
Akhirnya proses ijab kabulpun selesai. Firda mencium tangan Yugho dan Yugho mencium kening Firda.
Lalu mereka bersalam-salaman. Mata Firda basah dengan air mata. Dia merasa sedih dan sendiri. Disaat moment bahagianya tak satupun dari keluarganya yang datang. Yugho segera merangkul Firda.
"Ssttt...jangan bersedih lagi. Hapus air matamu, ada mas disini yang akan selalu mendampingi kamu. Kamu tidak sendiri sayang. Kalau kamu kangen sama mama kamu, kamu bisa datang kemari dan menganggap bu Marni seperti ibu mu sendiri"
Firda mengangguk dalam pelukan Yugho.
"Kita sudah sah" bisik Yugho ditelinga Firda.
Firda memerah wajahnya dan langsung mencubit lengan Yugho.
"Memang mau ngapain mas kalau sudah sah?" Tanya Firda pura-pura bodoh.
"Mas mau makan kamu tanpa sisa" jawab Yugho sambil tetap memeluk Firda.
"Nakal....nakal...nakaaalll" ujar Firda sambil mencubiti pinggang Yugho.
Tiba-tiba pak Tarto datang dan menghampiri Yugho.
"Ada bos mu datang Go" katanya.
"Oh...baik terima kasih pak. Ayo kita keluar sayang, Pak Daniel datang"
"Hah...Alma juga pasti datang, ayo mas kita kedepan" Firda menarik tangan Yugho dan langsung pergi menuju ruang tamu.
Tampak Daniel dan keluarganya datang dan tak ketinggalan juga Pak Tito.
"Selamat Go atas pernikahanmu" lalu Daniel menyalami Yugho dan juga Firda.
"Terima kasih Pak" jawab Yugho sopan sambil membalas salam Daniel sang big boss-nya.
"Kenapa kamu tidak bilang-bilang Go? kamu kan bisa memakai aula hotel grup H" ujar Daniel.
"Ini dadakan Pak dan diluar rencana. Bapak lihat sendirikan tidak ada satupun orang tua kami yang hadir"
"Ya...ya...ya...yang penting sah itu point-nya Go"
"Iya Pak, terkadang pernikahan mewah pun belum tentu langgeng" jawab Yugho.
Disaat mereka berbincang-bincang Tito pun turut menyalaminya juga.
"Selamat Go, akhirnya gadis rusuh itu bisa menaklukanmu juga...hahaha" goda Tito kepada Yugho.
Yugho pun tampak tertawa malu.
"Iya Pak, saya kalah dari dia" jawab Yugho.
Tito nampak mengeluarkan 3 amplop dan langsung memberikannya kepada Yugho.
"Ini dari kantor tiket honeymoon selama satu minggu, tinggal pilih mau di dalam negeri atau diluar negeri dan yang pasti di Hotel Grup H. Yang ini dari tuan Daniel berupa beasiswa "Conversion Training Program untuk memperoleh ATPL jadi nanti kamu juga bisa mengendarai pesawat komersial selain pesawat tempur sehingga kamu juga bisa menggantikan Kapten Donie jika dia terlalu lelah ataupun jika dia sedang ada urusan lainnya.
Dan satu lagi ini surat pengangkatanmu dari Divisi Khusus mengingat kamu ahli dalam mengatur strategi maka tidak tertutup kemungkinan ilmu 'jamesbond' kamu bisa berfungsi untuk menghadapi kompetiter pesaing bisnis kita nantinya. Tenang Go tugas kamu akan sepadan dengan gaji kamu. Tuan Daniel akan menaikkan gaji kamu bulan depan. Kamu harus siap ditugaskan apapun bentuknya oleh tuan Daniel.
"Waww....saya tidak bisa berkata apa-apa Pak selain terima kasih dan terima kasih" jawab Yugho.
Lalu mereka pun langsung berbincang-bincang dengan Pak Narto Kepala Komando Yugho.
"Mamud Alma....kangennn" Firda langsung memeluk Alma. Maaf ya Al, aku nggak sempet memberitahu kamu. Semuanya serba mendadak dan tanpa persiapan" Firda sebisa mungkin memberi penjelasan kepada Alma.
