Miss Rusuh

Miss Rusuh
Berenang



Malam semakin larut dan kedua makhluk itu tampak saling berpelukan.


"Mas, aku mau lihat sunrise dari sini, kita nginep disini aja mas, tidur dalam mobil juga gak masalah" ujar Firda.


"Kamu yakin Fir?"


"Yakin mas....yuk ah kita nginep disini malam ini saja mas"


"Bagaimana jika kita melihat sunrise nya sabtu depan?"


"Kita sewa hotel disana Fir, teman mas mereferensikan di ujung genteng.


"Sabtu besok mas?" tanya Firda seperti tak yakin.


"Iya...bagaimana?"


"Sepertinya gak bisa deh mas, soalnya mama sudah pulang"


"Bgaimana kalau minggu depan?"


"Oke.....aku akan cari alasan mas" ujar Firda dengan mata berbinar.


"Fir, kapan mas bisa main kerumah kamu?"


"Nanti mas...kalau urusan kamu dengan Firnie sudah kelar, selama urusan mas belum kelar, aku gak akan mengizinkan mas kerumah"


"Mas serius sama kamu Fir"


"Sama aku juga serius mas...biar aku cepat nyusul Alma jadi mamah muda....wkwkwk" ujar Firda tertawa sambil menarik hidung Yugho dan "cup" mencium pipinya.


"Mas akan berusaha secepatnya mengurus Firnie"


"Janji" ujar Firda sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Yugho.


"Iya sayangku...calon istriku" ujar Yugho penuh keyakinan.


"Kalau mas bohong, aku akan terima tawaran dosenku loh mas, jdi yang kedua" ujar Firda mengancam.


"Astaghfirullah FIRDA...jangan suka bicara sembarangan, bagaimana kalau setan lewat dan omongan kamu dicatat malaikat?"


Yugho benar - benar kesal dengan omongan Firda yang terkadang berbicara asal.


Sementara Firda hanya tertawa melihat kekesalan Yugho.


"Duhhh....mamasku cayang jangan marah dong, nti bibirnya aku serobot nih...sengaja ya mancing bibirnya minta disosor" ujar Firda sambil mengetuk - ngetuk bibir Yugho dengan jari telunjuknya.


Dengan sigap Yugho menarik jari Firda dan menggigitnya.


"Awwww maassh...sakit tau" ujar Firda sambil mengibas - ngibaskan dan meniup jarinya.


"Kalau mau gigit jangan jariku mas, gigit yang lain aja kaya tadi mas " ujar Firda lagi sambil bercanda.


Yugho menoleh ke arah Firda.


"Kamu minta lagi?" Tawarnya


"Sepertinya aku sudah ketagihan mas" ujar Firda dengan tampang polos.


"Tentu saja mas mau Fir, bahkan teramat ingin asal kamu jangan menahan mas lagi" ujar Yugho sambil menghimpit tubuh Firda.


"Wkwkwkwk.....ampun mas...mauuuuu" ujar Firda.


"Dasar kamu kecil - kecil mesom sekali" ujar Yugho sambil menjitak Firda lalu menarik tubuhnya dan menyandarkannya kembali kebangku pengemudi.


"Kalau gak mesom gak afdol mas..hehehehe" ujar Firda terus menggoda Yugho.


"Mau mas bilangin mama kamu, kalau anak gadisnya penuh kemesuman otaknya"


"Jangan bilang sama mama mas, bilangnya sama papa aja...dijamin kata papa LANJUTKAN....hahahaha" ujar Firda tertawa lagi.


"Kalau papa asik orangnya mas, kalau mama mah ribet kadang aku sebel sama mama kalau sudah berseriosa ngomelin aku"


"Itu tandanya mama sayang sama kamu Fir"


"Mama bawel gara - gara ngeliat aku pacaran lagi ciuman mas, kepergok aku mas sama mama...wkwkwk"


"Terus?" tanya Yugho penasaran.


