Miss Rusuh

Miss Rusuh
Memancing



Akhirnya Yugho dan Andi mempersiapkan semua keperluan untuk acara memancing mereka. Firda selalu memperhatikan gerak-gerik Firnie dan Nita.


"Firda...sini bareng kita yuk cewek-cewek semua. Biarkan para cowok-cowok yang mempersiapkan semuanya" Nita mengajak Firda berkumpul bareng bersama Firnie.


"Tidak, terima kasih aku masih ada pekerjaan mau bikin umpan ikan. Apa kalian mau membantuku?" tanya Firda.


"Tidak mau...aku geli" jawab Nita.


"Baiklah aku akan membuatnya sendiri" jawab Firda lalu dia beranjak dari hadapan mereka.


"Nit, ngapain loe ajak dia ngumpul bareng kita? Sejak kapan dia menjadi temanmu? Tanya Firnie berbisik kepada Nita.


"Jangan bodoh Firda, justru kita ajak dia bargabung supaya dia tidak nempel terus sama Yugho" balas Nita dengan suara pelan.


"Hmmm...bagus juga ide kamu Nit" Firda tersenyum senang.


"Firnie...sebenarnya masalah kalian apa sih bisa putus begitu saja. Padahal setahuku Yugho sangat mencintaimu dulu. Sekarang dia malah tergila-gila pada gadis itu" tutur Nita pelan.


"Sebenarnya aku malas jika mengungkit masalah yang lalu Nit" Firnie nampak berfikir keras antara bercerita atau tidak kepada sahabatnya itu. Namun akhirnya dia mulai membuka mulutnya.


"Aku pernah pacaran dengan Marcel teman SMA ku Fir dibelakang Yugho hingga akhirnya dia mengetahuinya dan dia pun membalasku


berpacaran dengan teman SMA-nya. Walaupun akhirnya aku bisa memisahkan mereka tapi Yugho nampaknya masih saja cemburu dengan Marcel. Akhirnya Yugho memilih kuliah di tempat yang jauh dan kita tidak pernah ketemu lagi selama empat tahun. Sampai suatu hari dia memergokiku kembali berjalan berdua Marcel. Dia murka sekali dan melempariku dengan sebuah cincin. Dan dia menghajar Marcel . Aku bilang dia hanya salah paham, aku dan Marcel tidak ada hubungan apa-apa tapi dia tidak mau mendengarkan ku. Sampai akhirnya Marcel ku jodohkan dengan Lisa temanku dan mereka pun menikah namun tetap saja Yugho masih mencurigaiku".


"Berarti Yugho sebenarnya serius ingin menikahimu cuma dia salah paham saat melihatmu berjalan dengan Marcel begitu maksudmu Firnie? Tanya Nita memastikan.


"Sepertinya iya Nit, aku terus meminta maaf dan hubungan kami bisa membaik sedikit hingga suatu hari aku melihat anak ingusan itu mendekati Yugho. Rasanya ingin aku cakar-cakar saja wajahnya" terang Firnie.


"Ehh...tunggu dulu jangan-jangan Yugho menikahinya hanya untuk balas dendam saja Fir. Ingat bukankah dia pernah membalasmu berpacaran dengan teman SMA-nya?" Ujar Nita.


"Hahh...iya juga ya,kenapa baru terpikirkan sekarang Nit? Bisa jadi dia membalasku dengan menikahi gadis itu" Firnie nampak percaya diri. "Berarti jauh di dalam lubuk hatinya dia sebenarnya masih cinta padaku" lagi- lagi Firnie tersenyum penuh arti.


Nita membulatkan kedua matanya dan nampak mengangguk, menyetujui pendapat temannya.


******


Setelah semua perlengkapan siap lalu Yugho dan Andi mulai menjalankan kapal speedboat itu.


