
Puas berkeliling ditaman strawberry, tak lupa Firda memetik juga sebagian untuk dibawa pulang.
"Sudah puas sayang?"tanya Yugho.
"Sudah mas, minggu depan kita kesini lagi ya mas" Firda mulai merajuk.
"Baiklah...baiklah..kalau mas tidak ada kerjaan mendadak ya sayang" Yugho merangkul pundak istrinya kemudian mencium pucuk kepalanya.
Mereka pun berpamitan kepada sipemilik kebun.
"Terima kasih banyak atas semuanya ya Bu" Yugho pun menjabat tangan si Ibu pemilik perkebunan itu.
"Sama-sama Pak, semoga cewek ya anaknya Pak" ujar di Ibu tersebut.
"Apa maksud Ibu?" Yugho bertanya kembali mencoba menela'ah perkataan Ibu itu.
"Biasanya yang sudah-sudah seperti itu Pak, ngidam ingin makan strawberry yang banyak begitu lahir anaknya rata-rata perempuan" Ibu itu tersenyum kepada Yugho.
"Benarkah Bu wanita? Pernah meleset tidak bu menjadi laki-laki? Tanya Yugho penasaran.
"Rata-rata sih perempuan Pak, tapi semua tergantung kuasa Tuhan"
"Saya tidak masalah wanita atau laki-laki yang penting sehat" jawab Yugho mantap.
Entahlah begitu mendengar perkataan Ibu itu serasa ada ribuan bunga di hatinya. Yugho terus saja tersenyum selama dalam perjalanan hingga membuat Firda bingung.
"Kamu kenapa mas, senyum-senyum sendiri saja?" Tanyanya.
"Tidak apa-apa sayang" Yugho menghadapkan tubuh Firda kepadanya. Ditangkupnya wajah Firda kemudian dia mencium kening Firda begitu dalam.
"Aku mencintaimu Angie, malaikatku" lalu Yugho memeluk tubuh Firda dan membopongnya layaknya pengantin sambil terus menatap wajah istrinya.
"Jangan kaya gini mas, jangan bikin aku salah sangka lagi" Firda langsung cemberut.
"Kenapa sayang? Mas akan selalu menyayangi dan mencintai kamu sampai kita sama-sama tua" Yugho pun tersenyum penuh kehangatan.
"Aaiihh...nggak tau ah, kamu serius atau bokis ini mas. Pokoknya sekarang siapapun yang dekati kamu harus berhadapan denganku titik" Firda menatap tajam mata Yugho.
"Iya sayang....iya...tidak akan ada wanita bisa mengambil hati mas kecuali kamu, cium mas dong sayang" pintanya.
"Uwwuuu....minta cium, nanti sajalah dipenginapan. Aku tidak mau hilaf dijalanan mas"ujar Firda sambil tergelak tawa.
Yugho merasakan kebahagiaan yang luar biasa namun dia menahannya untuk tidak memberitahukan istrinya sebelum mendapat kepastian dari dokter kandungan. Baginya apa pun jenis kelamin anaknya nanti itu adalah anugerah dan kado terindah yang Tuhan berikan untuknya.
"Sayang...kita kemana lagi habis ini? Mas akan memanjakan kamu hari ini. Jadi apapun yang kamu minta sebisa mungkin akan mas turuti".
"Aaahhh...serius ini mas-ku?" Tanya Firda dengan mata berbinar.
"Aku mau belanja make up sama baju mas nanti"
"Baiklah sayang, mas akan membawa kamu kesana" Yugho dengan riang membawa istrinya kemanapun yang dia mau.
Puas pergi berkeliling akhirnya mereka kembali ke penginapan.
"Aku adalah orang yang paling bahagia saat ini sayang" bisiknya ditelinga istrinya.
"Baiklah....baiklah apa pun yang kau inginkan sayang" selesai berkata seperti itu Yugho langsung membopong istrinya ke tempat tidur mereka.
Mereka bercengkrama dengan sangat bahagia. Sesekali Yugho mengusap-usap perut istrinya.
"Ya ampun, ngapain sih kamu mas ngusapin perut aku terus. Belum ada isinya mas paling-paling nasi sama cemilan yang ada diperut aku. Lagipula kita lagi enak-enaknya ini berduaan mas...hehehhe" Firda tertawa sambil mencubit ke dua pipi suaminya.
"Sayang...apa kamu tidak ingin memiliki anak?" Tanya Yugho.
"Tergantung kamu mas" jawabnya sambil mengangkat kedua bahunya.
"Loooh...kenapa Tergantung aku sayang" Yugho langsung mengernyitkan dahinya.
