Miss Rusuh

Miss Rusuh
Pulang



Sebelum Yugho memberikan nafas buatan, Firda buru-buru menarik Yugho.


"Awas....biar aku saja yang memberikan pertolongan. Lalu Firda berusaha memberikan nafas buatan. Belum sempat Firda melakukannya Firnie tiba-tiba langsung batuk-batuk. Dia segera membangunkan Firnie dan mendudukannya.


"Syukurlah kamu sudah sadar Firnie" Firda menepuk-nepuk punggung Firnie. Yugho akhirnya bisa bernafas lega.


"Nita...bantu teman kamu, jangan diam saja" perintah Firda.


Nita pun buru-buru membangunkan Firnie untuk berdiri.


"Kalian ini gimana sih, ngakunya teman tapi jika teman kalian celaka, kalian diam saja. Teman macam apa kalian" omel Firda kepada Nita.


"Maaf Fir, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku ingin membantunya tapi ada istriku dan aku juga tidak enak hati karena ada Yugho. Aku takut Yugho akan berburuk sangka terhadapku" ujar Andi membela diri.


"Kamu gila ya, kamu takut sama istri kamu apa kamu pikir Yugho tidak punya istri?kalian tidak memikirkan perasaanku begitu? Apa kalian ingin mempermainkan aku? Firda menjawab dengan penuh emosi.


Yugho menarik istrinya dan berusaha menenangkannya.


"Diam kamu mas, jangan ikut campur urusanku" Firda memperingati suaminya.


"Jelas-jelas mereka yang selalu menggangguku dari kemaren.Apa aku harus diam saja? Balik sekarang juga mas, aku malas melihat kalian semua" Firda berbalik arah dan membuang semua pancingan itu ke laut.


"Sayang...dengarkan mas dulu" ujar Yugho mengejar Firda.


"Sudahlah mas cukup, aku sedang tidak ingin mendengarkan apa-apa dari mulutmu. Kita lanjutkan saja nanti disana. Ayo kita balik sekarang juga" perintah Firda.


Yugho diam dan menuruti kata-kata Firda. Dia tidak ingin masalah ini menjadi besar dan mengganggu hubungan mereka. Dia pun mengendarai speedboat itu menuju pantai.


"Maafkan kami Firda, aku tidak tahu jika akan begini akhirnya" Nita berusaha meminta maaf kepada Firda.


"Aku benci wanita licik macam kalian. Aku tahu kalian berusaha menggangguku terus dan aku juga tahu kalau kamu tidak suka padaku. Kalau kamu ingin menjodohkan temanmu itu kembali kepada suamiku, silahkan saja aku tidak perduli. Tanya saja langsung suamiku, toh aku juga masih bisa mencari suami yang lain" jawab Firda ketus.


"Sayang...kamu jangan gila, buang itu pikiran kamu. Aku suamimu sekali dan untuk selamanya. Camkan itu sayang. Aku tidak akan membiarkan kamu jauh dariku" Yugho berusaha menenangkan hati Firda.


"Kalian lihat sendiri kan, dia yang tidak mau aku tinggalkan. Bahkan dia mengamcamku jika aku bersama orang lain. Kalau kamu kasihan sama teman kamu, sebaiknya kamu carikan dia jodoh agar tidak mengganggu rumah tangga orang lain" cibirnya.


"Sudah....sudah, kami yang salah kami yang minta maaf pada kalian" Andi merendah dan meminta maaf kembali kepada Firda.


"Kalau sudah ada kejadian seperti ini kalian baru meminta maaf, seharusnya kalian pikir-pikir dulu jika sebelum melakukan sesuatu . Semoga kalian tidak mengganggu teman-teman kalian yang lain seperti kalian mengganggu kami" ucapnya lagi.


Andi tampak menunduk malu, sementara Nita duduk menemani Firnie.


"Kamu juga jangan lihat-lihat ke arahku, jalani dengan cepat speedboat ini" semburnya kepada Yugho.


Yugho hanya tampak tersenyum melihat kemurkaan diwajah istrinya.


Akhirnya Yugho menepikan speed boat itu. Dan Firda langsung ngacir pergi begitu saja tanpa basa-basi pada mereka semua.


Yugho segera mengejar istrinya namun kali ini Firda benar-benar kesal dengan kelakuan suaminya.


