
Firda melihat suaminya dari dalam kamarnya. Tampak Yugho sedang marah-marah dengan seseorang. Dari nadanya tampak kasar bicaranya, sehingga membuat Firda mengernyitkan keningnya.
"Ada apa ya sampai-sampai mas Yu marah begitu. Ihh...mas Yu kasar kalau sudah marah dengan seseorang, jadi inget waktu gue dibilang piala bergilir. Sompret juga laki gue kalo udah marah, nyakitin hati ngomongnya" Firda terus memperhatikan Yugho walau dalam hati merasa kasihan dengan orang yang diomeli suaminya.
Puas mengomel lalu Yugho langsung masuk ke dalam kamarnya, sementara Firda masih bertanya-tanya dalam hati.
"Kamu sudah bangun sayang..cup..." Yugho langsung mengecup kening Firda.
"Sudah mas, aku terbangun gara-gara mendengar kamu marah-marah. Memang siapa sih yang kamu marahi mas?" Tanya Firda penasaran.
Yugho mengambil nafas dalam-dalam.
"Sayang...hapus ya nama wanita itu dari kontak kamu" pinta Yugho.
"Siapa mas?mak Lampir?" Tanya Firda.
"Siapa mak Lampir sayang? Bukan dia maksud mas wanita itu, hmm dia..mantan mas yang suka mengganggu kamu itu sayang" jawab Yugho.
"Firnie maksud kamu mas? Yaelah nyebut nama saja pakai malu-malu kamu mas, santai aja napa sih" jawab Firda.
"Kamu itu istri mas sayang, dan kamu sedang mengandung anak mas. Mas tidak mau terjadi sesuatu terhadap kalian karena wanita itu, kamu paham kan" ujar Yugho sambil memegangi bahu Firda.
"Kalau ada apa-apa langsung bilang sama mas ya sayang. Kamu adalah tanggung jawab mas selama mas masih hidup" Yugho langsung tersenyum dan memeluk istrinya.
"Cie...cie....yang sayang istri. Beneran sayang atau pura-pura sayang nih mas" goda Firda.
"Kamu masih ragu sama mas ya sayang?" Tanya Yugho tidak suka.
"Laah...aku kan cuma nanya mas, iya atau tidak. Iihh....gitu saja marah, mulai ngambek...ngambek....terus saja ngambek mas, nti kerutan kamu makin banyak loh....hihihi" Firda terus saja membuat suaminya sedikit kesal.
Yugho nampak cemberut lalu mengambil rokoknya dan dia mulai berjalan ke taman belakang.
"Mas....maaass....woyy, tukang ngambek balik kekamar" teriak Firda. Mendengar teriakan istrinya Yugho hanya menoleh sebentar sambil memberi hormat ke Firda.
Melihat sikap suaminya yang seperti itu membuat Firda geram dan cemberut.
"Dasar mas Yu reseh" ujarnya kesal.
Taklama kemudian handphone-nya berdering dan Firda langsung mengangkat telpon dari suaminya itu.
"Apa? dasar nyebelin" sungutnya.
"Hehehe...marah niyeee" goda Yugho.
"Bodo amat" Firda langsung menutup teleponnya.
Baru saja di tutup handphonenya, sebuah pesan masuk dari suaminya.
"I Love You For a life time my sweet strawberry"
Begitu menerima pesan dari suaminya Firda nampak senyum-senyum sendiri. Dia menggigit bibirnya sendiri dengan gemas.
Malam pun tiba, waktu makan malam telah tiba. Hampir semua keluarga sudah berkumpul di meja makan kecuali Yugho dan Firda.
Firda tidak mau makan karena masih memikirkan pesan dari Firnie itu. Yugho berusaha untuk membujuknya namun Firda tetap tidak mau makan. Sampai akhirnya mamanya turun tangan menyuruhnya untuk makan.
"Aku makan dikamar saja mah aku malas keluar" ujar Firda.
"Baiklah kalau kamu mau makan dikamar, mama akan segera menyiapkannya untuk kamu sayang" jawab mama Erlin.
"Jangan lupa konsumsi vitamin dan makanan yang bergizi juga kaya serat Fir" tambah kakak Suzil.
"Iya kak, ini juga banyak vitamin dari dokter kemaren"
"Baguslah Fir, jagain keponakan kakak ya...gak sabar kakak sebentar lagi sudah menjadi tante" Suzil mencubit pipi Firda dengan gemas.
