
Dengan memakai setelan baju tidur Firda mulai keluar rumahnya. Awalnya dia ikut ibu-ibu yang bergerombol bergosip di tukang sayur.
"Selamat pagi ibu-ibu cantik, boleh ya saya gabung? saya juga mau belanja sayuran" ujar Firda ramah.
"Ohh..silahkan dek, mau beli sayur apa? anak gadis rajin ya pagi-pagi mau belanja sayuran. Mamamu kemana? kenapa bukan mamamu yang belanja dek?tanya bu Neneng.
"Saya yang mau masak bu, buat suami saya" jawab Firda.
"Owalaahhh.....sudah nikah toh dek? saya kira masih sekolah. Masih kecil sudah berani nikah, memang kamu tidak mau jadi sarjana toh dek?"tanya bu neneng lagi.
"Saya juga masih kuliah bu, sudah semester 6. Cuma cepat dapat jodohnya hehehe"
"Oh..iya...iya..suamimu umur berapa dek?kalian teman kuliah?"
"Suami saya umur 27 tahun bu, beda 6 tahun dengan saya" ---Firda
"Oh iyo...iyo....beruntung suami kamu dek dapat istri yang masih muda dan cantik"
"Aah.. biasa aja bu. Bu, maaf mau tanya, ada atau nggak ya orang yang butuh kerjaan. Saya lagi cari asisten buat bantu-bantu saya. buat nyuci sama bersih-bersih rumah aja. kalau kerjaan sudah selesai dia boleh pulang. Tolong ya bu kalau ada yang mau langsung hubungi saya"
"Kamu catat dek, biasanya yang suka bantu-bantu begitu namanya bu sopi. Kamu catat nomornya dek" Ibu neneng segera memberikan nomor telpon seseorang kepada Firda.
"Hatur nuhun ibu bantuannya" Firda berterima kasih padanya. dan dia pun segera membeli beberapa sayuran setelah selesai dapat yang dia cari lalu Firda mohon pamit pada ibu-ibu disana.
Tujuan awalnya hanyalah ingin mencari info orang yang mau kerja part time dirumahnya. Setelah didapatnya informasi tersebut. Firda segera mencoba menghubungi nomor orang tersebut namun jawabannya masih di luar jangkauan.
Diapun segera masuk kedapur dan memasukkan semua belanjaan ke kulkas.
"Aku sok-sok an belanja sayur tapi nggak ngerti gimana masaknya. Aku cuma tau wortel sama brokoli aja, entah daun apa yang ini namanya...hehehe" Firda pun tertawa sendiri mengingat betapa bodohnya dia tidak mengerti dan tidak tahu cara mengolah daun-daunan. Sedangkan suaminya menginginkan dirinya untuk belajar masak.
"Mas Yugho itu sebenarnya pelit atau apa sih. Punya uang banyak masa gak mau pakai asisten, kalau begini akunya yang repot. Aku lebih baik bekerja daripada disuruh mengurus rumah. Aku harus segera magang supaya mas Yu segera mengijinkanku mencari asisten rumah tangga" pikirnya lalu dia beranjak masuk kedalam kamarnya.
"Jenuh banget sendirian dirumah. Apa kopdar aja ya bareng anak-anak, tapi Alma pasti nggak bisa yang ada kita disuruh ngumpul lagi dirumahnya. Kalau gak pake acara kerumah mama sih aku bisa kesana. Kangen juga sama si baby bule yang ngegemesin. Kadang gue heran, padahal yang gue incer kan bule tapi kenapa gue malah kawin sama mas Yugho. Sungguh ironis sekali dalam hitungan bulan dia langsung ngajakin gue kawin. Sekarang gue yakin 1000% kalau dia yang cinta sama gue duluan hehehe. Iseng-iseng godain cowok orang malah langsung nemplok ke gue...sori ralat, kata si lampir cowok dia" Firda mengingat-ingat kenangan tentang Yugho.
Dia mengoprek nakas yang ada disamping ranjangnya sambil membuka album-album foto Yugho.
"Emang ganteng mas Yugho, walau bukan bule tapi manisnya ngalahin biang gula..hahaha" Firda tertawa sendiri melihat isi album Yugho.