Firda berdiri bersandar diujung kapal sambil menatap lautan luas dihadapannya. Yugho segera menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Melihat keberadaan suaminya, Firda semakin merapatkan pelukan suaminya. Dia melilitkan tangan Yugho dipinggang rampingnya sementara tangan Firda melingkar dileher belakang Yugho. Dia menarik suaminya kemudian menyerahkan bibirnya kepada suaminya. Mereka berciuman dengan lembut dan dalam.Suara kecapan mereka sesekali terdengar membuat libido naik bagi yang mendengarnya. Sementara tangan Yugho mengelus- elus perut Firda.


Firnie yang melihat adegan itu seketika menjadi panas dan menjatuhkan botol aqua hingga membuat kaget pasangan suami - istri itu.


"Kenapa sih mba, bikin kaget aja" ujar Firda sambil memegang tangan Yugho yang melingkar dipinggangnya.


"Kalian itu romantis beneran atau pura- pura romantis sih? Aku liat kamu malah jadi aneh kak" ujar Firnie datar.


"Yaah....namanya juga pengantin baru mba, sah-sah aja sih kata aku mah" Firda membela diri.


" Iyalah sudah terbiasa hidup bebas kan kamu Fir" ujar Firnie mulai mengejek.


"Bisa kamu hentikan tidak Fir, aku saja yang suaminya tidak mempermasalahkan istriku. Jika ingin tetap disini kamu diam tapi jika masih mau membuka mulut pergilah dari sini" ancam Yugho.


Firnie langsung mendesis dan memutar balik badannya lalu pergi ketempat Nita berada.


"Kenapa loe bete banget tampang loe Fir" tegur Nita.


"Bete aja gue ngeliat mereka.


"Sabar say...ada waktunya nanti kita kerjain dia" ujar Nita menghibur Firnie.


Tiba-tiba Andi datang dan menarik tangan istrinya.


"Ayo kita mancing sayang, Yugho sudah dapat ikan besar kita jangan sampai kalah. Kalau aku kalah, aku harus membayar sewa kapal ini" ujar Andi.


"Apa...kamu gila Di, kenapa kamu mau diajak taruhan sama Yugho? Tanya Nita dengan kesal.


"Aku yang mengajaknya bertaruh, aku tidak tahu jika ternyata istrinya pintar membuat umpan sayang. Ayo kamu bantu aku, jaga kailnya aku akan membuat umpan baru" ujar Andi.


Nita menuruti perkataan suaminya.Lalu dia beranjak dari tempatnya menuju kail yg sudah disiapkan oleh suaminya.


Firnie merasa bosan sendiri, akhirnya dia berdiri diantara Yugho dan Nita.


"Sini mas aku yg pengangin" Firnie menawarkan diri membantu Yugho.


"Tidak usah Fir, biar aku sendiri saja" jawabnya kalem.


Tiba-tiba kail Yugho ditarik oleh mangsanya dan sepertinya cukup besar ikan yang terperangkap dikailnya. Sekuat tenaga Yugho menariknya namun sepertinya dia membutuhkan bantuan orang lain. Dia pun memanggil Firda.


"Fir...Fir...sayang cepat bantu mas sebentar" perintahnya.


"Iya sebentar mas, aku ambil minum dulu" Firda buru-buru mengambil minum tapi begitu sampai disana ternyata Firnie sedang membantu Yugho menarik joran pancingnya. Kedua tangan Firnie memegang erat tangan Yugho mereka saling membantu dan akhirnya ikan besar dapat mereka tangkap.


"Horeee" Firnie bersorak kegirangan dan langsung memeluk Yugho.


Yugho terkesima mata mereka beradu pandang dan mereka saling bertatap-tatapan.


Firda yang baru tiba langsung kaget melihat pemandangan itu hatinya seketika bergemuruh dan langsung lemas badannya. Dilemparnya botol itu lalu dia masuk kembali dan duduk disamping kemudi.


Yugho kaget dan langsung melepaskan pelukan Firnie dan menghempaskan tangan Firnie.


"Istriku pasti kembali salah paham gara-gara ulah kamu" ujar Yugho sedikit kesal.


