Miss Rusuh

Miss Rusuh
Aku Hanya Milikmu



Firda mengambil handphone-nya dan memperlihatkan foto Yugho bersama Firnie.


"Lihat ini mas....lihaaattt??? Masih mau mungkir lagi kah?


Yugho menatap foto itu sambil mencoba mengingat-ingat kembali.


"Sayang...mas tidak mencium dia, cuma kebetulan waktu itu dia ada disebelah mas. Ah..iya mas ingat sekarang....itu dikafe sayang....setelah seharian kami lelah mencarimu akhirnya kami makan disana. Dan tidak terjadi apa-apa diantara kami, sungguh" Yugho berusaha menjelaskan kepada Firda agar istrinya tidak salah paham lagi.


"Sepertinya aku tau siapa yang melakukan hal ini" Yugho langsung menatap wajah istrinya.


"Ngeleeesss lagiiii.....aduh mas..maaasss.. .kamu tuh pinter ngeles kaya bajaj tau gak sih?" Firda masih tetap mencurigai suaminya itu.


"Sayang...aku tidak bohong kepadamu sungguh" Yugho menarik dagu istrinya dan mencium lembut bibirnya.


"Bagaimana aku bisa melakukannya kepada yang lain jika kepalaku dan hatiku isinya tentang kamu semua" Yugho menangkup wajah Firda dan menggosok-gosok hidung Firda dengan hidung bangir miliknya.Dan bibirnya sesekali mengecupi bibir Firda.


"Iiihhh..kamu mas, kalau pencitraan nomor satu. Kalau kamu jadi artis pasti piala citra sudah berjejer ini dirumah mu mas" Firda masih memandang suaminya dengan tidak percaya.


"Aku akan membuatmu percaya sayang, besok aku pastikan mereka akan meminta maaf kepadamu" Yugho menyelipkan kedua tangannya ke dalam rambut istrinya dan menarik wajah Firda lalu mencium bibir Firda dengan menggelorah. Firda memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminya dengan liar. Yugho tidak dapat menahan napsunya lagi. Dia menempelkan tubuh istrinya di dinding dan mulai mengeksplornya kembali. Puas membuat basah istrinya lalu dia membalik tubuh Firda menghadap dinding dan mulai menyatukan tubuh mereka. Tangan-tangan kekar Yugho memegangi tangan Firda yang bersandar di dinding dan diapun mulai menghajar istrinya kembali dari arah belakang. Firda nampak menikmati gaya bercinta suaminya dengan menemplok didinding seperti cicak.


(Haduuhh...otakku kacauπŸ˜‚)


Mereka melakukan sesuka hati mereka. Firda pun pasrah diterkam suami gantengnya itu. Terkadang bayangan-bayangan adegan yang pernah ditontonnya berkelebat dikepalanya dan tanpa malu-malu dia mengutarakan keinginannya itu. Terkadang Yugho bingung tetapi Firda dengan otak gesreknya langsung menuntun suaminya untuk melakukan gaya yang diinginkannya. Mereka berpetualang dalam desahan dan kenikmatan duniawi. Puas melakukannya kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu tidur sambil berpelukan dengan tubuh polosnya dan hanya ditutupi selimut tebal.


Yugho memandangi wajah istrinya dan sesekali mengecupinya. Tangan Firda diletakkan di dadanya sambil digenggam. "Aku tidak tau kenapa aku tidak bisa jauh darimu Fir, padahal diantara kekasih-kekasihku hanya kamu yang tidak memenuhi kriteriaku. Kamu liar dan tidak bisa di atur, aku pusing menghadapi tingkahmu tetapi seperti ada magnet yang menarikku dan tidak bisa membuatku berpaling darimu" Yugho mengecupi tangan lembut istrinya itu.


"Huuaaseeemm....banget kamu mas, jadi aku bukan kriteriamu? Awas kamu mas, aku balas kamu nanti" Firda menarik tangannya dan bangun dari tidurnya tetapi Yugho segera menarik tangan dan pinggangnya lalu memeluk kembali istri kesayangannya itu.


