Miss Rusuh

Miss Rusuh
Going Home



Yugho memasak beberapa menu untuk istrinya. Dia membuat menu sehat untuk wanita hamil.


Sayur, buah,susu,telur rebus, salmon panggang dan tak lupa strawberry juga coklat. Kedua makanan itu adalah cemilan wajib Firda. Entah mulai dari kapan Firda mulai mengkonsumsi cemilan itu.


Begitu makanan sudah siap, dia kembali ke kamarnya dan mencari istrinya. Firda tidak ada dikamarnya Yugho menjadi kalang kabut mencarinya. Berkali-kali dia menelponnya namun handphone-nya tidak pernah diangkat.


Dia keluar mencari dibeberapa tempat namun tidak menemukan Firda.


Dia mencoba mengingat-ingat tempat favorite kesukaan istrinya. Dia ingat sesuatu, akhirnya dia bergegas menuju ke kolam renang. Dicarinya istrinya disana dan seorang gadis melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Dengan langkah lebar-lebar Yugho segera menghampirinya.


"Sayang, kenapa kamu tidak bilang jika ingin berenang" Yugho segera melilitkan bathrobe ke tubuh istrinya.


"Aku iseng mas, begitu aku bangun kamu tidak ada, aku cari kemana-mana juga gak ada, ya sudah lebih baik aku berenang saja sambil menunggu kamu pulang"


"Sudah selesai kan berenangnya sayang? Kamu pasti lapar, mas sudah menyiapkan makan siang kita sayang" Yugho segera merangkul pinggang Firda dan mengajaknya kembali ke ruangannya.


"Aku mandi dulu mas" lalu Firda berjalan ke arah ruang bilas. Namun Yugho segera menahannya. Dia ingin istrinya mandi diruangannya.


Akhirnya mau tidak mau Firda menuruti kemauan suaminya.


Begitu sampai kamar Firda terperangah. Makanan sehat telah tersaji dengan aroma yang menggugah selera.


Entah dapat bisikan atau insting seorang istri namun Firda tahu dan yakin kalau itu adalah masakan suaminya. Dengan mata berbinar Firda segera menuju meja makan itu dan mulai mencicipi semua menu yang sudah tersaji tersebut.


"Hmm....enak...enaakk....enaak banget suamiku, kamu benar-benar punya tangan ajaib mas....hmmm,enyaakkk mas...enyaaak bangett" Firda dengan semangat mencicipi semua makanan yang tersaji untuknya.


Yugho segera menarik tubuhnya dan menuntunnya ke kamar mandi.


"Ayo kamu bilasan dulu, selesai itu baru kamu habiskan semuanya"


"Aihh....mas, kamu tuh nyebelin banget sih aku lagi enak-enak makan main narik-narik badan aku aja" protesnya.


"Nanti kamu masuk angin, cepat bilasan atau mau mas mandiin?" Tanyanya.


"Ya...ya...ya..aku mandi sekarang juga mas baweeeeelll" dengan wajah cemberut Firda masuk ke kamar mandi.


"Kenapa jadi bawel banget sih mas Yu sudah tau perutku keroncongan malah pake acara disuruh mandi dulu....wkwkwkwk cocok tuh mas Yu kalau jadi emak-emak berdaster, bawelnya kebangetan....hahaha" Firda mentertawakan kebawelan suaminya itu.


Dia pun segera mandi dengan terburu-buru. Bayangan makanan itu menari-nari dikepalanya.


Begitu selesai mandi dengan hanya menggunakan bathrobe dia segera menuju ke ruang makan lalu mengambil beberapa menu dan makan dengan sembunyi-sembunyi.


"Sayang...sayang...kamu dimana?ayo cepat pakai baju, katanya kamu mau makan sayang?" Yugho memanggil-manggil istrinya. Namun Firda diam saja, diabaikan suaminya sementara waktu, yang penting tidak ada yang mengganggu waktu makannya dia.


"Ampun deh Firda, kemana dia? keluar sangat tidak mungkin, pasti dia bersembunyi disuatu tempat. Kemudian Yugho segera mencari ketempat-tempat yang tersembunyi. Tiba di meja makan, dia mendengar detakan sendok dan piring dibawah meja makan. Dengan pelan dan perlahan dia melongok ke bawah meja dan melihat istrinya sedang makan dengan nikmatnya.


Yugho segera mengambil piringnya dan menjewer pelan telinga istrinya. Firda berteriak kaget, untung saja suaminya sudah mengambil piringnya jika tidak pasti sudah jatuh dan hancur piring-piring itu.


