
Yugho melihat sekeliling kamar itu. Di kamar ini Firda pernah menawannya. Memberikan tubuhnya pada Yugho namun Yugho menolaknya karena saat itu dia belum mencintai Firda dengan tulus. Jika mengenang masa itu dia menjadi sedikit sedih. Namun dia menyukai sikap pemberani Firda. Bagaimana mungkin seorang gadis berani menawannya yang notabene-nya dia adalah seorang Letnan Angkatan Udara. Dan berani-beraninya dia menyentuh bibirnya dan menciumnya. Setiap mengingat Firda ada sesuatu yang bergemuruh didadanya. Dan dia mengusap-usap bibirnya sendiri sambil membayangkan wajah istri nya. Ahh....dia kangen dengan istrinya, andaikan diijinkan pasti dengan senang hati dia yang akan menahan istri nya dalam kungkungan pelukannya saat ini.
Puas mengenang kamar itu, dia merebahkan tubuhnya dan langsung terlelap dikamar super nyaman istrinya itu.
"Kamu tidak mau istirahat dikamar Fir?" Tanya mamanya.
"Nggak mau mah, nanti saja biarin dibersihin dulu sama mas Yugho" jawabnya sambil ngemud kacang mede.
"Bagaimana dia mengurusmu, apakah dia benar-benar pria yang bisa diandalkan?" Tanya mama Er lagi mengorek-ngorek keterangan tentang Yugho kepada Firda.
"Sangat bisa mah, bahkan setiap malam jika aku terbangun dan lapar dia dengan sigap mencarikannya untukku mah "jawab Firda
"Pernah aku pengen banget makan sate padang saus mangga, dicariin mah sama dia. Begitu melihatnya aku langsung enek, aku suruh makan dia mah. Walaupun dia jijik melihatnya tetapi dia mau memakannya untukku mah yah walaupun habis itu seperti biasa dia yang muntah-muntah mah...hahhaha" Firda tertawa jika ingat tingkah suaminya yang selalu mau saja disuruh makan makanan yang aneh-aneh dengan alasan kemauan dedek bayi.
Mama yang mendengar cerita Firda langsung bergidik jijik membayangkan sate padang saus jeruk yang dimakan Yugho.
"Dasar laki-laki bodoh mau saja disuruh makan seperti makanan muntahan kucing" cibir mama Er. Namun dalam hatinya dia bahagia jika Yugho benar-benar menyayangi anaknya itu dan dia tidak perlu khawatir lagi jika anaknya kekurangan atau menginginkan sesuatu sebab Yugho pasti bisa mewujudkan semua keinginan anaknya itu.
"Iihh mama apaan sih, itu karena dia benar-benar sayang sama aku mah, makanya apa yang aku mau dia belikan, pun saat aku suruh makan yang aneh-aneh dia mau. Dia terlalu sayang sama anaknya mah. Kadang aku kasihan setiap pagi melihat dia muntah-muntah mah. Aku yang hamil malah akunya yang biasa saja tetapi kenapa dia yang sering mual ya mah. Kasihan-kasihan mamasku" Firda bercerita panjang lebar tentang perhatian dan kasih sayang suaminya kepada mama Er.
"Kamu tidak bohongkan cerita begini Fir?tidak dibuat-buatkan ceritamu?"tanya mama memastikan.
"Yaelahh si mamah gak cayaan banget sih sama anaknya. Suwer mah beneran, mama kaya nggak tau aja anaknya ini. Jika mas Yu berani ngapa-ngapain aku ya aku baleslah mah. Pokoknya dia nakal ya aku ikut nakal, dia baik ya aku lebih baik lagi mah" sambil tersenyum dia memastikan kepada mamanya kebaikan suaminya itu.
"Oke...oke....mama percaya ucapan kamu tetapi jika dia berani sekali saja menyakiti anak mama, dia akan kehilangan anak dan istrinya. Mama bisa pastikan itu Fir" mama mencoba mengingati Firda.
"Baik mamaku sayang" ucap Firda sambil membungkukkan badannya dan menautkan tangannya didadanya lalu memberi tanda hormat pada mamanya itu.
"Sudah.. sudah, apa-apaan sih kamu. Jangan lebay deh Fir" ujar mama sambil terus memasak.
"Ngomong-ngomong kapan besarnya itu perut dari dulu segitu-gitu juga besarnya. Apa kamu kurang asupan gizi?" Tanya mamanya heran.