"Apaan ini, koq mirip Pak Marcel ya...beneran loh ini mah Pak Marcel jamannya kuliah. Berarti Mas Yugho kenal dengan Pak Marcel malahan terlihat sangat akrab. Tetapi kenapa mereka sekarang seperti musuh? Pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka. Dan ini foto si mak lampir. Ya ampun dah kaya artis aja diapit mas Yugho sama Pak Marcel. Ini foto mereka berdua dan ini foto-foto Firnie. Sial, mas Yugho masih menyimpan foto si lampir" Firda langsung kesal melihat foto-foto itu. Walaupun kesal namun dia penasaran dan masih saja membuka album kenangan suaminya.
"Sial...anjriittt...ternyata banyak foto si lampir, pantesan dia masih ngejar mas Yugho. jangan-jangan Mas Yu masih cinta sama dia dan dia tau itu. Lalu kenapa Mas Yu ngajakin aku nikah kalau dia masih cinta sama si lampir? Apa si lampir sudah buat kesalahan yang fatal?sehingga mas Yu gak jadi menikahinya?jadi mumet kepalaku ya Tuhan. Nggak bisa kaya gini nih, gue harus minta penjelasan sama Mas Yu. Tapi kalau deket gue kayanya dia sayang dan cinta sama gue. Dan kemaren dia baru bilang I Love U. Apa iya dia masih mencintai Firnie didalam hatinya. Cinta untukku dan cinta untuknya"
Firda menyandarkan tubuhnya diranjang. Pikirannya menjadi kacau balau. Emosi mulai menguasai hati dan pikirannya.
Akhirnya dia segera mengganti bajunya dan segera memesan gocar lalu berangkat ke rumah ibunya.
"Assalamualaikum" dia pun memberi salam layaknya seorang tamu.
"Non Firda....akhirnya datang juga kerumah. bibi sudah kangen sama non. Mama sedang didapur non, sedang persiapan sebentar lagi non suzil mau dilamar. Hari ini calon besan akan datang non" Bi Sumi menceritakan keadaan rumahnya.
"Ohh...jadi hari ini keluarga mas Randi akan datang kemari bi. Senengnya hati aku bi, akhirnya kakak mau menikah juga" Firda memeluk Bi Sumi kegirangan.
"Siapa yang datang Bi? tanya mama Erlin.
"Non Firda nyonya, dia datang ingin bertemu nyonya juga non Suzil" jawab Bi Sumi senang.
"Ooh...dia, ada apa dia ingin kemari?bilang sama dia Bi, acara tunangannya masih bulan depan. Hari ini hanya pertemuan keluarga jadi belum mengundang orang luar. Suruh datang saja bulan depan saat acara bi" jawab mama Erlin.
Firda langsung menyusul ibunya ke dapur.
"Mah, kenapa mama tega menganggap aku orang luar mah?aku anak mama lahir dari rahim mama. Kenapa mama begitu menganggapku sebagai orang asing mah?"
"Owww....wooo.....siapa dia berani berbicara seperti itu kepadaku?siapa dia yang berani mengaku-ngaku sebagai anakku?dengar gadis manis, anakku tidak akan mempermalukan keluarganya dan tidak akan merendahkan dirinya hanya karena seorang laki-laki. Berani melangkah keluar dan kawin lari dengan laki-laki yang tak jelas asal-usulnya" mama Erlin berkata dengan santai dan tanpa melihat ke arah Firda.
"Mah, aku kesini karena aku kangen sama mama. Aku kesini membawakan hadiah untuk mama, untuk kakak, untuk ayah dan juga untuk Bi Sumi" Lalu Firda memberikan semua hadiah yang dibawanya. Letakkan saja dimeja, saya sedang sibuk tapi terima kasih atas hadiahnya. Saya terima semua hadiahnya" selesai berkata demikian mama Erlin melihat-lihat hadiahnya.
"Bi Sumi, ambil semua yang bibi mau kalau bibi tidak suka nanti bibi beri ke siapapun yang mau. Saya tidak perlu hadiah seperti itu, saya bisa membelinya lima puluh kali lipat" jawab mama Erlin.
"Ya ampun nyonya....ini barang-barang mewah loh, apa nyonya tidak menyesal nantinya?kasihan non Firda nyonya, dia sudah jauh-jauh membawakan hadiah untuk nyonya masa nyonya tidak terima? bi sumi menatap sedih wajah Firda.
Firda menarik nafas dalam-dalam dan menahan air matanya supaya tidak mengalir.