"Aku diomelin mas tapi cuma sebentar, katanya gak boleh lagi- lagi seperti itu"


"Ehh tiga hari kemudian aku terciduk lagi mas, malah lebih parah" ujar Firda


"Memang kalian sedang apa?"


"Kami lagi ciuman mas sambil dia meremas t*ke*tku, mama marah besar" ujar Firda sambil tergelak.


"Untung aja aku dibelain papa waktu itu, katanya wajar pria dan wanita seperti itu asal bisa bertanggung jawab dengan perbuatannya cuma begitu kata my papa mas"


"Hmmmm...." ujar Yugho dengan sinis.


Lalu dengan tiba - tiba Yugho langsung menyerang bibir Firda lagi, ********** dengan kasar, menggigitnya, mengulumnya dengan kencang.


Firda tidak diberi kesempatan untuk berbicara.


Sementara tangan Yugho kembali meremas aset Firda yang sexy dan menantang itu.


"Apa seperti ini dia menciummu" tanya Yugho melepaskan ciumannya sebentar lalu memangsa kembali bibir cantik Firda dan terus saja tangannya meremas gundukan kenyal milik Firda yang memabukkan Yugho.


Yugho melepaskan kekesalannya dengan menciumi bibir Firda tanpa ampun dan berakhir dengan bibir Firda agak membengkak hasil ciuman panas yang Yugho berikan.


"Apa seperti itu dia menciummu?" Tanya Yugho seperti tak rela bila Firda telah disentuh pria lain.


Firda yang ngos-ngosan akibat serangan Yugho tadi mulai mengatur nafasnya kembali.


"Maas, ciuman kamu yang paling parah tadi" ujar Firda masih dengan nafas yang tersengal - sengal.


"Hoooooddd...very very hot mass" ujar Firda tersenyum sambil menggigit bibirnya sendiri.


"Kenapa kamu tiba - tiba menyerangku mas, cemburu yaaa" ujar Firda menggoda.


"Kamu akan lebih cemburu jika aku ceritakan ciumanku dengannya" balasYugho


"Hah!" Sontak saja Firda memukuli Yugho dan mecubitinya.


"Aku gak suka mas nyium Firnie seperti mas nyium aku ya" ujar Firda sambil mencubiti Yugho.


"Hahahaha, mas juga tidak suka mendengar kamu disentuh orang lain sayang" ujar Yugho tertawa sambil menahan cubitan Firda.


"Ya ampun sayang bibir kamu bengkak" ujar Yugho lalu menangkup wajah Firda dan membelai bibir bengkaknya.


"Maafin mas ya sayang..tadi mas agak cemburu, tapi mas janji tidak akan mengulangi lagi" janji Yugho.


"Tapi aku suka mas yang keras - keras dan yang hodddd" ujar Firda cengengesan.


"Mas akan melakukan apa yang kamu mau jika kita sudah menikah nanti tapi jangan pancing - pancing mas ya Fir sekarang - sekarang ini"


"Kenapa mas, takut hilaf ya?" goda Firda.


Yugho tersenyum dan menarik Firda kedalam pelukannya.


Sementara Firda hanya tertawa - tawa.


"Kita pulang ya, mas mau istirahat Fir"


Lalu dibalas anggukan oleh Firda.


Dan Yugho melajukan mobilnya menuju Hotel tempat mereka menginap kemaren.


Begitu sampai Hotel mereka merebahkan tubuh mereka masing - masing lalu ambruk dan tertidur bersama dalam pelukan.


Yugho membuka matanya menjelang subuh, langsung membersihkan diri dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Dia tampak memeriksa ponselnya dan seperti biasa panggilan tak terjawab berentet masuk dari Firnie.


Dia memeriksa pesan dari Big Boss nya jika ada tugas yang harus dilakukannya.


"Hanya satu yang harus aku lakukan, menyelesaikan urusanku dengan Firnie" kata Yugho dalam hati.


Tak lama kemudian Yugho memesan sarapan pagi untuk mereka.


