Miss Rusuh

Miss Rusuh
Menikah



"Mamah...papa berangkat dulu ya, kalau sempat papa ke sana tapi kalau papa sibuk pulang kerja baru kita kesana mah" ucap Yugho sambil mengancingkan kemeja batiknya.


"Hari ini ada tamu dari luar soalnya mah. Si bos sudah membuat janji meeting hari ini dikantor"


"Berarti aku sendiri gitu pah nggak ada yang menemani aku ke pesta Mitha?" Tanya Firda bingung sambil menggulung rambut panjangnya.


"Aku sama Alma bagian penerima tamu loh pah"


"Iya sayang papa sudah tau namun mau bagaimana lagi sayang. Ini sudah tugas papah. Kawanmu Alma juga pasti sendiri kesana tanpa ditemani big boss sayang"


"Anterin aku lah kerumah mama ya pah?aku harus titip Celline dulu"


"Titip kerumah ibu saja ya sayang. Kasihan ibu juga kangen sama Celline" yugho mulai merapikan kemeja batiknya.


"Pah...kamu ganteng banget" Firda segera menarik suaminya dan mendudukkannya dikursi. Lalu dia segera duduk diatas pangkuan suaminya.


"Mah...papah sudah rapi loh"


"Sebentar pah...setengah jam saja" pinta Firda.


Firda bergerak secepat mungkin melucuti pakaian suaminya.


"Apa semalam kamu kurang puas mah?"


"Aku nggak tahan kalau ngeliat papa rapi dan wangi kaya gini" ujarnya sambil terus bergoyang diatas tubuh suaminya.


"Aku harus mandi lagi ini mah...uuhhmmm" Firda segera membungkam bibir tipis suaminya itu. Yugho pasrah atas perlakuan istrinya pagi itu. Senam pagi pun dilaksanakan secara kilat hanya setengah jam saja tapi itu sudah cukup membuat Firda puas karena hantaman suaminya yang penuh gelora pagi itu.


"Papa jangan di keluarin didalam, diluar saja" pintanya sambil menahan nafas.


"Nggak bisa mah...aku tidak akan bisa...ak-aku akan menyelesaikannya..aahhhh" Yugho pun akhirnya melepaskan semuanya didalam rahim istrinya.


"Papaaaahh...aku belum KB dari minggu kemaren, aku lupa pah" Firda mengambil selimut dan langsung melihat tanggalan.


"Tuhkan pah, aku sudah telat satu minggu lebih hampir dua minggu" ujarnya kaget.


"Ya sudah biarkan saja sayang" jawab Yugho dari dalam kamar mandi.


"Tidak bisa pah, Celline masih kecil"


"Awas ya mah,jangan di gugurin. Berani kamu melakukan itu, papa tidak akan pernah memaafkanmu" ancamnya.


"Ta-tapi pah aku belum siap"


"Tidak ada bantahan sayang. Kita harus terima anugerah ini dengan suka cita. Dan papa bahagia"


Kemudian Yugho keluar dari kamar mandi dan segera memakai kembali kemeja batiknya itu.


Firda langsung lemas tak berdaya, mengurus Celline saja kadang dioper kerumah mamanya. Bagaimana jika Celline punya adik? Bisa cepat ubanan rambutnya melihat anaknya setiap hari menangis karena bertengkar, belum lagi keadaan rumah yang seperti kapal pecah. Memang penyelesaiannya hanya satu yaitu menyewa suster untuk ke dua anaknya. Namun karena marak berita pengasuh yang menganiaya anak majikannya maka Firda memikirkan ulang untuk mencari pengasuh anak-anaknya nanti.


Yugho menghampirinya dan duduk di ujung ranjang.


"Sayang...jangan merasa terbebani jika memang dia ada. Jangan membuat dia pergi meninggalkan kita karena pikiran-pikiran pendekmu itu" ujar Yugho sambil membelai-belai rambut istrinya. Kemudian dia menunduk dan mencium lembut bibir istrinya itu. Firda segera mengalungkan tangannya dileher suaminya dan yugho menggendongnya sampai kamar mandi.


"Lekas mandi sana habis ini kita antar Celline ke rumah ibu sayang"


Firda mengangguk lalu dia pun segera masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.


Dia segera berdandan secantik mungkin untuk acara sahabatnya itu.Sementara Yugho segera menyiapkan semua kebutuhan Celline. Begitu dia selesai segera dia memanaskan mobilnya dan menunggu istrinya.


"Cepat mah...make up nya disana saja, papa hampir telat ini"


"Iya...iya pak,aku angkat Celline dulu sebentar" taklama kemudian Firda muncul sambil menggendong putrinya yang masih tidur dengan nyenyaknya. Segera Firda masuk ke dalam mobil, Yugho langsung mengunci rumahnya dan dia pun melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya.


