Miss Rusuh

Miss Rusuh
Bertemu Dengan Angga



Pagi itu Firda tampak BT sekali....telepon dari Firnie benar-benar membuat moodnya turun drastis.


Akhirnya dia bersiap untuk mandi pagi karena perutnya sudah meronta-ronta untuk minta diisi.


Selesai mandi Firda lalu mengeringkan tubuhnya dan menggunakan kembali pakaian yang semalam.


"Ya..ampun, no make up gue hari ini... benar-benar hari yang parah buat gue " gerutunya kesal.


"Oke Firda....incessnya mami Erlin, tetap percaya diri dan cuzzz kita ke restoran untuk sarapan pagi...jangan lupa cuci mata klo ada yang bening-bening n macho" ujar Firda sambil berbicara sendiri didepan kaca.


"Astagaaa....sadar Firda, elo itu sudah punya mas Yugho" Firda berkata sendiri sambil menepak keningnya.


"Tapiiiii...sebelum mas Yugho halallin gue, boleeehh dong gue cuci mata, dia aja lagi berduaan saat ini sama si mak lampir, bener-bener menyebalkan huhh...."


Saat Firda bersiap-siap melangkahkan kakinya keluar pintu tiba-tiba seseorang tampak mengetuk pintunya.


"Siapa?" Tanya Firda


"Bell boy nyonya" jawab orang diluar pintu


"Ya ampun nyonya..kesannya gue tua banget"


"Oke sebentar" jawab Firda sambil membuka pintu.


Taklama kemudiian door bell tersebut tampak membawakan 2 koper milik Firda.


"Ini nyonya ada kiriman dari seseorang untuk nyonya" jawabnya sopan.


"Mas, aku masih muda belum kawin, jangan panggil aku nyonya...kesannya aku tua banget tau" seloroh Firda.


"Oohh, maaf nona" bell boy itu meralat ucapannya.


"Tengkiu ya mas atas bantuannya" lalu Firda tampak mengeluarkan 2 lbr lembaran berwarna biru untuk diberikan kepada bell boy tersebut.


"Terima kasih nona tak perlu repot-repot" ujar bell boy tersebut sambil membungkukkan tubuhnya.


"It's okey mas, thanks ya" balas Firda sambil mengambil koper-kopernya dan menutup pintunya.


"Akhirnya baju-baju gue nyampe juga"


Tak lama kemudian tampak Firda dengan antusias membuka koper yang berisi pakaiannya.


"Well...incess Firda, waktunya kita ganti baju..lalu cuzz ke restoran kita isi perut....aduhh perut eyke sudah dangdutan ini..." ujar Firda berbicara sendiri.


Begitu koper dibuka tampak baju Firda yang acak-acakkan dan penuh guntingan.


Sontak Firda kaget bukan main dan nampak mata berkaca-kaca.


"Baju guee..bajuuu gueee....aaaaaaaa...mas Yughooo, tanggung jawab loe baju gue ampe begini"


"Gue gak terima baju gue ancur begini..."


Firda tampak murka dan


Siap menyantap siapa saja orang yang sudah membuatnya marah.


Lalu ia membuka ponselnya dan langsung menghubungi Yugho.


Satu kali panggilan tidal diangkat...dua kali...tiga kali bahkan sampai setengah jam ia menghubungi Yugho namun tak sekalipun Yugho mengangkat handphonenya.


Dengan kesal Firda melemparkan handphonenya ke kasur.


"Sial berlipat-lipat gue hari ini" ujarnya mengumpat dalam hati sambil menahan kesal.


"Ini semua gara-gara si nenek lampir sama mas Yugho"


"Ya Tuhan, gue baru ingat pantesan mamas mau ngajak gue shoping....ternyata ini alasannya...ckckck"


"Fix, berarti dia tau klo si lampir sudah ngancurin baju-baju gue...mas aku gak akan maafin kamu titik"


"Jadi gak nafsu makan gue, ke kampus juga males...gara2 ga ada baju"


"Hah...gue lupa hari ini ada kuis dosen killer....haduhh mati dah gue"


Buru2 Firda mencari baju yang masih layak untuk dipakai.


"Lumayan masih ada kaos dan celana jeans walaupun robek-robek"


Akhirnya mau tak mau Firda memakai t'shirt dan celana seadaanya.


Selesai memakai baju lalu dia mencari buku-buku kuliahnya.


Daann....sekali lagi Firda dibuat terbelalak tak percaya.


"Tidaakkk...buku-buku gue"


"Aarrgggg...kalian nampak seperti sepasang tukang sihir...ya ampun buku-buku gue....tamatlah riwayat gue hari ini"


"Liatin kalian berdua, aku tak akan maafkan kalian"


Kadang terbersit ribuan sesal dihati namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur...mau tidak mau, suka tidak suka Firda harus menghadapi ini semua.


