
Sudah hampir 3 jam Firda tertidur.Tiba-tiba tidurnya terusik saat sentuhan halus bunga mawar menyapu-nyapu wajahnya. Yugho nampak tersenyum melihat Firda membuka matanya.
"Sudah hampir malam sayang, apa kamu tidak lapar?tanyanya.
"Hooaammmm...lapar sih mas, tapi badan aku capek banget apalagi kaki aku mas,kelamaan mas renggangin jadi gemeteran terus"
"Hmmm...bukannya kamu ingin ngajarin mas bercinta Fir? Jadi gimana sayang, sudah kapok untuk bercinta lagi?" Tanya Yugho.
"Nggaklah, mana mungkin kapok mas...mau lagi lah aku tapi nti tunggu aku gak gemetaran lagi kakiku ya mas" jawabnya.
"Kamu gila juga mas, aku kira mas gak bisa seperti yang di film-film itu tenyata bahaya juga kamu mas" Firda tertawa membayangkan adegannya bersama Yugho
"Mas kan masih normal Fir jadi itu semua alamiah dan terjadi begitu saja" Yugho mengambilkan segelas air dan susu untuk Firda.
"Ayo minum biar gak lemes kamu Fir"
Firda pun mengambil air dan meneguknya sebentar kemudian mengambil susu dan meminumnya pula.
"Buka mulut kamu, ini es kelapa alpukat enak loh Fir mas suapin sini, ayo aaaa' buka mulutnya" perintah Yugho.
"Sedikit-Sedikit saja mas, masih kembung sama susu ini perut aku. Aku baru begini aja sudah teklok mas, apalagi Alma ya mas, dibantai sampai 3 jam sama suaminya hihihihi" Firda tertawa saat mengingat cerita Alma.
"Pak Daniel itu tuan mesoom kata Pak Tito dia tidak boleh melihat istrinya selalu menyerapnya. Tapi benar juga bercinta ternyata bikin ketagihan dan penasaran sayang" Yugho membelai rambut Firda dan menjepitnya.
"Aku sudah tidak penasaran lagi mas sudah punya mainan sendiri sekarang hehehe"
Yugho membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya lalu dia merenggangkan paha istrinya dan memeriksa begian intim istrinya sambil mengusap-ngusapnya lembut.
"Masih sakit sayang? Tanyanya.
"Kata Alma nanti begitu kena air rasanya perih banget mas tapi nanti tidak lama kemudian sudah normal lagi sudah nggak sakit lagi"
"Oowww....ayo mas gendong ke kolam biar cepat pulih lagi" lalu Yugho segera membawa Firda ke bathup kamar mandi dan menurunkannya di kolam kecil yang penuh dengan bunga.
"Aihhh, nti aja mas aku mau makan es kelapa alpukat dulu itu loh" protes Firda.
"Kamu berendam sambil mas suapin" setelah berkata demikian lalu Yugho mengambil es kelapa itu dan mulai menyuapi Firda.
"Fir, mas ikut berendam juga ya"
"Jangan ah nanti mas macam-macam lagi"
"Kan mas berhak sekarang atas diri kamu sayang"
"Yaaa..ampuun maass, sejak kapan sih mas jadi mupengan?" Tanya Firda.
"Sejak sang garuda sudah menemui sarangnya Fir" bisik Yugho ditelinga Firda.
Lalu Firda tertawa mendengar jawaban polos suaminya.
Yugho benar-benar memandikan Firda dan menggosok-gosok tubuhnya terkadang memainkan tubuh istrinya. Namun Firda menolak jika Yugho menginginkannya saat ini. Yugho berusaha menahan keinginannya. Kegiatan senja itu hanya saling memandikan dan menggosok-gosok tubuh secara bergantian dan saling memainkan bagian inti masing-masing.
"Jangan bangunkan kalau kamu belum siap sayang" Yugho memperingati Firda.
Semakin diperingati maka Firda semakin sering merem*s-rem*snya hingga membuat merah wajah Yugho karena menahan nafsu.
Setelah puas membuat kepala Yugho pusing lalu Firda menuju meja makan dan mulai mengisi perutnya dengan beberapa cemilan dan es buah.
Yugho pun menghampiri Firda lalu mengangkat tubuhnya dan mendudukannya dipangkuannya. Firda pun berbalik arah dan berubah posisi menghadapnya. Dengan perlahan Yugho menuruni bathrobe itu hingga nampaklah dua buah bukit yang indah dan menantang. Dengan tak sabar Yugho segera melahapnya dengan rakus secara bergantian, dihis*pnya gundukan itu lalu memil*nnya dengan lidahnya sehingga membuat Firda melenguh keenakkan. Yugho terus saja menciuminya dan menjilat*nya memainkan sesuka hatinya hingga membuat Firda tidak tahan dan menggesek-gesekkan intinya dengan garuda tersebut. Yugho meletakkan punggung Firda di meja makan, lalu Yugho mengangkat boko** Firda dan menghadapkan intinya ke wajah Yugho sehingga memudahkan Yugho untuk melahapnya. Dia segera mengeksplornya, lidah dan bibirnya bermain bergantian hingga membuat basah inti Firda. Yugho mengambil es batu dan menelusuri tubuh istrinya dengan es itu lalu dia menjil*tinya. Dia menggosok-gosokkan bagian puncak istrinya dengan es itu Firda mengerang kegelian. Yugho mengambil es itu dari tubuh istrinya dengan bibirnya, mengulumnya dan memberikan es itu ke mulut istrinya, mereka berciuman sambil saling mengul*m, memberi dan memberi es batu tersebut.
