Miss Rusuh

Miss Rusuh
Belajar Memasak



Firda masih terus saja berusaha melunakkan hati suaminya untuk menemani ayahnya.


"Mas...kamu kan bersamaku sepanjang waktu, sudahlah temani ayahmu walau hanya sebentar. Ikutin saja apa maunya ayah mas. Walau bagaimana pun dia tetap ayahmu dan sampai kapanpun tidak akan pernah berubah. Aku baik-baik aja koq mas, sudahlah temani sana, jangan kebanyakan mikir ini mau aku, lepaskan ego kamu mas karena walau bagaimanapun kita tetap salah" Firda memegang kedua tangan suaminya kemudian menciumnya.


"Cepatlah pergi sana dan jangan lupa minta restunya" bisik Firda ditelinga Yugho.


Yugho menatap Firda dengan sedih.Kemudian Firda segera mendorong tubuh suaminya agar segera menemui ayahnya. "Semangat" Firda mengatakannya tanpa bersuara dengan bahasa bibir. Yugho mengangguk dan tersenyum ke arahnya.


Yugho duduk menemani ayahnya.


"Tumben kamu mau menemani ayah. Apa gadis itu tidak marah kamu menemui ayah?"


"Sudahlah ayah, jangan berbicara seperti itu. Gadis itu istriku dan dia anak ayah juga. Aku bahagia bersamanya yah. Semoga ayah bisa segera merestui kami" ujar Yugho sambil menatap ayahnya.


Ayahnya mendesis tidak suka."Hanya satu wanita yang cocok untuk menjadi istrimu yang lainnya tidak ada yang cocok sama sekali.Kamu telah mempermalukan kami Go. Gara-gara ulah gadis itu hubungan keluarga kita putus begitu saja. Entah dengan apa dia sudah meracunimu Go".


"Apa kita tidak bisa berdamai yah?aku kemari ingin menghormatimu sebagai orang tua yah tolong jangan bawa-bawa istriku, dia tidak tahu apa-apa. Aku adalah suaminya dan tetap akan melindunginya termasuk dari ayahku sendiri jika dia ingin menyerang istriku" ujar Yugho mantap.


"Ayah tidak menyangka, anak yang sedari kecil ayah didik begitu besar bisa menghianati dan mendurhakai ayahnya sendiri" selesai berkata seperti itu ayahnya mengelap mulutnya dengan tissue dan langsung berdiri sambil melihat ke arah Firda dengan tatapan penuh kebencian. Kemudian dia menuju meja kasir untuk membayar tagihannya. Setelah itu dia meninggalkan Yugho sendiri. Sementara Yugho hanya bisa menarik nafas dengan berat menutup wajahnya dengan tangannya.Dia diam beberapa saat setelah sedikit tenang baru dia kembali ke meja istrinya.


Melihat wajah murung suaminya Firda menjadi tidak enak hati. Dengan lembut dia mengusap-usap punggung suaminya.


"Maafkan aku ya mas jika pada akhirnya berakhir seperti ini. Aku hanya ingin mencairkan kembali hubungan kamu dengan ayahmu mas" Ujar Firda dengan mata berkaca-kaca.


"Ssstt....sudahlah mas tidak apa-apa sayang. Kita akan berusaha terus sampai mendapatkan restu dari kedua orang tua kita sayang" lalu Yugho meraih tangan istrinya dan mengecupinya.


"Jangan putus asa, jika hari ini kita gagal maka besok dan seterusnya kita akan mencoba lagi sayang" senyum manis tercipta diwajah Yugho.


"Iya mas...kita akan berusaha terus" Firda tersenyum sambil bersandar di lengan Yugho.


Selesai makan merekapun melanjutkan lagi perjalanannya berkeliling kota sambil menikmati udara malam yang dingin. Puas mengajak istrinya jalan-jalan akhirnya mereka kembali pulang ke rumah.


Sesampainya dirumah mereka saling diam. Yugho merasa sedih atas penolakan ayahnya kepada istrinya. Firda juga diam tak ingin mengganggu suaminya. Yugho pergi ke balkon depan kamarnya. Dia tampak membuka-buka handphone sambil menyalakan rokoknya. Firda hanya melihat dari balik jendela kamarnya. Dia tidak berani mendekati suaminya.


Akhirnya dia berbalik badan menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya menghadap samping lalu memejamkan matanya. Dia merasa bersalah telah membuat suaminya bersedih tetapi dia juga tidak mungkin membiarkan suaminya mengacuhkan ayahnya sendiri. Memang tidak mudah untuk mendapatkan restu orang tua mereka tetapi setidaknya mereka mau berusaha untuk mendekatkan kepada orang tua mereka demi menebus segala kesalahan mereka.


Tiga puluh menit kemudian Yugho masuk kedalam kamarnya dan melihat istrinya sudah tertidur. Dia pun menyelimuti tubuh istrinya dan kemudian berjongkok menatap wajah istrinya. Yugho merapikan rambut istrinya kemudian mencium keningnya. "Tidur yang nyenyak ya sayang, maafkan ayahku cup....aku akan selalu disampingmu untuk melindungimu dari siapapun yang akan menyakitimu"


Taklama kemudian Yugho juga merebahkan tubuhnya disamping istrinya dan memeluknya dari belakang.


