
Mereka menikmati liburan kali ini walaupun liburan dadakan dan tanpa persiapan apa-apa. Mereka hanya mengendarai motor namun terasa sangat bahagia. Selesai bersampan mereka mengitari Taman bunga. Yugho tidak melepaskan genggaman tangannya walau hanya sebentar kepada istrinya.
Yugho sesekali mengcandit foto istrinya. Terpancar aura kebahagiaan diwajah istrinya. Dia amat mensyukuri memiliki Firda saat ini. Walaupun Firda memiliki kekurangan namun dia menerimanya dengan sukacita. Berjalan-jalan dengan Firda terkadang membuat Yugho pusing. Bukan tanpa alasan jika sebentar-sebentar Firda bergaya dan minta difoto. Berselfie pun tak mengenal tempat. Terkadang Yugho menutup wajahnya atau memasang wajah malas. Jika hasil foto tak bagus Firda akan meminta terus mengulangnya. Sampai Yugho lelah dan menyerah.
Setelah lelah muter-muter taman mereka berbelanja baju. Dan malamnya mereka menikmati jagung bakar sambil minum kopi dipinggir jalan.
"Dingin banget mas" Firda bersedekap walau sudah memakai jaket tetap saja dia merasa kedinginan.
Yugho segera melepas jaketnya dan memakaikan ketubuh Firda.
"Gak usah mas, nanti kamu masuk angin" Firda melepas kembali jaket Yugho dan bermaksud mengembalikannya. Yugho mengibaskan tangannya. Dan memakaikan kembali ketubuh istrinya.
"Mas masih tahan sayang...ini tidak seberapa karena mas pernah ada di suhu minus derajat" jawab Yugho.
"Aiiss...masss, aku juga pernah hampir tersesat dibadai salju saat aku dirumah oma. Waktu itu aku masih SMA dan sedang liburan akhir tahun" ceritanya.
"Lalu ?" Tanya Yugho.
"Yaaa...untung saja mobil kami sudah hampir dekat rumah. Andai kami telat 5 menit lagi mungkin aku membeku didalam mobil" Yugho nampak mengangguk-angguk mendengar cerita istrinya.
Tak berapa lama Yugho langsung memesankan wedang jahe untuk istrinya. Dia pun memakaikan kupluk ke kepala istrinya dan menutup telinga istrinya.
"Diminum sayang...biar hangat tubuh kamu. Wajah kamu sedikit pucat sayang. Minum wedangnya setelah itu kita balik ke penginapan" yugho merengkuh bahu istrinya dan mencium keningnya.
Firda segera menghabiskan wedang jahenya. Setelah itu Yugho langsung membawanya ke penginapan.
"Sayang....kamu pucat sekali? Aku akan mencari dokter untukmu. Kamu tunggu disini ya" Yugho merasa khawatir dengan wajah pucat istrinya. Firda segera menahan tangan Yugho agar tidak pergi kemana-mana.
"Pijitin aku mas" bisik Firda.
Tanpa Firda meminta lagi. Yugho dengan sigap memijit-mijit kening istrinya dan menggosok-gosokkan tangan istrinya agar tidak dingin lagi.
"Mas keluar sebentar ya sayang, mas mencari penghangat untuk tubuhmu"
"Jangan lama-lama mas, belikan aku susu, coklat, kripik jagung juga kacang mas"
"Oke sayang jangan kemana-mana ya, istirahat dulu" Yugho pun segera menyalakan televisi supaya istrinya tidak kesepian.
Yugho pun keluar sebentar untuk mencari minyak kayu putih dan beberapa cemilan permintaan Firda. Begitu sudah dapat beberapa barang yang dicarinya dia pun segera kembali ke penginapan. Dan dia segera memijat kembali tubuh istri nya.
"Hah...dia langsung tidur?" dicowel-cowelnya pipi dan bibir istrinya namun Firda hanya melenguh lalu melanjutkan lagi tidurnya.
Yugho hanya menarik nafas panjang, malam panas yang menggelora tidak akan terjadi malam ini. Aahhh....dia masih harus menunggu lagi.
"Cup...cup" dia mencium kening dan juga bibir istrinya.
Dia pun keluar balkon dan menikmati dinginnya malam sambil menghisap beberapa batang rokok dan memainkan handphone-nya.