******


"Kamu sudah siap bie?" Tanya Alma.


"Lima menit lagi sayang" jawab Daniel sambil merapikan rambutnya.


"Daddy cepatlah, nanti aku berkeringat. Mom, apakah putri cengeng akan datang?" Tanya Ziel


"Iya sayang Allita akan datang bersama mamanya dan juga oma"


"Waww....aku kangen oma. Aku akan menginap dirumah oma mom"


"Jangan nak, nanti mama kesepian tanpa kamu"


"Sayang...biarkan Ziel menginap dirumah mommy dia kangen oma dan opanya, bukan begitu my boss?"


"Iyes daddy...i miss them and aku ingin bersama mereka, pliss mom" Ziel mulai merajuk pada mommynya.


"Oke boss...sayang siapkan segera semua keperluan Ziel" perintah Daniel.


"Ya ampun bie...aku lagi nanggung ini. tolongin ya bie siapkan baju-baju Ziel" ujar Alma sambil memakai softlens berwarna hazel.


Daniel menuruti perkataan istrinya lalu dia dan Ziel merapikan serta membawa apa yang Ziel mau.


"Enough dad, oma akan membelikanku new toys again"


"Smart boy cup...cup..cup. Lets go kita lihat mommymu" Daniel mengecupi dan menggendong putranya itu.


"Bie...aku sudah siap" Alma berdiri dengan anggun dihadapan Daniel.


"Beautiful....istriku selalu nampak luar biasa" Daniel segera mendekati istrinya dan berusaha mencium bibirnya namun Alma menutup bibirnya dengan tangannya.


"Aku sudah rapi bie, masa aku harus mengulang kembali lipstickku bie" ujar Alma dengan tatapan memohon.


"Hahaha...oke-oke sayang, biarkan aku mengecupnya sedikit saja berikan bibirmu sebentar" Daniel langsung memepetkan tubuh istrinya menghadapnya dan cup cup cup... ciuman bertubi-tubi menghampiri Alma. Ahh...andai tidak sedang terburu-buru dan andai Ziel masih tidur pasti Daniel akan menarik tubuh istrinya dan merebahkannya kembali .


"Oke nanti malam aku aku minta jatah doble my queen" bisik Daniel ditelinga istrinya dan segera membuat wajah memerah istrinya itu. Dia segera mencubit pipi suaminya yang selalu ditumbuhi bulu-bulu halus itu.


"Nakal...nakal" ucapnya


" Dad...mom..c'mon hurry up" ucap Ziel yang sudah tidak sabar ingin bertemu princess cengeng itu.


"Siap bos" tangan sebelah Daniel menuntun putranya dan sebelah lagi menggandeng istrinya. Lalu merekapun diantar Tito menuju Hotel X untuk menghadiri resepsi pernikahan sahabat istrinya itu. Daniel nampak mengantar Alma menuju ruang VIP setelah bertemu dengan kedua mempelai lalu diapun segera pamit undur diri karena harus menghadiri rapat dengan seseorang.


Firda sudah datang terlebih dahulu dan tampak dia baru saja selesai make up.


"Cepat Al make up sana" perintah Firda.


"Aku sudah make up flawless Fir" jawab Alma.


"Mas Yugho gak bisa nemenin aku"


"Pangeran gue ya hehehe"


"Udah yuk kita lihat Mitha" Firda mengangguk. Akhirnya mereka pun menemui Mitha.


Nampak Mitha sudah siap begitu pun dengan Abra. Mereka nampak serasi sekali. Kemudian mereka pun menuju latar yang akan dipakai untuk acara ijab kabul. Hanya keluarga terdekat dan partner kerja mereka yang menyaksikan acara ijab kabulnya. Sedangkan resepsinya dimulai dari jam 12 siang hingga jam 4 sore.


Keluarga Abra yang datang hanya keluarga inti saja. Dikarenakan jarak yang harus mereka tempuh ribuan mil hingga tidak memungkinkan mereka semua menghadiri acara ini.


"Selamat ya sayang akhirnya hari indah datang juga" bisik Alma dan Firda


"Terima kasih sudah membantuku sampai dihari bahagiaku" jawab Mitha dengan mata berkaca-kaca. Mereka pun saling berpelukan.


Akhirnya acara inti dapat berjalan dengan lancar. Karena grogi Abraham harus mengulang acara ijab kabul tersebut walau akhirnya SAH juga. Wajah-wajah bahagia Mitha dan Abra tidak dapat ditutupi. Mereka nampak bahagia dengan putri kecil mereka.


