap kali cemburu dengannya padahal sudah ribuan kali Alma katakan jika dia hanya mencintai Daniel seorang.


Rupanya ke dua pria tampan itu hampir bisa menghipnotis ketiga gadis cantik itu. Mereka mulai berkomunikasi, Mitha dan Firda lebih antusias meladeni pembicaraan dengan bule itu sedangkan Alma dia tentu saja takut karena Daniel punya mata-mata dimana-mana yang selalu memantau gerak-gerik istrinya tercinta.


Tak berapa lama ponsel Alma berdering dan benar saja dugaannya jika suami tercintanya yang menghubunginya.


"Sayang...kamu dimana?" Daniel


"Aku di kafe bie sama Mitha dan Firda" jawabnya


"Kalian hanya bertiga?" Pancing Daniel


"Oh...ehh..iya bie" Alma menjawab sedikit gugup


"Sayang....aku selalu tau loh apa yang sedang kamu lakukan, bahkan jika kamu sedang mengambil nafaspun aku tau" jawab Daniel lagi.


Alma nampak seperti orang bodoh celingukan kesana-kemari mencari keberadaan suaminya, namun tak tampak Daniel ada dimana-mana.


"Bie...kamu dimana sih?" Tanyanya sambil celingukan.


"Aku masih dikantor sayang, sedang break meeting" jawabnya.


"Oohh....tidak mungkin bie, kamu selalu tau apa yang aku lakukan. Apa kamu menyebar mata-mata lagi bie untuk memantauku?" Tanya Alma mulai kesal.


"Tidak sayang....aku percaya padamu" jawabnya sambil terus menakuti Alma.


"Siapa laki-laki itu yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temanmu sayang?hmmmm....sejak kapan kamu mulai berbohong, bukankah kamu hanya ingin bertemu dengan Mitha dan Firda? Lalu darimana datangnya kedua pria brengsek itu sayang?"Daniel mulai kesal melihat ke dua bule tampan itu.


"Hubbie...cepat muncullah jangan menakutiku" ujar Alma


"Aku masih meeting sayang, kelar meeting baru aku langsung jemput kalian. Apa perlu aku booking kafe itu sayang? Biar tidak ada yang ganggu kalian" jawab Daniel.


"Tidak perlu bie, aku butuh berinteraksi dengan sesama. Aku tidak mau privacy terus, biarkan aku hidup normal bie" Alma nampak pasrah karena kesal dengan suaminya yang selalu membatasi semuanya.


"Sayang.....jangan marah, aku hanya tidak ingin ada yang mengganggu istri kesayanganku sayang..itu saja. Jaga diri baik-baik jika butuh sesuatu langsung hubungi aku" balas Daniel.


"Iya bie...iya sayang aku akan baik-baik saja dan itu bis aku pastikan, karena orang-orangmu selalu melaporkan tingkah lakuku dan yang pasti aku tidak akan selingkuh puas?" jawab Alma


Daniel hanya senyum-senyum saja melihat kekesalan diwajah istrinya.


"Baiklah aku percaya padamu, aku akan melanjutkan meeting kembali sayang, suruh pangeranku memberikanku ciuman sayang" Alma pun menghadapkan handphone-nya ke arah Ziel.


"Ziel...give daddy kiss sayang" perintah mommynya lalu Ziel-pun mengambil handphone-nya dan memberikan ciuman pada ponsel mommynya. " ai yove yu daddy...muaachh" Ziel terus saja mencium handphone mommy-nya seolah-olah handphone itu adalah daddynya.


"Ya ampun Ziel sampai basah ponsel mommy" ujar Alma dan mengambil handphone itu dari tangan Ziel.


"Mom...i want daddy" rengek Ziel.


"Daddy sedang meeting sayang, nti kita ketemu daddy oke? Tapi kita disini dulu nemenin onty Mitha ya sayang" Alma menurunkan Ziel dari pangkuannya tetapi Ziel tidak mau turun, akhirnya Alma berkumpul kembali bersama teman-temannya sambil terus memangku anaknya.


**********


Maaf gaess baru sempat nongol lagi....maafkan aku yang tiba-tiba menghilang sayang.


Hampir sebulan ini aku benar-benar sibuk dan dalam hati aku pun memikirkan kalian. Jika kalian marah padaku, aku terima semuanya karena memang aku salah🤧🤧


Maafkan aku sekali lagi ya teman-teman😥


Maaf baru up sedikit semoga bisa lanjut lagi nanti. love u all😘🤗


Maaf ya klo banyak typo😂lagi berusaha menyelami cerita ini lagi. sebulan gak up hampit lupa ceritanya🤭


Abraham yang hampir memperkosa Firda dan yang membuat Mitha tak berkedip memandangnya😌



Tom yang bikin Daniel senewen