"Kakak jangan punya anak dulu ya, bantuin aku jagain anak aku kak" ujar Firda santai.
"Hiss...kamu tuh, kakak tidak mau menunda punya momongan Fir. Biarkan saja semuanya berjalan sesuai kehendaknya. Pokoknya kakak akan menjadi tante yang hebat, lebih hebat malah dari mamanya" ujar Suzil sambil tersenyum meledek.
"Iihh...kakak rese, gak akan ku biarkan kakak lebih hebat dari aku pokoknya" ujar Firda tak mau kalah.
"Sudah....sudah pokoknya anak mama dan papa hebat-hebat semua. Gimana Fir, masih mau makan dikamar?" tanya mama Er.
"Gendong" Firda mengangkat tangannya.
"Iihhh....dasar manja" Suzil langsung memukuli Firda dengan bantal kecil.
"hehehe....iri bilang bos" ujar Firda sambil tertawa.
"Gak...kakak nggak iri, bye" melihat Yugho akan menggendong adiknya Suzil pun langsung berjalan menuju ruang makan.
Melihat kakaknya kesal, Yugho dan Firda tertawa bersama. Dan akhirnya mereka pun makan malam bersama dengan suasana yang hangat.
Selesai makan Firda kembali ke kamarnya didampingi oleh Yugho. Setelah memastikan kondisi istrinya dengan nyaman, Yugho meminta ijin Firda untuk menemani ayah mertuanya dan mereka pun nampak berbincang-bincang dengan santai.
Firda membuka handphonenya dan mulai membalas semua pesan satu persatu. Dia kaget membaca WA dari Mitha.
" Gaess....kalian yakin besok akan ketemuan?" Firda
"Iya Fir, aku ingin menghibur Mitha, dia sedang patah hati" Alma
"Ehhh....kenapa...kenapa lagi dengan mas Jo?" Firda
"Mas Jo ngasih apartemen mewah ke artis cantik" Alma
"Waahh...giloo, seriously girl" Firda
"Serius sayang, makanya Mitha lagi uring-urigan. Besok aku janjian sama dia di kafe biasa" Alma
"Aku ikut besok, jam berapa kalian ketemuan" Firda
"Jam 11, kami sekalian makan siang disana" Alma
"Fix....oke besok aku nyusul" Firda
"Yess....akhirnya calma mau ikut juga besok. Fir apa kamu yakin mau ikut, gak ada masalahkan dengan kandungan kamu" Alma
"Tenang gaess, Firda selalu dapat diandalkan. apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh ny.Yugho?" Firda
"Mulaiii....kumat sombongnya..." Alma
"wkwkwkwk.....woyy mamud, benerkan gue itu ny.Yugho" Firda
"Hihihi...iya ya, ya ampun aku ingatnya kamu tuh masih blm nikah saja Fir" Alma
"Dasar tulalit.... kebanyakan di goyang daddy jadi pikun" Firda.
"Jangan ketawa terus loe Al, noh temen loe lagi nangis bombay" Firda
"Hihihi....iya ya...ya udah deh jangan lupa besok Fir" Alma
"Siap nyonya....jangan lupa bikinin gue strawberry cheese cake Al, besok gue tagih loe" Firda
"Aaihh...mulai ngidam dia. Oke besok aku bawain, jangan sampai nggak dateng Fir" Alma
"Siyap bos-qu" Firda
Akhirnya mereka pun mengakhiri obrolan grup-nya.
"Waduh...gue mesti cari alasan apa ya biar besok bisa keluar?" Firda langsung bingung. Mama menyuruhnya bedrest sedangkan dia sudah terlanjur janji dengan teman-temannya.
"Bodo deh ah....besok pasti gue punya alasan untuk keluar" Firda pun mengambil selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut itu lalu dia pun tertidur pulas.
Pagi pun tiba Firda masih terlelap dalam tidurnya, sementara suaminya telah siap dengan baju seragamnya. Yugho nampak menciumi Firda, taklama kemudian dia pun membuka matanya, begitu melihat suaminya dia langsung menutup wajahnya dengan bantal. Suaminya tampak gagah dan tampan dengan seragamnya sementara dia masih tampak amburadul wajahnya.
