Miss Rusuh

Miss Rusuh
BonChap 4



Di Minggu yang cerah anak-anak menginap semua di rumah Alma. Mereka menghabiskan malam dihalaman rumah belakang sambil mendirikan tenda.


Mereka membuat 2 buah tenda yaitu tenda untuk pria yang terdiri dari Ziel,Axel dan Jasvier.


Satu lagi tenda wanita yang berisi Queen, Celline dan Earlyn.


Mereka tampak heboh bercerita. Axel dan Jasvier tak mau kalah dengan ceritanya. Jika mereka berdua sudah panas maka Ziel akan menenangkan mereka.


Celline dan Queen bulak-balik masuk ke dalam rumah hanya untuk mengambilkan mereka makanan dan minuman.


Earlyn menemani Ziel menjaga Axel dan Jasvier agar tidak bergaduh.


"Queen....daddy pulang,peluk daddy sayang" Daniel segera memeluk Queen anak gadisnya yang seharian ini belum ditemuinya.


"Kamu sedang apa sibuk sekali?"


"Kami sedang berkemah dad di kebun belakang. Kakak menyuruh kami semua menginap dan tidur ditenda malam ini"


Alma yang baru keluar dari kamar segera menghampiri suaminya.


"Baru pulang bie?" Tanyanya


"Sayangku" Daniel segera memeluk ke dua wanita yang sangat dikasihinya itu dan memberikan ciuman bertubi-tubi kepada Alma dan Queen.


"Cup....cup....cup"


"Daddy lepaskan aku, Teman-temanku sedang menungguku"


"Oke...oke...bawa semua makanan kesana, masih kurang tidak? Apa perlu daddy pesankan makanan lagi sayang?"


"Tidak perlu dad, ini sudah terlalu banyak. Bye dad aku kebelakang lagi ya jangan mencariku" teriak Queen lalu bergegas menuju taman belakang rumah sambil membawa sekantung makanan untuk teman-temannya.


"What!!!...lihat anakmu sudah tidak memerlukan ayahnya lagi" Daniel tetap memeluk Alma dan berjalan menuju kamarnya.


"Hihihi....dia sudah besar bie sudah waktunya bukan diperlakukan seperti bayi lagi" tukas Alma


"Semakin besar anak-anak mereka sudah mempunyai kehidupan sendiri-sendiri. Aku kangen ketika mereka berumur 2 atau 3 tahun sayang. Aku masih bisa mendekap mereka sesuka hatiku. Untung ada si kecil lagi yang sedang didalam sini" Daniel mengelus-ngelus dan menciumi perut buncit istrinya.


"Ya ampun bie, umurmu sudah 44th tapi masih mau punya anak bayi lagi. Hihihi....aku gak bisa bayangin kelak dia besar nanti. Orang-orang akan mengira kamu itu kakeknya bukan ayahnya bie hihihi"


"Hei sayangku....walaupun usiaku hampir setengah abad tapi aku masih tampan dan gagah. Orang-orang tidak akan tahu berapa umurku yang sebenarnya" Daniel mencubit pipi dan hidung istrinya dengan gemas.


"Baiklah tuan percaya diri....aku percaya padamu" Alma melepaskan dasi dan jas suaminya.


"Aku siapkan air hangat dulu bie habis itu mandi ya bie"


"Biar aku siapkan sendiri sayang. Kamu cukup duduk istirahat disini" lalu Daniel menggendong istrinya dan meletakkannya di sofabed sambil dipenuhi dengan bantal-bantal untuk mengganjal tubuh istrinya. Kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara itu dibelakang rumah.


"Gaess....ini cukup untuk kita bergadang malam ini. Kak....kenapa tidak buat api unggun saja?" Tanya Queen kepada Ziel.


"Tidak boleh sama mommy Queen. Kata mommy itu berbahaya" Ziel


"Raja dan ratu ingin makan apa?" Tanya Celline kepada Ziel dan Earlyn.