"Aku kira kamu sudah lupa hihihi" ledek Alma.
"Enak saja, siapa yang bisa melupakan istri sultan yang cantik dan baik hati ini? jawab Firda.
Firda pun langsung menangis sambil memeluk Alma.
"Sudah nggak usah nangis Fir, ini hari bahagia kamu. Suatu hari nanti juga orang tua akan menerima kembali anaknya yang hilang. Binatang saja sayang sama anaknya apalagi manusia Fir. Kamu sabar aja ya. Ngomong-ngomong mas Yugho itu TNI Fir? Aku baru tau loh, hubbie gak pernah bilang sama aku" ujar Alma.
"Jangankan kamu Al, aku saja baru tau. Aku kan taunya cuma bodyguard kamu aja, gak tau yang lainnya tentang mas Yu"
"Cieee...cieee... yang jadi istri perwira" ledek Alma.
"Boleh dong besar kepala aku saat ini Al...hahaha" Firda pun akhirnya bisa tertawa kembali.
Tiba-tiba Mitha muncul bersama Jordan.
"Firdaa...selamat ya sayang atas pernikahanmu.Jahara ih kamu gak ngundang-ngundang aku. Ini Alma loh yang ngasih tau aku" sambil cemberut Mitha merajuk pada Firda.
Jordan pun memberi ucapan selamat kepada Firda lalu dia pun bergabung bersama Yugho juga Daniel dan Tito.
"Kesayangan-kesayangan aku maafkan aku ya, kalian lihat sendiri kan begitu sederhananya pernikahan aku. Aku malu jika mengundang sultan-sultan seperti kalian." terang Firda.
"Kami itu lebih dari sekedar teman Fir, kita akan selalu bersama menjaga persahabatan kita sampai tua" terang Mitha.
"Iya setuju jika ada apa-apa diantara kita maka wajib saling memberitahu terlepas siapapun kita, kita adalah saudara" Alma menambahkan.
"Aku terharu dengan kalian sahabat-sahabat tercintaku" Firda pun memeluk mereka berdua.
"Aku tidak bisa memberi hadiah apa-apa say hanya ini dan semoga suka" Mitha pun memberikan hadiah berupa 1 set perhiasan emas.
"Aku juga hanya bisa memberikan ini dan semoga berguna untuk kamu Fir" Alma menyerahkan amplop berisi cek senilai 100jt.
Firda terharu dan menangis menerima hadiah dari ke dua sahabat-sahabatnya itu.
"Mana sultan kecilku Al?"Firda mencari keberadaan baby Ziel.
"Dia bersama omanya Fir, mommy Kate menculik Ziel ke rumahnya makanya setelah dari sini kami ke rumah mommy rencana mau menginap disana.
"Cepetan bikin lagi Al, jadi kalau Ziel di culik oma-nya masih ada adiknya lagi hehehe" Firda
"Nggak mau Ziel masih terlalu kecil Fir" Alma
"Biar enak nanti besarnya bersamaan iya nggak Fir" Mitha
"Aku juga setuju dengan Mitha jadi kita capenya sekalian" Firda.
Disaat mereka sedang berkumpul dan bergosip Akbar pun datang.
"Selamat Fir akhirnya menikah juga hehehe...gak jadi mantan dong" goda Akbar.
Lalu Akbar menyerahkan kotak kecil berisi handphone apple keluaran terbaru sebagai hadiah untuk Firda dan tak lupa Firda mengucapkan terima kasih banyak.
"Tetap jadilah Bar mantan pacar, kan dah jadi suami sekarang" balas Firda.
"Sekarang Akbar sudah jadi artis Fir. Sebel liatnya dikerubutin fans cewek terus" Alma
"Cieeee....nyesel dong cewek yang udah ngebuang loe dulu Bar" Firda
"Hahaha...ya nggak gitu juga kali Fir. Dia ngajakin ketemuan lusa" Akbar.