"Mas...aku malu belum cuci muka, jangan ciumin aku" ujar Firda.
"Walau kamu acak-acakan tetapi mas sudah terlanjur cinta sayang" Yugho masih saja berusaha menciumi istrinya, sedangkan Firda sibuk menghindar.
"Mas mau berangkat sebentar lagi sayang, kamu ingin makan diluar atau dikamar sayang?" tanya Yugho.
"Aku makan diluar saja mas tapi aku cuci muka dulu" selesai berkata seperti itu Firda langsung menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Yugho dengan sabar menunggu istrinya, begitu Firda keluar dari kamar mandi dia langsung membopongnya dan membawanya ke ruang makan.
"apa-apaan sih mas, turunin aku nggak" rengek Firda.
"Kapan lagi aku manjain kamu sayang, jika dedek sudah keluar pasti seluruh waktu mas terkuras untuknya" Yugho langsung tersenyum
"Baguslah, mas jaga dedek dirumah trus aku nge-mall deh sama teman-teman" Firda mengalungkan tangannya dileher suaminya.
"Uuhh....mana bisa begitu, tidak....tidak bisa seperti itu. Enak dikamu kalau begitu mah. Bisa-bisa kamu cari gebetan baru sementara aku dirumah ngurus dedek. Pokoknya kamu tidak boleh keluar jika tidak dengan mas atau kamu boleh keluar tetapi harus membawa anak kita. Kamu mas larang jika jalan sendiri"ujar Yugho bersungguh-sungguh. Dan dibalas tertawa oleh Firda.
"Apaan sih mas, jadi tukang ngekang begitu ihh" Firda mencubit pipi suaminya dan mencium bibirnya sekilas.
"Sudah....jangan mesum disini, kasihan kakakmu Fir" ujar mama sambil menata makanan di meja makan.
"Ihh...apaan sih mama. Gak ngaruh kali sama aku mah" ujar Suzil sambil memotong roti panggangnya.
"Sebentar lagi anak mama akan menjadi milik orang lain. Mama sedih jika kalian semua meninggalkan mama. Salah satu dari kalian harus ada yang menemani mama" Ujar mama Erlin
"Waduh...aku sudah punya rumah sendiri mah" Firda.
"Ehmmm....Rendi pun sudah menyiapkan rumah untuk aku mah" ujar Suzil.
"Tuhkan....mama ngurusin kalian dari kecil loh, jangan ditinggalin sendiri dong mamanya. Sekarang mama merindukan saat-saat kecil kalian" mama Er tampak sedih.
"Oooowwww" Suzil dan Firda langsung memeluk mama kesayangannya. Papa Josh dan Yugho melihat pemandangan haru itu sambil berpandangan. Taklama kemudian papa, Yugho dan Suzil pun pamit untuk pergi bekerja. Sementara mama langsung bersiap untuk pergi jam 12 siang nanti dan Firda sedang mengarang alasan untuk bisa keluar bertemu dengan teman-temannya.
"Fir, nanti jam 10 mama pergi dulu ya sayang. Mama ada acara arisan. Kamu jangan kemana-mana ya dirumah saja. jika ingin sesuatu minta sama mbok dulu ya sayang"
"Okeh mama ku sayang, pulang jam berapa mah nanti?" Firda nampak Bahagia karena dia tidak perlu mencari alasan lagi untuk keluar bertemu dengan teman-temannya.
"mungkin sore sayang sekitar jam 5-an" jawab mama sambil memakai scarf.
Mendengar jawaban mamanya Firda langsung senyam-senyum sendiri.
"Ada apa sayang? apa yang kamu rencanakan?" tanya mama.
"Ohh...ehh...itu, tidak ada apa-apa mah" jawab Firda tergugup.
"Hmmm....baiklah mama berangkat dulu ya sayang...cup..." mama mengecup kening Firda. setelah itu mama pergi sambil mengendarai mobilnya sendiri.
"Yess....Akhirnya aku tak perlu minta ijin mama untuk keluar dari sarang ini" Firda pun segera bersiap akan pergi.
****
Dengan menggunakan kacamata hitam dan topi fedora dipadukan dengan blazer dan setelan celana panjang, mama Erlin menemui ayah Hadi. Dia langsung duduk dihadapannya dan tanpa membuka kacamata juga topi nya. Hadi Pranoto tampak terkagum-kagum melihat gaya Mama Erlin. Pandangannya tak berkedip melihat wanita dihadapannya ini.