"Ooh....ada pengantin baru" ujar Suzil.
"Cukup mah....cukup, andai mama mengizinkan aku menikah dengannya mungkin orang tuanya juga akan melamarku mah" Firda berusaha membela suaminya.
"Kalau memang suami kamu menghargai kamu dan keluarga kamu, tentunya dia akan mengajak keluarganya kesini. Memintamu dari kami dengan hormat bukan dengan membawa kabur anak orang" selesai berkata seperti itu mama meninggalkan Firda sendiri.
Firda duduk dibangku makan sambil menyenderkan tubuhnya.Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Yang sabar ya non, nyonya masih marah saat ini. Semoga mama non lekas menerima non kembali"
"Iya bi terima kasih" jawab Firda singkat.
" Biii....segera rapikan ruang tamu sebentar lagi mertuanya Suzil akan datang.Tolong dapur dirapikan dan jangan ada orang luar disana. Kita akan makan siang disana.
Firda langsung bangun dari duduknya.Dia mengerti maksud ibunya.
"Baik lah bi, percuma saya datang kemari, cuma menjadi bagian yang tak terlihat" lalu Firda bangkit keluar ruang makan dan menuju teras rumah. Dia segera menelpon suaminya dan minta dijemput.
Tak berapa lama nampak beberapa mobil nampak berjejer didepan rumah Firda. Rendi dan keluarganya datang dengan membawa serangkaian berbagai macam makanan dan buah-buahan. Mama Erlin menyambutnya dengan hangat. Firda hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Lalu dia pun kembali ke teras menunggu jemputan suaminya.
Tiba-tiba mata Firda ditutup oleh seseorang.
"Mas...kamu sudah datang?"Firda meraba-raba wajah orang yg menutup matanya.
"Baaa...heloo ini papa"
"Papaaaa" Firda langsung memeluk ayahnya dan menangis dipelukan ayahnya.
"Helooo.....ada apa dengan gadis kecil papa? kenapa menangis sayang?"
"Aku menangis bahagia ayah, karena bisa bertemu ayah aku kangen ayah" ujarnya berbohong.
"Okey...sekarang kamu sudah bertemu papa, mana suami kamu?"
"Mas Yugho sedang dalam perjalanan kemari pah menjemput aku"
"Apa kalian akan menginap disin?"tanya papa
"Tidak mungkin sekarang pah tapi semoga suatu hari nanti aku bisa kumpul bersama kalian"
"Anak baik" papa mengusap-usap rambut anaknya.
"Ayo kita kedalam sayang" papa menarik tangan Firda.
"Tidak mau pah, ada keluarga kak Rendi didalam"
"Justru itu papa mau mengenalkan kalian sekalian pada mereka" ujar papa
"Bagaimana kalau mama marah pah?"
"Papa akan mencubit mamamu jika dia berani menakali anak papa"
Akhirnya mau tidak mau Firda mengikuti langkah kaki papanya.Dan dia pun mengenalkan Firda kepada mereka. Mama Erlin menampakkan wajah tidak senang kepada papa Josh namun diabaikan oleh papa Josh dia bersikap seolah-olah tidak tahu.
Mereka pun bercakap-cakap bersama. Tak berapa lama datang seseorang memberikan salam. Yugho pun muncul untuk menjemput istrinya.
Papa Josh dan Firda menyambut kedatangan Yugho tetapi tidak dengan mama Erlin dan Suzil. Papa Josh langsung mengenalkan Yugho sebagai menantunya dan tampak keterkejutan diwajah ayah dan ibu Randi.
Mama langsung menarik tangan papa Josh dan membawanya ke kamar mereka.
"Kenapa papa memperkenalkan mereka? mama saja tidak menganggapnya ada. Awas ya pah, jika terjadi masalah dengan pertunangan atau pernikahan Suzil itu pasti karena anak kesayangan dan menantu kesayangan papa itu dan mama tidak akan pernah menganggap telah melahirkan Firda" dengan kesal mama meninggalkan papa sendiri.
"Aneh....mama what's wrong with Firda?"dasar wanita aneh-aneh saja pikirannya. Papa pun menyusul mereka dan kembali ke ruang tamu untuk menemui mereka.
************
Mama masih marah saja. Entah sampai kapan mau menerima Firda kembali.😥
Terima kasih yang masih mau menunggu🤗
Love you all