"Awaaass gak? Lepasin aku gak?" Ujarnya sambil mencubiti tangan Yugho.


"Tidak akan...sampai kapanpun tidak akan aku lepaskan kamu sayang" Yugho menciumi punggung Firda dan membuat beberapa ****** disana. Sementara Firda menggelidik kegelian.


"Sudah dong mas....aku lapar ini belum dikasih makan, udah dua jam aku melayanimu masa aku gak dikasih makan sih...lavaarrr maasss?" Firda merengek sambil menciumi tangan kekar Yugho yang melingkar didadanya.


"Kita pesan go food saja sayang, nanti malam mas mau mengajak kamu berkencan" Lalu Yugho memesan berbagai macam makanan yang diminta istrinya setelah itu dia bangkit dan membersihkan diri. Dia menutupi tubuh istrinya yang masih tel*njang itu dengan selimut tebalnya.


"Sayang...darimana kamu dapat ide-ide aneh seperti itu?" Tanya Yugho sambil memainkan rambut istrinya.


"Udah...ah mas jangan ditanyain lagi kenapa sih,aku malu tau..hehehe" lalu Firda menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya.


Taklama kemudian pesanan mereka datang Yugho segera turun ke bawah untuk mengambilnya, lalu dia pun menyiapkan makanan itu untuk Firda.


"Ayo sayang bangun,makan dulu" Yugho menyingkap selimut istrinya dan membangunkannya.


Firda memandangi suaminya. "Mas biar aku makan sendiri sini" ujarnya sambil meminta piringnya.


"Biar mas yang suapin kamu saja, kamukan lelah sayang...ayo buka mulut kamu sayang" Yugho menyuapi Firda dan memperlakukannya seperti anak kecil.


"Besok aku kerumah mama ya mas, mau ngasih hadiah ke mama"


"Hemmm...jam berapa kamu mau kesana? Besok mas kekantor Fir, mas akan jemput kamu pulangnya" Yugho menarik Firda kepangkuannya.Lalu dia pun menyetel televisi biar suasana tidak hening. Firda mengalungkan tangannya ke leher Yugho. Dia menyuapi Firda buah-buahan yang sudah dipotong-potongnya.


"Mas...sejauh mana sih hubungan kamu sama Firnie dulu? Apa kamu cintaaaa banget sama dia?" iseng-iseng Firda mengorek masa lalu Yugho.


"Sayang....kenapa kamu masih mau bahas itu? nanti kamu yang sakit hati sendiri" Yugho memperingati Firda.


"Penasaran aja aku mas....soalnya dia masih saja ngejar-ngejar kamu, padahalkan dia tau jika kamu sudah beristri. Mas...apa jangan-jangan....jangan-jangan yaa? tanya Firda hingga membuat Yugho bingung.


"Hmmm...jangan-jangan kamu yang sudah jebolin gawang Firnie ya?" Firda menatap tajam ke arah Yugho. Seketika Yugho langsung tersedak dan batu-batuk. Dia tidak tahu jika Firda akan bertanya sedetil itu.


"Uhhuukk....uhhuukkk" Yugho terbatuk-batuk. Firda segera menepuk-nepuk pundak Yugho dan memberinya minum.


Setelah Yugho tenang dijewernya telinga Firda. "Katakan darimana kamu punya pikiran busuk seperti itu naughty girl? cepat katakan sama mas"


"Aduhh...adduuhh...sakit tau mas" Firda mengerucutkan bibirnya dan mengusap-ngusap telinganya yang sedikit merah akibat jeweran suaminya.


"Dengar sayang, walaupun mas lama pacaran dengan Firnie tapi mas tau batasan Firda. Tidak mungkin mas melakukan hal serendah itu" Yugho meraih tangan Firda dan menciuminya.


"Buang dari sekarang pikiran kotor yang akan membuat kamu sakit sendiri nantinya" perintah Yugho.


"Beeehh.....gayamu mas, pacaran pakai batasan bokis...bokis....bokis banget kamu mas..hahahah" Firda mentertawakan Yugho.