Setengah jam kemudian dia masuk ke dalam kamarnya. Memeriksa kondisi istrinya setelah di cek semua baik-baik saja dia pun tidur disamping istrinya sambil melampirkan tangannya dipinggang istrinya.
Dia segera terlelap pada akhirnya sambil memeluk pinggang istrinya.
Waktu menunjukkan pukul 4 dini hari dan Yugho merasa sesuatu menyentuh-nyentuh tubuhnya. Dia membuka matanya perlahan. Ternyata istrinya sedang menggerayanginya. Dia pun memejamkan matanya kembali dan membiarkan istrinya bermain-main dengan tubuhnya.
"Iihhh...mas Yugho gimana sih, dari tadi sudah aku panas-panasin tetapi dia tetap menutup matanya. Masa sih nggak berasa dari tadi aku sentuh tubuhnya" Walau kesal tetapi Firda tetap bermain-main dengan tubuh suaminya. Dia mengecupi bibir suaminya sambil memainkan lidahnya. Firda sudah terbakar gairah, dia menginginkan suaminya sekarang dan itu tidak bisa ditunda lagi.
Yugho tersenyum dalam hati melihat istrinya yang sudah begitu menginginkannya. Dia pun langsung menarik tubuh istrinya dan langsung menindihnya.
Firda kaget namun senang karena suaminya pun sudah terbakar dengan permainannya.
Yugho pun memulai semuanya dari awal, dia ingin memuasi dirinya sendiri dulu, dia mengabaikan rintihan Firda yang memintanya. Dengan senyum penuh kemenangan dia terus saja menyiksa Firda dengan memperlambat foreplay-nya. Firda sudah tidak sanggup lagi menahan hasratnya dia pun segera berbalik dan menindih tubuh suaminya dan dia yang memulai semuanya.
Yugho hanya tersenyum menikmati permainan istrinya dan sesekali mengeluh dan menggeram nikmat. Saat Firda kelelahan dia pun segera mengambil alih permainan dan membiarkan istrinya menikmati semuanya. Firda terus saja menjerit menahan nikmat saat suaminya menghentaknya dengan sedikit keras.
Peluh mereka bercucuran dan Yugho menarik kencang panggul istrinya sambil menggeram panjang dan membenamkan semuanya sampai akhirnya tubuhnya lemas dan tergeletak disamping istrinya. Firda memandang suaminya dan memberikan kecupan dibibirnya.
"Kamu hebat mas...hebat...hebat...dan hebat. Aku mau lanjut lagi nanti siang mas" bisik Firda.
"Aaahhhh...."Yugho pun menarik istrinya dan langsung memeluknya kembali.
"Ayoo...tidur lagi sayang, serangan fajarmu membuat mas kelelahan"
Firda pun tertawa melihat wajah lelah suaminya.
Dia segera bangun dan membersihkan dirinya. Kemudian dia mengoprek cemilan yang dibeli suaminya untuknya. Dia pun segera menghabiskan semuanya.
"Mas...mas....bangun, aku lapar kita cari makan yuk mas, aku mau makan diluar gak mau disini. Aku mau jalan-jalan mas" Firda mengoyak-oyak tubuh suaminya dan membangunkannya.
"Hmmm....apa sayang, mas masih ngantuk nanti saja ya" lalu Yugho pun memejamkan matanya kembali.
"Huhuhuhu....aku lapar mas, mau makan" Firda mulai menangis.
"Sayang...kamu kenapa? tanyanya.
"Sudah dibilang aku lapar masss...huhuhu" Firda mulai menangis lagi.
"Baiklah...baiklah...kamu mau makan apa?aku akan mencarikan untukmu sayang, tapi jangan menangis lagi sayang" Yugho mengusap-usap punggung istrinya.
"Aku mau ikut mas" Firda buru-buru bangun dan langsung mengambil jaketnya.
"Cemilan kamu sudah habis sayang?" tanya Yugho tak percaya.
"he'eh" jawab Firda singkat.
"Ya ampun sayang...kamu menghabiskan cemilanmu dalam sekejap tetapi kamu masih minta makan?tumben nafsu makanmu besar sekali sayang" Yugho mengusap-ngusap rambut istrinya.