"Kalau kamu masih ada hubungan dengan si lampir ya aku tidak mau mas. Kalaupun aku hamil dan tahu kamu masih ada hubungan dengannya, anak kamu aku ajak tinggal di Jerman bersama opa buyutnya disana. Ngapain tinggal disini kalau ayahnya masih menjalin hubungan dengan wanita lain, selain itu anak aku tidak di aku cucu dimana-mana. Ya lebih baik aku suruh tinggal disana saja"
"Apaaaa...tidak bisa sayang, tidak bisa seperti itu. Aku adalah ayahnya dan aku amat menyayangi kalian dan akan aku pastikan bahwa tidak ada wanita lain didiriku selain kamu sayang" Ujar Yugho sambil menggoyang-goyangkan bahu Firda.
Yugho benar-benar khawatir dengan perkataan Firda. Setahu dia, tidak pernah dia menduakan istrinya walaupun dulu di hatinya masih ada nama Firnie, namun dia tidak berhubungan apa-apa lagi dengannya. Baginya pernikahan itu hanya sekali untuk seumur hidup. Dia memang pernah bersalah terhadap istrinya, namun dia akan menebus semuanya. Sebelum segala sesuatu yang buruk terjadi dia tidak akan menghianati istrinya.
"Aduhhh...kenapa kamu seperti ini sih mas, biasa aja keless. Memang kamu punya salah sama aku mas?kok takut banget aku tinggal sih?" Firda menonjok-nonjok pelan dada suaminya.
"Tidak sayang, ini murni karena aku sayang kamu jadi aku takut kehilangan kamu. Apalagi mendengar perkataan kamu yang akan menjauhkan aku dari anakku sendiri, bisa gila mas sayang" Yugho mencubit gemas hidung istrinya.
"Mas, 2 jam lagi kita mesti check out, sayang kalau tidak dimanfaat 2 jam itu"
"Kalau kamu masih ingin disini, mas akan memperpanjang liburan kita sayang"
"Tidak bisa mas, besok aku sudah mulai magang sayang" ujar Firda.
"Baiklah kita manfaatkan waktu kita yang dua jam ini. Apa yang akan kita lakukan sayang?"
"Hmmm...you know what i want mas" Firda menelusuri wajah suaminya dengan jari tangannya.
Yugho langsung menangkap tangan itu lalu segera menciuminya. Dijilatinya jari-jemari istri nya. Firda menarik kaos suaminya dan menghempaskannya ke ranjang. Dia berdiri dengan lutut menghimpit tubuh suaminya.
"Buka bajumu sekarang juga mas, mau buka sendiri atau aku cabik-cabik" ujar Firda nakal.
"Tentu saja mas ingin dicabik-cabik sayang" ujar Yugho sambil meremas bok*ng kenyal Firda.
"Aaaww....nakal banget sih kamu mas" Firda langsung terjatuh diatas tubuh suaminya.
"Jangan bercanda terus, cepat kita manfaatkan waktu kita yang dua jam itu"
"Hahaha....mana bisa kita ngelakuin jika kita begini terus mas" Firda tertawa kegelian karena suaminya menciumi terus-menerus perutnya.
Akhirnya Yugho merebahkan tubuh istrinya dan mereka benar-benar memanfaatkan waktu yang dua jam itu dengan sangat panas dan menggelora. Yugho bermain selembut mungkin karena dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan anaknya yang masih di dalam perut istrinya. Walaupun belum pasti tetapi dia sudah menganggap kalau istrinya sungguh benar-benar telah hamil. Reaksi Firda berbeda sekali, dia yang benar-benar mendominasi permainan itu. Walaupun Yugho sudah memintanya bermain lembut tetapi dia bermain seperti kucing liar. Yugho benar-benar yang dimanjakan oleh istrinya kali ini.
Selesai berpacu mereka kelelahan dan tertidur.
Yugho terbangun saat telephone berdering dan customer Service-nya mengingatkan jika sudah waktunya check out. Dia melihat istrinya yang sedang tertidur pulas dan tidak mungkin tega membangunkanya. Akhirnya dia memperpanjang waktu lagi. Diapun segera memesan makanan namun dia yang akan mengolahnya sendiri. Bagaimanapun caranya tetap dia yang akan memasak untuk istrinya. Setelah melakukan negoisasi dan membayar lebih akhirnya Yugho segera mendapat lampu hijau dan tanpa menunggu lama lagi dia pun segera memasak untuk istrinya.
*********
Kalian pasti protes....kentang thor, dah lama nunggu cuma dapat 1 episode. kadang aku sedih disitu, karena aku tak bisa menuruti mau kalian🤧 tapi 2 hari kemaren aku tepar kecapean. hari ini aku rencana mau bikin 1 lagi semoga nanti malam bisa up lagi untuk kalian zheyengkuh🤗 love u all 😘