"Apaan pacaran pake batasan, mas pacaran sama aku saja langsung sekwilda kita. Untung saja aku tidak mau waktu kamu ngajakin aku main mas. Dari situ aja aku sudah tau...pasti mas kalau pacaran sama mbak itu lebih dari aku. Ditambah lagi kalian pacaran sampai tahunan, pasti sudah kaya husban-wife. Beehhh.....mana mungkin aku percaya. Dasar buaya buntung kamu mas. Mau ngebokis-in aku lagi" Firda menatap sebal suaminya.


Yugho hanya tersenyum melihat kekesalan diwajah istrinya.


"Lalu kamu itu maunya bagaimana Fir?kamu mau mas bilang, iya Firda mas sudah merenggut mahkota Firnie dan mas juga sudah banyak melewati malam bersama diranjang tidur mas. Kamu mau mas mengatakan begitu?" Yugho bertanya dengan santainya.


"Iyalah....aku mau mas mengatakan seperti itu jangan ada yang ditutup-tutupi...jujur aja mas jujuurrrr" Firda menatap suaminya dengan intens.


"Baiklah..mas akan mengatakan seperti yang kamu mau biar kamu puas. Iya Firda sayang....mas banyak melalui malam bersama Firnie diranjang mas, di apartemen mas, di hotel dan setiap minggu kami melakukannya di villa bahkan kami juga melakukannya di kamar Firnie bahkan dirumah ibuku juga menjadi saksi pertempuran yang sangat menggairahkan dan memabukkan. Apa kamu puas sekarang?" tanya Yugho nakal sambil mengerdipkan sebelah matanya.


Firda langsung bangkit dan melempari Yugho dengan bantal, guling, tempat tissue dan semua barang yang ada didekatnya.


"Dasar pria jahat..pria gila...aku benci kamu mas...benci...jangan dekat-dekat aku lagi...aku jijik....aku muak sama kamu, aku nyesal nikah sama kamu mas" Firda masih terus saja mengamuki Yugho.


"Sayang....hey...hey... stop sayang, jangan lakukan lagi. Kenapa sekarang kamu mengamuk?bukankah mas sudah mengatakan seperti yang kamu mau lalu kenapa kamu malah marah sama mas sayang" Yugho terus saja menghindari timpukkan-timpukkan yang diarahkan kepadanya.


"Aku akan mencincang kamu mas...aku akan membunuh kamu sekarang juga. Aku tidak suka dibohongi. Dasar pembohong besar..huhuhu...aku benci kamu mas...huhuhu" Firda menangis sambil tetap menimpuki Yugho. Yugho segera merengkuhnya dan memeluknya. Dia membenamkan kepala Firda ke dadanya.


"Cup..cup..cup...sayang..sudah...sudah jangan nangis, sejak kapan kamu jadi cengeng begini Fir?" tanya Yugho sambil menahan senyumnya.


" Lepasin aku mas...aku nggak mau dekat-dekat kamu lagi, awas kamu nyentuh aku lagi. Aku gigit kamu mas" Firda masih terus memukuli suaminya dan melepaskan pelukan suaminya namun tenaganya tidak sekuat tenaga Yugho. Dengan sangat erat Yugho terus memeluk dan menciumi pucuk rambut istrinya.


Jangan ngamuk lagi ya, mas cuma milik kamu sayang. Yugho terus membelai rambut istrinya hingga Firda merasa sedikit tenang.


Tiba-tiba handphone Firda berdering. Yugho segera mengambil dan memeriksa siapa yang menelpon istrinya.


Begitu mengetahui siapa yang menelpon istrinya wajahnya berubah menjadi marah dan kesal.


*********


Hehehe.....Mas Yu langsung kesal...siapa Fir yang menelpon kamu?πŸ˜‚


Gantian bikin kesal mas Yu Fir.


Happy Reading genks


Love you all


Maaf banget belum bisa up crazy gaess πŸ™πŸ˜₯


Yang sabar ya gaesss 🀧