"Aku hanya membantumu kak, lagipula seperti biasa jika kita pergi memancing kita selalu seperti ini" Firnie membela diri.


"Tapi kita sudah putus Fir dan aku sudah menikah, menjauhlah dari kehidupanku" Yugho berkata dengan dingin.


"Kenapa kak?apa karena masih ada cinta di hatimu sehingga kamu takut tergoda aku lagi? Makanya aku disuruh menjauh darimu?setakut itukah kamu padaku kak?" Firnie tersenyum penuh kemenangan.


"Gila jika kamu masih berfikir seperti itu" Yugho lalu meninggalkan Firnie dan menghampiri Firda istrinya.


"Sayang...apa yang kamu lihat tadi itu tidak seperti yang kamu bayangkan. Dia hanya membantuku tadi menarik joran pancingku sayang" Yugho memegang kedua tangan istrinya dan menciumnya sambil meminta maaf.


"Kamu kira aku bodoh mas tidak bisa membedakan pandangan penuh cinta dan pandangan seorang sahabat" Firda menjawab dengan marah.


"Sungguh aku tidak memiliki perasaan apa- apa padanya sayang.Kamu adalah istriku mana mungkin aku menduakan kamu. Aku sudah memilihmu sayang. Aku harap kamu percaya padaku" pintanya.


"Awas sana jangan dekat-dekat aku. Dari kemaren aku malas dekat kamu mas" Lalu Firda beranjak pergi meninggalkan Yugho. Buru-buru Yugho menarik tangan Firda sehingga membuat Firda jatuh kedalam pelukannya.


"Apaan sih mas, awas lepasin aku"


"Tidak akan sebelum kamu mau mendengarkan kata-kata mas"


"Ogah amat aku dengerin kamu mas, dasar cowok labil"


"Sayang....aku suami kamu loh, jangan berfikir yang tidak-tidak ya"


"Kenyataan sudah didepan mata masih saja mau mungkir kamu mas"


Firda melepaskan diri dari pelukan Yugho dan berjalan kedepan sambil bersandar menatap laut kembali.


Yugho menyusulnya dari belakang kemudian berdiri di samping Firda dan merengkuh bahunya.


"Kalian disini juga?" Tanya Firnie.


"Iyalah...kita mau lihat laut" jawab Firda gusar.


"Kak, itu ikannya dilepas lagi ya atau mau dibawa pulang?" Tanya Firnie kepada Yugho.


"Lepas saja, istriku belum bisa masak, dibawa pulangpun percuma" balas Yugho


Akhirnya Firnie melepas ikan itu lalu mengembalikannya ke laut. Karena bobot ikan yang lumayan besar saat akan melepasnya ke laut kaki Firnie terpeleset dan dia jatuh ke laut itu bersama ikannya.


Byurrr...."tolong...kak Yugho tolong" Firnie pun meminta pertolongan Yugho.


Yugho kaget dan mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Firnie namun selalu gagal.


Nita dan Andi pun berusaha memberikan pertolongan namun Firnie malah semakin jauh. Akhirnya Yugho menceburkan diri ke laut, dia pun berenang untuk menolong Firnie.


Dengan susah payah Yugho membawa Firnie ke atas kapalnya.


Firnie nampak pingsan, Yugho segera memberi pertolongan.Dia menekan-nekan dada Firnie namun Firnie belum sadar Juga.


"Beri napas buatan Go" teriak Andi.


Firda langsung terbelalak matanya.Dia tidak menyetujui usul Andi.


"Cepat Go, nanti keburu tambah bahaya si Firnie" jelas Andi.


"Kenapa gak kamu aja Di, kenapa harus suami saya" tanya Firda.


Andi diam seketika. Yugho segera melihat kearah Firda. Firda melotot sebal. Demi rasa kemanusiaan akhirnya Yugho memberi Firda nafas buatan.😖


************


😤😤😤menyebalkan mas Yugho.


Maaf baru sempet up sekarang soale ngantuk tadi .


Maafkan ya gaess😂😂