"Nggaklah mah, semua tercukupi malah aku periksa pun, sama di dokter kandungan Alma. Ini kan baru 12 minggu mah wajarlah kalau masih kecil" Firda menjawab sambil membuka kulkas mencari buah yang segar untuk dicemili.
"Apa 12 minggu?bukankah kamu sebelum menikah sudah hamil duluan Fir?kamu saja meninggalkan rumah sudah 5 bulan, seharusnya kamu sebentar lagi 7 bulanan. Apa-apaan sih kamu ini?" Mama langsung menatap ke arah Firda dengan tajam. Firda yang ditatap seperti itu langsung tersedak dan batuk-batuk. Mama buru-buru mengambilkan air untuk anaknya itu.
"Pelan-pelan makannya jangan terburu-buru begitu. Kebiasaan kamu ini yang membuat mama tidak mempercayainya jika kamu nanti bisa mengurus anak dengan baik" mama nampak menepuk-nepuk punggung Firda.
Firda langsung mengelap bibirnya dan menatap mamanya dengan pandangan ragu. Dia sedang menimbang-nimbang sesuatu, jika dia jujur terhadap mamanya apakah mamanya akan kembali marah lagi atau tidak. Masalahnya dia baru saja berbaikan dengan mamanya. Dia akan sedih jika mama kembali marah lagi dengan dirinya. Sebaliknya jika dia tidak jujur maka mama akan terus bertanya padanya tentang perutnya bahkan mama akan menyiapkan acara 7 bulanan untuknya. Akhirnya setelah dipikir matang-matang lebih baik dia jujur sekarang walau resiko akan diusir oleh mamanya saat ini. Ya dia memilih opsi itu walau pahit tapi jujur..
"Mah, Gie mau jujur sama mama. Sebenarnya Gie bohong menikah dalam keadaan hamil. Itu semua akal-akalan Gie saja mah biar dapat restu tetapi mama malah tetap tidak merestui malah mas Yugho dan aku yang kena bogem mentah dari kalian" Firda menunduk karena takut.
Mama langsung melotot marah namun taklama kemudian sorot matanya tak lagi tajam.
"Kamu benar-benar anak mama yang paling pembangkang dan tidak bisa diatur ya" mama langsung menabok-nabok pipi anaknya walau tidak keras. Dan Firda nampak bersiap-siap akan pergi jika mama langsung mengusirnya saat ini juga. Setelah lama ditunggu-tunggu tidak ada perkataan mama yang mengusirnya malah mama menyuruhnya duduk dan segera menyiapkan salad sayuran untuk dimakan anaknya. Akhirnya Firda hanya bisa cengar-cengir sendirian.
"Jangan lupa bulan depan bikin acara 4 bulanan kamu Fir. Bikin di rumah mama saja biar tidak repot mamanya"
"Cie...Cie...yang mau punya cucu gercep banget mah" ledek Firda.
Taklama mama malah menoyor kepala Firda.
"Ingat ya cucu mama harus ganteng dan pintar, mama mau punya cucu laki-laki Fir. Soalnya mama tidak punya anak laki-laki"
"Laah....mas Yugho malah pengen anak perempuan mah. Soalnya keluarga dia laki-laki semua" bisik Firda.
"Hmmm....apapun cucu mama nanti yang penting sehat dan sempurna. Bangunkan suami kamu nanti Fir sebentar lagi ayah kamu pulang kita makan siang sama-sama. Kakak kamu sedang di rumah mode menyiakan baju pengantinnya untuk acara bulan depan"
"Oh iya kakak bulan depan ya acaranya, semoga semuanya berjalan lancar amiin" tutur Firda.
"Acara kakak kamu dihotel dekat pantai Fir, apa kamu tidak iri dengan acara kakak kamu nanti?" Tanya mama Er
"Tidak mah, aku sudah punya segalanya. Suami yang menyayangiku, anak yang sedang didalam perutku. Itu harta yang paling berlimpah untukku mah" Firda memeluk mamanya.
"Baiklah-baiklah anak mama sudah besar sudah bisa berfikir dengan dewasa"
"Heloww everybody....ahhh, anak papa sudah sampai disini" Papa Josh lalu merentangnkan tangannya dan Firda langsung berlonjak kegirangan, dia berlari dan masuk ke dalam pelukan papanya tercinta.
"Papaah" teriaknya.
"My little sweety honey, anak gadis papa cup...cup" papa nampak menciumi anak gadisnya yang lama dirindukannya.