"To the point...apa yang ingin anda tahu" mama Er
"Duduk dulu santai, biarkan aku memandangmu terlebih dahulu. Setelah sekian puluh tahun akhirnya aku bisa bertemu kembali denganmu" ujar ayah Yugho.
"cepat katakan mau kamu, atau aku akan langsung pergi darisini" ujar mama Erlin.
"Baiklah..baiklah, Aku ingin tahu kenapa kamu meninggalkan aku tanpa sebab dan tanpa berita. Kesalahan apa yang telah kuperbuat padamu hingga kamu menghukumku begitu pedih?" tanya ayah Yugho sambil mengenggam tangan mama Erlin.
"Tanyakan pada ibumu apa yang telah dia lakukan padaku"
"Apa maksudmu Erlin" tanya Hadi penasaran
Mama Erlin langsung mengambil nafas dalam-dalam dan menguatkan dirinya untuk menceritakan kisah lamanya.
"Mama kamu selalu berusaha untuk memisahkan kita. Hingga pada suatu hari saat aku ingin mengunjungimu di hari pelantikanmu, mamamu menculikku dan membuangku ke tengah hutan. Bahkan dia menyuruh seseorang untuk memperkosa aku. Aku dibuang ke tempat yang sangat jauh bahkan aku tidak mengetahui aku dimana. Aku sudah seperti orang gila, orang-orang tidak ada yang mau membantu. aku menggelandang entah kemana, sampai aku pingsan karena kelaparan. Aku sudah pasrah jika aku mati saat itu juga namun rupanya Tuhan masih sayang padaku. Joshua menemukanku tergeletak dijalan dan dia membawaku kerumahnya, dia yang mengurusku, membantuku memberikanku pekerjaan walau hanya sebagai
pelayan rumah tangga. Hingga akhirnya dia menikahiku dan menguliahkanku dan membuatku menjadi seorang wanita yang hebat. Semua itu berkat kebaikan hatinya. Sekarang aku berterima kasih kepada ibumu, jika dia tidak membuangku mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan pria sebaik suamiku" ujar Erlin sambil tersenyum getir.
"Jadi bukan aku yang meninggalkanmu tetapi ibumu lah yang memisahkan kita. Dia ingin menjodohkan anaknya dengan anak Jendral bukan dengan wanita seperti diriku yang bukan apa-apa dimatanya" Erlin melepaskan tangan Hadi. Sementara Hadi terlalu syok mendengar cerita Erlin. Dia tidak menyangka ibunya bisa sekejam itu.
"Tapi kenapa kamu tidak pernah menghubungiku?" tanya Hadi
"Aku tidak punya nomor handphonemu, bagaimana aku bisa menghubungimu?" tanya Erlin.
"Kenapa kamu tidak mencari keberadaanku?" tanya Hadi.
"Bagaimana mungkin aku bisa mencarimu. Setiap aku melangkahkan kakiku di Jakarta ibumu selalu menjegalku. Dia selalu memantau gerak-gerikku. Setelah resmi menikah baru aku bisa menginjakkan kaki di Jakarta kembali" jawab mama Er. Ayah Yugho nampak seperti patung, dia tidak bergerak sama sekali bahkan untuk membuka mulutnya pun dia tak mampu. Hanya helaan nafas yang begitu berat yang menemaninya.
"Maafkan ibuku Erlin, maafkan ketidak tahuanku atas semua yang terjadi padamu. Aku minta maaf" ayah Yugho langsung menarik tangan erlin dan menciuminya sambil menangis.
Aku akan menebusnya, katakan apa yang harus aku lakukan sayang?" ujar ayah Yugho dengan mata merah.
"Cukup jangan ganggu aku lagi, ku kira itu sudah cukup karena kita telah memiliki kehidupan masih-masing" ujar mama Er. Setelah berkata seperti itu lalu dia bangkit berdiri dan meninggalkan ayah Yugho sendiri. Dia pergi ketempat arisan temannya.
********
Maaf ya gaesss bukannya lupa tapi semalam aku kelelahan karena banyak kerjaan yang harus diselesaikan.๐๐
Beberapa hari ini
Heppy reading gaess
Love you much๐ค