
Yugho menepikan mobilnya di depan Kafe Danau.
"Kamu mau dengar versi asli atau versi palsu Fir?" Yugho membuka kaca mobilnya dan mulai memantik korek api menyalakan rokoknya.
"Loh kenapa bisa ada dua versi mas?" Tanya Firda bingung.
"Menghadapi cewek model kamu membuat mas bingung, jujur salah...tidak jujur lebih salah lagi makanya kamu mau versi yang mana biar kamu tidak marah Fir?" Yugho menghisap rokoknya dan membuang asapnya keluar.
"Entah kenapa aku yakin kalau kamu masih mencintai Firnie mas" jawab Firda dengan tegang.
"Apa kamu akan marah kalau mas jujur Fir?"
Firda menahan nafas dalam-dalam dan siap untuk mendengarnya.
"Aku tidak akan marah mas, kalaupun marah toh percuma saja kita sudah menikah sekarang dan akupun sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi, iya kan? Dan aku juga mau tahu alasan mas buru-buru menikahiku itu apa?"
Yugho menatap Firda lekat-lekat lalu ditariknya Firda kedalam pelukannya. Sebelum Firda masuk kedalam pelukan Yugho, dia segera menepis tangan Yugho dan mendorongnya.
"Diam mas, cepat jelaskan jangan cari pengalihan kamu mas" ujar Firda sambil melipat tangannya di dada.
Dengan berat hati akhirnya Yugho memulai ceritanya.
"Baiklah Fir, awalnya mas hanya ingin bermain-main denganmu. Melihat wanita cantik dan seksi kenapa tidak dimanfaatkan.
Cowok mana yang tidak akan ngiler melihat penampilan kamu? Ditambah lagi kehadiran kamu membuat Firnie marah dan mas malah bertambah semangat ingin kamu ada disisi mas".
"Kamvret kamu mas...jadi kamu menggunakan aku untuk membuat pacarmu marah mas? Ujar Firda tidak senang.
"Bukankah awalnya kamu juga yang mengaku-ngaku pacar mas Fir? Mas hanya melanjutkan saja skenario yang sudah kamu buat sayang. Tapi lama-lama mas keterusan dan kehangatan tubuh kamu perlahan-lahan membuat mas kecanduan sehingga bisa membuat mas melupakan Firnie sedikit demi sedikit. Walaupun dari awalnya memang mas berniat ingin melupakannya dan menghapus bayangannya. Penghianatan Firnie dan Marcel begitu menyakitkan, walau mereka menyangkalnya tapi mas menyelidikinya. Mungkin jika dia tidak berkhianat mas sudah menikah dengannya. Jika kamu bertanya apa mas masih mencintainya, entahlah mas tidak bisa menjawabnya tetapi satu yang pasti mas tidak mau kehilangan kamu seperti dulu mas pernah kehilangan dia. Marcel bukan pria baik seperti katamu Fir, dia memiliki banyak kekasih dan dia juga akan bercerai dengan istrinya.
"Iya...begitu bercerai dia akan menikahiku mas, tau begitu aku nikah sama dia saja yang jelas cinta sama aku daripada sama kamu nggak jelas cinta sama siapa, sana-sini mau. Sungguh menjengkelkan, aku salah godain kamu dulu mas, seharusnya aku godain Angga atau Pak Marcel" Firda sangat kesal mengetahui suaminya belum sepenuhnya mencintainya.
"FiR...jangan suka bicara sembarangan. Mas sayang kamu dan mas juga mulai mencintai kamu sayang" Yugho menampakkan wajah kesal saat Firda menyebut nama Marcel.
"Awas....jangan sentuh-sentuh aku" Firda melotot tidak suka dengan Yugho.
"Tuhkan...jujur salah kalau tidak jujur lebih salah lagi nanti dasar wanita selalu membuat bingung laki-laki"
Firda berusaha membuka pintu mobilnya tapi terlambat karena Yugho sudah menguncinya terlebih dahulu.Sehingga Firda hanya bisa menggebrak-gebrak dengan kesal pintu mobil Yugho.