Nampak tamu mulai berdatangan termasuk Zico-Nisa, Darren-Allea dan juga Jordan-Ana.


Mereka berkumpul disatu ruangan. Dan tampak akrab berbincang-bincang bersama.


"Dek..kata ibu kamu hamil lagi ya?" Tanya Tanisha.


"Ihh...aku belum memberitahu ibu loh kak. Ibu dapat kabar dari mana?" Jawab Alma malu-malu.


"Suamimu yang memberitahu ibu. Selamat ya adikku sayang akhirnya kamu menyusul kakak hihihi" goda Nisha pada adiknya.


"Wah beneran Al kamu sedang isi lagi?mommy pasti bahagia sekali mendengarnya" ujar Allea


"Oh...eh..iy-iya kak" Alma tersipu malu.


"Siap-siap jadi wonder woman ya dek" bisik Nisha


"Kakak...aku akan kerepotan dengan ketiga anakku" ujar Alma


"Beri satu untukku Al, aku dengan senang hati akan mengurusnya" ujar Allea.


"Hihihi....kalau gitu kakak sering-seringlah kerumahku bersama Allita"


"Oke....siap Al, aku akan membantumu" jawab Allea


"Kalian semua disini? Aku ikutan ah....kalian bahas apa tadi?" Tanya Firda


"Adikku sedang hamil anak kembar Fir" jawab Nisha


"Serius loe Al? Beneran itu? Kembar? Ya Lord aku nggak bisa kebayang dengan tiga orang anak yang akan mengelilingimu" Firda nampak melotot tidak percaya.


"B aja Fir....macam-macam aku elimimasi kamu" cibir Alma kesal


"Wkwkwk....teman aku tiap hari pasti dasteran terus" ledek Firda namun Alma segera mencubitinya.


"Ampun Al...iya...iya...aku tutup mulut hihihi" Firda masih saja terkekeh membayangkan Alma pusing mengurus ketiga anaknya sendiri.


"Aku boleh gabung nggak?" Tanya Ana


"Anaaa....ya ampun akhirnya kamu datang juga. Gimana kabar kamu?" Tanya Firda


"Alhamdulillah baik dan semua berjalan dengan sangat baik. Terima kasih ya atas bantuan kalian semua. tanpa campur tangan kalian mas Joe pasti masih belum dapat kerja. Sekarang dia sudah bekerja" bisik Ana kepada teman-temannya.


"Alhamdulillah sukurlah Ana kami senang mendengarnya" jawab Alma.


"Dan aku juga punya kabar gembira lainnya" bisiknya malu-malu


"Apa Ana...cepat-cepat beritahu kami" ujar Firda tidak sabar.


"Aku...aku sedang hamil sekarang"


"Apa?? Sungguh?" Tanya Alma kemudian Ana mengangguk. Alma langsung memeluk Ana disusul kemudian Firda.


"Aku pun sedang hamil Na. Kita akan sama-sama melahirkan nanti" ujar Alma


"Beeh....sesama bumil saling curhat" Firda memanyunkan bibirnya


"Hihihi....kenapa kamu sewot Fir?"


"Kalian nggak tau ya kalau hari ini hari tergalau aku"


"Waduh..tumben Fir kamu kenapa?" Tanya Ana


"Puyeng pala gue, udah seminggu lebih gue telat tau gak? Makanya stress gue" Firda


"hihihi....semoga kamu positif juga Fir" Alma meledek temannya.


"Diam loe....ngomong lagi gue timpuk pake timun nih" Firda mengambil ketimun dan siap-siap menimpuk Alma. Alma hanya terkekeh melihat wajah kesal sahabatnya itu.


Taklama kemudian Daniel dan Yugho tiba bersamaan dihotel itu untuk menemani istrinya.


"Daddy" teriak Ziel


Daniel segera menoleh mencari sumber suara tersebut. Nampak Ziel sedang bermain bersama Allita dan Dareen.


Daniel menggendong keduanya kemudian dia segera mendekati Dareen dan nampak mereka sedang berbincang-bincang serius.


Sedangkan Jordan dan Yugho nampak berbincang-bincang bersama Zico.


Sudah lama mereka tidak bersama dan saat ini barulah mereka masing-masing meluangkan waktu luangnya untuk berbincang-bincang bersama.


Disaat tamu-tamu sudah mulai sepi barulah Abra dan Mitha segera bergabung dengan mereka.


********


Alhamdulillah akhirnya Mitha menikah juga dengan Abra. Sudah sah sekarang🤭


Maaf belum nyari gambar Abra dan Mitha😂


mommy Al & mama Firda



Daddy Niel-ku yang selalu tampan😍



Mas Yugho ganteng bingit🤗