Miss Rusuh

Miss Rusuh
Aku Tidak Perlu Suster



Di kediaman Daniel


Daniel sedang memandang-mandang wajahnya dikaca. Sambil merapikan jambang dan bulu-bulu halus diwajahnya. Sementara Alma sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Kenapa bie,tumben melihat wajah sendiri sampai serius begitu" tegur Alma


"Sayang...berapa umurmu?" Tanya Daniel


"24 tahun bie, memangnya kenapa?"


"Shitt...kenapa kamu muda sekali sayang. Padahal anakmu sudah berusia 3 thn"


Daniel mulai tidak percaya diri.


"Karena aku menikah muda denganmu bie. Kamu telat menikahnya bie, umur 36th anaknya baru berusia 3 th..hihihi..." Alma mentertawakan suaminya.


"Bukan berarti aku sudah tua sayang. Lihat tubuhku masih segar dan kuat bahkan aku selalu sukses membuat tubuhmu bergetar setiap malam sayang" Daniel selalu percaya diri jika dalam urusan ranjang. Tidak dapat dipungkiri lagi, playboy insaf ini memang paling hebat diranjang.


"Yayaya....tidak dapat diragukan lagi bie bila menyangkut ranjang. Cuma dirimu bie yang bisa membuat istrimu di infus karena kelelahan melayanimu" Alma mencoba menyindir Daniel.


"Kamu mengakui keperkasaanku sayang. Aku sudah lama menahan hasratku padamu makanya begitu mendapat lampu hijau darimu segera aku tak menyia-nyiakan waktuku untuk melahapmu sayang"


"Untung saja aku masih muda bie jadi masih bisa mengimbangimu, kalau aku setua dirimu mungkin aku mengambil kain putih dan melambaikannya tanda menyerah" jawab Alma


"Sayang...aku belum tua, usia 36th itu sebutan untuk pria matang seperti diriku. Aku memiliki segalanya, katakan apa yang tidak aku punya? Bahkan aku memiliki istri cantik yang masih sangat muda dan juga anak yang sangat lucu" Daniel tidak mau kalah karena dia tidak mau dibilang sebagai pria tua.


"Kamu memang memiliki segalanya suamiku tapi ingat...umur tidak bisa kamu beli karena kamu akan terus tumbuh sesuai umurmu bie dan menjadi tua....hihihi" Alma terus saja menggoda suaminya.


"Kamu seharusnya bersyukur aku tidak menikah muda sayang. Jadi kamu punya kesempatan untuk memilikiku. Coba kamu bayangkan jika aku menikah muda pasti kita tidak akan bertemu" balas Daniel


"Jadi hubbie ingin mengatakan jika hubbie menjadi tua karena menunggu kelahiranku?begitu bie?"


"Tentu saja sayang, aku terlalu lama menunggu kelahiranmu sebagai pasanganku" jawab Daniel


"Tapi tidak harus menjadi playboy juga bie karena menunggu jodohmu" balas Alma. Bayangan Daniel berhubungan bebas dengan para wanita membuatnya kesal.


"Sayang...hanya dirimu yang bisa membuatku tergila-gila. Tubuhmu terlalu nikmat untuk diabaikan. Si dia sudah menemukan rumah yang hangat untuk tinggal di dalamnya selamanya" Daniel mulai menggesek-gesekkan bagian yang menonjol dibok*ng Alma sambil meremas-remas dada montok istrinya.


"Bie...aku sedang masak jangan ganggu aku dulu bie. Lagipula semalamkan aku sudah memberimu bonus bie" jawab Alma sambil terus mengiris bawang.


"Aku tidak tahu sayang, bila berada dekat denganmu mode positive selalu bertemu negative hingga dia langsung on sayang" Daniel memutar tubuh istrinya dan langsung mencium Alma dengan rakus. Tanpa persetujuan Alma dia langsung membopong tubuh istrinya dan merebahkannya diranjang sambil melum*t bibir istrinya sementara tangannya mengacak-ngacak dada Alma hingga membuat Alma terus melenguh.


"Daddy...what are u doing with mommyku? You hurt my mommy daddy" ujar Ziel yang melihat tubuh mommynya sedang ditindih daddynya.


Daniel dan Alma langsung kaget, ah iya dia lupa menutup pintu karena terlalu asyik sehingga tidak menyadari kedatangan anaknya.


"Tenang boy...daddy sedang memijiti mommymu, dia sedang tidak enak badan. Daddy sayang mommy jadi tidak mungkin menyakiti mommy-mu boy" Daniel melepaskan Alma dan Alma buru-buru merapikan bajunya karena Ziel langsung naik ke ranjang dan memisahkan mommy dan daddynya dengan berada ditengah-tengahnya. Lalu dia pun segera memeluk mommynya. Daniel hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Alma memandang dan tersenyum mengejek suaminya.