Firda mendesah-desah dan mengacak-acak rambut Yugho.Firda menarik rambut Yugho dan menangkup wajahnya. Firda mencium Yugho dengan ganas dia melil*tkan lidahnya untuk menarik lidah Yugho. dengan gemas dia menggigit lembut bibir Yugho lalu megul*mnya kembali. Yugho memainkan jarinya di inti Firda secara terus-menerus hingga Firda melenguh dan menegang tubuhnya, lalu lunglai kembali setelah mencapai pelepasan. Yugho memainkan bukit kembar Firda yang ranum dengan bibirnya. Dia menyesapinya lalu memil*nnya dan menarik-narik biji lunaknya dengan bibirnya hingga membangkitkan kembali gairah Firda. Sementara jari-jari Yugho mulai aktif kembali dan membuat basah intisari Firda, Firda tidak tahan lagi lalu dia bangkit berdiri,membuka handuk yang menutupi lambang keperkasaan suaminya lalu menjepitnya dengan gundukan kenyal itu. Firda terus memainkannya turun dan naik membuat Yugho menutup matanya menikmati sentuhan ke dua bukit itu. Setelah puas menjep*t lalu Firda mulai meng*cok garuda itu dan menghis*pnya, mengul*mnya juga melil*tkan lidahnya dan membuat pola memutar sepanjang tegaknya garuda itu.Yugho terus saja mengerang kenikmatan atas nikmat yang Firda berikan.Setelah puas bermain-main lalu Firda memposisikan garuda suaminya dan membenamkan ke dalam intisarinya. Firda memekik kesakitan, perlahan-lahan Yugho mengangkat dan menurunkan bok**g istrinya. Firda menahan rasa sakitnya dan berusaha menikmatinya lalu dia mulai mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan mulai menggoyangkan pinggulnya. Yugho nampak mengerang kenikmatan kembali, dia membiarkan tubuhnya dikuasai istrinya, sesekali dia membantu Firda mengangkat pinggulnya dan membenamkan garudanya sedalam-dalamnya. Firda semakin liar meliuk-liukkan tubuhnya dan menggoyang-goyangkan pinggulnya membuat tarian se-erotis mungkin. Desahan dan erangan bersahut-sahutan dibangku makan itu. Kedua insan yang sedang mabuk cinta tampak saling memberi dan saling menerima. Lewat dari 25 menit Firda nampak kelelahan lalu Yugho mengambil alih permainan. Dibaringkannya tubuh istrinya di meja makan lalu dia mulai menjalankan tugasnya kembali membenamkan garuda perkasa ke tubuh istrinya secara berulang-ulang kali. Yugho terus menghentak-hentaknya sambil terus menggeram sementara Firda terus mendesah lalu dia mengangkat tubuhnya dan menahannya dengan tangan dan sikunya sehingga dia bisa dengan leluasa melihat sang garuda keluar masuk ke sangkarnya dengan jelas. Firda terus menggoyangkan pinggulnya menyambut masuknya sang garuda ke dalam intinya.
Yugho merubah posisinya kembali, diputarnya tubuh istrinya agar membelakanginya lalu dia mengangkat satu kaki istrinya dan menghantam kembali lewat samping secara terus-menerus membuat Firda mengerang keenakan. Keringat mereka bercucuran Yugho mulai nampak lelah. Hhmmmm....hhuhhhh..dia melenguh. Firda menyuruhnya kembali ke bangku dan tubuh Firda menghadap kembali ke arah Yugho lalu langsung memposisikan tubuhnya menghadapi sang garuda dan membenamkannya kembali. Pinggul Firda turun naik lalu membuat gerakan memutar dan menjepit sang garuda, Yugho menjadi gila dan tak tahan lagi, dia pun kembali mengerang dan melenguh panjang menumpahkan seluruh benih cintanya ke rahim istrinya.
Nafas Yugho tidak terkontrol lagi, dia kelelahan lalu mengangkat tubuh istrinya dan mereka berbaring kembali ke ranjang.
"pertarungan yang melelahkan" bisiknya.
"Tapi aku menikmatinya dan aku mau main di kolam selanjutnya" jawab Firda.
Yugho langsung memeluk Firda dan tertidur.
"Haahh...maaass, kenapa kamu malah tidur"
"Kaki mas pegal Fir, mas kumpulkan tenaga dulu"
Firda cemberut dan mencubit garuda yang sedang beristirahat."Aawww...."teriak Yugho.
Firda tertawa dan langsung mencium suaminya yang tertidur kelelahan.
**************
upsss...masih berlanjut sedikit horornya.
Maklumlah masih pengantin baru jadi baru ngerasain ena-ena🤭.
Maaf bagi yang gak suka bacanya. aku bingung kalo disuruh bikin adegan ini harus berwibawa🤧
Maklum aku baru belajar bikin novel.
Maafkan jika masih banyak salah🙏🤧
Mamas Yu-da
Hanging Garden Hotel Bali