Hanya saja dia tidak sampai kepikiran kalau baju-baju dan buku-buku kuliahnya yang jadi sasaran.


"Mas kamu benar2 tidak bisa diharapkan, saat ini aku kecewa sama kamu loh mas"


Dia pergi ke kampus tanpa sarapan terlebih dahulu.


Akhirnya dia memilih pergi ke kampus dengan menggunakan Goj*k untuk mempersingkat perjalanan.


Dia menuju lobby hotel lalu keluar begitu ada panggilan masuk dari sang ojol.


Dengan ribuan kecemasan dia memasuki gerbang kampus.


"Firda, kamu harus PD dan kamu harus tetap yakin, kalau kamu selalu tampak keren" bisik Firda dalam hati demi menambahkan rasa percaya dirinya.


Akhirnya dengan santai dia masuk ke kampus.


Begitu melewati koridor kampus tiba-tiba bahunya ditepuk seseorang.


"Naahhhh ketemu lagi loe mba" sapa suara cowok itu.


"Hahhh! Koq elo ada disini?" Tanya Firda kaget.


"Ngapain loe kemari?ngikutin gue ya"


"Hey...mba, gue juga kuliah disini kali, emang ini kampus elo doang"


"Sini loe mba gue tagih janji loe yang beberapa waktu lalu" ujar cowok itu lagi.


"Anjrit....gue gak punya janji apa-apa sama elo" jawab Firda.


"Cepetan deh, elo mau gue cium disini apa dibelakang kampus?" Ujar cowok itu lagi


"Gila loe...gak mau gue,loe kira gue cewek apaan cong" balas Firda


Cowok itu terkekeh dan tampak mendekati Firda.


"Berani lebih dekat lagi, gue tampol loh, gue lagi mau makan orang hari ini, jangan cari gara-gara ama gue" ujar Firda marah.


"Wuihhhh...keren juga loe jadi cewek, boleh juga nih gue jadiin gebetan" ujar cowok tersebut sambil senyum menawan.


"Kenalin nama gue Angga, gue anak tehnik mesin" ujarnya sambil menjulurkan tangannya


"Gue Firda" jawabnya sambil berlalu.


Lalu Firda berjalan santai menuju kelasnya.


"Fir, jam 12 gue tunggu dikantin, makan bareng yuk" ajak cowok itu.


"Liat aja ntar, klo mood gue bagus gue ke kantin, klo mood gue jelek kapan-kapan aja traktirnya" jawab Firda sambil berjalan menuju kelasnya.


"Hmmmm....oke juga tuh cewek" ujar Angga sambil senyum.


"Pepet ngga, jangan kasih kendor cewek model gitu banyak peminatnya" timpal kawannya.


"Jagain dia klo gue gak ada cuy hehehe" bisik Angga pada kawannya


"Wehh, tenang bos siyap bro" ujar kawannya lagi.


Akhirnya tiba juga Firda dikelasnya walau telat 15menit.


Dosen killer menatap tajam kearah Firda.


"Lihat siapa yang datang? Artis kelas kalian akhirnya datang juga" ucap sang dosen


"Tepuk tangan riuh dari mahasiswa lain bergemuruh, ditambah lagi dengan penampilan Firda yang layaknya anak band"


Walau sebenarnya kesal dengan ulah sang dosen tapi Firda tetap bersikap manis, daripada harus dapat nilai D lebih baik senyum menghadapi sang dosen.


"Siang Pak maaf terlambat, Bapak taukan kondisi Jakarta yang selalu macet?"


"Mohon kertas ulangan saya Pak" pintanya dengan sopan.


"Dengar Firda, tidak ada penambahan waktu untuk kamu, kerjakan dalam 30 menit mulai sekarang CEPAT" ujar sang Dosen dengan galaknya.


"Bagaimana dengan makan siang Pak?saya traktir Bapak siang ini" jawab Firda sambil mengerdipkan sebelah matanya.


Setelah berkata demikian dia mengambil soal ulangannya lalu menuju bangku kosong untuk menyelesaikan kuis hari ini.


"Aahhh....Dosen tampan nan killer, sayang sudah punya anak klo masih single gue gebet loe Pak" ujar Firda sambil senyum penuh arti.


Gue sebel kalau selalu berhadapan dengan cowok tampan tapi galak.


"Yang satu udah tunduk sama gue....masa iya gue mesti tundukkin lagi dosen yang satu ini...wkwkwkwk bisa ngamuk mamasku"


*************


Maaf telat up date manteman.


Dari kemaren sibuk, tapi begitu ingat kalian langsung deh aku nulis si Firda.


Maaf cuma segini semoga tengah malam nanti bisa setor lagi....tapi jangan ditunggu ya takutnya molor hehehhe.....


Semoga kalian suka ya.


Berhubung buru-buru nulisnya maaf kalo ada banyak typo.😁