"Aku kripik tempe saja" Ziel


"Aku kripik kentang" Earlyn


"Permaisuriku....tolong ambilkan aku jus jeruk" Axel


"Usiaku lebih tua satu tahun darimu Axel" Celline


"Tidak mengapa..aku lebih suka wanita dewasa" jawab Axel santai.


"Celline lebih cocok denganku. Karena umur kami sama" Javier


"Kamu sama Queen saja. Biarkan Celline bersamaku" Axel tidak mau kalah.


"Kenapa aku harus dijodohkan dengan putri yang judes ya Tuhan" Javier menutup wajahnya seolah-olah menjadi orang yang paling teraniaya.


Tidak terima dengan perkataan Javier, Queen langsung memukuli punggung Javier hingga membuat Javier berlari menghindari amukan Queen. Sementara yang lain mentertawakan Javier yang sedang dikejar-kejar oleh Queen.


*******


"Mah...anak-anak kemana? Kok sepi sekali rumah?" Yugho


"Yang besar diculik Queen....yang kecil diculik kakeknya pah" jawab Firda sambil melepas celemeknya.


"Tadi ayahmu kemari membawa Kean. Ayah akan mengajak Kean ke Bandung pah"


"Nginep lagi mereka?"


"Biasa pah malam minggu mereka pada ngumpul sambil berkemah dirumah Queen" Firda segera menghampiri suaminya dan melepas kemeja suaminya.


"Tumben mama rajin" ledek Yugho


"Udah papa cepat mandi, mumpung gak ada anak-anak kita bisa bulan madu sepuasnya"


"Ya ampun mama....kamu kenapa jadi maniak begini sih sayang?" Tanya Yugho sambil memeluk dan ******* bibir istrinya.


*******


"Helo boys....girls....bagaimana kabar kalian hari ini?" Tanya Daniel pada anak-anak itu.


"Fine dad" Ziel, queen dan Axel


"Selalu baik om" Celline, Earlyn dan Javier


"Jika kalian butuh apa-apa panggil daddy okey?"


"Oke dad" jawab mereka kompak. Lalu Daniel memberikan jempol kepada mereka semua dan langsung masuk menuju meja samping rumah sambil menyiapkan sesuatu dibantu oleh bi Ida.


Dia menata lilin sedemikian rupa dimeja makan bundar. Kemudian meletakkan wine dan orange jus beserta salad dan steak buatannya. Tak lupa setangkai mawar merah diletakkan dimeja itu hingga terkesan romantis suasana disamping rumah itu ditambah dengan lampu redup berbentuk love seolah menyatakan betapa cintanya dia kepada sipemilik hatinya itu. Dia pun menaburi kelopak bunga mawar disepanjang jalan menuju ruang makan romantis itu. Setelah siap dia segera menemui istrinya.


Daniel memberikan setangkai mawar merah untuk istrinya itu.


"I love you sayang...cup...cup...cup" dia selalu membombardir istrinya dengan kecupan-kecupan mesra dan hangat.


"I love u too hubbie" Alma mencium mawar itu dan memeluk dengan erat suami tercintanya.


"Makan malam sudah siap sayang" Daniel berbisik ditelinga istrinya sambil menciumi telinga Alma


"Tapi aku mau makan pecal bie?"


"What?"


"Aku mau makan angkringan....sego kucing bie"


"Sayang....apa tidak ada makanan lain yang kamu inginkan?" Tanyanya bingung.


"Tidak bie.. aku mau itu" Alma merajuk sambil memanyunkan bibirnya.


"Kemarilah sayang....aku punya kejutan untukmu tetapi jika kamu tidak menyukainya maka aku akan mengajakmu keluar" Daniel menggendong Alma menuju pintu samping kemudian dia menurunkan Alma diantara mawar-mawar merah itu. Dan dia menuntun Alma menuju meja makan yang telah disiapkan.