Setelah itu dia menghampiri Firda dan membangunkannya.


Dipandanginya wajah Firda, disentuhnya pipi Firda dan dikecup keningnya.


" Selamat pagi" ujar Yugho berbisik ditelinga Firda.


Firda hanya menggeliat namun tak mau membuka matanya.


"Hey gadis, bangun pagi jangan sampai jodoh kamu dipatil ayam loh" ujar Yugho berseloroh.


"Badanku cape banget mas...lemas seperti tak bertulang, padahal kita gak ngapa - ngapain ya mas cuma pemanasan aja" ujar Firda terkekeh.


"Wiihhh, paksu udah ganteng aja...eneng jadi makin cinta"


"Mandi sana Fir, biar segar tubuh kamu" ujar Yugho.


"Males mandi mas...aku mau berenang aja ah"


Lalu firda bangkit dari tempat tidurnya dan menyambar handuknya.


"Buangin itu koper sama isinya mas" ujar Firda lagi.


"Kenapa dibuang inikan baju - baju kamu sayang.


"Coba aja mas bukan dan lihat isinya"


Lalu Yugho mengambil koper Firda dan membuka isinya.


Sekilas nampak isi koper baik - baik saja namun begitu diperhatikan lagi nampak baju - baju Firda yang tak utuh lagi.


"Apa - apaan ini Fir, kenapa baju kamu seperti ini?" Tanya Yugho kaget.


"Bukannya itu kerjaan mas sama Firnie?"


"Mas masih waras Firda, tidak mungkin mas lakukan itu"


Yugho geleng - geleng kepala nampaknya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Berarti Firnilah pelakunya, siapa lagi?"


"Apa mungkin ini hanya kesalah pahaman saja Fir"


"Maksudnya?mas, masih mau ngebela dia? Belaaaa mas, belaaa"


"Bukan begitu maksud mas sayang"


"Susah kalo dan cinta mati, walau dia salah tetap aja dibela" ujar Firda gusar


"Dahlah males aku ngomong sama mas, aku mau berenang sekarang" ujar Firda beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari ruangannya.


Yugho langsung mengejar Firda dan berusaha menenangkannya.


"Baiklah mas minta maaf, ayuk mas temani ke kolam"


"Jangan lupa bawa perlengkapan kamu Fir"


"Tenang mas dah komplit semua" jawab Firda.


Akhirnya mereka menuju ke kolam renang.


Begitu tiba disana mereka mencari bangku untuk meletakkan tas mereka.


"Wawww....mas bulenya ganteng - ganteng banget" ujar Firda


Yugho nampak menjewer kuping Firda.


"Masih ada mas saja kamu begini Fir, gimana gak ada mas?"


"Hehehehe..sudah pasti hilaf mas"


Nampak Yugho mencubiti pipi Firda meluapkan kekesalannya.


Mereka akhirnya membaur berenang dengan yang lainnya.


Mereka menikmati kesegaran air kolam pada pagi itu.


Dan seperti biasa Yugho menjaga Firda dengan ketat.


*************


Maaf telat banget setornya soalnya lagi kejar - kejaran dengan tugas yang lainnya.


Kemaren ada yang masih bingung sama kerjaan Yugho ya.


Yugho itu seorang Perwira Muda dengan pangkat Letnan Dua.


Begitu lulus dari STIN dia masuk Sekolah Perwira bergabung menjadi TNI.


Dan Yugho ditugaskan oleh atasannya atas permintaan Daniel.


Ya kurang lebih seperti agent lah kira - kira.


Jangan tanya lagi ya soalnya saya nanti bingung jawabnya hehehehe.


Namanya juga novel anggap aja iya 🤣 dan mohon maaf kalau ada yang salah🙏😁


Nanti kita lanjut lagi ya manteman.


Jangan lupa salam poin kata Firda😅


Penampilan Firda yang begini yag bikin pusing Yugho😅



cantiknya Firda