Miss Rusuh

Miss Rusuh
M3....Marah Marah Mesra



Yugho membuka pintu mobilnya dan memapah Firda masuk ke dalam mobil.


Tidak lupa dia memasangkan seatbelt ditubuh Firda.


Lalu dengan cepat Yugho masuk ke dalam mobil dan duduk didepan kemudi.


Dia mulai melajukan mobilnya dengan kencang.


"Mas...kamu menculik aku?"


"Menurutmu bagaimana?"


"Ini bisa aku ajukan dalam kategori penculikan loh mas"


"Apa hakimnya bisa percaya kalau tanpa bukti?"


"Iihhhh...apa sih mau kamu mas?"


"Jangan tanya mauku Fir"


"Sudah berapa lama kamu berhubungan dengan dia?siapa namanya?bukankah cowok itu yang hampir saja menciummu?" Tanya Yugho bertubi-tubi.


"Ohhh...Angga maksudmu mas"


Ciieettt...Yugho mengerem mendadak mobilnya.


Lalu menepi sebentar dibahu jalan.


"Katakan ada hubungan apa kamu dengannya Fir?"


"Menurutmu bagaimana mas?"


"Shitt..shiitt..."


Yugho beberapa kali memukul kemudinya.


"Ada apa sebenarnya dengan kepala kamu Fir?"


"Baru semalam kita bermesraan tapi hari ini kamu sudah bersama dengan lelaki lain, HAH" bentak Yugho


"Sudahlah bukan urusanmu mas, mulai sekarang kita jalan masing-masing saja mas...kita PUTUS" jawab Firda


Yugho terbelalak kaget mendengar ucapan Firda.


Dia merasa hambar dan hancur seketika.


"Jadi kamu hanya ingin bermain-main saja denganku Fir?memainkan perasaanku saja?"


"Dengar Fir, susah payah mas membuka hati lalu dengan sekejap mata kamu menghancurkan semuanya"


"Mas kecewa dengan kamu Fir"


Ujar Yugho sambil menyandarkan tubuhnya dibangku kemudi dan memijat-mijat keningnya.


"Jangan salahin aku mas, bukan aku loh yang salah" ujar Firda santai sambil memegang ponsel dan membuka sosial medianya dan tampak mengacuhkan Yugho.


Lalu Yugho membuka Seatbelt-nya dan merampas ponsel Firda.


"Apa-apaan sih kamu mas, balikin gak HP aku" ujar Firda, lalu dia membuka seatbelt-nya dan mendekati Yugho untuk mendapatkan ponselnya kembali.


Firda semakin mendekati Yugho, tubuh mereka berhimpitan tanpa sadar Firda berdiri dipangkuan Yugho dengan dengkul ditekuk kebelakang dan tubuhnya semakin menghimpit Yugho.


Yugho memeluk tubuh Firda dengan erat. Dan menghimpitnya.


"Apa-apaan sih mas, lepasin aku gak" bentak Firda sambil berusaha melepaskan pelukan Yugho.


Tapi semakin Firda berusaha


melepaskan pelukan Yugho semakin erat Yugho mendekapnya.


Firda menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.


Firda tampak melupakan poselnya dan membiarkan Yugho bermain-main dengan tubuhnya.


"Masssss, stop mas berhentiii"


Susah payah Firda mengeluarkan suara agar Yugho menghentikan aksinya.


Mereka tampak semakin asik dengan aksi mereka.


Firda mendesah terus, bibir Yugho tak memberi Firda kesempatan untuk beristirahat walau hanya sebentar.


Begitu Firda selesai mengambil napas dengan brutal Yugho menyerang bibirnya kembali.


"I wanna dance and love and dance again" tiba - tiba ponsel Firda berdering.


Suara ponsel seketika menghentikan aksi mereka.


Dengan lemas Yugho menyandarkan tubuhnya dibangku kemudi.


Sementara Firda dengan malas tampak meraih ponselnya yang terjatuh tadi akibat ulah Yugho.


Firda berniat bangkit dari pangkuan Yugho tetapi tangan Yugho masih menahan tubuhnya.


"Aku angkat telpon dulu mas, ini dari kakakku"


Akhirnya dengan malas Yugho membiarkan tubuh Firda menjauh darinya.