"Kamu beneran sudah tidur sayang?"tangan Yugho bermain-main dengan nakal didada istrinya hingga membuat Firda menggeliat kegelian. Kemudian disibaknya rambut istrinya lidah Yugho bermain-main ditelinga istrinya hingga leher bagian belakang. Firda tetap memejamkan matanya menikmati setiap inci sentuhan suaminya. Yugho menggosok-gosokkan bagian yang sudah mulai mengeras, lama-kalamaan dia merasa panas sendiri, dibaliknya tubuh Firda dipreteli satu persatu pakaian istrinya dia bermain-main di dada putih istrinya hingga membuat Firda mendesah dan membuka matanya. Firda mengetahui kegelisahan suaminya dan jika dengan bercinta perasaan suaminya akan bisa kembali baik-baik saja maka dia akan memberikan semua pelayanan yang sangat spesial, dia akan memanjakan suaminya dengan tubuhnya dan malam itu terjadilah pergumulan panas dan menggairahkan diantara keduanya dan berakhir dengan senyum penuh kepuasan dibibir Yugho sementara Firda merasakan seluruh tubuhnya lemas dan tak berdaya. " terima kasih sayang, kamu selalu tau apa yang mas mau, terima kasih istriku" Yugho memeluk dan terus menciumi Firda hingga mereka akhirnya tertidur sambil berpelukan.


*****


Yugho langsung membuka matanya saat mendengar suara-suara kecil teriakan istrinya. Buru-buru dia bangun dan mencari istrinya. Yugho langsung mematikan kompornya sambil menarik istrinya.


"Apa-apaan kamu dengan dandanan seperti ini?" Lalu Yugho membuka helm dan jaket yang menutupi tubuh istrinya.


"Kacau deh mas, aku mau ceplok telor susah banget, rencananya aku mau buat sarapan pagi mas buat kita tapi lihat tuh telurnya ancur semua. Telur pertama gosong, telur kedua gosong lalu minyaknya pada nyerang aku mas...liat tuh pada merah-merah tangan aku, tuh pipi aku juga kena mas" dia mengadu pada suaminya.


"Akhirnya biar aman aku pake jaket kamu mas sama helm kamu biar gak terasa kalau dia muncrat lagi kena aku"


Yugho tertawa mendengar pengaduan istrinya.


"Duduk disana diam-diam, biar mas buatkan sarapan untuk kita" Yugho memerintahkan istrinya agar duduk dimeja makan menunggu sarapan yang akan dibuatnya.


Yugho segera membuat omelet dan sandwich. Dia menyuruh Firda untuk membuat jus jeruk.


"Dimana bubuk nut**sarinya mas?" Tanya Firda.


"Mas nyuruh kamu meras jeruk sayang bukan pakai bubuk"


"Aduhh....ancur deh kuku-ku mas" ujarnya dengan tampang memelas.


"Sayang, kenapa dikupas kulitnya, itu jeruk peras, jadi harus dibelah bukan dikupas sayangkuuuuu" ujar Yugho gemas melihat istrinya yang tidak bisa melakukan apa-apa.


"Hehehe...begini motongnya mas?" tanyanya.


"Bukan begitu sayang....potong ditengah-tengahnya, seperti ini.Coba kamu perhatikan ya" Yugho mulai mengajari istrinya pelan-pelan.


"Mas harap jika kita sudah memiliki anak nanti, kamu sudah bisa masak sendiri. Jangan belikan anak-anak makanan yang serba instan. Kamu harus belajar meracik makanan sendiri dengan bahan-bahan alami" lalu Yugho mencubit gemas pipi istrinya.


"Ngikutin cara kamu mah bisa- bisa pada hancur jari dan kuku-ku mas"


"Dengar sayang, mas mau makan tetapi masakan kamu bukan masakan restoran atau kafe, walaupun tidak enak mas tetap akan makan apapun yang kamu buat...ingat syarat menjadi istri mas kan salah satunya itu" Yugho menangkup wajah istrinya dan "cup" dia mencium bibir istrinya.


"Lain kali jika ingin masak pakai baju yang benar sayang. Jangan hanya pakai atasan tetapi tidak memakai bawahan" Yugho memperhatikan pakaian Firda yang hanya menggunakan bra senam dan short pant.


"Tapi aku sudah mandi dan wangi mas, kalau tidak percaya cium saja" Firda mendekatkan tubuhnya pada suaminya.


"Iya...iya..iya sayang..jangan menggoda mas Fir, mas harus berangkat sebentar lagi. Jika meladenimu mas pasti akan terlambat"


"Ya udah mas mandi sana, aku siapin baju kamu mas. Makanan sudah siap ini semuanya" Firda mendorong suaminya masuk kedalam kamar mandi.


"Aku tunggu diruang makan mas" ujarnya.


"Iya...iya" jawab Yugho dari dalam kamar mandi.


Selesai mandi Yugho berpakaian dinas dan menghampiri istrinya diruang makan.


"Cup" dia mengecup pucuk rambut Firda. Lalu duduk di depan Firda.


"Gantengnya suami aku, gak salah milih suami aku mas" sambil tersenyum Firda mengambilkan makan untuk suaminya.


"Sayang, kamu jadi nanti kerumah mama?"


"Jadi mas, aku mau bawain mama hadiah...aku sudah kangen sama mama mas"


"Kamu bawa mobil sendiri Fir?"


"Nggak ah, aku lagi malas nyetir mas. Aku naik grab aja, pulangnya mas jemput aku ya"


"Oke...kamu gak apa-apa naik grab sayang? Atau mau mas anterin sekarang?"


"Aku siangan aja kesananya mas, takut gak kuat denger omongan mama kalo pagi-pagi aku kesana"


Yugho memandang sedih istrinya, dia tau pasti ibu mertuanya akan menyakiti istrinya.


"Kalau kamu tidak kuat disana, segera telpon mas ya, mas akan segera menjemput kamu"


"Oke siyap pak suami, i love you....cup"


Selesai makan Yugho berdiri dan menghampiri


istrinya, memeluknya lalu berpamitan untuk pergi kekantor pagi ini.


***********


Ada kelegaan jika bisa up untuk kalian ๐Ÿค—


happy reading gaes....horornya sedikit aja gak boleh banyak-banyak๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