"Kamu mau makan disini Fir?" Tanya Yugho. "Sepertinya enak juga restonya" sambungnya lagi sambil melihat-lihat suasana resto dari dalam mobil.
"Iya mas...ayo kita turun sekarang, aku lapar mau makan mas" jawab Firda sambil berusaha membuka pintu mobilnya.
Melihat hal itu Yugho langsung mengurungkan niatnya. Dia kemudian menjalankan mobilnya kembali menuju arah rumahnya.
"Ahhh...shittt" teriak Firda.
"Jangan kamu kira mas tidak tahu apa yang ingin kamu lakukan, jangan harap kamu bisa lari lagi dariku sayang" Yugho tersenyum mengejek.
"Kita lihat saja nanti mas, aku punya 1001 cara untuk meninggalkanmu. Jika hari ini aku gagal akan ada hari-hari lain untuk aku supaya bisa kabur dari kamu mas"
"Terima kasih sayang kamu sudah membocorkan apa yang akan kamu lakukan. Mas akan lebih berhati-hati lagi menjaga kamu"
Firda melirik judes ke arah Yugho.
"Mas....jangan-jangan kamu menyiapkan rumah itu untuk kalian ya jika jadi menikah?" Firda mencoba memancing Yugho kembali.
"No comment" jawab Yugho
"Aku tidak mau tinggal dirumah itu mas, aku mau tinggal di apartemen saja. Tunggu dulu apartemenpun bekas kalian juga?ohhh.....Lord, yang aku nikmati semua ini ternyata bekasan Firnie semua" Firda menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa menerima ini semua.
"Sayang...jangan berfikiran buruk seperti itu.Jika kamu masih memikirkan dia, maka kamu yang akan sakit sendiri. Kita bikin kesepakatan sayang, jangan ungkit masa lalu biar hidup kita tenang, deal?" Yugho meraih tangan Firda tetapi langsung ditarik kembali oleh Firda.
"Tidak....aku akan berfikir ulang untuk hidup bersama kamu" Firda berkata dengan yakin.
"Jangan macam-macam Fir, mas akan membuang semua tentang dia, kalau hanya masalah foto itu murni karena mas lupa sayang" Yugho berusaha meredam kemarahan Firda.
"Kenapa kamu membenci Marcel? Apa karena mas sakit hati Marcel sudah merebut kekasih hati mas?"
"Sayang...mas tidak ingin dia merebut kamu dari mas seperti dulu yang pernah dia lakukan terhadap mas"
"Basi banget deh mas penjelasan kamu, pantas saja dia masih mengejar-ngejar kamu dan dengan penuh keyakinan mengatakan padaku kalau kamu masih mencintainya. Aku saja yang bodoh mudah percaya sama kamu mas. Gara-gara terlalu cinta sama kamu, logika ku tidak jalan sama sekali. Harusnya aku bisa menilai tidak mungkin kamu bisa mencintaiku secepat itu dan mengajakku buru-buru menikah"
"Kamu salah orang jika ingin seperti itu justru aku malah sebaliknya. Perasaan cintaku malah semakin memudar dan ku harap aku tidak segera hamil. Aku akan menunda kehamilanku bahkan jika memang aku hamil maka aku akan menggugurkan anakmu itu" Firda berkata dengan sangat kejam dan itu membuat Yugho sangat kaget.
"Astaghfirullah....ingat Fir, nyebut kamu sekarang juga awas saja jika kamu sampai berani melakukan hal itu. Mas akan memenjarakan kamu ditempat yang sunyi dan sepi dan tidak ada akses apapun sehingga kamu akan merasakan kesepian dan tidak bisa pergi kemana-mana. Mas akan mengurung kamu dan kamu akan bisa menghirup udara bebas lagi setelah kamu berhasil melahirkan anak mas dengan sehat dan sempurna" ancam Yugho.