"Sudah...sudah boy, daddy akan mengajakmu berenang. Biarkan mommy memasak untuk kita, kita bisa sarapan di dekat kolam oke" Daniel segera melepaskan pelukan Ziel dan menggendongnya menuju kolam renang.


"Daddy dont do it again.ini mommyku jangan menyakitinya" ucap Ziel


"Ya...ya.. ya..daddy promise boy. Daddy pun sayang mommy mana mungkin berani menyakiti mommy-mu" jawab Daniel sambil menggigit gemas pipi putranya itu.


"Sayang...kenapa kamu tidak masak diluar saja biar bisa melihat kami berenang bersama"


"Aku disini saja bie begitu rapi semua aku akan menyusul kalian dan kita sarapan disana" Almapun bangkit dan berjalan menuju dapur.


"Dad...glandma akan menjemputku today. Dia akan mengajakku holiday with Alice"


"Waaww....kamu pasti akan bersenang-senang dengan Alice boy"


"No...aku tidak suka little girl tidak asik dad. Dia always crying dad...dia cengeng"


"Jangan katakan jika kamu menyukai gadis dewasa?


"No dad...i dont like gadis cengeng"


"Hahahahah" Daniel hanya tertawa mendengar celotehan putranya.


"Daddy akan menyiapkan bajumu nanti"


"Loh...memang Ziel mau kemana sayang?" Alma langsung menghampiri putranya.


"Glandma mengajakku holiday mom"


"Ehhmm....bagaimana jika mommy yang mengajakmu holiday, kamu mau kan?"


"No mommy...aku suka bertemu dengan si cengeng. Aku akan membuatnya crying again"


"Sayang....jangan godain Alice terus kasihan dia. Nanti papa Daren marah"


"Aku kan punya daddy yang hebat mommy. I'm not scared" jawabnya


"Anak daddy yang pintar...cup...cup...cup" Daniel menciumi dengan gemas putranya itu.


"Sayang...biarkan Ziel holiday bersama mommy. Kasihan mommy sudah kangen berat dengan Ziel"


"Tapi bie...aku akan merindukan anakku" jawab Alma


"Kita akan buat adik Ziel biar kamu tidak kesepian nanti" bisik Daniel ditelinga istrinya dengan mata berbinar .


Alma langsung melotot dengan galak.


"Macam-macam saja kamu bie" lalu Alma mencubit lengan suaminya. Dia pun kembali menata makanan dimeja dekat kolam. Dia menunggu suami dan anaknya sampai selesai bermain air. Sesekali Alma memotret kekompakkan ayah dan anak itu.


******


Sementara dikediaman Firda


Firda meraba-raba kasurnya tiba-tiba dia terbangun karena suami dan anaknya tidak ada disampingnya.


"Hmmmm....iya mah ada apa?" Jawab Yugho dari ruang tamu.


Firda pun segera menuruni anak tangga dan turun menemui suaminya.


"Iihhh...incess mama sudah bangun. Kenapa papa nggak bangunin aku sih?"


"Gimana mau bangunin kamu sayang, dedek nangis kencang saja kamu malah tutup selimut"


" Hahh...ah papa bo'ong nih. Mana mungkin sih aku kaya gitu" Firda mencoba membela diri


Coba kamu tengok jam berapa sekarang. Seharusnya kamu yang bangun pagi dan menyiapkan semuanya.


"Ya ampun papah celline baik banget. Udah nyiapin semua buat aku. Cup...cup...cup" Firda menciumi pipi suaminya sambil memeluknya.


"Aku jadi enak kalau begini pah"


"Kalau kamu tidak bisa menjaga Celline biar aku cari suster saja untuk merawat dia"


"Hah...what...tidak Papah tidak boleh, aku yang akan merawat celline"


"Memang kenapa?aku masih sanggup menggaji suster untuk menjaga putri kita sayang"


"Pokoknya tidak ada suster-susteran" Firda bersikeras.


"Alasannya? Sayang...mas tau sifat manja kamu masih melekat didiri kamu. Makanya mas menawarkan untuk kebaikan kamu juga. Biar kamu tidak terbebani"


"Pokonya tidaakkk...aku tahu, pasti mas mau main mata ya sama suster Celline?" Tuduh Firda sambil memicingkan matanya.


"Tutup mulut kamu sayang. Kamu kira mas cowok apaan" Yugho menjewer telinga Firda.


