
Untuk meredam kekesalan hatinya akhirnya Firda pergi keluar bersama Akbar. Mereka berjalan santai sambil mengendarai motor vespa. Berhubung Akbar belum hafal jalan jakarta maka Firda yang menjadi petunjuk jalannya. Mereka tampak serasi jalan berdua. Saat ini Firda berusaha meredam sakit hatinya. Dia pun bercanda dan tertawa bersama Akbar. Ya Akbar adalah teman yang hangat. Melihat Akbar yang begitu baik tiba-tiba Firda teringat dengan Angga. "Ahhh...sedang apa Angga sekarang.Apakah dia masih marah padaku?" Bisik Firda dalam hati.
"Maafkan aku Ga, seharusnya aku mendengar kata-katamu jadi aku tidak dipermainkan lagi seperti saat ini. Ahh...aku benci dengan hati ini. Hatiku yang sangat lemah. Jika kemaren aku bersamamu maka sekarang aku bersama Akbar. Tuhan....kamu benar-benar baik padaku selalu mengirimkan malaikatmu untuk mengusap air mataku. Kenapa aku tidak bisa menjadi bagian dari mereka Tuhan. Andai aku bisa menghapus nama mas Yugho dan menggantinya dengan Angga, tentu hidupku akan tenang tidak seperti roller coster saat ini"
"Fir kita belok mana lagi ini?"
"Lurus terus Bar nanti dipertigaan ada kedai kopi kenangan. Kita ngopi disitu Bar".
"Oke"
Lalu Akbar menjalankan vespanya menuju kedai kopi yang ditunjuk Firda.
"Ini kedai kopi semua Fir?"tanya Akbar sambil melihat kafe-kafe disebelahnya.
"Kita ke Kopi Sang Mantan aja Fir" ajak Akbar.
"Sial*n si Akbar kenapa malah ngajak ke Kopi Sang Mantan sih?bacany aja gue udah merinding" bisik Firda dalam hati.
"Kopi Janji Jiwa aja yuk Bar jangan disitu" tolak Firda
"Sini aja Fir keren back groundnya bagus buat foto-foto" tawar Akbar.
Akhirnya dengan berat hati Firda mengikuti langkah kaki Akbar.
Mereka masuk ke kedai kopi tersebut dan langsung mencari tempat dipojok kanan kafe.
"Disini enak Fir, bagus angelnya buat ngambil foto".
"Iyalah Bar....aku ikut aja"
Baru saja mereka meletakkan pantat mereka langsung disambut lagu "Nidji Sang Mantan"
"Akbarrr....gue nggak sanggup sama lagunya. Pindah yukk" rengek Firda.
"Nggak ah, ini lagu favoritku Fir"
"Ciih....lagu Favorit sih Sang Mantan" cibir Firda.
"Inget banget aku sama lagu ini Fir lagi jaman SMA dulu. Aku diputusin sepihak sama dia di saat lagi sayang-sayangnya" mata Akbar nampak menyipit saat menceritakan sepenggal kisahnya.
"Terus gimana Bar, elo mabok gak pas diputusin dia?" Tanya Firda.
"Namanya anak muda Fir, mabok sih nggak cuma ikutan minum dan gak pulang ke kerumah dua hari"
"Kenapa cowok se keren elo bisa diputusin Bar? Apa katarak mata dia?" Ujar Firda sambil menampakkan mimik wajah kesal.
"Namanya cewek Fir, dia pacaran lagi sama anak AL yang lebih keren dari aku" jawab Akbar datar.
"AL...Angakatan Laut maksudnya?"
"Iya betul...cewek kalau sudah kenal anak angkatan juga pada kabur kesana semua Fir"
"Nggak semua cewek kaya gitu Bar, buktinya gue tergila-gila sama bodyguard. Eh menurut elo bodyguard itu keren gak sih?"