"Ngomongnya sudah tidak cinta lagi, tapi selalu membela dia. Ciihh...sudah tua masih saja labil"


Yugho menarik tangan Firda dan memeluknya. Namun Firda segera menggigit tangan suaminya hingga Yugho meringis dan segera melepaskan pelukannya.


"Sayang....aku tidak tahu bagaimana menghadapimu tapi jelas-jelas aku minta maaf jika aku bersalah sayang. Aku tidak ada maksud apapun juga, itu murni pertolongan yang harus kita berikan jika kita menghadapi kejadian seperti itu dan terlepas siapapun dia. Aku hanya ingin menolongnya bukan mengambil kesempatan atau apapun itu sebutannya. Sayaaanggg" Yugho terus saja mengejar Firda sampai didepan kamar hotel mereka.


"Tok...tok....tok.....sayang buka pintunya, aku akan memandikanmu" ujar Yugho terus berharap agar mendapatkan maaf dari istrinya.


Firda mendiamkan suaminya. Dia asik berendam didalam bathtub sambil mendengarkan musik.


Setelah lewat satu jam barulah Firda keluar dari kamar mandi. Dilihatnya suaminya sedang tidur sambil memeluk guling.


Dilihat dan ditatapinya suami kesayangannya itu.


"Ganteng...maskulin tapi sayang labil, dah punya istri juga masih saja mau sana-sini dasar suami modus....menjengkelkan.


Sudah salah tapi nggak bisa mengambil hati istri. Dirayu kek istrinya...dibeliin bunga kek istrinya atau diajak jalan kek biar istrinya gak ngambek lagi, ini malah ditinggal tidur. Sayang udah jadi suami, kalau masih jadi pacar dah aku tinggallin kamu mas. Mas modus...mas toxic...ya benar suamiku si mister toxic"


Dengan kesal akhirnya Firda meninggalkan Yugho sendiri yang sedang tertidur. Dia pergi menuju pura saraswati dengan menyewa ojek kesana. Dia melihat-lihat pura sambil sesekali berfoto ria. Keramahan penduduk sana membuatnya sangat terhibur. Dia pun bisa melupakan Yugho walau sejenak.


Saat Yugho bangun dia segera mencari istrinya. Dia kembali mencarinya ke semua tempat. Perasaan khawatir mulai menghantuinya ditambah lagi Firda tidak mau mengangkat telponnya.


"Kebiasaan buruk Firda jika marah selalu pergi dan tidak mau mengangkat telpon barang sekalipun"


Yugho duduk disebuah kafe sambil memesan kopi dan terus saja berusaha menghubungi istrinya.


Nita yang kebetulan sedang melintas disana segera menghampirinya.


"Halo Go mana istrimu?" Tanyanya


"Entahlah.....dia pergi tanpa memberitauku"jawabnya.


"Apa dia masih marah Go?" Tanyanya lagi.


"Iya..dan ini semua karena kalian. Sepertinya kalian sengaja melakukan ini pada kami, iya kan?"


"Tidak mungkin Go, ini hanya kecelakaan dan murni kecelakaan kami tidak ada maksud apa2 Go".


"Entahlah aku bingung menghadapi Firda yang lebih sering meninggalkanku jika dia sedang marah"


"Kenapa tidak kamu ajak dia berbelanja perhiasan Go? Wanita biasanya suka dengan perhiasan"


"Benarkah? baiklah, akan aku coba saranmu. Aku akan mencari dia lagi" lalu Yugho beranjak dari situ dan kembali mencari keberadaan istrinya.


Diujung candi Firda sedang membuka-buka handphone-nya antara mau menelpon suaminya atau tidak. Setelah dipikir-pikir lagi akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menelpon suaminya.


"Males banget aku telpon dia, entah dia yang terlalu baik atau terlalu oneng bingung aku ngadepin dia lama-lama. Tuhannn.... apakah ini hukuman untukku karena menikah tanpa restu orang tua?...aahhh....entahlah. Lebih baik aku pesen tiket ke jakarta pulang sendiri, biarin aja mas Yugho mau sama Firnie atau tidak, bodo amat lah" Akhirnya Firda memesan tiket penerbangan malam dan dia akan pulang sendiri tanpa sepengetahuan suaminya.


**************


Sungguh menyebalkan Mas Yu....🤧


Nggak bisa tegas sama Firnie. Mungkinkah masih ada cinta yang tersisa untuknya 😥😔


Jangan pada marah dong kesayangankuh, aku jadi takut membaca koment kalian🤭😂


Love you all😘