Lalu Firda kembali duduk disebelah Yugho.


"Iya kak ada apa"


"Aku masih diluar, masih kumpul bersama teman-teman kak"


"Besok kakak pulang Fir" jawab telpon diseberang sana.


"Hah, besok kakak pulang?koq cepet sih?katanya jumat kakak pulangnya"


"Itu kalau seminarnya besok selesai, kakak mau mengajak kamu ke Bandung menyusul mama" ---- Suzilia


"Aku tidak mau ikut kak, aku masih....awww"


"Fir, kamu kenapa?"


Ohh...eng..enggak kak, ini kawan aku menyepak kaki aku kak, kami lagi main - main kak" ujar Firda berbohong.


Padahal baru saja Yugho meremas kembali gundukan kenyal milik Firda.


Firda menampik tangan Yugho agar jangan nakal-nakal tetapi hanya dibalas senyuman oleh Yugho.


"Kak, sudah dulu ya....kawan aku rese banget nih..hehehhe"


"Kakak lupa kemaren trnsfr kamu Fir, barusan kakak sudah trnsfr uang saku kamu buat seminggu ya" --- suzilia


"Husss, ngomong jangan sembarangan Fir, sebelum kakak nikah kamu dilarang nikah duluan titik" ---- Suzilia


"Wuihhh...ngancem makanya cepat minta dilamar kak Rendi jangan sampai keduluan Firda dilamar...wkwkwkkw" goda Firda kepada kakaknya


"Setelah lulus jadi dokter spesialis baru kakak mau nikah karir nomor satu Fir" ujar Suzilia.


"Aku mah maunya kawin dulu kak baru lanjut kuliah lagi...cita-cita aku kan jadi mamah muda" ---- Firda


"Dasar adik tidak berguna, disekolahin tinggi-tinggi malah mrmilih jadi emak-emak, sudahlah lebih baik kakak stop uang saku kamu" ---- Suzilia


"Wkwkkwkw....jangan dong kakakku sayang yang paling baik hati dan yang paling pinter..muaachh buat kakak...udah dulu ya kak, teman aku bete lihat aku telponan lama-lama sama kakak bye kak" --- Firda.


Lalu Firda menutup telponnya sepihak.


Sementara diseberang sana nampak suzilia kesal dengan tingkah adiknya yang tidak pernah dewasa-dewasa.


"Fir, jangan marah lagi ya sama mas" ujar Yugho dengan lembut.


Sementara Firda nampak membetulkan bra-nya.


"Sini mas bantu Fir" tawar Yugho


"Aku tau mas bukannya mau membantu aku tapi mas mau membantu berantakin bra aku lagi kan?" Ujar Firda judes.


"Sayang...kamu tau kan kalau mas sayang banget sama kamu Fir" ujar Yugho sambil membelai rambut dan pipi Firda.


"Tumben dandanan kamu nyentrik banget Fir?" Tanya Yugho polos


"HAHH!!!! Ini hasil kolaborasi mas sama nenek lampir itu, jadi aku berpakaian seperti ini, sudah salah sok-sok an polos lagi nanyanya" gerutu Firda tidak senang.


"Apa maksud kamu Fir?bukankah sudah mas kirim ke hotel baju-baju kamu sayang"


" Liat saja sana macam mana baju-baju aku jadinya mas, bajuku diguntingin, disobekin buku-buku aku dihancurin apa nggak keterlaluan itu namanya mas?"


"Jadi begitu caramu memperlakukan aku jika dihadapan Firnie?" Tanya Firda sewot.


"Dan gara-gara ulah kalian, buku Dosen killer aku juga kalian hancurkan dan sebagai hukuman untukku aku disuruh mengajar minggu depan menggantikan beliau" papar Firda lagi dengan marah.


"Fir, maaf baju-baju kamu memang dibuang sama Firnie tapi tidak digunting-gunting sayang" ujar Yugho nampak memberi penjelasan kepada Firda.


"Mas, kalau baju-bajuku utuh tidak mungkin aku kuliah dengan pakaian seperti ini dan mas tau apa kata Dosenku?"


"Apa?"