"Jangan mau Bar, awas loe kalau mau nemuin dia gue samperin loh"
"Kok jadi galakkan kamu sih Fir daripada kakak aku" Akbar
"Anggap aja gue kakak loe juga Bar, gue nggak suka cewek model begitu.Cari yang lain Bar yang bener-bener sayang sama loe nanti. Apa mau gue cariin Bar?" tanya Firda
"Mau gue kenalin nggak sama anaknya Jendral Bar?" Firda berbisik kepada Akbar.
"Diam Mit, gue ada misi buat Akbar" Firda
"Iya deh...iya, Bar mau aku kenalin nggak sama adikku" Mitha.
"Iih si Mitha latahan aja nih tapi gak apa-apa sih tergantung Akbar mau pilih yang mana" Firda
"Hadeuhhhh baru jadi artis dah direbutin sana-sini adik aku" Alma
"Sayang ketemu Akbar telat Al, kalau gue tahu adik loe sekeren ini gue tempel duluan" Firda
Alma segera menjewer Firda.
"Dasar gelo gak boleh liat cowok kinclong dikit"
"Hahaha....maaf kakak ipar gak jadi" Firda.
Kehadiran mereka membuat Firda sedikit terhibur. Dia pun sudah ceria kembali.
1 jam kemudia mereka pun segera undur diri dan pamit pulang.
Daniel dan Alma pergi ke rumah mommy Kate.
Akbar pergi berjumpa dengan produser dan Mitha pergi ke Mall bersama Jordan tunangannya.
Yugho pun pamit dan berterima kasih kepada Pak Narto, Ibu dan juga Tanti.
Lalu dia membereskan barang-barang Firda dan menaruhnya di bagasi belakang mobilnya. Setelah itu dia pun mengajak Firda pergi ke rumah orang tuanya.
"Kita pergi ke rumah orang tuaku dulu ya Fir setelah itu baru kita pulang kerumah kita" Yugho berkata sambil menunggu jawaban dari Firda.
Setelah Firda mengangguk baru dia menjalankan mobilnya ke rumah orang tuanya Yugho.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit lalu mereka sampai dikediaman orang tua Yugho.
Mereka pun turun dari mobilnya.
"Aku takut mas" Firda menatap Yugho dengan wajah ketakutan.
"Tenang sayang ada mas disamping kamu"
Yugho pun segera menggenggam tangan Firda dan mengajaknya melangkah bersama untuk menemui ke dua orang tuanya.
"Assalamualaikum" dia pun segera memberi salam.
"Waalaikumsalam " jawab orang rumah.
Lalu Yugho dan Firda masuk ke dalam rumah kediaman ayahnya Yugho.
"Ayah...Ibu...maaf aku baru datang dan kedatanganku adalah untuk memohon doa restu kalian" pinta Yugho. Lalu Yugho dan Firda segera menghampiri ayahnya.
"Berhenti disitu dan jangan melangkah lagi" ucap ayah Yugho.
"Siapa dia" tanya sang ayah.
"Dia istriku ayah" jawab Yugho.
"A..aapaa?" ayah Yugho nampak kaget dengan penjelasan anaknya. Apa kalian sudah melangsungkan pernikahan?"
"Iya ayah...kami baru saja menikah" jawab Yugho tegas.
"Kamu sungguh terlalu Go, kamu telah mempermainkan nasib anak orang. Bagaimana dengan Firnie? tunangan kamu?" tanya ayah Yugho marah dengan wajah yang sangat sangar.
"Maaf ayah, aku akan segera memutuskan hubungan dengan Firnie karena aku sudah menikah dengan Firda, gadis yang aku cintai" jawab Yugho.
Ayah Yugho nampak semakin murka lalu dia segera menghampiri anaknya dan langsung menampari wajah Yugho.Firda terkejut lalu dia bersimpuh di kaki ayah Yugho sambil menangis.
"Maafkan saya Pak, ini salah saya, jangan pukuli mas Yugho lagi Pak" ujar Firda sambil terisak.
