
Firda kaget dan terkesima sepertinya dia tau rasa bibir itu. Ya itu bibir Yugho. Bibir kekasihnya yang baru saja memutuskan hubungan dengannya. Begitu ingat perlakuan Yugho buru-buru dilepaskan bibir yang memagutnya. Namun Yugho lebih keras memepet tubuh Firda ke tembok dan mengangkat ke dua tangan Firda serta menahannya dengan satu tangan. Dan tangan satu lagi teta fokus menahan wajahnya agar tak lepas dari pagut*n bibirnya.
Yugho tidak membiarkan Firda memberontak
Sebisa mungkin dia menahannya. Dia tidak perduli dengan keadaan saat ini. Jika memang tertangkap orang tua Firda dan menyuruhnya bertanggung jawab dengan senang hati dia akan melakukannya. Itu adalah pikiran pendek Yugho. Jauh dari Firda benar-benar membuatnya menjadi gila. Belum ada sehari dia memutuskan Firda tetapi dia sudah kembali mencarinya lagi.
Firda benar-benar tidak bisa berkutik karena Yugho telah menguncinya.
Dengan rakus dia m*lum*t dan mengeksplor bibir Firda. Bibir yang amat memabukkan untuk Yugho. Firda hanya dapat memejamkan matanya tanpa mau membalas lum*t*n bibir Yugho. Yugho merasa frustasi dilepaskannya bibir Firda, dipandanginya wajah gadis kesayangannya tetapi Firda malah membuang muka dan tidak ingin menatap Yugho.
"Apakah kita akan terus melakukannya sambil berdiri disini?" Yugho berbisik ditelinga Firda sambil memainkan telinga Firda dengan lidahnya. Kemudian mengecupinya terus menerus.
Firda merasa geli karena telinganya diserang terus menerus oleh Yugho. Dia pun mendorong tubuh Yugho agar menjauh darinya.
"Pergi kataku mas dan jangan pernah kembali lagi kesini. Aku tidak mau melihatmu lagi. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu mas. Untuk melihatmu pun aku sudah tak sudi. Terus saja Firda mendorong tubuh Yugho agar keluar dari rumahnya. Tetapi Yugho tidak bergeming.
Dengan kasar Firda mendorong kembali tubuh Yugho keluar. Akhirnya Yugho mengalah dan dia terdorong keluar pintu. Namun begitu sampai diluar pintu dia tidak kehabisan akal. Ditariknya pula tubuh Firda keluar lalu di bopongnya menuju pojokan taman rumahnya.
Firda meronta - ronta sambil memukuli tubuh Yugho. Tetapi Yugho tetap menggendongnya dan tak lama kemudian dia mendudukinya di bangku taman. firda menatap tak suka ke arah yugho.
"Mau apa lagi sih kamu mas? Belum puas kamu nyakitin aku? Apa Firnie yang menyuruhmu kemari untuk menyakitiku lagi?" Firda berkata dengan luapan emosi dan sambil menampar-nampar pipi Yugho.
Sedikitpun Yugho tidak membalas perlakuan Firda dia hanya duduk dengan lutut kaki dibawah dan menyandarkan kepalanya di pangkuan Firda.
Firda menggeser duduknya dan menepikan kepala Yugho namun tangan Yugho segera menggenggam tangan Firda dan menarik kembali tubuhnya. Sehingga dia kembali duduk di posisinya semula.
"Aku tidak bisa jauh darimu Fir. Aku bisa gila jika hanya bisa melihatmu dari jauh tanpa bisa menyentuhmu." Yugho berkata dengan sendu serta menciumi tangan Firda serta memohon maaf dan menyampaikan rasa penyesalannya yang mendalam.
"Tidak segampang itu mas. Kamu kira aku akan menerima kamu lagi setelah semua yang kamu lakukan padaku? Benar kata Angga. Aku masih muda dan jalanku masih panjang.Putus denganmu tidak akan membuat kiamat hidupku mas"
"Mas tarik semua kata-kata mas Fir. Saat itu pikiran mas sedang kacau. Orang tua mas masuk Rumah Sakit setelah berdebat dengan mas Fir. Mas terpaksa memutuskan kamu. Itu bukan kemauan mas Fir, sungguh". Ujar Yugho sambil terus menggenggam dan menciumi jemari Firda.
"Baiklah mungkin memang kita tidak bisa bersama mas, toh percuma juga kita menjalin hubungan jika orangtua mas tidak menyukai aku. Yang ada pasti kejadian seperti ini akan terulang terus. Dan aku pasti akan dijadikan bola sama kamu mas. Sebentar ditendang sebentar di peluk".
"Tidak ada dalam bayanganku seperti itu mas. Kalau sudah putus ya sudah kita putus saja. Aku tidak mau ambil resiko apapun. Sebaiknya kamu pulang aku mau tidur. Mataku sudah sepet dan aku ngantuk banget mas".