Firda segera menarik tangan suaminya keluar kamar dan dia pun sudah bersiap-siap di atas motor.
"Ayo cepat mas, aku laapaaarrrr teriaknya.
Yugho segera menaiki motornya dan mengajak istrinya untuk sarapan diluar.
"Sayang ini masih terlalu pagi, belum ada yang buka restorannya"
"Pokoknya kita cari sampai ketemu mas" Firda tampak bersemangat mencari warung yang buka.
Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka tiba dirumah makan pondok alam.
Rumah makan itu rupanya rumah makan 24 jam. Dan makanan yang tersaji begitu banyak ragamnya.
Mereka pun memasuki rumah makan itu.
Yugho segera membawa istrinya untuk mengambil makanannya.
"Aku nggak mau dilayanin sama mbaknya" ujar Firda.
"Kenapa sayang" tanya Yugho heran.
"Aku mau mas yang melayani aku sekaranggg" pintanya.
"Hahhh!!!aku?mana mungkin sayang" tanya Yugho
"Aku tidak mau tau mas, pokoknya aku hanya mau makan yang kamu buat mas, titik" ujar Firda bersikeras.
"Nanti dirumah ya sayang baru mas bisa masak. Sekarang mas saja ya yang ngambilkan makanan kamu. Kamu mau makan apa sayang?" Yugho tampak mengalah. Firda pun menganggukkan wajahnya dan dia mulai memilih menunya.
Yugho segera mengambil makanan apa pun yang Firda minta. Begitu selesai dia memberikannya kepada Firda.
Firda memandangi makanan itu dan memberikannya kembali kepada Yugho. dia meminta suaminya untuk menghabiskan semua pesanannya. Yugho terbelalak kaget. Dia merasa seperti dipermainkan oleh istrinya. Jika Yugho tidak mau memakannya maka Firda mulai menunjukkan aksinya yaitu menangis.
Yugho mulai pusing dengan sikap istrinya. Akhirnya mau tidak mau,suka atau tidak suka Yugho memakan makanan yang Firda pesan tadi.
"Sudah ya sayang, jangan siksa mas lagi mas sudah kenyang sayang" ujarnya memohon.
"Iya mas....iya....hayuk kita jalan lagi mas.Aku mau makan buah strawberry. Yuk kita cari mas. aku mau makan strawberry yang baru dipetik dari kebun" Firda segera menarik tangan suaminya.
"Sayang, pagi-pagi jangan makan strawberry nanti kamu sakit perut" Yugho menasehati istrinya.
"Tapi aku mau itu mas" ujarnya.
"Kamu pasti nanti nyuruh mas yang menghabiskannya lagi" Yugho sudah mulai mual membayangkan istrinya menyuruhnya kembali memakan makanan pesanannya.
"Tidak mas....tidak...aku mau itu, strawberry itu semanis madu mas" Firda mencoba membujuk suaminya. Dan dia mulai menghentak-hentakan kakinya.
Melihat gelagat itu Yugho segera menarik tangan istrinya. Dia akan membawa istrinya ke kebun strawberry seperti permintaannya.
Pagi itu Yugho mengetuk pintu rumah seseorang dan dia akan memborong semua strawberry yang ada dikebunnya. Setelah selesai bertransaksi akhirnya orang tersebut mengijinkan Yugho dan Firda masuk ke dalam kebunnya.
Firda berteriak-teriak kegirangan melihat perkebunan itu sambil berputar-putar kemudian dia langsung berlari kearah suaminya dan memeluknya. Yugho segera memutar-mutar tubuh istrinya. Firda menghadiahi ciuman bertubi-tubi untuk suaminya.
Pagi itu dia pun langsung memetik dan memakan strawberry itu sepuasnya. Yugho hanya melihatnya dari kejauhan tidak berani mendekati istri nya, karena dia takut jika disuruh makan buah itu sepagi ini.
**********
Maaf gaesss...ada banyak kendala hari ini jadi mohon maaf ya baru bisa up malam ini.
Besok pun sepertinya malam baru bisa up.
Maaf karena kesibukan saya, saya hanya bisa up 1 episode tiap hari belum bisa crazy up zheyengg😥
🙏🤗love you gaesss