Alma menjadi terharu dia teringat adegan-adegan di film berjalan diatas rangkaian bunga mawar yang telah ditata sedemikian rupa. Senyum cerah tersungging dibibir manisnya.


"Terima kasih suamiku" lalu dia merangkum wajah suaminya dan menciuminya berulang kali. Lambat laun ciuman itu semakin membara. Lilit*n dan belit*n lidah saling menyerang dan menyesap disaat nafas mereka hampir habis barulah mereka saling melepaskan sambil tersenyum bahagia.


"Terima kasih sudah mendampingiku dan memberikanku anak-anak yang super sayang" Daniel memeluk istrinya kembali. Dialah orang yang paling bahagia didunia ini. Tuhan sangat menyayanginya dengan memberikan bidadari yang penyabar dan penyayang serta menganugerahkan pangeran-pangeran yang tampan dan seorang putri yang cantik. Ditambah lagi akan ada anggota baru yang akan lebih menyemarakkan suasana rumah mereka.Dia merasa menjadi pria yang sangat sempurna.


Daniel menarik kursi untuk istrinya kemudian dia pun duduk dihadapannya.


"Tumben bie...ada acara apa ini?" Tanya Alma


"Ini adalah tanggal pernikahan kita sayang, apa kamu lupa?" Daniel kemudian bangkit dari kursinya dan memakaikan kalung mutiara dileher jenjang istrinya itu.


"Ya ampun bie...terima kasih sayang" Alma meraih tangan suaminya kemudian menciuminya satu persatu.


"Apa kamu suka?"


"Sangat bie...sudah terlalu banyak perhiasan yang kamu berikan untukku bie" mata Alma tampak berkaca-kaca.


"Itu tidak seberapa sayang dibandingkan kebahagiaan yang telah kamu berikan untukku" Daniel menciumi puncak rambut istrinya. Kemudian dia kembali kekursinya dan mulai menyuapi istrinya .


"Aaaa" ujarnya sambil menyodorkan potongan daging kepada istrinya.


Alma langsung membuka mulutnya dan mengunyah potongan daging itu. Sesekali Daniel tampak mengelap bibir istrinya dengan tissue. Dia menyuapi Alma dengan penuh kesabaran sampai habis steak buatannya itu.


"Bie...aku masih mau makan diangkringan. Bawa aku kesana bie" wajah Alma tampak memelas.


Daniel geleng-geleng kepala.


Tapi begitu melihat wajah memelas istrinya dia pun menjadi tidak tega.


"Dia yang mau bie" Alma menunjukkan perut buncitnya dan langsung mengelus-elusnya.


"Baiklah....baiklah sayang, bagaimana dengan anak-anak apa kita akan mengajaknya?"


"Tidak usah bie...biar bik Ida dan mang Tohir menjaga anak-anak" Alma.


"Baiklah, aku pamit dulu dengan anak-anak biar mereka tidak mencariku" Daniel menggandeng tangan istrinya dengan mesra lalu menemui anak-anaknya.


Dia mengajak mereka semua namun anak-anak tidak ada yang mau ikut. Akhirnya Daniel hanya berdua dengan Alma keluar rumah mencari angkringan. Alma dengan lahap makan dilesehan itu sementara Daniel hanya menemaninya makan dan sesekali membersihkan wajah istrinya. Dia tidak habis pikir istrinya bisa makan dipinggir jalan dengan lahapnya. Padahal jika Alma mau tentu saja Daniel akan membawanya ke sebuah restoran super mewah dan super mahal namun sayang istrinya hanya meminta makan dipinggir jalan saja.


********


Maaf gaess...5 hari tepar dikamar dan beristirahat total. Tapi bukan covid loh hehehe😂.


tak terasa hutangku tinggal 1 chapter lagi😂


Love you gaess semoga berkenan.



Kurang lebih seperti ini penampakkan cerita selanjutnya😁


Masih dipikirkan kisahnya seperti apa😂.


Jangan minta buru-buru ya sayang2kuh😘.