"Aku dibilang anak band tau" ujarnya kesal.


"Hehehe" Yugho nampak menahan tawa mendengar celotehan Firda.


"Kamu cantik Fir jadi pakai baju apa saja selalu cantik bahkan disaat kamu berpakaian seperti ini pun dikira artis" ujar Yugho sambil tersenyum dan memegang tangan Firda.


"Jangan pegang-pegang, aku belum maafin kamu mas"


"Apa mau kamu Fir? Akan mas lakukan untuk kamu"


"Mas sayang sama kamu mas cinta sama kamu hanya kepada kamu mas membuka hati Fir"


"Alaahh dustaaaa...Lalu bagaimana dengan Firnie?terus saja mas mengobral hatiiiiii....disini bilang cinta sama aku....disana bilang cinta sama dia... menyebalkan dan memuakkan" ujar Firda dengan sewot sambil melepaskan tangan Yugho dan menghempaskan tangan Yugho dengan keras.


"Mas ada polisi mas hayuk cepat jalan mas"


"Biarkan saja, bukankah kamu mau ditangkap kawin sama hansip?lalu kenapa kamu tidak mau ditangkap kawin sama polisi Fir?" Ujar Yugho menggoda Firda.


"Jangan main - main deh mas saat ini, cepat pergi mas polisinya sudah ada dibelakang kita" ujar Firda ketakutan.


Ya Firda takut jika dia harus digelandang ke kantor polisi.


Sudah cukup dia dibawa ke markas security dan tidak boleh ada kejadian aneh lagi yang akan membuatnya digelandang lagi.


Dia takut jika hal ini diketahui mamanya...maka tidak tertutup kemungkinan mamanya yang akan mengantar Firda pergi kemana-mana.


Jika sudah seperti itu maka dia tidak mempunyai kebebasan lagi.


"Tok...tok....tok" tampak Pak Polisi mengetuk pintu mobil Yugho.


"Selamat malam Pak, coba tunjukkan surat-surat mobil anda Pak ini bahu jalan apa anda tidak tahu kalau dilarang berhenti disini lihat rambu itu Pak?" ujar Pak Polisi sambil menunjukkan rambu bertanda 'S' disilang.


Yugho hanya mengeluarkan dompetnya sebentar lalu tiba-tiba Pak Polisi itu memberi hormat dan meminta maaf lalu menuju ke mobilnya kembali untuk berpatroli.


"Aahhh...legaaaa...akhirnya jalan juga Pak polisi-nya mas.....wuihhh ngomong-ngomong keren juga kamu mas, cuma ngeluarin dompet Pak polisinya langsung pamit apa sih isi dompet kamu mas?"


"Mau tau saja kamu Fir....dilarang kepo ya" ujar Yugho menggoda Firda.


"Rusuh loe mas" ujar Firda cemberut.


"Fir....." tegur Yugho


"Upss...sori mas kebablasan hehehe" ujar Firda


"Kita langsung ke hotel lagi ya Fir?"


"Tidak mau, aku mau pulang baju aku sudah hancur semua"


"Okey kita belanja baju dulu ya" tawar Yugho.


"Napsu amat kamu mas, mau ngapain kamu mas?"


"Kan mas janji mau mengajak kamu belanja baju Fir, mas janji tidak akan berbuat macam-macam terhadap kamu sungguh...janji seorang pria kepada gadisnya" ujar Yugho


Lalu Yugho mulai mengendarai mobilnya kembali menuju Mall terdekat untuk mengambil hati Firda kembali.


************


Kalau sudah begini luluh deh hati Firda sama perlakuan mas Yugho tapi tetap saja dia merasa was-was.. ..masalah mak lampir belum kelar ya gaess🤭


Maaf kalau Firda selalu lemah jika sudah berhadapan dengan Yugho.


Terima kasih masih suka sama Firda.


Maaf belum bisa crazy up....aku masih belajar sama kak Erka.


kalau ada waktu senggang aku berusaha untuk melanjutkan....namanya juga kuli, semoga manteman maklum ya😁


Jangan lupa selalu kutunggu like n poinnya dari kalian.


love u gaess kata Firda


Yang penisirin sama Angga....