"Kerenlah....nggak semua orang bisa jadi bodyguard Fir. Dia harus punya banyak ke ahlian dan yang pasti dia harus bermata jeli dan pintar membaca situasi. Dimanapun musuh berada mereka sudah bisa menebaknya dan bisa langsung mengambil tindakan tanpa dikomando lagi"
"Wuihhh...keren dong Bar kalau begitu. Tapi sayang nyokap gue nggak setuju dan sepertinya gue juga bakalan putus sama dia"
"Jangan Fir, kamu berjuanglah semoga mama kamu bisa menerima dia apa adanya"
"Sulit Bar karena ada lagi hal lain yang lebih fatal. Dia mau tunangan sama pacar masa kecilnya. Padahal katanya cinta sama gue tapi malah ditinggal tunangan sama dia" firda menjeda kalimatnya dan meminum kopinya sambil menggigit roti garlic pesanannya.
"Yaahhh....berarti nggak jodoh Fir kamu"
"Gue masih sayang sama dia Bar tapi gue juga sepertinya mau membunuh dia aja" firda berbicara dengan serius sambil menatap mata Akbar lurus.
"Heeeyyy..aku bukan dia Fir, jangan menatapku seperti itu" Akbar tertawa melihat mimik wajah Firda yang berubah menjadi serius.
"Heheheh....memang menakutkan apa pandangan mata gue Bar?" Tanya Firda.
"Merasa bersalah aja ditatap seperti itu Fir. Seakan kamu sedang meminta pertanggungjawaban dariku"
Tiba-tiba Firda menggebuk lengan Akbar.
"Sialan loe Bar ngeledekin gue terus" celoteh Firda.
Ponsel Firda daritadi berdering terus dan nampak banyak pesan yang masuk ke WA-nya.Akhirnya diambil ponselnya tersebut dan mulai membuka isi pesannya.
"Bentar ya Bar gue buka WA dulu". Firda meminta ijin kepada Akbar untuk melihat isi ponselnya.
"Aduh bener-bener ya nenek lampir ngirim foto-foto terus" Firda membuka foto-foto yang dikirim oleh Firnie. Tampak beberapa foto Yugho sedang memilih cincin juga video saat Yugho memakaikan cincin di jari Firnie dan satu foto lagi mereka sedang makan bersama keluarga lengkap.
"Firnie sial*n ngapain sih ngirim foto beginian"
"Bar kita foto berdua yuk". Lalu Firda memanggil pramuniaga disana dan memintanya untuk memfoto dirinya bersama Akbar.
"Yang mesra Bar, gue nemplok di elo ya" Firda meminta ijin akbar dan setelah mendapat anggukan dari Akbar merekapun mulai di foto. Ada tiga foto cantik yang dijepret oleh pramuniaga tersebut. Dan begitu melihat hasilnya Firda nampak puas..
Tak berapa lama pun nampak Firda mengirim foto tersebut kepada Firnie.
Firnie nampak girang sekali melihat foto Firda dan Akbar. Dia nampak tersenyum penuh kemenangan.
"Kak, apa kamu masih berhubungan dengan Firda?"
Tanya Firnie sambil mengalungi tangannya di lengan Yugho.
"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?" Yugho melepaskan tangan Firnie dan menatap curiga.
"Cuma mau tanya aja Kak, soalnya dia kirim foto ke aku sedang bersama cowok lain".
Yugho menatap sinis Firnie dan langsung mengambil handphone Firnie.
"Darimana kamu dapat nomor dia?"
"Aku salin dari handphone kamu kak" jawab Firnie merasa tak bersalah.
"Keterlaluan kamu Fir"
Firnie buru-buru mengambil handphone-nya sebelum kontak Firda dihapusnya.
Sesampainya mereka disana tak berapa lama nampak Yugho meminta ijin untuk keluar sebentar.
"I wanna dance and love and dance again" handphone Firda pun berbunyi dan tak berapa lama kemudian dia pun mangangkatnya. Dia mulai menyiapkan dan menenangkan hatinya.
"Iya mas ada apa?"
"Kamu dimana sekarang?
"Dirumah mas kenapa"
"Apa kamu yakin dirumah Fir? Pancing Yugho.
"Iya mas kenapa?"
"Mas tau loh posisi kamu dimana saat ini"
"Hahhh....aku diluar mas lagi ngopi.
Mas lagi dimana sekarang. Bisa jemput aku nggak sekarang?"