"Aku tidak takut dengan ancamanmu. Ancaman macam apa itu, jadi mas mau memperkosa aku terus-terusan gitu sampai aku hamil dan melahirkan? dasar maniak" Firda marah dan kesal dengan suaminya.
"Iyaa....mas akan mengikat kamu dan terus memperkosa kamu setiap hari sampai kamu hamil. Mas menjadi maniak juga gara-gara kamu" Yugho tersenyum sambil melirik istrinya.
Dilirik oleh suaminya semakin membuatnya kesal dan Firda langsung membuang muka.
"Maniak sinting" ujarnya.
***********
Firnie melihat status WA Suzil, dia kaget dan dia segera menghubungi sahabatnya itu.
"Suzil...apa benar kamu sudah dilamar sama Randi?" tanyanya.
"Iya Fir, akhirnya aku mau menerima lamaran Randi"
"Selamat ya temanku akhirnya kamu akan menikah juga" Firnie memberi ucapan tidak tulus.
"Terima kasih sayang, tapi pernikahanku tahun depan baru terlaksana" jawab Suzil dengan sedikit menghela nafas.
"Loh...kenapa begitu Zil?"
"Kamu tau kan skandal pernikahan adikku? dan orang tua Randi tidak setuju kalau kami menikah tahun ini juga karena adikku telah menikah terlebih dahulu ditahun yang sama"
"I see....i see" ujar Firnie.
"Berarti tadi datang dong adikmu dan suaminya?"
"Iya Firnie...adikku datang bersama suaminya. Dan sepertinya sebentar lagi suaminya juga akan menjadi seorang pilot jauh dari bayangan kami Fir"
"Looh...memang dari dulu kak Yugho mahir mengendarai pesawat walaupun pesawat tempur Zil"
"Maksud aku dia akan sekolah lagi selama dua tahun untuk bisa menjadi seorang pilot komersil Fir"
"Waahh....tambah tajir dia sekarang Zil"
"Aku juga taunya dari papa profesi suami adikku. Maafkan adikku ya Fir atas semua kesalahan dia"
"Walaupun berat dan sungguh-sungguh berat Zil" ujar Firnie.(kamu kira jika kamu sudah minta maaf maka semua akan baik-baik saja zil?ooh..tidak semudah itu teman.Jangankan adikmu, kamupun akan kena imbasnya nanti. Kita lihat saja pernikahanmu itu sayang...hmmm...bisik Firnie dalam hati)
"Semoga kamu berjodoh dengan pria yang lebih baik darinya" doa Suzil kepada Firnie.
"Amiin" jawab Firnie
"Semoga pertunangan dan pernikahanmu berjalan lancar semua ya Zil" ujar Firnie dengan senyum mengejek sambil menarik sebelah bibirnya.
"Tengkiu sayanggg" Suzil menjawab dengan suka cita. Namun dia tidak tau apa yang akan dilakukan sahabatnya itu kepadanya.
"Bye Zil....muacchhh" Firnie mengakhiri sambungan telponnya.
"Suzilku sayang....Suzilku malang...naif sekali dirimu. Kamu kira aku akan melepaskan kalian begitu saja. Hahaha....tidak akan. Bodoh sekali dirimu Zil jika kamu kira aku akan memaafkan adikmu yang telah merebut tunanganku itu. Bukan hanya dia yang akan menerima pembalasanku tetapi juga dirimu sahabatku. Kita lihat saja nanti apa yang aku akan lakukan pada kalian" Firnie tersenyum penuh arti sambil meremas bunga mawar dihadapannya dan membuangnya perlahan.
"Aku tidak rela jika kalian berbahagia sementara aku belum bahagia"
***********
Hati-hati kak Suzil...kawanmu itu ular kepala dua loh😥 Mas Yugho juga juga masih nyebelin ihh.
Mending bo'ong aja deh sama Firda mas daripada dia uring-uringan terus jadinya😂.
Met malam gaesss....maaf kalau menunggu🤧
Terima kasih ya kalian masih mau membaca Firda.
I love you all🤗