"Dan kamu, kenapa kamu masih saja mengejar anak saya, padahal anak saya sudah mempunyai tunangan. Apa kamu tidak bisa mencari laki-laki lain lagi selain anak saya?" bentaknya kasar kepada Firda. Dan Firda semakin sesegukan mendapat amarah dari ayah Yugho.
"Berhenti ayah, jangan menghina istriku" yugho lalu menghampiri Firda dan membawanya berdiri agar tidak bersimpuh lagi.
"Dia tidak bersalah, akulah yang bersalah. Seharusnya aku sudah mengakhiri sejak dahulu hubunganku dengan Firnie. Jadi tidak ada pihak yang saling tersakiti, namun kalian terlalu keras kepala tidak pernah mau mengerti perasaanku sedikitpun. Sudah ku katakan puluhan kali jika aku tidak mencintai Firnie namun kalian tetap memaksaku juga"
"Dengar Yugho, ayah tidak akan pernah mengakui pernikahan kalian. Dan kamu bukanlah menantu saya. Mulai saat ini kamu telah membuktikan bahwa kamu adalah bukan darah daging saya, kamu bukan anak saya" Ayah Yugho memutuskan hubungan dengan anaknya.
"Ayah.." Yugho nampak kaget dan bulir-bulir air mata nampak jatuh di pipinya.
"Pergilah kalian dan jangan pernah injak rumah ini lagi kamu bukan siapa-siapa saya lagi mulai hari ini" Lalu ayah Yugho segera membelakangi Yugho.
"Pergi sekarang juga tinggalkan rumah ini" perintahnya.
"Baik jika itu keinginan ayah. Namun bagiku kamu adalah tetap ayahku" ucap Yugho pelan dengan suara bergetar.
Yugho memeluk Firda sambil menangis. Dia segera mengajak Firda keluar dari rumahnya.
"Tunggu mas, kita belum meminta restu ayah dan ibu" Yugho langsung menggelengkan kepalanya lalu merengkuh tubuh Firda.
Firda melepaskan pelukan Yugho dan menghampiri ayah Yugho lalu bersimpuh lagi di kakinya.
"Ku mohon restui kami ayah" pintanya sambil memegang telapak kaki ayah Yugho.
Ayah Yugho segera menarik kakinya dan berjalan menjauhi Firda.
"Saya tidak kenal siapa kamu jadi tinggalkan rumah ini sekarang juga" perintahnya dingin.
Yugho langsung merengkuh tubuh Firda kembali. Lalu melihat ke arah ibunya dan menciumi tangan ibunya sambil menangis.
"Pergilah ibu merestui kalian, jaga anakku baik-baik dan jangan biarkan dia sampai sakit apalagi sampai telat makannya" selesai berkata seperti itu lalu ibu Yugho meninggalkan mereka berdua menyusul keberadaan suaminya.
Dengan berlinang air mata Yugho dan Firda keluar dari rumah itu.
"Maafkan aku mas, gara-gara aku kamu harus keluar dari rumah orang tuamu" Firda menangis dalam pelukan Yugho.
"Ssstt..kita mulai dari awal hidup kita sayang, semoga suatu hari nanti mereka bisa menerima kehadiran kita dan memaafkan kita. Mungkin ini jalan yang harus kita lalui. Kita bangun keluarga kecil kita mulai dari sekarang tanpa ada siapapun. Sekarang kita pulang ke rumah kita, walau kecil namun hangat penuh dengan cinta kita" Lalu Yugho mencium kening Firda. Dan melajukan mobilnya menuju rumahnya. Rumah yang penuh dengan cinta.
*************
Mas Yugho pun telah di usir oleh orang tuanya. Semoga cinta mereka abadi dan kokoh🤧
Diusir oleh orang tuanya namun mendapat apresiasi dari rekan-rekannya. Semoga karir Yugho semakin bersinar🤧
Mas selamat ya dapat beasiswa dari daddy Niel, semoga segera mendapatkan SIM untuk bisa menerbangkan pesawat komersial selain menerbangkan pesawat tempur🤗
Maaf ini hanya novel jadi semua serba iya aja deh🙏😁
Love u all😘😘
Rumah kecil yang penuh cinta