"Dasar gadis nakal, disuruh berpakaian malah ngumpet diam-diam sambil makan dikolong meja. Ayo cepat keluar" Yugho menarik telinga Firda agar segera keluar dari tempat persembunyiannya.


"Aaww....aawww..sakit tau mas, lepasin mas aku langsung keluar" Firda melepaskan tangan Yugho dan langsung keluar dari tempat persembunyiannya.


"Maass, kamu tuh kenapa jadi bawel begini sih?"


" Itu karena mas sayang kamu, mas tidak ingin kamu sampai sakit atau pun kenapa-napa sayang. Lekas pakai baju, jangan sampai kamu sakit. Kalau bukan mas yang bawelin kamu siapa lagi sayang?" Yugho segera memberikan baju istrinya.


"Hadehhh...dah seperti anak kamu saja mas aku" ujar Firda sambil tertawa. Lalu dia pun segera mengenakan pakaiannya itu. Yugho segera menyuapi istrinya.


"Sayang, kita pulang pakai mobil ya. Mas sudah meminta anak buah mas menyusul kita disini".


"Kenapa kita tidak naik motor aja sih mas, aku lebih suka kita naik motor?"


"Mas tidak ingin kamu sakit sayang" jawabnya.


"Lucunya bunga-bunga ini mas" ujar Firda sambil mengambil setangkai bunga yg ada diranjangnya.


"Kamu suka?" tanya Yugho


"Suka sekali mas....cup.." Firda segera mencium bibir Yugho.


"Mas akan mengirimkanmu bunga setiap hari jika begitu my angie" Yugho tersenyum sambil mencubit dagu lancip istrinya itu.


"So sweet suamiku" Firda langsung memeluk Yugho lalu dibalas dengan sangat erat pelukan istrinya itu.


"Mas foto in aku maas" bisiknya.


Firda pun mulai berpose dan Yugho dengan sabar menuruti semua kemauan Firda. Beberapa pose pun sudah diambil oleh suaminya. Namun Firda masih tetap minta di foto kembali.


"Kita harus siap-siap sayang, sebentar lagi anak buah mas akan tiba disini" Yugho segera merapikan barang-barang Firda. Tak berapa lama anak buahnya menelponnya, memberitahunya jika dia sudah sampai. Lalu Yugho segera menemuinya dan memberikan kunci motor padanya sementara dia mengambil kunci mobilnya setelah itu dia pun kembali ke ruangannya dan membawa barang-barang istrinya untuk dimasukkan ke dalam mobilnya dan bersiap-siap untuk pulang.


"Sudah siap semua sayang?tidak ada yang tertinggal kan?" tanyanya memastikan.


"Sepertinya sudah semua mas, kita balik sekarang saja ya mas"


"Okey" lalu Yugho membukakan pintu mobil untuk istrinya sambil memakai kacamata hitamnya dan segera mengendarai mobilnya menuju arah pulang.


"Going home....going home" teriak Firda nampak sumringah diwajahnya. Yugho hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya. Dia pun berharap segera sampai rumah dan berharap besok bisa mengajak istrinya ke dokter kandungan.


Tiba ditengah jalan Firda merengek minta berhenti, dia ingin minum kopi. Terpaksa Yugho berhenti dikedai kopi.


"Aku mau kopi mas" sambil memandang wajah suaminya.


"Baiklah, mas pesenin kamu ingin kopi apa sayang?"


"Aku mau kopi tarik buatan mas" jawab Firda.


"Hahh...apa?" tanya Yugho tak percaya.


"Cepat buatin mas, kopi tarik made in suami" jawabnya.


"Hadehhh.." ujar Yugho lemas. Lalu dia pun bertransaksi kembali kepada pemilik kedai kopi agar bisa membuatkan pesanan untuk istrinya. Lalu dia pun segera membuat kopi tarik permintaan istrinya.


"Pesananmu sudah jadi nyonya" Yugho segera menyerahkan secangkir kopi yang nikmat untuk istrinya.


"Hati-hati masih panas sayang" ujarnya lagi.


"Harumnyoooo.....terima kasih suamiku sayang" Firda mencubit gemas pipi suaminya sambil menggoyang-goyangkannya.


"Sudah....sudah sayang, nanti pipi mas jadi kempes" urainya. Firda tidak perduli dia pun tetap mencubiti pipi suaminya sebagai tanda terima kasihnya.


***********


Happy Reading gaess


Bikin kopinya yang enak ya mas




Fotoin aku lagi mas (Firda)