"Ingat pah, dia bukan anak gadis lagi sebentar lagi dia akan membuat mama menua" jawab mama
"Hahahha....sebentar lagi papa akan jadi grandpa, tenang sayang papamu akan menjadi grandpa yang paling keren dan paling gaul" bisiknya pada anaknya. Firda tertawa dan langsung membuat toss bersama papanya itu. Tiba-tiba Firda merasa keram perutnya dan dia mengaduh hingga membuat mama dan papanya panik.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya mamanya.
"Perutku keram mah, aku takut ngeflek lagi?"
"Ya ampun Firda, kamu diam-diam disini yang tenang ya" ujar papa.
Mendengar ribut-ribut dan menyebut-nyebut nama istrinya diluar membuat Yugho terbangun dari tidurnya dan langsung keluar kamar mencari tau apa yang terjadi.
"Sayang kamu kenapa?" Yugho segera mendekati istrinya.
"Gak apa-apa mas, keram lagi perutku" jawab Firda.
"Maafkan papa ya Fir, ini pasti gara-gara papa" papa Josh tampak menyesal. Dia lupa jika anaknya sedang hamil dan karena dirinya Firda berlari-lari ke arahnya.
"Ini bukan salah papa, jangan sedih ya pah" Firda tersenyum ke arah papanya.
"Sebaiknya kamu istirahat dikamar ya sayang" yugho langsung menggendong istrinya ke dalam kamar diikuti oleh mama dan papanya. Lalu meletakkan Firda diranjang besarnya dan menyelimutinya. Firda nampak begitu terkejut melihat isi kamarnya. Dia menangis terharu kepada orang tuanya dan dia tidak menyangka jika mama dan papanya begitu menyayanginya.
"Itu semua mamamu yang buat sayang" papa langsung membelai rambut Firda.
Sekali lagi Firda berterima kasih kepada mamanya dan menciumi tangan mama kesayangannya itu.
"Walau mama marah dan tidak merestui kalian tetapi hati mama sakit sekeras apapun mama membenci kalian semakin mama merindukan anak mama" mama Er tampak menitikkan air mata tetapi buru-buru dilap dengan tangannya.
"Oohhh....so sweet my lovely wife..cup" Papa Josh mencium rambut mama Er dan merengkuhnya.
Mama keluar dari kamar Firda dan menyiapkan makanan sehat untuk anaknya. Lalu membawanya ke kamar Firda dan meletakkannya didepan Firda.
"Taram...makanan sehat untuk wanita hamil sudah siap. Biarkan mama yang menyuapimu ya sayang" ujar mama.
"Tidak....bagaimana kalau papa saja karena papa yang sudah membuat putri kecil papa seperti ini" papa Josh bersikeras ingin menyuapi anaknya namun tidak dibolehkan oleh mama Er. Disaat mereka berdebat tentang siapa yang boleh menyuapi anaknya, tanpa basa-basi lagi Yugho yang langsung menyuapi istrinya.
"Biarkan mereka berdebat sayang" ujarnya.
"Ayo buka mulut kamu lagi, makan yang banyak ya sayang biar mas tidak diomeli mamamu terus" ujarnya sambil tertawa.
"Oh...ow..oo...Itu Yugho apa-apaan itu, dia mencuri start duluan.Lihat itu gara-gara mama, papa tidak jadi menyuapi anak papa kan" papa Josh lalu mencubit pipi mama Er.
"Yugho, kamu tidak sopan ya mencari celah disaat kami berdebat" mama Er langsung menjewer telinga Yugho. Sementara Yugho hanya tertawa saja. " Menunggu kalian berdebat terlalu lama mah, kasihan istriku sudah kelaparan" Yugho membela diri sambil tersenyum.
"Baiklah mama maafkan kamu kali ini, terapi jika dilain waktu kamu seperti ini lagi siap-siap ya dapat hukuman dari mama" mama Er langsung memasang wajah judesnya.
Mereka hanya tertawa melihat wajah kesal mamanya.
**********
Akhirnya Firda bisa bahagia kembali ke rumah mamanya🤗.
Hehehe...keasyikan nulis Firda sampai lupa alur cerita Mitha 😂 seharusnya dia sudah menikah dan punya anak ya, ini malah Firda duluan yang mau punya anak. Aku masih bingung lanjutin Mitha setelah menikah atau pacaran menuju pernikahan😂
Happy Reading Gaess🤗😘