"Saat ini mas belum bisa jemput kamu sayang. Mungkin sekitar 3 jam lagi baru mas bisa menjemput kamu"
"Oohh....gak usah mas kalau begitu, aku sebentar lagi juga pulang"
"Kamu naik apa Fir kesana?"
"Di antar Akbar mas"
"Hemmmm....begitu ya. Jadi kalau mas gak ada kamu bebas diantar cowok gitu Fir?"
"Hmmm....bukan gitu mas, teman aku lagi stress soalnya pacarnya mau tunangan sama cewek lain minggu depan.Kebetulan aku juga diundang, mas bisa nganterin aku?"
"Minggu depan mas nggak bisa sayang, mas ada acara keluarga. Kita datang setelah acara mas saja ya"
"Aahh...sayang sekali mas waktunya bersamaan pula. Aku minta antar kawan aku saja mas kalau begitu"
"Kamu tidak boleh jalan dengan siapun Fir, mas melarang kamu"
"Mas saja tidak bisa menemaniku walaupun aku hanya minta satu waktu"
"Sayang jangan marah ya, habis ini mas akan jemput kamu.Tunggu disitu dan jangan kemana-mana oke?"
"Kalau mau jemput sekarang mas, kakau nanti-nanti mending gak udah jemput".
"Maaf sayang mas sungguh-sungguh tidak bisa jika saat ini, tunggu 2 jam lagi oke?"
"Kelamaan mas, ya sudah intinya gak bisa jemput aku kan sekarang?...oke kalau begitu, udah dulu ya mas bye"
Firda langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban lagi dari Yugho.
Tampak beberapa kali Yugho berusaha menghubungi Firda namun tidak juga diangkat.
Akhirnya dia mengirim pesan ke Firda melalui WA
"2 jam lagi mas jemput kamu"
Firda hanya membacanya namun tak mau membalasnya.
"Siapa Fir, pacar kamu ya?"
"Calon mantan Bar"
"Hahahaha..baru dengar calon mantan biasanya mantan yang sering aku dengar"
"Loe nggak tau hati gue saat ini Bar, gue gak sanggup nerusin ngomong lagi sama dia. Bisa-bisa gue nangis Bar"
"Minggu depan dia mau tunangan, ceweknya ngundang gue. Tadi gue pancing minta diantar sama dia tapi ternyata dia gak bisa Bar"
"Kenapa dia nggak bisa Fir"
"Jelas nggak bisa lah Bar lah yang mau tunangan itu dia" Firda diam sejenak menahan rasa amarahnya.
Akbar nampak terkejut dan membuat bentuk O dimulutnya lalu ditutupi dengan tangannya dengan mata terbelalak kaget.
"Maaf Fir, kaget aja aku dengar nya"
"Makanya gue gak suka ke kafe ini karena gue benar-benar akan jadi mantan Bar"
"Baiklah kita pindah dari sini"
"Gak usah Bar, tanggung lah toh status itu tetap akan jadi milik gue" dengan menghela nafas dalam-dalam Firda menyandarkan kepalanya di kursi kafe.
"Aku temenin ya ke pesta itu kalau kamu mau datang"
"Gue pasti datang Bar tapi nggak mau sama kamu. Maaf bukannya aku menolak tapi aku ingin membalas perbuatannya"
"Aku siap kalau kamu minta aku temanin Fir"
"Oke tengkiu gampanglah itu Bar. Udah yuk kita pulang Bar. Mood gue lagi gak bagus" Firda bangun dan langsung berjalan menuju meja kasir membayar semua tagihannya.
"Koq kamu yang bayar sih, aku saja Fir"
"Alaahh jangan basa-basi loe Bar, nanti saja kalau mau traktir kalau sudah sukses jadi artis hehehe"
Akbar nampak tertawa mendengar perkataan Firda. "Doain ya biar lolos casting besok".
"Bakalan diterima elo mah Bar, body sama tampang loe menunjang untuk dijual"
"Semoga, kalau aku lulus kamu orang pertama yang aku traktir setelah kekuargaku setuju?"
"Oke"
Lalu mereka bersalaman dan ber tos ria ala anak-anak muda jaman sekarang.
Merekapun akhirnya pulang kembali ke rumah Alma.