"Auwww...ampun mas. Pokoknya aku saja yang menjaga inces, gak perlu bantuan orang lain" Yugho hanya tersenyum mendengar omongan istrinya.Padahal dia tau betapa repotnya Firda menjaga Celline. Belum lagi jika dia ingin keluar rumah pasti anaknya dititipin kepada omanya. Namun didepan Yugho dia berpura-pura sanggup menjaga putrinya tetapi saat Yugho berangkat kerja dia mulai pontang-panting menjaga Celline. Begitu suaminya pulang kerja, drama lelah ditunjukkan padanya. Tetapi selalu menolak jika di carikan asisten.Yugho hanya menunggu sampai dimana Firda sanggup menjaga buah hatinya itu.


"Baiklah...istriku memang wanita luar biasa. Tidak salah jika aku memilihmu" Yugho tersenyum sambil melirik Firda


"Hmmm...mulai ngenyein aku, gak percaya sama aku. Kamu nyebelin tau gak sih pah" Firda mulai ngambek.


" Ehee...ehee..owwee" Celline mulai rewel


"Duh inces mama kenapa sayang kok rewel. Pah sudah dikasih susu belum sih dedek?"


"Sudah sayang setengah jam yang lalu"


"Kok rewel lagi ya. Sebentar ya sayang mama ambil susu dulu. Pah stok asi masih banyak nggak? Minta tolong panasin satu dong"


"Sayang...dede sudah minum susu setengah jam yang lalu jangan diberi lagi nanti dia muntah kekenyangan"


"Laah...gimana ini, inces nangis pah"


Dengan gemas Yugho segera menghampiri putrinya lalu memeriksa pampersnya.


"Cepat ganti pampersnya dede pup mah"


"Owww....biasanya agak siangan dede klo pup. Tumben pagi-pagi sudah pup sayang" Firda merobek pampers putrinya dan menunggu sampai inces selesai pup.


" Iihh...jijik...inces banyak amat sih pupnya"


"Ehee...heee...eeaaaa" Seolah mengerti ucapan mamanya Inces mulai marah tidak terima perkataan mamanya.


"Ihh....kamu tau ya mama ngomong apa" Firda tertawa melihat putrinya ngambek.


"Sayang...sudah mandi sana, habis itu kamu sarapan. Nanti keburu dingin sarapannya. Siapkan tissue basah biar mas yang membersihkannya" Yugho menyuruh istrinya mandi dan dia bersiap-siap yang akan membersihkan pup putrinya.


"Bahagianya punya papa siaga" Firda memeluk suaminya dan menciumi dada suaminya itu. Yugho mencium pucuk rambut Firda dan menyuruhnya membersihkan diri.


Setelah selesai Yugho membawa putrinya ke taman belakang rumah dan menjemur Celline disana.


" Hari ini papa libur sayang, kita akan bermain bersama sampai malam oke" Yugho menciumi perut putrinya sambil menggendongnya.


"Kelak besar jadi wanita yang mandiri ya sayang, jangan seperti mamamu manja dan tak bisa apa-apa. Anak papa harus menjadi wanita hebat...cup...cup...cup" Yugho mengajak bermain putrinya sambil menggendongnya.


"Kelak besar nanti, papa akan mengajari kamu mengendarai pesawat hehehe"


"Hee...hee..ehee" Celline berusaha meraih-raih wajah ayahnya dan Yugho segera mendekatkan wajahnya dengan wajah putrinya itu lalu menciuminya bertubi-tubi.


"Halo duo kesayangan mama, mama sudah rapi dan wangi" Firda langsung bergabung dengan suaminya dan menggendong putrinya.


"Cantik amat sih anak mama ...gemes...gemess sama inces" Firda mendekap putrinya


"Papah...hari ini jadwal kita ke pasar. Aku titip dedek ya pah" Firda memberikan putrinya kembali kepada Yugho.


"Sayang belanja lewat online saja kamu tidak perlu ke pasar, jangan cari alasan. Jaga dedek mas mau lanjut tidur lagi...hoaaaammm....mas mengantuk sudah bangun dari jam setengah 4 menjaga dedek cup...cup..cup" Yugho mencium pipi istrinya dan juga putrinya.


"Pah...lebih segar jika aku berbelanja langsung ke pasar"


Yugho melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya sambil melambai-lambaikan tangan kepada istrinya.


"Papah....pah..iihh papa rese dek malah dia mau bobo sekarang. Dedek bobo dong dek, kan mama mau ke pasar. Bobo ya sayang kita susul papah ke kamar yuk" Firda langsung membawa putrinya masuk ke dalam kamarnya tetapi begitu dia meletakkan Celline dikasur Celline langsung menangis. Mau tidak mau Firda menggendong Celline kembali.Rupanya anak dan ayah hobi membuat mamanya repot.


*******


Yang ringan-ringan dulu ceritanya ya๐Ÿ˜Œ


Daddy ganteng dan Ziel



Anggap saja papah Yugho dan Celline