"Aku tidak akan pulang Fir, sampai kamu mau menerimaku kembali aku akan tetap disini. Kalau perlu aku akan menemui orangtua kamu sekarang juga" ujar Yugho sungguh-sungguh seraya menatap bola mata Firda.
"Kamu gila mas, apa kamu mau ayah kamu lebih parah lagi sakitnya? Kamu yang akan menyesal seumur hidup kamu mas" ujar Firda sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Yugho.
Firda langsung membuang muka dan melipat tangannya di dada.Dia tidak mau menatap Yugho. Dia harus memberi pelajaran padanya. Dia tidak boleh luluh. Dia harus punya harga diri karena dia bukan keset welcome yang sudah diinjak-injak tetap saja welcome.
Yugho bangkit dari berlututnya seraya berdiri dan mengusap-usap rambut Firda dengan lembut.
"Aku tidak akan menyerah Fir, aku akan mendapatkanmu dengan cara apapun, ingat itu baik-baik sayang" ucap Yugho ditelinga Firda.
"Aku tau saat ini kamu pun menginginkan aku karena tubuhmu mengatakan ya walau pun bibirmu mengatakan tidak".
(Aku bingung mendeskripsikannya.intinya wajah firda dibawah menengadah ke atas dan wajah Yugho berada diatasnya dengan menengadah ke bawah sedangkan posisi firda duduk dan yugho berdiri dibelakangnya bisa bayanginnya tapi susah mendeskripsikannya😂).
Firda meremas rambut Yugho dan mulai membalas aksinya. Yugho semakin meningkatkan lum*t*nnya. Lidahnya bergelora menyesapi setiap rongga mulut Firda.
Jarinya mulai mer*mas benda kenyal nan padat itu. Firda merintih lirih matanya terpejam menikmati permainan jemari Yugho.
Sementara bibir Yugho masih tidak berhenti menyes*pi bibir Firda. Permainan lidahpun tampak semakin membara. Mereka berlomba menarik dan mengh*s*p lidah pasangan masing-masing.
Yugho melepaskan pagutannya dan menatap wajah Firda. Tampak diwajah Firda pandangan yang sangat sayu dalam balutan gairah yang membara.
Yugho mengitari bangku tempat Firda duduk dan ia pun duduk disampingnya. Lalu menarik tubuh Firda dan membenamkannya ke dalam dada bidangnya.
Yugho mengelus-elus rambut Firda dan mengecupi pucuk rambutnya.
Firda kaget seketika dan ia pun menangis sambil terus memukuli dada Yugho.
"Aku benci kamu mas...aku benci kamu..hiks...hiks..hiks"
"Ssshhh.....jangan menangis sayang, jangan buang air matamu lagi. Aku tidak ingin melihatmu seperti ini". Ditangkupnya wajah Firda lalu Yugho pun menghapus air mata Firda dengan bibirnya. Di kecupinya setiap tetes air mata yang mengalir. Rasa asin air mata Firda bagaikan candu yang terus saja di sesapinya.
"Semua salah mas Fir, mas akan memperbaikinya semua tapi jangan tinggalkan mas Fir. Saat ini hubungan kita sedang di uji. Sampai dimana kita akan bertahan. Mas mohon kamu bertahan dulu sayang".
"Aku harus bertahan sampai kapan mas?sampai Firnie benar-benar akan mengambilmu dari ku?"
"Hanya sementara sayang, dan mas akan pastikan hanya akan kembali kepadamu" di raihnya jemari Firda dan dikecupinya lagi. Seakan tidak pernah bosan Yugho menggenggam dan menciumi jemari Firda.
"Fir, mas ingin menanyakan satu hal. Jika orang tua mu tidak menyetujui hubungan kita apakah kamu masih mau terus bersamaku?"
"Hah!!...aku tidak tau mas, jika aku tetap memilih kamu apakah kamu dapat menjamin hubungan kita akan baik-baik saja dan Firnie tidak akan mengganggu kita lagi?mengingat apa yang sudah kamu lakukan padaku, aku jadi takut mas" ujar Firda sambil tertunduk dan menjauh serta melepas jarinya dari dekapan Yugho.
Dengan cepat di tariknya kembali tubuh Firda kemudian direngkuh pinggangnya sehingga tubuh mereka berhadap-hadapan.
"Jika memang kita harus pergi dari sini aku akan membawamu pergi jauh dengan atau tanpa persetujuan orang tuamu juga orang tuaku".
**************
Akhirnya selesai satu bab😁
Terima kasih kalian masih menyukai Firda. Aku takut baca koment-koment kalian😂 tiap habis baca koment aku ngumpet takut di bully 🤣🤣
Maaf telat up-nya...maklum hari minggu waktunya refreshing cuci otak biar seger. supaya esok bisa lanjut nulis lagi.
Love u all🤗😘